30Aug 2009 124 Comments
Terang Bulan Tak Ada Lagi di Negeri Kelelawar
(Kisah ini merupakan bagian ke-10 dari serial “Negeri Kelelawar”. Yang belum sempat membaca, silakan nikmati dulu kisah Menagih Janji Politisi di Negeri Kelelawar (1), Ontran-ontran di Negeri Kelelawar (2), Situasi Chaos di Negeri Kelelawar Makin Parah (3), Angin Reformasi Berhembus Juga di Negeri Kelelawar (4), Menyiasati Kecamuk Separatisme di Negeri Kelelawar (5), Kekuasaan Negeri Kelelawar dalam Kepungan Ambisi Petualang Politik (6), Isu Dekrit Presiden di Negeri Kelelawar (7), Premanisme Merajalela di Negeri Kelelawar (8), dan Geger Ujian Nasional di Negeri Kelelawar (9)). ***
Belakangan ini, persoalan yang dihadapi negeri Kelelawar makin ruwet dan kompleks. Negeri seribu pulau itu tak hanya digoyang sejumlah persoalan dalam negeri, seperti kemelut politik, kerusakan lingkungan, terpuruknya perekonomian, kemiskinan, atau pengangguran, tetapi juga persoalan hubungan diplomasi dengan negeri tetangganya. Sudah berkali-kali hubungan dua bangsa yang konon serumpun itu terusik akibat ulah negeri tetangganya yang suka bikin sensasi. Dengan pongah dan arogan, mereka demikian gampang mengklaim berbagai produk budaya negeri Kelelawar sebagai miliknya. Bahkan, sudah berkali-kali melakukan provokasi di daerah perbatasan dengan melakukan manuver-manuver tak populer sebagai bentuk pelecehan martabat sebuah bangsa yang berdaulat.
“Mereka itu bangsa yang tak kreatif. Masak lagu kebangsaan sebagai simbol negara saja mesti menyontek!” kata seorang wakil rakyat negeri Kelelawar yang diwawancarai reporter TV. “Maklum, mereka itu tak pernah paham makna sebuah perjuangan. Mereka bisa hidup makmur bukan buah perjuangan, tapi sebuah hadiah dan belas kasihan negara lain yang dulu menjajahnya. Mereka juga tak pernah belajar masalah-masalah kebudayaan. Bisanya hanya menyontek dan main klaim seenaknya,” lanjut sang wakil rakyat geram.
Ya, ya, ya, kegeraman sang wakil rakyat itu memang tidak berlebihan. Berbagai fakta sudah menunjukkan kalau negeri bekas jajahan Inggris itu terlalu besar kepala. Kemakmuran yang didapat secara instan agaknya telah membuat negeri yang pernah mencaplok dua pulau milik negeri Kelelawar itu makin tamak dan tak tahu diri. Setiap kepala warga negeri jiran itu dipenuhi dendam dan kebencian kepada bangsa Kelelawar.
“Sudah banyak fakta kalau negeri jiran itu sudah tak lagi menghargai martabat dan kedaulatan bangsa Kelelawar. Tapi, mengapa bangsa yang besar ini justru tak berkutik, bahkan tak berdaya menghadapinya. Jangan salahkan rakyat Kelelawar kalau suatu ketika amarah mereka meledak dan tak lagi bisa dikontrol,” lanjut sang wakil rakyat itu di tengah puncak kegeramannya.
Sang wakil rakyat itu kembali mengungkap fakta sejarah yang kelam tentang konfrontasi yang pernah melibatkan dua bangsa serumpun itu. Berikut petikannya:
Konfrontasi berawal dari keinginan negeri jiran untuk menggabungkan pulau-pulau di sekitarnya menjadi sebuah persekutuan pada tahun 1961. Keinginan itu ditentang oleh presiden negeri Kelelawar yang menganggap negeri jiran sebagai “boneka” sebuah negeri yang dulu menjajahnya. Sang Presiden berpendapat bahwa negeri jiran hanya sebuah negara boneka. Konsolidasi dengan negeri jiran hanya akan menambah kontrol negara kolonial di kawasan ini, sehingga mengancam kemerdekaan negeri Kelelawar.
Negeri Kelelawar dan salah satu negara tetangganya yang lain setuju menerima pembentukan persekutuan apabila mayoritas daerah yang diributkan memilihnya dalam sebuah referendum yang diorganisasi oleh badan dunia. Namun, sebelum hasil referendum dilaporkan, negeri jiran melihat pembentukan persekutuan ini sebagai masalah dalam negeri, sehingga tak pantas dicampuri negeri lain. Meski demikian, pemimpin negeri Kelawar tetap melihat hal ini sebagai perjanjian yang dilanggar dan sebagai bukti imperialisme baru.
