Geger Ujian Nasional di Negeri Kelelawar
Wednesday, 17 June 2009 (01:05) | 422 pembaca | 108 komentar | Print this Article
Kisah ini merupakan bagian ke-9 dari serial “Negeri Kelelawar”. Yang belum sempat membaca, silakan nikmati dulu kisah Menagih Janji Politisi di Negeri Kelelawar (1), Ontran-ontran di Negeri Kelelawar (2), Situasi Chaos di Negeri Kelelawar Makin Parah (3), Angin Reformasi Berhembus Juga di Negeri Kelelawar (4), Menyiasati Kecamuk Separatisme di Negeri Kelelawar (5), Kekuasaan Negeri Kelelawar dalam Kepungan Ambisi Petualang Politik (6), Isu Dekrit Presiden di Negeri Kelelawar (7), dan Premanisme Merajalela di Negeri Kelelawar (8) ***
Setelah dihajar preman dari berbagai lapis dan lini, rakyat negeri Kelelawar belum juga terbebas dari ancaman rasa takut. Bukan hanya preman-preman liar yang harus mereka hadapi, melainkan juga preman-preman berdasi yang nongkrong di berbagai birokrasi. Dalam menjalankan aksinya, para preman jelas sudah sangat mahir memasang strategi. Konon, keahlian mereka setingkat lebih tinggi ketimbang aparat keamanan, sehingga jejaknya sulit terendus. Mereka dikenal piawai memasang jerat dan perangkap, sehingga selalu lolos dari incaran hukum.
Dunia pendidikan di negeri kelelawar pun tak luput dari tingkah usil preman-preman liar. Ada yang menduga, para bromocorah yang menyusup ke dalam dunia pendidikan itu sengaja digerakkan oleh sebuah kekuatan besar yang ingin menghancurkan masa depan anak-anak negeri kelelawar. Anak-anak yang sedang gencar memburu ilmu di bangku pendidikan, sengaja dicuci otaknya dan dimandulkan kreativitasnya agar kelak menjadi generasi penurut dan kehilangan sikap kritis terhadap penguasa. Melalui grand-design semacam itu, para penguasa akan bisa leluasa mengatur dan mengelola negeri kelelawar sesuai dengan kepentingan dirinya dan kroni-kroninya.
Kata sahibul hikayat, penguasa negeri kelelawar hanya pintar membuat undang-undang. Visi para pendiri negeri yang jelas-jelas tercantum dalam “kitab suci” negara pun telah berubah menjadi jargon dan retorika belaka. Tujuan hidup berbangsa dan bernegara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan melindungi segenap tumpah darah negeri kelelawar hanya menjadi hafalan penguasa ketika sedang berpidato. Mereka memang dikenal pintar berorasi, tapi nihil implementasi. Tidak menyatunya kata dan tindakan sudah menjadi budaya yang mengakar dan berlapis-lapis. Mereka yang pintar berpidato dan lincah bersilat lidahlah yang bakal mampu menyihir dan menghipnotis rakyat negeri kelelawar untuk sendika dhawuh terhadap apa yang dikatakan.
“Negeri kita sedang mengalami degradasi dalam soal martabat dan kehormatan. Kita gampang dipermainkan negeri seberang karena penguasa negeri ini gagal mengelola negara,” teriak pengamat sosial. “Batasan-batasan teritorial dibiarkan terpuruk, padahal sudah lama dijadikan sebagai ajang permainan negeri lain. Yang lebih menyedihkan, kelelawar yang mengadu nasib di negeri seberang diperlakukan seperti budak belian yang benar-benar telah kehilangan harga diri dan kehormatan. Ironisnya, penguasa terus-terusan bersikap diam, tanpa ada upaya serius untuk menyelematkan mereka dari ladang pembantaian,” lanjutnya berapi-api.
“Pendidikan yang seharusnya menjadi panglima, telah berubah menjadi tungku kekuasaan, tempat membunuh anak-anak kelelawar bertalenta hebat. Betapa tidak! Ujian nasional yang seharusnya menjadi parameter untuk mengukur kompetensi murid yang sesungguhnya, tak lebih hanya sebuah label dan citraan yang menakutkan,” teriak pengamat pendidikan.
“Contohnya, Pak?” pancing wartawan.
“Sampeyan semua pasti masih ingat kecurangan ujian dari tahun ke tahun yang terus terjadi. Mengapa kejadian memalukan itu terus terjadi?” jawab sang pengamat balik bertanya. Para wartawan saling berpandangan.
“Ini sebuah potret kekonyolan bagi bangsa kelelawar. Semua tahu kalau negeri kelelawar itu majemuk. Setiap daerah berbeda kondisi dan latar belakang kemampuannya. Sarana, prasarana, dan fasilitas sekolah juga beda-beda. Tapi konyolnya, kemampuan anak-anak sekolah dituntut seragam. Ini yang membikin ujian nasional tak lebih hanya sebuah formalitas belaka. Karena dituntut punya kemampuan dengan standar nasional yang sama, akhirnya setiap penguasa daerah berupaya meningkatkan jumlah kelulusan dengan menghalalkan segala cara agar citra dan marwah daerah mereka tetap bagus di mata penguasa pusat,” lanjut sang pengamat berbusa-busa.
