08Dec 2008 98 Comments
Angin Reformasi Berhembus Juga di Negeri Kelelawar (4)
Kisah ini merupakan bagian ke-4 dari serial “Negeri Kelelawar”. Yang belum sempat membaca, silakan nikmati dulu kisah Menagih Janji Politisi di Negeri Kelelawar (1), Ontran-ontran di Negeri Kelelawar (2), dan Situasi Chaos di Negeri Kelelawar Makin Parah (3)!
Tertembaknya empat kelelawar aktivis yang sedang mengepung gedung wakil rakyat, membuat situasi negeri kelelawar semakin kacau dan tak menentu. Pers memblow-up-nya habis-habisan. Headline surat kabar penuh aroma anyir darah. Layar gelas pun belepotan warna merah darah. Bahkan, para bloger kelelawar yang kebetulan juga seorang aktivis berlomba adu cepat untuk memoting peristiwa tragis itu, lengkap dengan beragam gambar yang dicomot dari sana-sini. Para pendekar demokrasi yang selama ini bertapa di lembah, ngarai, dan goa serentak turun gunung. Mereka menyuarakan kepedihan yang sama, sekaligus mengutuk aksi represif yang nyata-nyata dinilai telah mengingkari nilai-nilai kekelelawaran.
“Sungguh biadab! Tidak seharusnya demostran dilawan dengan senjata! Kalau mereka demo, pasti ada yang ndak beres! Mestinya, mereka yang sedang duduk di kursi kekuasaan mawas diri. Jangan gampang memerintahkan aparat untuk menembaki demostran. Itu bukan cara-cara negeri kelelawar yang dikenal santun dan beradab!” tutur seekor kelelawar berperut buncit yang baru saja bangkit dari pertapaannya. Sesekali kedua bola matanya berkeriyap dari balik kaca mata minusnya yang tebal. Pernyataan kelelawar yang selama ini dikenal sebagai penggagas forum demokrasi itu karuan saja menjadi incaran nyamuk-nyamuk pers. Mereka dengan sigap melontarkan pertanyaan-pertanyaan miris.
“Kira-kira siapa yang berdiri di belakang peristiwa itu, Pak?” cecar seorang wartawan. Berkali-kali jidat kelelawar yang klimis itu tampak mengkilat diterpa cahaya lampu blitz para juru foto.
“Sebagai wartawan, Anda mestinya lebih tahu dong? Saya kan baru saja turun gunung! Saya tak mau berpraduga!”
“Tapi Bapak pasti sudah dengar info akurat dari para pengikut Bapak yang tersebar di berbagai pelosok negeri!”
“Sekali lagi, saya tak mau berpraduga! Jangan paksa saya!”
Para wartawan kecewa. Mereka gagal mengorek berita penting dari seorang tokoh demokrasi yang selama ini dipuja banyak kekelawar karena pandangan-pandangannya yang moderat dan toleran. Kelelawar bertubuh tambun itu juga dikenal sebagai sosok yang gencar melakukan pembelaan terhadap kelompok minoritas.
Belum tuntas mereka mengorek keterangan dari tokoh demokrasi itu, mendadak terdengar suara jerit tangis yang memilukan. Merasa kurang nyaman, kelelawar bertubuh tambun itu bergegas terbang, entah ke mana, diikuti ratusan anak buahnya. Para wartawan serentak membelalakkan bola mata. Suara jeritan tangis yang memilukan itu kian menjadi-jadi. Karena penasaran, para wartawan dan para kelelawar yang lain terbang melintasi kawasan perkotaan yang diselimuti kabut asap. Rupanya, selama ini telah terjadi berbagai peristiwa di luar dugaan. Di sana-sini terlihat ban-ban bekas yang dibakar sepanjang jalan. Tak hanya itu. Gedung, kios, atau toko juga banyak yang hangus terbakar. Agaknya, ruang-ruang bisnis itu telah menjadi sasaran amuk massa. Tak jelas, apa motifnya.
Yang lebih menyedihkan, kelelawar-kelelawar perempuan dari kelompok etnis tertentu jadi korban nafsu yang lebih kejam dan biadab. Mereka dikejar-kejar, lantas diperkosa beramai-ramai secara bergiliran. Sungguh, benar-benar peristiwa memalukan dari sebuah negeri yang selama ini dikenal sangat santun dan beradab.