Amarah presiden negeri Kelelawar makin memuncak ketika terjadi demonstrasi anti-negeri Kelelawar di ibukota negeri jiran. Para demonstran menyerbu gedung kedutaan negeri kelelawar, merobek-robek foto sang presiden, membawa lambang negara Kelelawar ke hadapan penguasa negeri jiran, lantas menginjak-injaknya. Sang presiden murka dan mengutuk tindakan penguasa negeri jiran yang telah menginjak-injak simbol negara dan ingin melakukan balas dendam dengan melancarkan gerakan yang terkenal dengan nama Ganyang Negeri jiran.
Lantas, sang wakil rakyat yang masih dihinggapi sikap sentimen dan emosional itu juga menunjukkan fakta mutakhir tentang pelecehan lagu kebangsaan negeri Kelelawar yang syairnya telah diubah menjadi demikian nyinyir dan menyakitkan.
Kelelawar tanah cairku
Tanah tumpah muntahku
Di sanalah aku merangkak hina jadi kubur
Kelelawar negara miskinkuBangsa Busuk dan Tanah Miskinku
Marilah kita semua tidur
Kelelawar negara miskinkuMatilah tanahku
Modarlah negriku
Bangsaku rakyatku semuanya
Miskinlah jiwanyaTidurlah badannya
Untuk Kelelawar miskin
Kelelawar Miskin
Mampus modarDatang kerja negeri jiran
Tapi TKK Jadi perampok
Rompak negeri jiran bawa wang ke Kelelawar
Kelelawar Pendatang HaramMiskinlah miskinlah
Datang Haram ke negeri jiran
Tiada pasporBila kena tangkap dan hantar balik
Katanya Negeri jiran jahat
Kelelawar negara perampok
Kelelawar menghantar perampok malingPekerja TKK Kelelawar
Hantaq pi negeri jiran
Kelelawar MalingMerampok lagu negeri jiran
Mengatakan itu lagu mereka
Kelelawar Tanah yang hinaTanah gersang yang miskin
Di sanalah aku miskin untuk selama-lamanya
Kelelawar Tanah puaka
Puaka Hantu Kita semuanyaNegara luas hasil bumi banyak tapi miskin
Datang minta sedekah di negeri jiran
Marilah kita mendoa Kelelawar brengsetGersanglah tanahnya mundurlah jiwanya
Bangsanya rakyatnya semuanya
Tidurlah hatinya mimpilah budinya
Untuk Kelelawar miskinKelelawar tanah yang kotor tanah kita yang malang
Di sanalah aku tidur selamanya bermimpi sampai mati
Kelelawar! Tanah malang tanah yang aku sendiri benciMarilah kita berjanji Kelelawar miskin
Matilah rakyatnya modarlah putranya
Negara miskin tentera coma pakai basikal
Miskinlah negrinya mundurlah negaranya
Untuk Kelelawar kurap
Terlepas dari sikap iseng atau main-main, mereka yang usil melecehkan lagu kebangsaan negeri Kelelawar itu jelas sangat tidak memahami kultur dan semangat kebangsaan yang terkandung di balik lirik-lirik heroik itu. Demikian sang wakil rakyat itu menyimpulkan.
“Mereka ini tidak paham masalah kebudayaan dan kebangsaan. Bisanya hanya melecehkan dan merendahkan martabat bangsa lain. Maklum, mereka memang tak pernah mengenal arti perjuangan seperti yang pernah dialami negeri Kelelawar yang berabad-abad lamanya harus bertarung melawan kekuatan kolonial. Tak perlu heran kalau menciptakan lagu kebangsaan saja mesti menjiplak lagu yang telah populer jauh sebelum negeri Kelelawar merdeka,” tegas sang wakil rakyat.
Suasana wawancara yang berlangsung di ruang sejuk ber-AC itu mendadak dikejutkan oleh suara cericit ditingkah kepak sayap kelelawar di atas bubungan atap stasiun TV. Jutaan kelelawar tampak perkasa mengepakkan sayapnya sambil tak henti-hentinya meneriakkan slogan lama, “Ganyang Negeri Jiran”. Tak tahu pasti, hendak ke mana kerumunan kelelawar yang dibalut semangat heroik itu hendak terbang.
“Kekhawatiran saya benar-benar terjadi. Akibat kelambanan kolektif penguasa, rakyat negeri Kelelawar yang marah karena telah lama merasa direndahkan dan dilecehkan martabatnya, akhirnya mengambil langkah dan sikap nekad. Dan kalau sudah begini, langkah mereka akan sulit dihentikan,” lanjut sang wakil rakyat sambil mengakhiri wawancaranya. ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Terang Bulan Tak Ada Lagi di Negeri Kelelawar" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (30 August 2009 @ 02:27) pada kategori Negeri Kelelawar, Sastra dan telah dikunjungi oleh . Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Sep 16, 2011 @ 09:48:29
sungguh terharu atas nasib di negeri kekelawar itu…
aku akan selalu mendo’akan mereka supaya baik-baik saja..
Jan 18, 2011 @ 02:12:52
Not agree on several issues but the whole thing, so impressive. Successful year!
Dec 18, 2010 @ 15:58:49
jangn lpain qqqq
Jul 16, 2010 @ 20:16:08
salam kenal mas :):)
Sep 27, 2009 @ 20:15:27
ngeri kali orang malaysia ntu yah
?
>-
banyak X cakapnya :-@
biar gimanapun aku cinta indonesia
Sep 04, 2009 @ 08:48:17
Saya tuh sebenarnya udah ga sabar banged melihat tindakan pemerintah untuk masalah dengan maling sial kutu kupret itu (mas, aku gak puasa jd boleh ya marah2 dikit :D)…
Itu negara tetangga terlalu kepintaran dan maju sementara kita terlalu “kekeluargaan”. Pantas saja dicolongi terus. Huh.
.-= Baca juga tulisan terbaru zee berjudul gempa woi… gempa… =-.
Sep 05, 2009 @ 13:15:22
@zee,
hehehe … gpp, mba zee, silakan tumpahkan kekesalan mbak zee, biar kekesalan saya ikut terwakili, hehe ….
Sep 03, 2009 @ 00:06:39
haddiirrr….
malam2 mengunjungi sahabat tersayang… Apa kabar sahabat? smoga bahagia selalu menyertaimu….
hhmmm.. salut utk sajak nya pak ..
saya malah menyayangkan sikap dari wakil rakyat itu, ucapannya provokatif en bersifat menyalahkan, bukan menenangkan rakyat dan melobi pemerintah agar lebih tegas lagi…
cu…
.-= Baca juga tulisan terbaru perigitua berjudul Dahaga itu Bukan Nafsu =-.
Sep 05, 2009 @ 13:14:37
@perigitua,
terimna kasih kehadiran dan apresiasinya, mas faza.
Sep 02, 2009 @ 15:35:18
Negeri Kelelawar adalah negeri yang kaya raya sehingga banyak negeri lain yang iri kepadanya rakyat negeri kelelawar harus bersatu untuk menjaga aset kita jangan sampai ada yang mencuri lagi..mudah-mudahan ini bisa menjadi bahan intropeksi pemerintah negeri kelelawar..
Sep 05, 2009 @ 13:13:49
@Sewa Proyektor,
betul banget, mas. ulah negeri jiran yanhg berkali-kali melakukan manuver dan main klaim seharusnya sudah menjadi cukup bukti bagi negeri kelelawar utk mengambil sikap tegas.
Sep 01, 2009 @ 16:38:00
ehmm malaysia lagi. beberapa bulan lalu saya lihat dialog di TV ONE (kalau gak salah) tentang hidden misi malaysia di jaman soeharto. ternyata program TKI itu berasal dari malaysia juga agar jumlah melayu di malaysia lebih banyak daripada jumlah ras lain (india dan china). indonesia setuju demi alasan membantu sesama negara serumpun (melayu). selanutnya banyak tenaga diekspor, program pertama adalah mengirim guru matematika karena di malaysia saat itu belum begitu pinter pelajaran berhitung (sebegitunya..)..
kemudian berlanjut pengiriman tenaga di sektor lain, termasuk PRT.
hasilnya, saat pemilu, dengan limpahan orang melayu dari indonesia partai berbasis Melayu pun akhirnya menang. orang-orang melayu menjadi layak menguasai pemerintahan. China dan India tersingkir.
tapi dasar malaysia, masih tak puas juga karena melihat sektor bisnis masih dikuasai orang China. maka mereka membuat misi lagi (entah gimana ceritanya) hingga kedua sektor strategis berhasil mereka kuasai juga. Sayangnya ini membuat mereka lupa daratan. terutama generasi berikutnya yang tidak mengetahu asal-usul hidden misi itu, saat mereka jadi bos-bos di banyak perusahaan para tenaga dari Indonesia dijadikan bawahan dan diperlakukan dengan semena-mena begitu rendahnya.
dst..
Yang sempat jadi rencana tokoh-tokoh saksi perjanjian hidden misi tersebut adalah membongkar arsip diatas ke dunia tentang rencana buruk malaysia terhadap ras lain.
sayang sampai sekarang belum terjadi aksi pembongkaran rahasia itu.
.-= Baca juga tulisan terbaru novi berjudul Waspada BAB Saat Puasa =-.
Sep 05, 2009 @ 13:12:47
@novi,
doh, ternyata ada misi tersembunyi juga. tapi kalau dilihat manuvernya, sepertinya negeri jiran memang sudah memiliki itikad yang tak bagus.
Sep 01, 2009 @ 15:57:24
mendaftarkan produk budaya untuk dipatenkan itu memang tak lazim, karena tak wajar juga terjadi pencaplokan budaya dan kuliner, walau atas alasan serumpun sekalipun. sebagai contoh pizza dan spageti. biar kedua kuliner ini dapat dijumpai di seluruh dunia, tidak praktis ia disebut berasal dari amerika misalnya, walaupun orang italia banyak juga dijumpai di sana.
sekarang aja baru kejadian, ada negara tak kreatif tapi rakus. apa-apa dicaplok dan ditiru dari negeri orang. begitupun, mereka selalu menghina negeri yang dicontek dan dimalingnya. apa nggak kontras tuh? mau niru aja kok sombong.