Syahdan, terbuktilah pernyataan sang pengamat pendidikan itu. Negeri kelelawar spontan gempar ketika terbetik kabar kalau ada sekitar 33 sekolah setingkat SMA dan 16 sekolah setingkat SMP di negeri kelelawar yang kelulusan siswanya 0%. Yang lebih menghebohkan, mereka diharuskan untuk mengikuti ujian ulang yang jelas-jelas bertentangan dengan Prosedur Operasi Standar (POS) Ujian yang telah ditetapkan.
“Apa salah kami sehingga harus mengikuti ujian ulang? Saya belajar keras dengan harapan dapat lulus dengan prestasi yang bagus? Tapi, kenapa kami diisukan diberi bocoran kunci jawaban? Ini benar-benar tidak adil!” teriak beberapa ekor kelelawar dengan nada getir dan pilu. Mereka hanya bisa terbang ke sana kemari dengan deraan nasib tak menentu. Tangis yang mengucur dari pelupuk mata tampak membasahi daun-daun pisang yang kering dan meranggas. Mereka tak tahu lagi, kepada siapa harus mengadu?
Itu hanya sekelumit kisah pilu yang dirasakan beberapa ekor kelelawar yang mengalami nasib tragis akibat sistem ujian nasional yang dinilai salah urus.
“Standar nasional kelulusan memang diperlukan di negeri kelelawar ini. Namun, seharusnya jangan jadi penentu kelulusan. Berikan kemerdekaan dan otonomi penuh kepada sekolah masing-masing untuk menentukan standar kelulusannya. Yang kelulusannya masih berada di bawah standar nasional, justru harus diperhatikan dan dipermudah aksesnya dalam mendapatkan subsidi untuk melengkapi sarana, prasarana, dan fasilitas pendidikan,” tulis pengamat pendidikan di sebuah koran nasional. “Selama ini kan tidak! Justru sekolah-sekolah yang nilai ujian nasionalnya tinggi yang mendapatkan kemudahan-kemudahan dan dimanjakan oleh pemerintah. Akibatnya, sekolah yang maju makin maju, sedangkan sekolah yang bermutu rendah makin terpuruk!” lanjutnya dalam sebuah artikel.
Silang-sengkarutnya ujian nasional di negeri kelelawar seharusnya mendapatkan perhatian serius dari para elite negeri, lebih-lebih bagi mereka yang sedang berjuang untuk menduduki singgasana kekuasaan. Mereka bisa menunjukkan komitmennya untuk melakukan perubahan sistem ujian nasional. Namun, sungguh tragis, pendidikan yang dinilai menjadi “kawah candradimuka” peradaban sekaligus sebagai agen kebudayaan justru didesain untuk menjadi alat guna melanggengkan kekuasaan.
Karena tak tahu ke mana harus mengadu, para kelelawar yang merasa menjadi korban sistem ujian nasional mengalami stress berat. Mereka kencing dan berak di mana-mana. Bahkan, ketika melintas di atas bubungan atap istana negeri kelelawar yang megah, mereka berhenti, lantas beramai-ramai kencing dan berak tanpa dikomando. Seketika, terciumlah bau pesing dan busuk yang memenuhi sudut-sudut istana berlapis emas 24 karat itu. Kejadian itu membuat penguasa negeri kelelawar merasa dihina dan dipermalukan. Dengan cepat, aparat keamanan diperintahkan untuk mengusir para kelelawar yang datang bagaikan banjir bandang itu.
“Tangkap mereka dan beri pelajaran! Jika bandel, habisi saja!” teriak sang komandan geram.
Seperti digerakkan oleh tangan-tangan gaib, aparat keamanan bersenjata lengkap serentak menembaki kerumunan kelelawar yang tengah mengepung atap istana itu. Terdengar bunyi ledakan senapan bertubi-tubi. Puluhan, bahkan ratusan kelelawar pun berjatuhan meregang nyawa. Namun, persitiwa penembakan itu bukannya membuat nyali para kelelawar surut. Jumlah mereka justru makin berlipat-lipat. Para kelelewar dari berbagai penjuru negeri terus berdatangan secara bergelombang. Aksi mereka pun tak hanya sekadar kencing dan berak, tetapi juga menggerogoti atap istana. Gigi-gigi mereka yang tajam meluluhlantakkan atap dan bubungan istana.
