Home | Sastra
Imazonation, Phantasy Poetica, dan Potret Kebhinekaan
(3 September 2010, 94 pembaca, 15 respon)
Untuk kedua kalinya, rekan sejawat saya, Pak Riyadi, guru SMP 15 Purworejo yang kreatif itu, kembali mengirimi saya sebuah buku. Buku yang didesain “bilah dua”, separuh bunga rampai cerpen (Imazonation) dan separuhnya lagi bunga rampai puisi (Phantasy Poetica) ini sungguh menarik disimak. Ia tidak saja mendedahkan kreativitas penulis yang tergabung dalam komunitas penulismuda Indonesia, tetapi juga menunjukkan keberagaman gaya... Ketika Dewi Kunti Harus Memilih Jodoh
(1 September 2010, 282 pembaca, 34 respon)
Dalang: Sawali Tuhusetya
Dewi Kunti tercenung di kamarnya. Perempuan cantik bertubuh sintal itu tiba-tiba merasakan jantungnya berdebar tak karuan. Semula, dia hanya iseng saja, memanfaatkan fasilitas handphone pemberian Prof. Durwasa, guru besar yang tak pernah mau “berselingkuh” dengan politik dan kekuasaan. Konon, handphone pemberian sang guru besar itu memiliki jaringan khusus dengan kehidupan para dewa. Hanya dengan menekan... OSI dan CT-BSI: “Investasi Sastra” Masa Depan
(28 August 2010, 247 pembaca, 33 respon)
OSI: Upaya Mengokohkan Basis Pendidikan Karakter
(20 August 2010, 271 pembaca, 40 respon)
Leaflet OSI.Dr. Mudjito AK, M.Si (Direktur Pembinaan TK SD) dan Drs. Husaini Wardi, M.Pd. Kasubdit Program. Maman S. Mahayana, Suminto A. Sayuti, dan Dendy Sugono.Zaim Uchrowi.Intan Savitri.Pejabat Direktorat Pembinaan TK/SD. Rabu, 18 Agustus 2010, Direktorat Pembinaan TK/SD Dirjen Mandikdasmen Kemendiknas kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Olimpiade Sastra Indonesia (OSI) untuk Siswa SD/MI tingkat nasional tahun 2010.... Gumam Asa ala Ali Syamsudin Arsy
(17 August 2010, 251 pembaca, 45 respon)
Ruang Jingga: Memadukan Kreativitas melalui Jejaring Sosial
(16 August 2010, 213 pembaca, 45 respon)
Beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan kiriman sebuah antologi puisi “Ruang Jingga” dari Pak Riyadi, seorang sahabat dan rekan sejawat dari Purworejo, yang piawai merawi kata-kata seperti menjadi “mantra” yang mampu “menghipnotis” dan mengharu-biru kepekaan nurani. Namun, baru kali ini saya sempat menikmati beberapa puisi yang merupakan “bunga rampai” dari sejumlah penyair yang tergabung dalam sebuah group jejaring... Banjir Puisi dalam Sehari
(9 August 2010, 486 pembaca, 75 respon)
Sayembara Berdarah demi Membangun Kejayaan Pancala
(26 July 2010, 522 pembaca, 65 respon)
Dalang: Ki Sawali Tuhusetya
Gandamana tercenung di sudut kamar. Berkali-kali, putra mahkota negeri Pancala yang rela melepaskan tahta demi berguru kepada penguasa Hastina, Pandu Dewanata, ini memukul-mukul jidatnya. Dia tak paham juga dengan kekerasan hati Drupadi, keponakannya, yang juga belum mau hidup berumah tangga ketika usianya sudah menginjak kepala tiga. Sudah ratusan pemuda gagah dan kaya dari negeri Seberang yang melamarnya,... Puisi dan Pendidikan Karakter: Sebuah Pengantar
(17 July 2010, 1,171 pembaca, 52 respon)
Bertahun-tahun lamanya, dunia pendidikan kita terpasung di atas tungku kekuasaan rezim Orde Baru yang serba represif dan otoriter. Pendidikan tidak diarahkan untuk “memanusiakan manusia” secara utuh dan paripurna, tetapi lebih diorientasikan untuk mempertahankan kepentingan kekuasaan semata. Dengan dalih mengejar pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa, nilai-nilai akhlak, budi perkerti, dan kemanusiaan terabaikan. Pendidikan... Peradaban Negeri Kelelawar Tak Akan Pernah Mati
(9 July 2010, 964 pembaca, 122 respon)
(Kisah ini merupakan bagian ke-14 dari serial “Negeri Kelelawar”. Yang belum sempat membaca, silakan nikmati dulu kisah Menagih Janji Politisi di Negeri Kelelawar (1), Ontran-ontran di Negeri Kelelawar (2), Situasi Chaos di Negeri Kelelawar Makin Parah (3), Angin Reformasi Berhembus Juga di Negeri Kelelawar (4), Menyiasati Kecamuk Separatisme di Negeri Kelelawar (5), Kekuasaan Negeri Kelelawar dalam Kepungan Ambisi Petualang... 