Sep 05, 2009 @ 13:10:48
@marshmallow,
betul banget itu, mbak. negeri jrian memang sudah kelewatan. sungguh tdk kreatif, tapi aorgannya bukan main!
Sep 01, 2009 @ 14:50:31
malinksialmemang bangsat!:-?:-?
Sep 05, 2009 @ 13:09:40
@jidat binis pulsa eranet,
sabar, mas jidat, sabar!
Sep 01, 2009 @ 10:28:55
huh..heran juga sihh,kenapa tetep aja kayak gt sikap mereka yahh..:((:((
.-= Baca juga tulisan terbaru Pandu berjudul Technorati cara cepat publikasikan blog kita =-.
Sep 05, 2009 @ 13:09:04
@Pandu,
itu dia yang selalu menjadi pertanyaan rakyat negeri kelelawar, mas pandu.
Sep 01, 2009 @ 01:26:57
gak cuma lamban, raja kelelawar juga kebanyakan rapat dan ragu-ragu. Kelemahan itu sudah dibaca sejak lama oleh negeri Jiran…
.-= Baca juga tulisan terbaru zenteguh berjudul La Tomatina =-.
Sep 03, 2009 @ 04:40:54
doh, makin repot tentunya, mas teguh, kalau hanya raopat doang, tapi tak pernah memiliki ketegasan sikap.
Sep 01, 2009 @ 00:04:29
Negeri kelelawar..Wah mantab alurnya,,
Bisa dijadikan buku tersendiri ini Pak..
.-= Baca juga tulisan terbaru Erzet Hakim berjudul Bumi Kita Butuh Cinta =-.
Sep 03, 2009 @ 04:39:23
walah, mana ada yang mau menerbitkan, mas hakim, hehe …
Aug 31, 2009 @ 23:38:35
tinggal tunggu saatnya kebenaran sejarah akan terungkap…
kita hanya perlu menyediakan maaf untuk mereka…
.-= Baca juga tulisan terbaru itempoeti berjudul Menunggu Lahirnya Janin Kekuasaan, Buah Dari Perselingkuhan Politik =-.
Sep 03, 2009 @ 04:38:26
saya kira benar, mas itempoeti. sejarah yang akan mencatatnya.
Aug 31, 2009 @ 16:07:03
sampai dengan saat ini, saya masih tetap bersemangat bahwa Indonesia adalha negara yang besar, sebuah negara yang akan mampu bersaing dengan negara sekelas Amerika, Inggris, Jerman dan Prancis, saya yakin dengan besar bahwa generasi penerus kita tidaklah bodoh, masih banyak anak anak muda yang berjiwa besar dan masih memegang teguh adat dan istiadat bangsa yang luhur ini…
.-= Baca juga tulisan terbaru alfaroby berjudul Software as a Service (SaaS) =-.
Sep 03, 2009 @ 04:37:08
semangat itu tidak berlebihan, mas faroby. saya juga punya keyakinan yang sama, kok.
Aug 31, 2009 @ 15:20:54
Wahai petinggi negeri kelelawar, kenapa kau hanya diam saja? Ajaklah rakyatmu untuk berperang. Takutkah engkau dengan negeri tetangga? Ataukah karena engkau sudah merasa nyaman duduk dikursi kekuasaan hingga engkau tak lagi menghiraukannya? Jangan sampai engkau menyesal dikemudian hari
>-
.-= Baca juga tulisan terbaru alhejawi berjudul Bayaran Pertama dari Perfect Money =-.
Sep 03, 2009 @ 04:36:27
semoga imbauan ini terdengar sampai ke telinga para petinggi bangsa kelelawar, mas ahle, hehe …
Aug 31, 2009 @ 15:07:30
Perang bukan merupakan prioritas Pemerintah Kelelawar saat ini…
Prioritas utama dan mendesak adalah mengembalikan pinjaman dana buat kampanye kemaren :d
.-= Baca juga tulisan terbaru Pradna berjudul 18th Linux Anniversary =-.
Sep 03, 2009 @ 04:35:39
doh, kalau mereka masih sibuk memikirkan dirinya sendiri, kapan sempat menyelesaikan persoalan nehgara, mas pradna, doh!
Aug 31, 2009 @ 14:54:01
Sampai kapan Bangsa kelelawar yang besar ini tak berdaya dari hinaan tetangga yang sombong itu, tak punya nyalikah para penguasa kelelawar itu atau bahkan giginya sudah pada ompong karena kebanyakan makan coklat hasil korupsi
Sep 03, 2009 @ 04:34:48
itu dia yang sering dipertanyakan banyak kalangan, pak.