Aparat keamanan dengan jumlah yang terbatas tak sanggup lagi menghadapi kerumunan massa kelelawar yang terus menggerogoti istana. Tak ayal lagi, atap istana yang megah itu pun roboh. Dalam sekejap, jutaan kelelawar menerobos ke lorong-lorong istana, lantas menggerogoti benda-benda apa saja yang mereka temukan. Mungkin, amarah mereka baru reda kalau istana negeri kelelawar itu benar-benar telah rata dengan tanah. ***
————
Gambar diambil dari sini.akibat









































arifudin
Firefox 3.0.7 dan
Windows XP
Wednesday, 17 June 2009 @ 02:02
pertamax ga’ ya :mrgreen:
Reply
ilyas asia (Thursday, 18 June 2009 @ 05:23)
waduh, dahsyat banget ya Pak
……….
,,,,,,,,,,
Bapak Kreatif sekali membuat metafora untuk Republik tercinta ini,
ilyas afsoh

Baca juga tulisan terbaru ilyas asia berjudul BISNIS JILBAB
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 11:00)
widih, mas ilyas bisa saja nih. hanya sekadar postingan slengekan, kok.
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 00:55)
iya, bener, mas arif, hehe …
Reply
belajar membuat blog
Firefox 3.0.11 dan
Windows XP
Wednesday, 17 June 2009 @ 02:06
kebetulan saya membaca pas lewat tengah malem..sambil merinding menyaksikan nasib para kelelawar di negeri itu. Ya Allah, semoga para pemimpin negeri itu dibukakan mata hatinya, demi kemajuan penerus mereka Ya Allah… kabulkanlah do’a kami, berilah kekuatan pada guru-guru kami yang telah mengabdidan mendidik kami sepenuh hati..amin..
Baca juga tulisan terbaru belajar membuat blog berjudul belajar membuat blog
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 00:56)
amiiin, sungguh, sebuah doa dan haraban yang sangat menyentuh dan mengharukan, mas naim. terima kasih.
Reply
pakacil
Opera 10.00 dan
Windows XP
Wednesday, 17 June 2009 @ 02:08
hanya tinggal penolakan dan perlawanan secara massif yg mampu mengubah kebijakan itu. mungkin.
Baca juga tulisan terbaru pakacil berjudul Resume Cerita 3 Kata Status FB
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:27)
wah, ternyata bukan hal yang mudah utk melakukan perubahan, ya pakacil?
Reply
arifudin
Firefox 3.0.7 dan
Windows XP
Wednesday, 17 June 2009 @ 02:09
memang kegegeran UN negeri kelelawar yang diakibat entah aparatur pendidikan atau siapapun harus cepat dituntaskan agar tidak terus berlarut-larut dari tahun ketahun, bila tidak negeri tersebut akan benar-benar dicaplok oleh negeri tetangganya karena tidak cukup pintar dalam mengolah hasil tambangnya.
Entah sampai kapan para aparatur negeri kelelawar tersebut benar-benar memperhatikan bidang pendidikan negerinya

Baca juga tulisan terbaru arifudin berjudul Sosok Rusli Zainal Sang visioner
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:29)
kita hanya bisa berharap dan terus melakukan pengawalan, mas arif, semoga perubahan itu segera terwujud.
Reply
buwel
Firefox 3.0.11 dan
Windows XP
Wednesday, 17 June 2009 @ 02:20
Semoga masalah pendidikan di negeri kelelawar cepat teratasi hingga talenta2 tak pernah basi…
Baca juga tulisan terbaru buwel berjudul Buwel Funny
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:29)
amiin, mudah2an demikian, mas buwel.
Reply
accanoke
Firefox 3.0.11 dan
Windows XP
Wednesday, 17 June 2009 @ 02:26
Assakum…

pak Pa kabar???
Kunjungi Blog barunya Accan ya..
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:31)
wa’alaikum salam, mas accan. blog itu ikut dilombakan, kan?
Reply
kombor
BlackBerry 310 dan
Unknown
Wednesday, 17 June 2009 @ 02:48
Saat ini negeri kelelawar akan melaksanakan pemilihan pemimpin tertinggi. Ada pasangan pemmpin negeri kelelawar yang menjanjikan untuk menghapus ujian nasional negeri kelelawar yang meresahkan itu.
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:32)
wow… mas arif ternyata malah lebih tahu kalau negeri kelelawar juga akan menggelar pilpres. semoga saja calon yang punya komitmen utk menghapus UN yang jadi, hehe …
Reply
Dum
Firefox 2.0.0.11 dan
Windows XP
Wednesday, 17 June 2009 @ 03:08
sistem pendidikan yang kacau ini juga menjadikan kelelawar-kelelawar yang lulus justru semakin kemaki. mencoret-coret seragam sekolah dan konvoi terbang keliling alun-alun kota.
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:33)
agaknya mereka juga kena euforia kelulusan, mas deno, hehe …
Reply
DV
Firefox 3.0.11 dan
Windows XP
Wednesday, 17 June 2009 @ 05:45
Semoga nasib yang ada di negeri kelelawar tidak menular pada negeri kampret Pak Sawali hahah
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:34)
amiiin, negeri kampret itu tercantum dalam peta, ndak, mas don?