Melihat situasi yang makin tak terkendali dan desakan dari berbagai lapisan dan komponen masyarakat, wajah Ki Gedhe Padharane yang tampak kuyu dan tua muncul di layar TV. Diikuti para pajabat yang masih setia, Ki Gedhe Padharane dengan suaranya yang berat menyatakan kesediaannya untuk mundur dan lengser keprabon. Senyum khas yang selama ini bertaburan di depan publik seperti lenyap entah ke mana. Untuk melanjutkan kekosongan kekuasaan, Ki Gedhe Padharane menyerahkan tahta dengan segenap kemegahan istana yang selama ini dinikmati bersama keluarga dan kroni-kroninya, kepada wakilnya, Ki Jantur Branjangan.
Serentak, jutaan rakyat negeri kelelawar bersorak. Mereka seperti memasuki dunia baru. Sebuah perubahan besar membayang di setiap kepala. Rezim tirani yang selama ini dikenal kuat dan berpengaruh itu akhirnya tumbang juga. Semua kekelawar dari berbagai lapisan dan sudut-sudut kampung berterik: “Hidup reformasi!”
Ya, ya, ya! Akhirnya, angin reformasi berhembus juga di negeri kelelawar. Namun, sejumlah persoalan yang rumit dan kompleks sudah menghadang di depan mata. Jumlah utang luar negeri yang bejibun, jutaaan rakyat yang terluntas-lunta dalam kubangan lumpur kemiskinan, angka pengangguran yang membengkak, harga-harga kebutuhan pokok yang belum juga terkendali, bahkan krisis moneter yang belum juga berakhir, merupakan tugas dan PR berat buat pemegang amanah reformasi. Belum lagi persoalan hukum, pendidikan, sosial-budaya, atau politik yang masih silang sengkarut.
Akankah negeri kelelawar akan berubah menjadi sebuah negeri yang adil dan makmur setelah kekuasaan beralih ke tangan Ki Jantur Branjangan? Atau justru memicu lahirnya petualang-petualang politik yang ingin memanfaatkan situasi? Aha, agaknya, sang waktu yang akan menjawabnya. (Bersambung) ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Angin Reformasi Berhembus Juga di Negeri Kelelawar (4)" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (8 December 2008 @ 21:18) pada kategori Negeri Kelelawar, Sastra dan telah dikunjungi oleh . Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Aug 24, 2011 @ 09:28:35
Mudah2 mudahan tidak berlarut-larut apa yang terjadi di Negeri kelelawar, dan segera mendapat pemimpin baru yang bisa membawa perubahan yang ebih baik
Catatan Sawali Tuhusetya
Dec 27, 2010 @ 12:40:11
[...] (1), Ontran-ontran di Negeri Kelelawar (2), Situasi Chaos di Negeri Kelelawar Makin Parah (3), Angin Reformasi Berhembus Juga di Negeri Kelelawar (4), Menyiasati Kecamuk Separatisme di Negeri Kelelawar (5), Kekuasaan Negeri Kelelawar dalam Kepungan [...]
Jan 04, 2009 @ 11:52:57
Pokoke aku durung marem nek Pak Sawali durung nulis NEGERI GARUDA…
Baca juga tulisan terbaru marsudiyanto berjudul Saya Pektay?
Dec 23, 2008 @ 13:00:08
ini part terakhir mengenai negeri kelelawar atau masih ada sambungannya mas ?
Dec 14, 2008 @ 09:14:51
Wah, rupanya masih panjang cerita negeri antah berantah ini, Pak?
Reformasi? Aduh, kalau di KBBI sih ada. Tapi di Negeri Kelelawar… Hmm-hmm… Mesti diredefinisi kayaknya…
Baca juga tulisan terbaru Daniel Mahendra berjudul Seandainya Jakarta Bukan Ibukota Negara
Dec 14, 2008 @ 14:39:01
hehehe … saya juga tidak tahu tuh, mas daniel, kira2 ada niatan nggak ya dari rakyat negeri kelelawar utk melakukan redifinisi terhadap makna reformasi, hiks.
Dec 12, 2008 @ 10:12:49
kyk cerita batman nih, hhe…
Baca juga tulisan terbaru Fikar berjudul Coltrane
Dec 12, 2008 @ 11:40:26
walah, lagi2 kok dikaitkan dg batman toh, mas fikar, hehehe … memang batman masuk marga kelelawar, yak? hiks.