Aug 31, 2009 @ 14:49:23
aku belum pernah pertamaxx di sini hehehe *protes*
.-= Baca juga tulisan terbaru ajengkol berjudul Menjemput Hidayah =-.
Sep 03, 2009 @ 04:34:14
walah, sebenarnya ndak susah kok, mbak ajeng, komen pertama di blog ini, hehe …
Aug 31, 2009 @ 13:08:26
apakah yang sudah kita lakukan dalam menyikapi kasus dengan negeri maling itu?
diam, teriak, demo?
cukup?
kita haramkan saja pemakaian produk negeri maling itu di sini.
apakah warga bangsa ini mau? diriku kok ndak yakin.
masyarakat kita cuma omdo, ndak ada komitmennya sama sekali. buktinya proton masih tumbuh di sini, oli petronas masih eksis juga. bahkan pom bensin petronas tetap penuh antrian.
om sawali, sudah bebas produk negeri maling? bbm, oli, supermarket, operator seluler?
.-= Baca juga tulisan terbaru ~noe~ berjudul Spiderman vs Superman part 2 =-.
Sep 03, 2009 @ 04:32:23
ajakan yang bagus banget itu, mas noe. semoga segenap rakyat di negeri kelelawar membaca imbauan simpatik ini.
Aug 31, 2009 @ 12:11:44
sayang, negeri kelelawar terlalu arif*kalau gak naif* terlalu menjaga citra sebagai negeri yang pemaaf.andai neheri kelelawar bisa sedikit saja lebih tegas, pasti tidak akan ada yang berani mempermainkan negeri yang besar itu…..
Sep 03, 2009 @ 03:44:54
lebih tepat kalau dibilang naif, mas alief, hehe …
Aug 31, 2009 @ 11:44:15
Pak Sawaliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii… Saya nunggu bukunya ya, lebaran saya ambil..
Sep 03, 2009 @ 03:44:24
buku apaan tuh, mas kika? hehe ….
Aug 31, 2009 @ 08:49:46
:-w basmi aja tuch kelelawar entar lama-lama ngelunjak
.-= Baca juga tulisan terbaru dameydra berjudul Pelecehan Lagu Indonesia Raya Oleh Malingsia =-.
Sep 03, 2009 @ 03:43:58
hehehe … yang perlu dibasmi kan negeri jiran yang telah melecehkan bangsa kelelawar, mas dameydra, hehe …
Aug 31, 2009 @ 08:10:23
wah kayaknya saya jadi sering mampir kesini dech.. artikelnya keren2 terima kasih bapak sawali…
.-= Baca juga tulisan terbaru jaiman apez berjudul KEBODOHAN YANG TERULANG =-.
Sep 03, 2009 @ 03:43:07
walah, biasa saja kok, mas jai. terima kasih apresiasinya.
Aug 31, 2009 @ 06:19:47
Wah, lagi gimana nggak mau kecolongan Pak, kalau para kelelawar lebih suka breakdance dan tarian padang pasir ketimbang tarian daerah sendiri
.-= Baca juga tulisan terbaru DV berjudul Menjongkoki WC Duduk =-.
Sep 03, 2009 @ 03:42:33
doh, benar juga tuh, mas don, saking asyiknya jadi lupa pada budayanya sendiri, haks.
Aug 31, 2009 @ 05:10:40
kalo sudah begini ceritanya, lain lagi urusannya..bukankah negeri JIran itu dulunya belajar ke kita? Kenapa sekarang bisa berbalik ya..
saatnya introspeksi sekaligus proaktif menangkal segala bentuk pelecehan dan penjiplakan budaya kita tercinta
salam pak sawali..ini amsi:)
Aug 31, 2009 @ 13:58:47
@belajar trading saham,
ko postingan ku yang terakhir ga muncul ya?
Sep 03, 2009 @ 04:33:34
commentluv-nya sdh dicentang belum, mas amsi?
Sep 03, 2009 @ 03:41:26
salam juga, mas amsi. semoga para elite negeri kelelawar segera menyadari hal itu.
Aug 31, 2009 @ 04:21:30
HADOOOOH NEGERI KELELAWAR PERJALANANMU KINI.. HARI KEHARI SEMAKIN MENYEDIHKAN SEMAKIN SAKIT SAJA DIKAU.. YANG KAYA JADI SUPER KAYA YANG MISKIN JADI SUPER MISKIN. MENENGAH TERGENCET JADI PERKEDEL SEBENTAR LAGI JADI MISKIN.. CILOKO APA YANG TERJADI KEMUDIAN
SALAM SAYANG MAS SAWALI YANG BAIK
.-= Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul Rumah Baru Persembahan Sahabat =-.
Sep 03, 2009 @ 03:40:15
salam sayang juga, kangboed yang baik. semoga bangsa kelelawar bangkit secara kolektif.