Reply
maxall
Opera Mini 4.2.14320 dan
Unknown
Wednesday, 17 June 2009 @ 07:14
ceritanya menarik,bisa di bukukan gak?he he
oya bikin versi mobile seperti ini pake plugin apa boz?keren lain dari yang lain,ajarin dong
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:36)
mana ada penerbit yang mau, mas? hehe … btw, utk mobile blog, saya pakai plugin wordpress mobile. silakan unduh di https://www.nostinghosting.com/devtracker/index.php?cmd=changelog&project_id=6&version_id=2
Reply
maxall
Opera Mini 4.2.14320 dan
Unknown
Wednesday, 17 June 2009 @ 07:17
bisa di bukukan nih ceritanya.he he
Reply
maxall
Opera Mini 4.2.14320 dan
Unknown
Wednesday, 17 June 2009 @ 07:21
o ya lupa mau tanya bikin versi mobile seperti blog ini pake plugin apa boz?tolong ajarin
Reply
waw
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
Wednesday, 17 June 2009 @ 07:54
kalau presiden negeri kelelawar tdk diganti, prahara itu spt nya akan berkepanjangan hingga 5thn ke dapan ya pak?

Susah jg kalau presiden negeri kelelawar hanya menilai keberhasilan dari angka2 statistik, demi pencitraan.
Baca juga tulisan terbaru waw berjudul Bisnis Waralaba Tiket Pesawat
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:38)
wah, kalau gitu agaknya perubahan itu bakal terjadi kalau ada perubahan kepemimpinan di negeri kelelawarkah?
Reply
Ersis Warmansyah Abbas
Firefox 3.0.11 dan
Windows XP
Wednesday, 17 June 2009 @ 08:35
Hm … menikmati sajian menghentak ini … lanjuuuuuuuut
Baca juga tulisan terbaru Ersis Warmansyah Abbas berjudul Kepengecutan Keilmuan dan Ahli Pendidikan
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:38)
terima kasih apresiasinya, pak ersis.
Reply
Generasi Patah Hati
Firefox 2.0 dan
Windows XP
Wednesday, 17 June 2009 @ 09:55
wah itu negeri cocoknya ganti nama jadi negeri kampret pak, hahaha :lol:
Betul sekali, ujian ulang, yang kemarin mereka sebut ‘Ujian Pengganti’, bertentangan dengan POS, parah banget, masa pemerintah melanggar aturan yang dibuat sendiri yah :evil: .
ah peningkatan angka persentasi kelulusan tahun ini menurut saya juga karena tingakt kecurangan yang meningkat pak.
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:39)
hmmm .., negeri kampret? walah, memang ada ndak di peta, mas fadhil? hehe ….
Reply
nova gunawan
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Wednesday, 17 June 2009 @ 12:10
lama saya tak bersua ke tempat bapak… :lol:
Untunglah saya dulu bisa lulus dengan nilai yang lumayan…
Kalau saya kok lebih melihat tentang bagaimana cara siswa mengekspresikan kelululanya dengan corat-coret seragam yang bagi saya itu kok kurang bermanfaat.
Melihat fenomena corat-coret seragam sekolah di kalangan pelajar. Hal apa ya yang sebenarnya melatar belakanginya?
Mungkin pak sawali bisa memberi gambaran???
Oh iya gimana kalau pak sawali membuat polling kecil kecilan terkait dengan fenomena itu…. :lol:
Ini sekedar saran…
Baca juga tulisan terbaru nova gunawan berjudul Tips Memilih Pakaian Renang
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:41)
wah, corate-coret itu bisa jadi akibat euforia kelulusan setelah mereka mmenantikan sikan lama, mas nova. sudah pihak sekolah yang melarangnya dan menampungnya agar seragam mereka disumbangkan saja utk mereka yang membutuhkan. tapi, mereka seringkali melakukannya di lokasi yang jauh dari sekolah repot! wah, makasih banget sarannya, mas nova.
Reply
Bima
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Wednesday, 17 June 2009 @ 12:30
okay….. mungkin memang terlihat pemerintah melanggar aturan sendiri, tapi lihatlah, Ada yang memang berbuat curang, ga semudah itu memukul rata tentang apa yang terjadi….
Guna standarisasi ya untuk meninggikan kualitas pendidikan… mungkin saja nilai kelulusan minimum meningkat tapi kenapa soal tingkat kesulitanya berkurang???
contoh mudahnya, sewaktu jaman saya masi sma… Bapak saya memberikan sebuah contoh soal tahun 74, dan itu tingkat kesulitanya luar biasa…
lantas sekarang soal begini dimudahkan saja tidak lulus..???
jika ada yang salah pada siswa jangan hancurkan jurang pemisah, jurang itu ada untuk dilewati bukan makin digali, mungkin saja nanti UN hilang, tapi jurang itu akan tetap ada! malah karena tidak terlihat menjadi semakin berbahaya…..
MORAL YANG SALAH, bukan UN, Ada sekolah yang bahkan gurunya membocorkan jawaban, bahkan ada yang siswanya juga memberikan jawaban…. (FAKTA, Di berita saja ada, Bahkan Siswanya diwawancara)
Dimana-mana selalu ada yang namanya UN…. Buat apa lulus jika memang tak ada ilmu yang didapat?? bukankah mengulang itu jg tidak buruk?
Mengulang disini dianggap tabu sih…. padahal itu demi siswanya sendiri….
Ya kualitas pendidikan memang berbeda… selalu berbeda…. meskipun jurang itu dihapus… akan selalu tetap berbeda….
lihat saja seorang komisaris polisi mati karena melerai tawuran siswa yang tidak lulus….
apa siswa seperti itu pantas lulus? jelas saja harus dididik ulang…
yah… tapi MENGULANG ITU TABU DISNI, yang tidak lulus dihina! bukan dibantu!!
padahal itu untuk kebaikan sendiri…. dan di negara manapun di dunia akan selalu ada yang semacam UJIAN NASIONAL!! mereka mematuhinya…. jika tidak lulus 100% ya ULANG TAHUN DEPAN, dikasih kesempatan di tahun yang sama malah menghina pemerintah…..
Apakah anda yakin ujian sehari2 semuanya bertindak jujur? ujian sehari2 banyak diwarnai “Gotong-royong” antar siswa…. jadi kalaupun UN tidak ada… ga akan jauh berbeda….
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:44)
terima kasih komentarnya, mas bima. saya juga sepakat UN digelar. negeri ini memang perlu standar pendidikan yang jelas. tapi, menurut saya, sistemnya perlu diubah. jangan jadikan sbg penentu kelulusan karena masih ada kesenjangan yang luarbiasa antardaerah dalam soal sarana, parasarana, dan fasilitasnya. idealnya, UN bukan dijadikan sbg tujuan, melainkan alat utk memetakan mutu pendidikan secara nasional sehingga akan terpotret daerah mana saja yang sudah memenuhi stnadra nasional dan yang belum. yang belum inilah yang justru perlu diperhatikan secara khusus.
Reply
pensiun kaya
Firefox 2.0.0.3 dan
Windows XP
Wednesday, 17 June 2009 @ 14:02
salam pak
mudah2an negeri kelelawar nya kelelawar BATMAN, sang pembela kebenaran, bukan kelelawar penghisap darah rakyatnya
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:46)
salam juga, mas amsi. hmm … mudah2an banyak kekelawar yang bisa jadi batman, mas, hehe …
Reply
emfajar
Firefox 3.0.11 dan
Windows XP
Wednesday, 17 June 2009 @ 14:14
perlu adanya kebijakan yang mendasar dan tegas dari pemerintahan negeri kelelawar untuk menyelesaikan masalah tsb..
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:46)
bener banget, mas fajar. saya sepakat itu.
Reply
dafhy
Firefox 2.0.0.11 dan
Windows XP
Wednesday, 17 June 2009 @ 14:25
siswa di dunia kelelawar sepertinya hanyalah menjadi kelinci percobaan bagi kaum-kaum di atas. seolah jika banyak yang lulus maka suatu kepengurusan departemen pendidikan akan sukses. tapi apa yang sebenarnya kita dapatkan dari UN itu?
pengoreksinya pun mesin yang tak pernah mempunyai hati nurani :evil:
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:47)
duh, kok jadi kelinci percobaan terus, ya, mas dafhy? kapan mereka jadi subjek yang sesungguhnya?
Reply
ircham
Firefox 3.0.11 dan
Windows XP
Wednesday, 17 June 2009 @ 17:17
Kelelawar – kelelawar itu bukan hanya jadi korban buruknya sistem tapi juga korban ambisi kekuasaan…. tragis…
Baca juga tulisan terbaru ircham berjudul Pesta Tahunan Anak SMA
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:48)
duh, makin tambah runyam, mas ircham, kalau jadi korban ambisi kekuasaan.
Reply
idotkontji
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Wednesday, 17 June 2009 @ 17:21
Doa kami untuk mereka, semoga doa kami didengar oleh Allah SWT… kami turut prihatin…
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:49)
amiiin, semoga doa mas kontji terkabulkan.
Reply
isnuansa
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Wednesday, 17 June 2009 @ 19:12
Membayangkan 1 sekolah saja yang seluruh muridnya tidak lulus, sulit sekali. Ini sampe puluhan begitu, gimana ya Pak? Rasanya kok, geram. :evil:
Baca juga tulisan terbaru isnuansa berjudul Judul Menentukan!
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:50)
hingga sekarang belum jelas kepastiannya, mbak is. ini fenemena menarik. kalau tak ada apa2nya, sehancur-hancurnya sekolah pasti kan tetep ada yang lulus.