Dec 12, 2008 @ 01:42:59
negeri kelelawar tetep saja ancur jika dan hanya jika reformasi-nya masih setengah hati.
btw, mohon maaf pak sawali, apa yang saja janjikan untuk posting ttg karikutur guru pahlawan tanpa tanda jasa, tidk bisa saya lakukan karena sumbernya (tanggal dan bulannya) tdk jelas. saya takut disomasi sama solopos karena menjiplak tanpa mencantumkan asalnya.mohon dipermaafkan pak sawali.:(
Baca juga tulisan terbaru ciwir berjudul Umbul Cokro
Dec 12, 2008 @ 09:22:33
wah, bisa jadi begitu, mas santri. model reformasi setengah hati justru kurang menguntungkan. btw, ttg postingan itu gpp, mas santri, masih banyak postingan lain ttg guru yang bisa diangkat sebagai tema tulisan kok. ok, makasih.
Dec 12, 2008 @ 00:04:34
oo ternyata itu cerita republik kelelawar itu sanepan tho?
(akting pura-puraku ketahuan nggak ya?)
Dec 12, 2008 @ 09:20:57
sanepan? walah, sanepan untuk negeri mana, hayo, mas suwung, hehehe … ketahuan deh akting pua2nya, wakakaka ….
Dec 11, 2008 @ 22:21:58
negeri kelelawar akan semakin runyam ke depan, karena kembalinya tokoh2 lama dari pengasingan…
Baca juga tulisan terbaru alifahru berjudul Sekilas Jawaban Subdomain
Dec 11, 2008 @ 23:20:53
wah, bisa juga, mas fahru, hehehe ….
Dec 11, 2008 @ 20:24:09
tapi emang itu polisi kelelawar maunya nembaaak aja…
jadi emak saya bilang yo wis nduk dirumah aja..
nunggu kelelawar dari seberang ngelamar aja….belom tentu nanti keadilan yang kamu bela hasilnya sebagus yg kamu harapkan…
lho emakku yg udah tua kok bisa ngeramal kalo negeri kelelawar akan tetap nggak beres walau udah 10 tahun berlalu…
sekarang emak kelelawarku yg makin tua malah lagi bingung melototin kerta edaran pemilu dinegeri kelelawar yang terlalu banyak partainya….
aq mo gantung sayap ajah!
Dec 11, 2008 @ 22:55:23
heheheh …. kok mau gantung sayap, mbak elly, hiks, nanti nggak bisa terbang loh. kalau mau lihat2 negeri lain trus gimana kalau kehilangan sayap? hiks.
Dec 11, 2008 @ 15:40:19
Wah saya ktinggalan jauh…. postingan yang mntap….
saya baca edisi sebelumnya dulu pak
Baca juga tulisan terbaru azaxs berjudul Spirit Idul Adha
Dec 11, 2008 @ 22:53:11
walah, biasa saja kok, mas azaxs, makasih apresiainya. silakan, mas. di setiap postingan akan selalu saya sertakan link sequle sebelumnya.
Dec 11, 2008 @ 14:42:39
Beberapa hari lalu saya membaca buku Soeharto dalam Cerita Pendek. Hari ini saya menemukan kembali sosok Soeharto dalam jasad Ki Gedhe Padharane. Sosok yang bersuara berat, punya banyak kroni,dan lengser keprabon.
Ciamik banget nih banget ceritanya…. tunggu kiriman versi cetaknya ah. Kayaknya Pak Sawali akan lebih dulu bikin buku dibandingkan saya yang masih dalam kutukan hehehe
Baca juga tulisan terbaru Qizink berjudul Pesan Politikus Pada Anaknya
Dec 11, 2008 @ 22:52:04
hehehe … jangan begitu dong, mas qizink, hehehe … ini sekadar kisah slengekan kok, hiks, mana laku dibukukan, kekeke ….
Dec 11, 2008 @ 12:32:32
wah bikin serial ya…. ntar deh saya save as dulu bacabya offilen.. lg di kantor aja
kalo sudi mohon masukan atas ebook saya
http://hmcahyo.wordpress.com/2008/12/11/ibsn%e2%80%99s-first-e-book-beta-version-mohon-masukan/
Dec 11, 2008 @ 22:50:04
hehehe … sekadar iseng, mas heri, utk selingan, hiks.
