Home » Pendidikan » Dari Bedah SKL UN hingga Koordinasi Agupena

Dari Bedah SKL UN hingga Koordinasi Agupena

Selama tiga hari (Selasa-Kamis, 24-26 November 2010), saya bersama Pak Ch. Susanto, guru SMP 2 Sukorejo, didaulat oleh LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) Jawa Tengah untuk mendampingi teman-teman guru MTs Kabupaten Purbalingga yang sedang mengikuti Bintek (Bimbingan Teknis) Mapel UN, khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kehadiran saya sesungguhnya untuk menggantikan Pak Slamet Trihartanto –widyaiswara LPMP– yang kebetulan tidak bisa datang karena ada acara lain yang bersamaan.

BintekBintekBintekBintekBintekAda empat materi pokok yang disajikan dalam Bintek yang berlangsung di Wisma Asri Jalan Ketuhu tersebut, yakni Analisis Standar Kompetensi Lulusan (SKL) UN sesuai dengan Permendiknas Nomor 75 Tahun 2009, Pendalaman Materi aspek Membaca, Pendalaman Materi aspek Menulis, dan Kaidah Penyusunan Soal. Menurut informasi yang disampaikan Kasi Mapenda Kantor Depag Kab. Purbalingga, Bintek semacam ini baru pertama kalinya digelar, sebab selama ini guru MTs bergabung dengan guru SMP. Lantaran dianggap kurang efektif, Kandepag Purabalingga berinisiatif untuk menggelarnya secara mandiri. Selain keempat materi pokok, ada juga materi lain yang disisipkan, yakni analisis soal UN Bahasa Indonesia pada setiap kompetensi yang diujikan yang disajikan dalam bentuk diskusi.

Karena Bintek selesai pukul 17.00 WIB, saya memanfaatkan waktu pada malam hari untuk menghubungi teman-teman di Purbalingga yang kebetulan kami kenal. Hadirlah pada malam pertama Pak Peter Sangalewar, seorang guru SMP di Purbalingga asal Flores yang pernah menjadi Juara I Lomba Esai Pengajaran Sastra untuk SMP pada tahun 1997 dan Pak Widi Purwanto, seorang guru SMP di Banjarnegara yang kebetulan tinggal di Purbalingga. Banyak hal yang kami perbincangkan dalam suasana santai dan akrab; mulai soal remeh-temeh hingga ke soal bahasa dan sastra. Bu Alif Noor Hidayati, widyaiswara LPMP dari mapel IPA, pun ikut terlibat asyik dalam obrolan.

Pada malam kedua, Pak Rudiyanto, Ketua Agupena Purbalingga, hadir ke wisma. Meski baru pertama kali bertemu, saya langsung menyambutnya seperti seorang sahabat lama. Maklum, lewat SMS, Pak Deni Kurniawan Asy’ari telah memperkenalkan sekilas tentang sosok kepala sekolah yang sangat santun ini. Maka, saya pun langsung mengajak Pak Rudi –demikian beliau biasa disapa– untuk membicarakan tentang agenda Agupena menjelang akhir tahun, yakni Seminar Nasional dengan mengusung tema “Membudayakan Aktivitas Ngeblog di Kalangan Guru”. Sungguh, saya amat senang ketika Pak Rudi merespon agenda ini secara positif, bahkan berkenan untuk menjadi tuan rumah. Maka, saya pun sedikit membeberkan latar belakang mengapa agenda seminar dengan tema tersebut menjadi demikian penting dan strategis untuk digelar. Setelah koordinasi yang berlangsung santai itu usai, saya segera kontak Pak Widi Purwanto, yang kebetulan jarak rumahnya dengan wisma bisa ditempuh sekitar 10 menit, agar datang ke wisma. Suasana pun makin meriah. Maka, acara obrolan pun beralih ke alun-alun Purbalingga sambil minum susu jahe plus mendoan dan makanan ringan yang lain.

Banyak hal yang kami perbincangkan, khususnya yang berkaitan dengan tulis-menulis dan Agupena. Sayangnya, fasilitas hotspot di seputar alun-alun agak ngadad, bahkan sama sekali sinyalnya tak tertangkap di netbook yang saya bawa. Akhirnya, saya minta izin sebentar pergi ke warnet terdekat untuk mengirimkan email kepada Mas Novi, blogger TPC yang didaulat untuk menjadi Ketua Panitia HUT yang kedua itu. Saya tak tahu persis, apa yang diobrolkan oleh Pak Ch. Susanto, Pak Rudi, dan Pak Widi sepeninggal di alun-alun. Yang pasti, susu jahe mereka hanya tinggal seperempatnya ketika saya kembali ke alun-alun.

Keesokan harinya, sekitar pukul 08.15 WIB, Pak Rudi kembali datang ke wisma bersama Pak Aman Musthofa (Ketua Divisi Penelitian Agupena Purbalingga). Kami pun kembali terlibat dalam perbincangan untuk menindaklanjuti agenda Seminar Nasional itu. Tindak lanjut koordinasi pun semakin matang. Jika tak ada aral melintang, agenda tersebut akan digelar sekitar minggu kedua bulan Januari 2010 dengan menghadirkan pakar ICT dari Jakarta sebagai narasumber utama . Saya pun segera kontak Pak Deni untuk menyampaikan hasil pertemuan itu. Alhamdulillah, Pak Deni pun menyambut gembira kesediaan Agupena Purbalingga untuk menggelar event tersebut.

Ketika Pak Rudi dan Pak Aman mohon diri, saya segera menyusul Pak Ch. Susanto di ruang Bintek yang tengah sibuk menyajikan Pendalaman Materi Menulis. Hmm… sungguh tak terduga kalau kehadiran saya di Purbalingga ternyata bisa juga menjadi ajang koordinasi untuk menggeliatkan dinamika Agupena setelah agenda Lomba Blog Guru dan Rakernas Agupena Pusat batal digelar tahun ini. ***

tentang blog iniTulisan berjudul "Dari Bedah SKL UN hingga Koordinasi Agupena" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (27 November 2009 @ 00:35) pada kategori Pendidikan. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0, memberikan respon, atau melakukan trackback dari blog Anda. Terima kasih atas kunjungan, silaturahmi, saran, dan kritik Anda selama ini. Salam budaya!

Ada 39 komentar dalam “Dari Bedah SKL UN hingga Koordinasi Agupena

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *