Home | Cerpen
Suicide: Potret Manusia Global yang Sarat Konflik
(12 December 2009, 424 pembaca, 139 respon)
Sepekan belakangan ini, aktivitas ngeblog saya (nyaris) tersendat. Setelah melakukan monitoring implementasi KTSP SMP berstandar nasional (SSN) di kota Tegal, Selasa (8/12/2009), Rabu-Jumat (9-11/12/2009), saya mesti mendampingi anak-anak SMP Terbuka bersama rekan-rekan sejawat yang sedang melakukan karyawisata ke ibukota, sebuah kota megapolitan yang selama ini hanya bisa disaksikan anak-anak melalui layar TV butut di rumahnya.... Ambika dan Ambalika Menuai Badai
(15 May 2009, 534 pembaca, 83 respon)
Dada Dewi Ambika dan Ambalika yang sintal bergetar setiap kali kedua bola matanya menatap wajah Bhisma. Dua perempuan dari negeri Kasi itu tak juga mengerti kenapa lelaki pujaannya itu tetap bergeming; dingin dan cuek. Jangankan menyentuh, sekadar melirik pun tak pernah mau melakukannya. Padahal, sesungguhnya dialah pewaris sah bangsa Kuru. Kalau dia mau, jangankan dua perempuan, seratus perempuan pun pasti akan saling berebut... Tags: Kearifan Lokal, wayang slengekan
Dari S.N. Ratmana hingga Obrolan tentang Penulisan Teks Cerpen
(28 April 2009, 607 pembaca, 102 respon)
Minggu, 26 April 2009, saya didaulat untuk berbagi pengalaman seputar penulisan teks sastra, khususnya cerpen, di SMA 1 Slawi, Kab. Tegal, Jawa Tengah. Oleh Bu Sunarni, guru Bahasa Indonesia, acara hari itu agaknya memang di-setting khusus untuk mendekatkan dan sekaligus mengakrabkan siswa didiknya pada dunia penulisan.
“Acaranya bedah buku dan berbagi pengalaman menulis. Bapak nanti kebagian jatah untuk berbagi pengalaman tentang... Lomba Penulisan Esai dan Cerpen AJB Bumiputera
(28 March 2009, 1,650 pembaca, 73 respon)
Dalam rangka memeringati hari ulang tahunnya yang ke-97, Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 bekerjasama dengan Paguyuban Sastra Rabu Malam (PaSar MaLam), mengundang masyarakat umum, terutama para pencinta sastra, untuk mengikuti “Lomba Penulisan Esai” dan “Lomba Penulisan Cerita Pendek (Cerpen).”
Lomba Penulisan Esai
Topik : “Asuransi dan Saya”
Persyaratan Peserta :
Para blogger di seluruh Indonesia;
Memiliki... Pengumuman Review Cerpen Terbaik
(20 January 2009, 2,487 pembaca, 181 respon)
Sungguh, bukan hal yang mudah bagi saya untuk menentukan tiga review cerpen terbaik dari 22 review yang diikutsertakan dalam kontes. Kendala yang saya hadapi karena dua hal. Pertama, saya telanjur “memproklamirkan” diri sebagai yuri tunggal yang hanya mengandalkan daya intuitif, pertimbangan-pertimbangan subjektif, dan sedikit pengalaman literer saya pribadi; tanpa melibatkan pihak lain. Kedua, review cerpen yang masuk rata-rata... Review atas Review Cerpen
(18 January 2009, 1,090 pembaca, 90 respon)
Seperti yang saya tulis di sini, kontes review cerpen sudah saya tutup pada tanggal 16 Januari 2009, tepat pukul 24.00 WIB. Sesungguhnya, kontes review ini, selain sekadar untuk meramaikan setahun usia blog, juga merupakan bagian dari upaya saya pribadi untuk menemukan kritik alternatif terhadap kumcer saya Perempuan Bergaun Putih yang (nyaris) luput dari perhatian para elite kritikus yang selama ini –diakui atau tidak–... Setahun Usia Blog dan Kontes Review Cerpen
(8 January 2009, 923 pembaca, 217 respon)
Seharusnya tulisan ini saya posting pada 5 Januari yang lalu, tepat ketika blog ini berusia satu tahun. Namun, lantaran ada tulisan yang harus lebih saya dahulukan, ditambah dengan berbagai kesibukan *halah, sok sibuk* offline, akhirnya baru sekarang saya bisa memublikasikannya. Komentar-komentar sahabat pun belum sempat saya respon. Mohon maaf.
Tanpa terasa, setahun sudah blog ini hadir di kompleks blogosphere. Ya, ya, ya, setahun... Perempuan Bergaun Putih di Bukit Cokrokembang
(30 December 2008, 1,213 pembaca, 82 respon)
Senin, 29 Desember 2008, saya kembali didaulat oleh komunitas STESA (Studi Teater dan Sastra), sebuah kelompok studi yang diakrabi oleh sejumlah pelajar Madrasah Aliyah (MA) Negeri, Kendal, Jawa Tengah, untuk menggawangi acara “penciptaan” dalam sebuah agenda bertajuk “Latihan Alam Dasar Teater”. Ya, ya, ya, sebuah agenda rutin yang digelar setiap tahun oleh sejumlah anak muda di bawah komandan sahabat saya, Aslam Kussatyo,... Kekuasaan dan Seks dalam Novel Belantik
(14 December 2008, 2,663 pembaca, 121 respon)
Harus diakui, Ahmad Tohari terbilang sastrawan yang cukup produktif. Novel triloginya, Ronggeng Dukuh Paruk, Jentera Bianglala, dan Lintang Kemukus Dini Hari telah diterbitkan ke dalam berbagai bahasa. Apa sebenarnya yang menarik dari teks-teks kreatif Kang Tohari, sehingga mampu “menyihir” imajinasi banyak kalangan?
Dalam penafsiran awam saya, setidaknya sastrawan kelahiran Tinggarjaya, Jatilawang, Purwokerto, Jawa Tengah... Lanjutan Ending Cerpen dan Hadiah Kumcer
(4 September 2008, 1,426 pembaca, 62 respon)
……
Senandung pemujaan rembulan yang perih itu benar-benar menghanyutkan mimpi para penduduk kampung ketika malam mencapai puncak kematangan yang sempurna. Oleh angin yang bertiup dari lembah kematian, suara senandung yang perih itu seperti diterbangkan menuju ke pintu langit hingga membahana ke seluruh penjuru kampung dengan nada yang lembut, tetapi menyayat-nyayat rongga telinga. Senandung koor pemujaan rembulan yang perih... 