Dec 11, 2008 @ 11:28:13
duh, negeri kelelawar yang tak pernah sepi masalah. mudah-mudahan reformasi bisa meluruskan jalan mencapai kemakmuran negeri.
berkaca dan belajar dari pengalaman para kelelawar, mudah-mudahan negeri kita tak seperti negeri mereka. amiiinn…
Baca juga tulisan terbaru marshmallow berjudul Bukan Cinderella
Dec 11, 2008 @ 22:49:33
amiiin, mudah2an saja bangsa kelelawar ndak sampai terjebak dalam kubangan euforia, mbak yulfi, sehingga mereka masih memiliki kearifan utk menyelamatkan dan memikirkan nasib bangsanya.
Dec 11, 2008 @ 11:02:50
he he
, mohon segera diselesaikan lanjutannya
Baca juga tulisan terbaru gedeblog berjudul About Maryamah Karpov bag. 2 ( review )
Dec 11, 2008 @ 22:48:25
walah, masih nyari2 bahannya nih, mas, hehehe ….
Dec 11, 2008 @ 10:12:42
Wah telat banget neh ketinggalan cerita seru! Untung ada arsipnya, jadi bisa ngikuti cerita sebelumnya. Seru bangetz. Kayaknya di negeri leluhur saya juga
mirismirip dengan negeri kelelawar. Negeri leluhur saya bernama “Republik Singo Ompong Tapi Sombong” hehe… Ditunggu lanjutannya, pak Sawali. Asyik! :d/Baca juga tulisan terbaru Hejis (KajianKomunikasi) berjudul REFLEKSI
Dec 11, 2008 @ 22:47:50
heheheh … nama negeri leluhurnya kok asyik banget, mas hejis, hehehe …. yaps, makasih apresiasinya, mas. smeoga masih punya bahan utk melanjutkan kisah slengekan ini.
Dec 11, 2008 @ 09:27:57
Membius saya untuk membaca sampai titik yang terakhir, mudah – mudahan masih ada lanjutannya.
Dec 11, 2008 @ 22:43:06
walah, makasih apresiasinya, mas deden. semoga masih ada bahan untuk melanjutkan kisah slengekan ini, hehehe ….
Dec 11, 2008 @ 08:31:39
kalo di tempat saia malah dijadikan…
“Sepi Mas… Reformasi….”
Baca juga tulisan terbaru gajah_pesing berjudul Kamu!!
Dec 11, 2008 @ 21:34:19
maksudnya ndak ada yang demo gitu toh, mas vay, hehehe ….
Dec 11, 2008 @ 06:23:23
temen – temennya Batman ya om :d
Dec 11, 2008 @ 21:29:27
walah, setiap kali ngomong kelelawar kok mesti langsung dikaitkan dengan batman, hiks. apa memang batman itu masuk marga kelelawar toh mas anno, hehehe ….
Dec 10, 2008 @ 23:51:21
Mudah2an Ki Jantur Branjangan bisa menjadi good guy pak.;)
Baca juga tulisan terbaru pakde berjudul Journey To Nyogan
Dec 11, 2008 @ 21:28:07
hehehe … mudah2an demikian, pakde. bangsa kekelawar mestinya bisa banyak belajar dari negeri lain dalam memilih sosok seorang pemimpin.
Dec 10, 2008 @ 23:15:56
dah sampe part 4 ya pak… kira kira masih bersambung g’???
Baca juga tulisan terbaru fikar berjudul I can be emotional
Dec 10, 2008 @ 23:59:49
wew… kan pada akhir tulisan jelas sudah ada keterangannya, mas zoel. mudah2an saja masih ada bahan cerita utk sequel berikutnya.
Dec 10, 2008 @ 21:07:03
sepertinya nggak jauh beda dengan negara kita ya pak ?
Baca juga tulisan terbaru dikma berjudul Sukses Bersama PayPal
Dec 10, 2008 @ 23:59:01
hehehe … mungkin itu penafsiran mas rudi, aja, hehehe … nama2 tokohnya aja kan beda, hiks ….
Dec 10, 2008 @ 20:55:46
masihkah para kelelawar terlarut akan reformasi yang di hiasi dengan dan tetek bengek asesoriesnya …. negri itu sudah hancur berantakan pak karena budaya kelelawar yang sudah rusak
dan sudah di kuasai vampir yang haus darah kawannya sendiri
mestinya datang seorang wiku sakti yang menghentikannya dan tunggu kedatangannya dari puncak gunungkelir hahahhhahahaaa
Baca juga tulisan terbaru genthokelir berjudul Selanjutnya Kesempatan
Dec 10, 2008 @ 23:58:14
sudah hancur berantakan> kapan itu terjadi, mas totok? jangan2 itu bukan negeri kelelawar, mas, tapi negeri lain yang memiliki kemiripan kisah. wakakaka … rupanya sang wiku sakti itu selama ini bertapa di gunung kelir, yak?
Dec 10, 2008 @ 15:29:31
oala pemerhati demokrasi tambun itu…dengar lolongan bukannya mencoba menolong, malah kabur….ah nanti dia pasti muncul lagi di saat yang tepat…saat sudah enak
Baca juga tulisan terbaru icha berjudul Arya Penangsang vs Joko Tingkir (1)
Dec 10, 2008 @ 23:57:02
wew…. kok mbak icha tahu persis sosok demokrat kelelawar bertubuh tambun? hiks, memang selama ini mbak icha selalau mengamati gerak-geriknya, ya? haks ….
Dec 10, 2008 @ 14:12:26
koq ada sih penguasa Ki Jantur Branjangan, klo g salah kan NOTONEGORO? yg betul yg mana mas??? (*pura2 binun…hi..hi..*)
Baca juga tulisan terbaru Nyante Aza Lae berjudul Ban Bocor !
Dec 10, 2008 @ 23:55:38
hehehe … bingungnya kok pura2 toh, mas kurnia, hehehe …. loh di negeri kelelawar malah ndak ada tuh seorang tokoh bernama notonegoro. suku ja-nya kan ndak masuk di dalamnya.
Dec 10, 2008 @ 13:15:14
Berangkat dari negeri kelelawar…mudah mudah an tidak menjadikan saya menjadi BAGIAN dari KELUARGA KECIL negeri KELELAWAR ….tapi KELUARGA KECIL BAHAGIA SEJAHTERA NON NEGERI KELELAWAR….minimal dari keluarga dulu, tidak tercatat warga negeri kelelawar toh selama ini gak dapet BLT,UNDANGAN COBLOSAN,KK,KTP,dari negeri kelelawar…salam hormat..merindukan kisah berikutnya…
Baca juga tulisan terbaru sakti berjudul …durung kuwat kanggonan pulung
Dec 10, 2008 @ 23:54:01
hehehe … kok seperti iklan layanan masyarakat ttg KB, mas sakti, hehehe …. mungkin belum saatnya negeri kelelawar menjadi tujuan mencari peruntungan bagi kaum pendatang. mas.
Dec 10, 2008 @ 11:51:07
Semoga reformasi tak melenceng dari tujuannya semula.
Semoga negeri kelelawar bisa bangkit. Negeri kelelawar itu di mana ya? (jongkok sembari mikir*)
Dec 10, 2008 @ 23:52:43
hehehe … mudah2an saja begitu, pak suhadi. itu juga sangat tergantung dari rakyat negeri kelelawar sendiri. bisa ndak mereka memilih pemimpin yang tepat. btw, letak negeri kelelawar? hanya ada di antah berantah, kok, pak suhadi, hiks.
Dec 10, 2008 @ 11:31:05
Mudah2 mudahan tidak berlarut-larut apa yang terjadi di Negeri kelelawar, dan segera mendapat pemimpin baru yang bisa membawa perubahan yang ebih baik
Dec 10, 2008 @ 23:51:08
mudah2an demikian, pak sholeh, kasihan juga rakyat negeri kelelawar kalau sudah susah payah memperjuangkan reformasi, tapi ujung2nya malah hidup sudah, hiks.
Dec 10, 2008 @ 09:29:18
Jd penasaran… ntar gmn yah nasib negeri kelelawar… apa bs lbh baik dr negeri kita? ato memang gambaran negeri ini? jd penasaran…
Baca juga tulisan terbaru waw berjudul Kalah Lagi Dari Singapura
Dec 10, 2008 @ 23:49:00
hehehehe … penasaran? walah, saya juga belum tahu nih, mas, bagaimana nasib negeri kelelawar selanjutnya.
Dec 10, 2008 @ 09:16:39
semoga negeri kelelawar bisa menjadi negeri yang makmur dan dapat mengakomodasi aspirasi para kelelawar.. :d
Dec 11, 2008 @ 21:27:01
semoga demikian mas fajar. jangan sampai rakyat negeri kelelawar salah pilih dalam menentukan sosok seorang pemimpin.
Dec 10, 2008 @ 08:39:13
Perkembangan dunia politik kelelawar ini, makin lama kok jadi makin mirip dengan yang terjadi di negeri manusia…
Lanjutkan kreasinya Pak, memang makin mantab nih cerita dari negeri kelelawar…
Baca juga tulisan terbaru sapimoto berjudul Alexa Rank Macet
Dec 10, 2008 @ 23:48:02
oh, ya? bisa juga, bisa, ya, mas sapimoto. cerita hanya mengalir begitu saja, kok.
Dec 09, 2008 @ 23:19:59
Wah seru ceritanya pak
pak saya mo nanya, kan biasanya kalau saya koment diblog bapak kan kalau bapak jawab maka saya pasti apat email konfirmasi.
nah yang saya tanyakan pluginnya namanya apa pak
terimakasih
Baca juga tulisan terbaru arifudin berjudul Jalan-jalan ke bukit kecil
Dec 10, 2008 @ 23:47:11
walah, biasa saja kok, mas arif. ttg email konfirmasi itu, saya menggunakan plugin WordPress Thread Comment kita hanya tinggal menyet-up-nya lewat wp-admin.
Dec 09, 2008 @ 22:44:58
Harga premium turun ada pada kisah negeri kelelawar bagian berapa pak..?
Baca juga tulisan terbaru rochman berjudul Tradisi Pesta Besaran 2008 Pantai Ngebum
Dec 10, 2008 @ 23:44:32
walah, kok sudah sampai sejauh itu toh, pak jaitoe? hehehe … reformasi baru saja terjadi, hiks.
Dec 09, 2008 @ 21:44:30
kisah di negeri kelelawar ini setting waktunya tahun berapa ya pak?
kalau di negeri saya waktu zaman reformasi, saya punya alamat email aja udah bangga sekali
Baca juga tulisan terbaru endar berjudul dari Jakarta, akhirnya kembali
Dec 10, 2008 @ 23:41:50
hehehehe …. menurut mas endar, kira2 settingnya tahun berapa? wah, mas endar sdh termasuk beruntung. rakyat negeri kelelawar kenal kompie aja, nggak, hiks.
Dec 09, 2008 @ 18:14:31
Bersambung gpp saya setia menunggu kok pak,bagaimananpun saya cinta banget sama negeri kelelawar , mudah2-han nanti negeri kelelawar ini di pimpin org2 yg mengerti akan nasib rakyat kecil ..jadi nggak hanya NALO pas kampaye saja pak
Baca juga tulisan terbaru Diah berjudul Tahun Baru 2009
Dec 10, 2008 @ 23:40:14
hehehe …. matur nuwun, mbak diah. semoag rakyat negeri kelelawar ndak salah memilih pemimpin.
Dec 09, 2008 @ 17:53:24
Untung ya..di negeri Kelalawar tidak ada penculikan dan hilangnya aktivis. Coba kalau ada tentunya pasukan KOPASUK yang jadi dalang utama. Itu tuh, KOmando Pasukan Khusus Kelalawar!!!
Baca juga tulisan terbaru Syamsuddin Ideris berjudul Mari Membuat Software Sendiri?
Dec 10, 2008 @ 23:36:21
hehehe … kan sudah dikisahkan pada sequel sebelumnya, pak syam? ada beberapa aktivis kekelawar yang diculik dan diburu, kok.
Dec 09, 2008 @ 17:53:14
negeri yg sepertinya tdk asing.
Dec 10, 2008 @ 23:35:35
wew…. sepertinya mas ardy kok tahu persis ttg kondisi negeri kelelawar?
Dec 09, 2008 @ 16:42:41
koq bersambung bukannya udah happy ending ceritanya?
Dec 10, 2008 @ 23:35:04
wew… kan belum ada kisah happy endingnya, mas arul, hehehe … masih serba samar, kan?