Aug 31, 2009 @ 04:17:01
SAHABATKU RAIH FITRAH DIRI menjadi MANUSIA SEUTUHNYA UNTUK MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
Aug 31, 2009 @ 04:24:00
@KangBoed, HMM MEMANG MENYEDIHKAN SEKALI
.-= Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul Selamatan ala Oom Embun777 =-.
Aug 31, 2009 @ 06:12:08
@KangBoed, majulah bangsaku, majulah Indonesia ku MERDEKA!!!
.-= Baca juga tulisan terbaru andif berjudul Jadikanlah Membaca sebagai Hobby =-.
Sep 03, 2009 @ 03:41:46
salam merdeka!
Sep 03, 2009 @ 03:40:48
sedih dan muram.
Sep 03, 2009 @ 03:39:35
i love you fullllll pol, kangboed, hehe ….
Aug 31, 2009 @ 02:56:56
sahur bang ……………..
Sep 03, 2009 @ 03:39:02
iya, nih, bang.
Aug 31, 2009 @ 00:29:18
wahaha…
negeri kelelawar memang selalu usrek di dalam saja, sementara proses-proses diluar kurang diperhatikan, jika ingat masa lalu andaikata ada lagi ganyang-mengganyang.. yang punya ide mengganyang akhirnya dibekuk dengan membawa jutaan nyawa tak berdosa..
masya allah…, kelelawar memang kelewatan…
.-= Baca juga tulisan terbaru suryaden berjudul antara Merdeka, Ramadhan dan Lomba Blog DJ 2009 =-.
Sep 03, 2009 @ 03:38:39
yang kebangeten kaum elitenya, mas surya, selalu lamban dalam merespon.
Aug 30, 2009 @ 23:47:44
ganyang saja pak
gak usah nganggo lalapan
tambai sambel sing pueedes.
(halah.. laopo krupuk)
.-= Baca juga tulisan terbaru JAUHDIMATA berjudul Markup Validation Service =-.
Sep 03, 2009 @ 03:37:59
hehehe … sabar, mas abied, sabar.
Aug 30, 2009 @ 23:41:42
pak sawali…heran aku kepada para penguasa kita. begitu lambannya mengurus permasalahan yang terkait nasionalisme kita..apakah kita cuma diam menjadi bahan lecehan bangsa serumpun kita..andaikan bung karno masih hidup dan memimpin bangsa ini..mungkin kita sudah perang..
.-= Baca juga tulisan terbaru noersam berjudul Kolak =-.
Sep 03, 2009 @ 03:36:35
agaknya hal itu menular di negeri kelelawar, mas noersam, hehe …
Aug 30, 2009 @ 21:33:44
hidup kelelawar
Sep 03, 2009 @ 03:35:47
bravo!
Aug 30, 2009 @ 20:46:31
Emang Keparat (maaf) *benar-benar tersulut* entah itu Oknum atau bukan, yang jelas sudah melewati batas…
Sep 03, 2009 @ 03:35:24
sabar, mas sabar, hehe … memang bener sih, kayaknya mereka ndak pernah belajar bagaimana seharusnya menghargai lagu kebangsaan.
Aug 30, 2009 @ 20:04:51
Betul …..kita ini apa apa lambat. Setelah banyak hal diambil,diakui,di rebut….nah barulah kebingungan.
Sekarang diumumkan…agar tidak di klaim,agar di patentkan…padahal….saudara saudara tahu, untuk mengurus hak patent…LAMAAAA dan suliiit sekali…
Sep 03, 2009 @ 03:34:34
bener banget tuh, bu, negeri kelelawar memang selalu lamban dalam menyikapi persoalan di negerinya. mereka baru teriak setelah kecolongan.
Aug 30, 2009 @ 19:43:01
menurut pengetahuan dangkal saya, Pemerintah kelelawar memang terlalu bergantung pada negeri-negeri yang berada dibalik negeri jiran..jadi yah…begitulah… ga punya data tawar akhirnya
saya cuman bisa menghujat dan berdoa Pak, semoga suatu saat negeri jiran membuat sebuah kesalahan yang akhirnya ditinggalkan oleh majikannya hingga bisa menjadi bagian dari propinsi ke 34 seperti usulan siGajahPesing
Sep 03, 2009 @ 03:32:41
dari berbagai fakta, seharusnya pemerintah negeri kelelawar sudah punya banyak bukti utk bersikap ktegas terhadap negeri kelelawar itu, mas naim.
Aug 30, 2009 @ 19:00:20
megeri kelelawar sayangnya sedang dilanda nasionalisme semu …
.-= Baca juga tulisan terbaru ciwir berjudul Manfaat Gula Aren =-.
Sep 03, 2009 @ 03:31:40
apa nasionalisme semu itu, mas santri?
Aug 30, 2009 @ 17:36:47
wah parah kelelawar, haha
.-= Baca juga tulisan terbaru Reza Fauzi berjudul Surat Dari Subscriber =-.
Sep 03, 2009 @ 03:29:03
parah giomana maksudnya, mas reza? hehe …
Aug 30, 2009 @ 16:38:56
semangat kelelawar2 itu perlu diarahkan
sehingga tidak menabrak sembarangan
keep spirit!!