Reply
masDan
Firefox 3.0.3 dan
Windows Vista
Wednesday, 17 June 2009 @ 21:32
Untung kejadian ini ada di Negeri Kelelawar ..
Nggak Bisa membayangkan kalo terjadi Negeri Kita Yang Tercinta ..
Hehehehehe ..
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:51)
hmmm … iya, mas dan, semoga tak menular ke negeri seberang, hehe …
Reply
Wandi thok
Safari 3.2.3 dan
Windows XP
Thursday, 18 June 2009 @ 00:18
Semoga semua itu tidak terjadi di Kendal yo pak? Mangsutnya, tidak beda apa tidak sama.

Baca juga tulisan terbaru Wandi thok berjudul Tips mencari rejeki berkah
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:55)
amiiin, semoga demikian pak wandi.
Reply
Zulmasri
Opera Mini 4.2.13918 dan
Unknown
Thursday, 18 June 2009 @ 00:22
Saya juga gak habis pikir, kasus ketidaklulusan beberapa SMA dan SMP sampai 100%. Namun lebih membingungkan lagi dg ujian ulang yg jelas-jelas tak ada pada POS UN.
Duh, 19 Juni. Semoga anak-anak lulus semua ya Pak….
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:56)
sama, pak zul. duh, ternyata pengumuman pun ditunda jadi tanggal 20 juni, ada apa lagi ini?
Reply
achoey
Firefox 3.0.7 dan
Windows XP
Thursday, 18 June 2009 @ 00:56
Dalam hati saya bergumam
Gak usah ada UN deh :idea:
Baca juga tulisan terbaru achoey berjudul Strategi Agar Blog Update Setiap Hari
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:56)
hmmm … mungkin sistemnya yang perlu diubah, mas achoey.
Reply
suryaden
Firefox 3.0.11 dan
Mac OS X
Thursday, 18 June 2009 @ 01:47
luar biasa memang, dari kelas atas sampe bawah sudah ancur-ancuran semua… demi sebuah kehidupan dan mimpi rela menjilat ludah dan mengamini kesalahan fatal secara bersama tanpa ada rasa malu…, memang mau malu sama siapa lagi …

Baca juga tulisan terbaru suryaden berjudul Dream
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:57)
doh, makin repot bener ini negeri kelelawar, mas surya. dari lapis atas hingga bawah kayaknya sudah makin amburadul.
Reply
KangBoed
Internet Explorer 6.0 dan
Windows XP
Thursday, 18 June 2009 @ 03:03
hmm.. sssst.. ngomong ngomong negeri kelelawar ini bersebelahan engga yaaaa maaas Sawali yang baik dengan negeri antah berantah yang kaya raya dan menyedihkan itu..
Salam Sayang
Salam Kangen
Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul LUPA DIRI
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:58)
hmmm .. itu dia, kangboed. saya cari2 di peta kok ndak ada, yak? hehe …
Reply
KangBoed
Internet Explorer 6.0 dan
Windows XP
Thursday, 18 June 2009 @ 03:03
ooo.. lupa.. kelelawarnya sejenis Vampire yang suka menghisap darah yaaaa mas
Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul LUPA DIRI
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:59)
doh, kayaknya memang ada, kok, kangboed, tapi tdk semuanya jadi vampire, hehe …
Reply
lukisan minimalis
Firefox 3.0.11 dan
Windows XP
Thursday, 18 June 2009 @ 03:54
di negeri kelelawar sistemnya gimana ya?
apa sama dengan di negeri kita?
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 10:59)
kemampuan anak di negeri kelelawat kan diseragamkan, mas, meski kondisi dan kemampuan setiap sekolah beragam.
Reply
Septian
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Thursday, 18 June 2009 @ 08:21
Wah…kelelawar kan matanya buta…gimana mo ngisi lembar jawabannya? belajar braile dolo deh

Baca juga tulisan terbaru Septian berjudul UAS – Natars – Blog | 3 Pertempuran dalam 1 Kesempatan
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 11:01)
kekeke … lembar jawabnya pasti beda dg yang ada di negeri kita, mas septian, hehe …
Reply
wildan vai
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Thursday, 18 June 2009 @ 10:34
wah,..negeri kelelawar itu dmn ya?? :???:
apa jdnya klo terjadi di negeri kita,..
Baca juga tulisan terbaru wildan vai berjudul Nasib Guru wiyata bhakti
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 11:03)
coba dicari di peta. ada ndak, mas wildan? hehe …
Reply
Ndoro Seten
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Thursday, 18 June 2009 @ 11:20
wah geger kok nggak rampung-rampung pake???
