Ambika dan Ambalika Menuai Badai
Friday, 15 May 2009 (01:03) | 154 pembaca | 79 komentar

Dada Dewi Ambika dan Ambalika yang sintal bergetar setiap kali kedua bola matanya menatap wajah Bhisma. Dua perempuan dari negeri Kasi itu tak juga mengerti kenapa lelaki pujaannya itu tetap bergeming; dingin dan cuek. Jangankan menyentuh, sekadar melirik pun tak pernah mau melakukannya. Padahal, sesungguhnya dialah pewaris sah bangsa Kuru. Kalau dia mau, jangankan dua perempuan, seratus perempuan pun pasti akan saling berebut untuk mendapatkan cintanya.... (more...)
Dari S.N. Ratmana hingga Obrolan tentang Penulisan Teks Cerpen
Tuesday, 28 April 2009 (01:41) | 238 pembaca | 102 komentar

Minggu, 26 April 2009, saya didaulat untuk berbagi pengalaman seputar penulisan teks sastra, khususnya cerpen, di SMA 1 Slawi, Kab. Tegal, Jawa Tengah. Oleh Bu Sunarni, guru Bahasa Indonesia, acara hari itu agaknya memang di-setting khusus untuk mendekatkan dan sekaligus mengakrabkan siswa didiknya pada dunia penulisan. “Acaranya bedah buku dan berbagi pengalaman menulis. Bapak nanti kebagian jatah untuk berbagi pengalaman tentang penulisan cerpen,... (more...)
Lomba Penulisan Esai dan Cerpen AJB Bumiputera
Saturday, 28 March 2009 (00:47) | 928 pembaca | 72 komentar

Dalam rangka memeringati hari ulang tahunnya yang ke-97, Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 bekerjasama dengan Paguyuban Sastra Rabu Malam (PaSar MaLam), mengundang masyarakat umum, terutama para pencinta sastra, untuk mengikuti “Lomba Penulisan Esai” dan “Lomba Penulisan Cerita Pendek (Cerpen).” Lomba Penulisan Esai Topik : “Asuransi dan Saya” Persyaratan Peserta : Para blogger di seluruh Indonesia; Memiliki blog pribadi... (more...)
Pengumuman Review Cerpen Terbaik
Tuesday, 20 January 2009 (01:48) | 967 pembaca | 179 komentar

Sungguh, bukan hal yang mudah bagi saya untuk menentukan tiga review cerpen terbaik dari 22 review yang diikutsertakan dalam kontes. Kendala yang saya hadapi karena dua hal. Pertama, saya telanjur “memproklamirkan” diri sebagai yuri tunggal yang hanya mengandalkan daya intuitif, pertimbangan-pertimbangan subjektif, dan sedikit pengalaman literer saya pribadi; tanpa melibatkan pihak lain. Kedua, review cerpen yang masuk rata-rata memiliki kelebihan... (more...)
Sunday, 18 January 2009 (21:44) | 340 pembaca | 90 komentar

Seperti yang saya tulis di sini, kontes review cerpen sudah saya tutup pada tanggal 16 Januari 2009, tepat pukul 24.00 WIB. Sesungguhnya, kontes review ini, selain sekadar untuk meramaikan setahun usia blog, juga merupakan bagian dari upaya saya pribadi untuk menemukan kritik alternatif terhadap kumcer saya Perempuan Bergaun Putih yang (nyaris) luput dari perhatian para elite kritikus yang selama ini –diakui atau tidak– hanya menyentuh teks-teks... (more...)
Setahun Usia Blog dan Kontes Review Cerpen
Thursday, 8 January 2009 (00:18) | 678 pembaca | 217 komentar

Seharusnya tulisan ini saya posting pada 5 Januari yang lalu, tepat ketika blog ini berusia satu tahun. Namun, lantaran ada tulisan yang harus lebih saya dahulukan, ditambah dengan berbagai kesibukan *halah, sok sibuk* offline, akhirnya baru sekarang saya bisa memublikasikannya. Komentar-komentar sahabat pun belum sempat saya respon. Mohon maaf. Tanpa terasa, setahun sudah blog ini hadir di kompleks blogosphere. Ya, ya, ya, setahun memang belumlah... (more...)
Perempuan Bergaun Putih di Bukit Cokrokembang
Tuesday, 30 December 2008 (17:39) | 323 pembaca | 82 komentar

Senin, 29 Desember 2008, saya kembali didaulat oleh komunitas STESA (Studi Teater dan Sastra), sebuah kelompok studi yang diakrabi oleh sejumlah pelajar Madrasah Aliyah (MA) Negeri, Kendal, Jawa Tengah, untuk menggawangi acara “penciptaan” dalam sebuah agenda bertajuk “Latihan Alam Dasar Teater”. Ya, ya, ya, sebuah agenda rutin yang digelar setiap tahun oleh sejumlah anak muda di bawah komandan sahabat saya, Aslam Kussatyo, seorang guru sekaligus... (more...)
Kekuasaan dan Seks dalam Novel Belantik
Sunday, 14 December 2008 (20:15) | 865 pembaca | 119 komentar

Harus diakui, Ahmad Tohari terbilang sastrawan yang cukup produktif. Novel triloginya, Ronggeng Dukuh Paruk, Jentera Bianglala, dan Lintang Kemukus Dini Hari telah diterbitkan ke dalam berbagai bahasa. Apa sebenarnya yang menarik dari teks-teks kreatif Kang Tohari, sehingga mampu “menyihir” imajinasi banyak kalangan? Dalam penafsiran awam saya, setidaknya sastrawan kelahiran Tinggarjaya, Jatilawang, Purwokerto, Jawa Tengah itu, memiliki tiga kekuatan.... (more...)