Sep 03, 2009 @ 03:28:30
saya kira bener sekali itu, bang atta.
Aug 30, 2009 @ 16:22:18
Api tak selamanya harus di lawan dengan air yang kadang malah akan membuat api di atas minyak makin membesar dan lebar..
Adakalanya api harus di matikan dengan hantaman batang-batang negri yg kokoh penuh dengan seribu daun yang tak gentar mengganyang..
Bertindak sekarang atau menunggu setelah kita benar-benar miskin dan meminta di kasihani..
Bila memang negri kelelawar masih punya rasa malu..,buktikan kejantanmu..
Atau menunggu dokter jiwa yg menyuntikan obat bius setelah negri kelelawar hangus..
Sep 03, 2009 @ 03:28:05
kalau begitu, setujukah sang bayang kalau bangsa kelelawar melawan api dengan api? hehe …
Aug 30, 2009 @ 14:07:20
menurut saya gak usah pertahankan hubungan diplomatis. selesai aja, toh mereka gak menghargai bangsa kita. ngapain kita berhubungan dg negara yg tidak menghargai kita….
.-= Baca juga tulisan terbaru online blog berjudul TESCO ONLINE SHOPPING =-.
Sep 03, 2009 @ 03:27:26
kayaknya benar, mas roomen. para elite negeri kelelawar mesti menyadari hal itu.
Aug 30, 2009 @ 14:05:45
.-= Baca juga tulisan terbaru berita dunia berjudul JURUS JITU MERAJUK PASANGAN BERCINTA =-.
Sep 03, 2009 @ 03:26:49
betul sekali, mas. sdh saatnya bangsa kelelawar benar2 serius menghadapi persoalan yang melibatkan negeri jiran itu.
Aug 30, 2009 @ 14:03:45
bener sekali mas,, jangan salahkan rakyat jika suatu saat mereka bertindak sendiri. kalo pemerintah gak mau bersikap tegas,,
.-= Baca juga tulisan terbaru kumpulan bisnis berjudul KAPAN GOOGLE PAGE RANK UPDATE? =-.
Sep 03, 2009 @ 03:25:43
itu dia yang dikhawatirkan banyak pengamat di negeri kelelawar, mas, hehe ….
Aug 30, 2009 @ 14:02:32
apakah pemerintah hanya berdiam diri dihina seperti itu? atau memang negara kita pantas dilecehkan? semua tergantung sikap tegas pemerintah.
.-= Baca juga tulisan terbaru roomen berjudul DIRECT TV INDULGE YOU WITH EXCELLENT PROGRAMS =-.
Sep 03, 2009 @ 03:25:04
itulah yang selalu kita pertanyakan, mas roomen., kenapa pemerintah kita seperti lamban meresponnya.
Aug 30, 2009 @ 13:58:09
Saya turut prihatin dengan keadaan negeri saat ini…
Semoga cepat membaik.
.-= Baca juga tulisan terbaru rahmat berjudul Biaya parkir??? =-.
Sep 03, 2009 @ 03:19:09
amiiin, semoga saja demikian, mas rahmat.
Aug 30, 2009 @ 13:51:42
wah iya benar-benar keterlaluan yang suka njuplak itu pak, semoga para pemimpin negeri kelalawar ini tidak hanya tinggal diam, tidak hanya mengeluarkan statement-statement saja, tapi tindakan riel yang betul-betul ada wujudnya demi harkat dan martabat negeri kelelawar
.-= Baca juga tulisan terbaru arifudin berjudul Diary kepanasan =-.
Sep 03, 2009 @ 03:12:08
@arifudin,
amiiin, semoga para elite negeri kelelawar bisa merespon dg cepat dan tegas, mas arif.
Aug 30, 2009 @ 13:25:55
Anda ungkapan bahwa orang terdekat Anda adalah orang yang paling berpotensi menyakiti hati Anda. Sepertinya hal ini juga berlaku pada kehidupan berbangsa. Yang paling dekat, yang paling banyak mengambil(tanpa izin).
.-= Baca juga tulisan terbaru Karunia berjudul Mendapatkan Pekerjaan Impian =-.
Sep 03, 2009 @ 03:17:37
wah, agaknya ungkapan itu tepat utk meggambarkan hubungan antara indonesia dan malingsia, ya, mas karunia, hehe …
Aug 30, 2009 @ 10:39:46
Entah di mana taji Indonesia sekarang. Tumpul. Jauh sama masa-masa Soekarno ketika kita begitu bangga dengan tanah air ini.
To pemerintah kelelawar: jangan menye-menye kayak shitnetron. Show off our dignity! l-)
.-= Baca juga tulisan terbaru dhodie berjudul BBC, Komunitas Blogger Bekasi =-.
Sep 03, 2009 @ 03:07:34
nah, itu, dia, mas dhodie, kita sangat merindukan ketegasan sikap utk mempertahankan harkat dan martabat bangsa kita seperti di masa lalu.