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 11:03)
kalau ndak geger ndak ramai, mas nanang. namanya aja negeri kelelawar, kekeke …
Reply
ajengkol
Firefox 3.0.11 dan
Windows XP
Thursday, 18 June 2009 @ 11:20
Negeri Kelelawar itu beda sama Negeri Impiaan ? PAsti lebih gemah ripah loh jinawi yah hehehe hijrah yuk bareng bareng
Baca juga tulisan terbaru ajengkol berjudul Jangan Anggap Remeh Bakteri
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 11:04)
hmm … kayaknya memang bada, ajeng, hehe …
Reply
alfaroby
Firefox 3.0.11 dan
Windows Vista
Thursday, 18 June 2009 @ 12:20
mari kita sama sama membangun negeri ini labih khususnya pada dunia pendidikan kita…
mari terus berkarya duhai anak negeri Indonesia….
Baca juga tulisan terbaru alfaroby berjudul 2 tahun masa silam terbentuknya Keluarga Mahasiswa Mojokerto (KMM) di Yogyakarta
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 11:05)
sepakat, mas faroby. ayo, kita rapatkan barisan!
Reply
~noe~
Firefox 2.0.0.20 dan
Windows XP
Thursday, 18 June 2009 @ 13:58
ujian nasional memang perlu bahkan perlu sekali dalam rangka standarisasi kompetensi secara nasional. hanya implementasinya yang terkesan dipaksakan, entah karena konsepnya yang kurang matang atau sekedar memenuhi target program pemerintah yang harus dijalankan pada masa itu, ujian nasional menjadi seperti yang diungkapkan di banyak ulasan. lebih banyak negatifnya.
akan lebih bijaksana jika pemerintah berbesar hati rela menurunkan standar ujian nasional dari penentu kelulusan menjadi semacam try out selama beberapa periode dulu. evaluasi dulu. baru disimpulkan.
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 11:06)
hmmm … saya sepakat mas noe. pendidikan negeri ini memang perlu ada tanadarisasi. tapi karena kondisi dan sarana-prasarana setiap sekolah berbeda-beda, idealnya UN bukan menjadi penentu kelulusan, melainkan sbg alat pemetaan mutu pendidikan secara nasional.
Reply
sinta
Firefox 3.0.11 dan
Windows XP
Thursday, 18 June 2009 @ 14:38
mantap! mengena! gak tau deh mau komen apa, tapi aku suka tulisan ini

Baca juga tulisan terbaru sinta berjudul Main-main Dengan Teks
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 11:07)
walah, biasa saja, kok, mbak sinta, hehe …
Reply
Robert Manurung
Firefox 3.0.11 dan
Windows XP
Thursday, 18 June 2009 @ 14:45
Terima kasih sudah menyuarakan kegundahan hatiku.
Baca juga tulisan terbaru Robert Manurung berjudul 102 Tahun Wafatnya Raja Sisingamangaraja XII Diperingati Secara Sederhana
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 11:07)
terima kasih juga apresiasinya, bung robert!
Reply
indon
Google Chrome 2.0.172.31 dan
Windows XP
Thursday, 18 June 2009 @ 16:26
wow…daya khayal tingkat tinggi…
selain mempertajam daya khayal, postingan model metafora begini dipastikan bebas dari kemungkinan ‘pencemaran nama baik’ ya? hehehe…
sip….
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 11:09)
kekeke … mas indon bisa saja nih, hehe …
Reply
rizoa
Firefox 3.0.8 dan
Ubuntu 9.04
Thursday, 18 June 2009 @ 18:38
setuju dengan pensiun kaya…. semoga kelelawar yang membawa kebajikan., bukan drakula.. sita juga butuh yang seperti itu!!!
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 11:12)
amiin, bener banget, mas zoa, agar drakula tak merajalela di negeri kelelawar, hehe …
Reply
rizoa
Firefox 3.0.8 dan
Ubuntu 9.04
Thursday, 18 June 2009 @ 18:41
setuju dengan pensiun kaya…. semoga kelelawar yang membawa kebajikan., bukan drakula.. sita juga butuh yang seperti itu!!!
Baca juga tulisan terbaru rizoa berjudul Microsoft’s “Bing” Search Engine
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 11:13)
loh, kok dobel komennya, mas zoa? hehe …
Reply
reallylife
Firefox 3.0.11 dan
Windows XP
Thursday, 18 June 2009 @ 19:52
dimana-mana mang lagi geger pak
Baca juga tulisan terbaru reallylife berjudul Terima Kasih Telkomsel
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 11:14)
wah, kenapa ya, mas kok masih ada saja yang suka geger2an?
Reply
marshmallow
Firefox 3.0.11 dan
Windows Vista
Thursday, 18 June 2009 @ 20:57
negeri kelelawar sebaiknya belajar dari negara kita soal unas ini, pak! di kita mah udah tertib bener! mana ada kasus kunci jawaban palsu atau rendahnya tingkat kelulusan atau kongkalikong atau ujian ulangan? gak ada itu!