Aug 30, 2009 @ 09:14:57
wuiiih……. ada 1/2 jaman kalik gw baca ling2 serial yg disaranken [-(
ternyatah daku mank tertinggal bangedh di dunia blojer… ndak mudeng blas eS WT GT (so wot getoh) ?? :-w
.-= Baca juga tulisan terbaru JiMI berjudul Koes Plus ~ Cinta Mulia =-.
Sep 03, 2009 @ 03:06:48
hehe …. ini sekadar tulisan slengekan, kok, mas jimi, hehe … ketimbang berserakan ndak terurus.
Aug 30, 2009 @ 08:50:29
menyerang negeri jiran dengan kompetensi masing-masing…. MULAI!!!!
Sep 03, 2009 @ 03:06:08
siap!!!
Aug 30, 2009 @ 08:04:51
Malinksial! Betul mereka gak ngerti arti kebudayaan! Bisanya cuma ngclaim! Mereka punya otak2 busuk! Indonesia raya kok di plencengne?
DASAR NEGORO
|BAOKSep 03, 2009 @ 03:05:52
iya, mas jidat, karena selama ini mereka memang ndak pernah merasakan dinamika perjuangan seheroik seperti bangsa kita.
Aug 30, 2009 @ 06:37:35
sepertinya gengerang perang sudah akan mulai di tabuh…
.-= Baca juga tulisan terbaru adicahblora berjudul marhaban ya ramadhan =-.
Sep 03, 2009 @ 03:05:08
loh, memang sudah adakah tanda2 ke arah itu, mas?
Aug 30, 2009 @ 06:07:28
soal malingsia mari kita serahkan pada pemerintah untuk segera diselesaikan, kita sebagai warga negara yang baik harus patuh pada pemerintah dan jangan lupa do’akan pemerintah kita supaya bisa menyelesaikannya dengan baik.
Majulah Indonesia ku
.-= Baca juga tulisan terbaru andif berjudul Jadikanlah Membaca sebagai Hobby =-.
Sep 03, 2009 @ 03:04:42
saya setuju, mas felani, tapi melihat respon pemerintah yang terkesan lamban, saya kok jadi berpikir, jangan2 malaysia malah makin arogan.
Aug 30, 2009 @ 06:06:29
kalo udah ngga cocok harusnya putus aja ya pak. ngapain mempertahankan hubungan kalau makan hati….
.-= Baca juga tulisan terbaru Latree@dandelion berjudul kucium bau ramadhan =-.
Sep 03, 2009 @ 03:03:37
bener sekali tuh, mbak mano. makin tinggi hati mereka, hehehe ….
Aug 30, 2009 @ 05:57:15
:-”
.-= Baca juga tulisan terbaru Sarimin berjudul Download Portable Photoshop CS4 =-.
Sep 03, 2009 @ 03:15:39
@Sarimin,
=))=))
Aug 30, 2009 @ 05:16:22
Jadikan saja negeri jiran sebagai propinsi ke 34
Aug 30, 2009 @ 17:19:51
setuju, mas pencerah, hehe ….
Aug 30, 2009 @ 03:41:00
Mari kita somasi kita bereskan secara hukum mirip banget Terang Bulan hanya beda syair
Aug 30, 2009 @ 17:18:39
memang sungguh memalukan tuh, mbak, masak bikin lagu kebangsaan saja kok njiplak? doh!
Aug 30, 2009 @ 03:38:08
Alhamdulilah..pertamaxxx
Aug 30, 2009 @ 17:16:22
hehe … ndak sulit2 amat utk bisa komen pertama di blog ini, kan, mas fay?
Aug 30, 2009 @ 03:30:43
Sayangnya sang pemimpin masih suka cara-cara diplomasi daripada bertindak menyelamatkan harga diri bangsa dengan cara ksatria..
Aug 30, 2009 @ 17:15:40
hehe … diplomasi kan bertindak juga toh, mas fay. tapoi saya juga heran kok, kenapa posisi tawar negeri kelelawar selalu rendah di mata negeri jiran itu, yak?
Aug 30, 2009 @ 19:44:32
@Sawali Tuhusetya,tetapi pak apakah diplomasi dan ujung-ujungnya kata maaf selalu jadi jalan terbaik? sedangkan sudah jelans-jelas negeri kelelawar selalu menghina kita :-w
.-= Baca juga tulisan terbaru dafhy berjudul Ramahnya Indonesiaku =-.
Sep 03, 2009 @ 00:03:24
@dafhy, hehehehe.. karena itu negeri kelelawar yang presidennya bukan batman pak…
cu…
.-= Baca juga tulisan terbaru perigitua berjudul Dahaga itu Bukan Nafsu =-.
Sep 03, 2009 @ 03:33:38
ayo, mas dafhy, kalau diplomasi mentok, kan banyak cara lain yang lebih elegan.