Baca juga tulisan terbaru marshmallow berjudul Between the Two Affections
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 11:18)
kekeke … pengamatan mbak yulfi cermat dan teliti banget, wakaka …
Reply
f@R#@N
Firefox 2.0.0.10 dan
Windows XP
Thursday, 18 June 2009 @ 21:31
bagaimanapun keaadaan negeri kelelawar tetap aman jika presidennya tetap SAWALI TUHUSETYA :razz:
selamat ulang tahun ya pak, ini hadiah untuk bapak :
http://www.box.net/shared/jc5a70bsd2
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 11:18)
wah, makasih banget bannernya, farhan.
Reply
zenteguh
Opera 9.20 dan
Windows XP
Friday, 19 June 2009 @ 00:37
saya bingung mo komen apa pak karena masalah di negeri kelelawar itu demikian hebat hingga membuat sy hnya bisa mengelus dada dan geleng-geleng kepala. Ampuuunnn….
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 11:19)
hmm … mungkin karena makin amburadul itukah yang membuat mas teguh ngelus dada dan geleng2 kepala? hehe …
Reply
KangBoed
Internet Explorer 6.0 dan
Windows XP
Friday, 19 June 2009 @ 00:54
Hiduuuuuuuuuup Moraaaaaaaaal bejatzzz.. bangkitlah hati nurani.. bernyanyilah.. suarakan dalam kesejatian diri.. berlandaskan cinta Illahi..
Salam Sayang
Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul ENTAHLAH !!
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 11:20)
hmmm … butuh perjuangan yang keras utk melawan bejatnya moral itu, kangboed, hehe …
Reply
Zulmasri
Firefox 3.5b99 dan
Windows XP
Friday, 19 June 2009 @ 06:11
19 Juni
Selamat ulang tahun pak sawali. panjang umur dan sukses selalu….
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 11:22)
terima kasih, pak zul. sukses juga buat pak zul.
Reply
Selamat Ulang Tahun untuk Pak Sawali | KECaKOT
WordPress 2.8
Friday, 19 June 2009 @ 07:08
[...] Selamat Ulang Tahun Pak Sawali!… [...]
suwung
Firefox 3.0 dan
Windows XP
Friday, 19 June 2009 @ 07:46
cuman mau ngucapin selamat ulang tahun
semoga panjang umur
sehat selalu
banyak rejeki
selalu dalam lindunga NYA
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 19 June 2009 @ 11:22)
amiiin, matur nuwun atas harapan dan doanya, mas suwung.
Reply
Seti@wan Dirgant@Ra
Firefox 3.0.11 dan
Windows XP
Saturday, 20 June 2009 @ 10:14
Ujian Nasional,… mungkin sebaiknya dihilangkan saja.
salam kenal pa’, dari seorang guru di kota kelelawar.
ditunggu kunjungan baliknya.
Baca juga tulisan terbaru Seti@wan Dirgant@Ra berjudul THE MASTER SEASON 3 : “BEST OF THREE”, AKHIR PETUALANGAN SANG AVATAR MAGICIAN
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 23 June 2009 @ 19:13)
@Seti@wan Dirgant@Ra,
salam kenal juga, pak. saya pribadi sebenarnya masih setuju kalau UN digelar, asalkan sistemnya diperbaiki, pak. UN jangan dijadikan sbg penentu kelulusan, melainkan sbg alat pemetaan mutu pendidikan sehingga bisa terpotret sekolah mana saja yang sudah memenuhi standar dan yang yang belum. yang belum ini justru perlu mendapatkan perhatian khusus sehingga mereka bisa mengejar kemajuan sekolah lain. kalau ndak diubah, repot, karena kecurangan dan pembunuhan talenta anak itu akan terus berlangsung tiap tahun.
Reply
hikmah
Firefox 3.0.11 dan
Windows XP
Saturday, 20 June 2009 @ 23:06
dahsyaaat deh..
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 23 June 2009 @ 19:13)
@hikmah,
widih, biasa saja, kok, hehe …
Reply
tips and trik blogspot
Firefox 3.0.11 dan
Windows XP
Tuesday, 23 June 2009 @ 15:12
mantap…
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 23 June 2009 @ 19:14)
@tips and trik blogspot,
doh, jangan berlebihan dong, mas, hehe …. biasa saja, kok.
Reply
endar
Firefox 3.0 dan
GNU/Linux
Tuesday, 23 June 2009 @ 23:14
ini negeri kok nggak pernah beres. hampir di segala bidang selalu disusupi kelelawar preman termasuk di bidang pendidikan :?:
Baca juga tulisan terbaru endar berjudul Alun-alun Purwokerto
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 26 June 2009 @ 10:24)
hehe … namanya aja negeri kelelawat, mas endar. jadi konflik harus selalu diciptakan, keke ….
Reply
KangBoed
Internet Explorer 6.0 dan
Windows XP
Wednesday, 24 June 2009 @ 12:11
Saudaraku terkasih mas Sawali yang baik.. mari kita gaungkan teru kebangkitan HATI NURANI.. sebaga JATI DIRI MANUSIA.. sebelum negeri kelelawar dan negara Antah berantah hancuuuur..
Salam Sayang
Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul Kekasihku (1)
Reply