Dec 09, 2008 @ 15:13:42
Apakah kelelawar tokoh demokrasi yang baru turun gunung itu adalah kelelawar yang partainya selalu ricuh?
Baca juga tulisan terbaru Moh Arif Widarto berjudul Tumbuhkan Sikap Antikorupsi Sejak Dini
Dec 10, 2008 @ 23:32:25
partainya selalu ricuh? hehehe …. apa memang ada kemiripan peristiwanya, mas arif?
Dec 09, 2008 @ 14:56:00
Saya juga bingung, Pak, di negeri kelelawar ini barang-barang harganya koq mahal semua ya? Padahal gaji saya nggak dinaikkan, Pak.
Moga aja pemimpin di negeri kelelawar yang baru, bisa membawa negeri ini menjadi negeri yang gemah ripah loh jinawi.
Baca juga tulisan terbaru Edi Psw berjudul Mengais Rejeki di Idul Adha
Dec 10, 2008 @ 23:31:22
walah, kok pak edy tahu banget harga2 barang di negeri kelelawar? memang pak edi pernah ke sanakah? ya, ya, seiring dg semangat perubahan yang tengah berlangsung, semoga saja ndak sampai kebablasen.
Dec 09, 2008 @ 12:52:25
ternyata angin reformasi yg brhembus di negeri kelelawar berubah menjadi angin repotnasi
Baca juga tulisan terbaru toim berjudul Indosiar Sucks!!!
Dec 10, 2008 @ 23:30:06
walah, angin repotnasi? jangan2 itu bukan yang terjadi di negeri kelelawar, mas toim?
Dec 09, 2008 @ 12:12:32
semoga negri kelelawar untuk kedepan bisa bergerak dan menjadi lebih baik lagi, dan harapan saya semoga kedepan bisa memperhatikan nasib para kelelawar dan bisa mendengarkan suara dari keluhan kelelawar tersebut ikZ..
Dec 10, 2008 @ 23:29:32
hehehe … mudah2an begitu, mbak. itu juga sangat tergantung pada kemauan politik dari para pemimpinnya.
Dec 09, 2008 @ 12:03:28
Ki Jantur Branjangan harus berani mengambil kebijaksanaan sepereti Pak RT di kampung saya
mengadakan MoU anatara musang dan ayam agar dapat hidup rukun dalam satu kandang
Baca juga tulisan terbaru tomy berjudul SERIKAT PENGUSAHA DAN PEKERJA
Dec 10, 2008 @ 23:28:35
walah, hasil akhirnya gimana, pak tomya? apakah kebijakan Pak RT benar menguntungkan?
Dec 09, 2008 @ 11:05:12
Di negeri kelelawar demo ada yang bayar gak ya…..?mayan kalau dapat uang makan 50 ribu sekali demo…………
Baca juga tulisan terbaru esha di birulangit berjudul Roy Keane…..pertarungan itu telah berakhir….
Dec 10, 2008 @ 23:27:33
loh, memang di negeri lain ada ya, mas, demo bayaran?
Dec 09, 2008 @ 10:59:59
Baca juga tulisan terbaru katakataku berjudul Carilah Keindahan dalam Hal-Hal Sederhana
Dec 10, 2008 @ 23:27:02
hehehe … iya, mas, kalau jadi satu naskah, bisa jadi ndak rampung sehari membacanya, hiks.
Dec 09, 2008 @ 10:33:11
saya masih ingat pas waktu itu saya malah datang ke negeri kelelawar itu untuk mencari HP bekas jarahan dan mobil untuk di jual di kota saya. selalu ada sisi positif/menguntungkan dari adanya penderitaan. seperti 2 sisi mata uang. tinggal kita pintar dalam mencermatinnya.
Baca juga tulisan terbaru boyin berjudul Jangkrik goreng ini, bukan kecoak
Dec 10, 2008 @ 23:26:09
wew… lha kok, mas boyin tahu kalah negeri kelelawar yang menjarah hp dan mobil? hehehehe ….
Dec 09, 2008 @ 07:16:56
Semoga angin reformasinya tak berubah menjadi angin puting beliung, yang malah merontokkan sendi2 demokrasi.
Baca juga tulisan terbaru edratna berjudul Lima belas bulan kemudian
Dec 10, 2008 @ 23:24:48
mudah2an demikian, bu enny. bisa jadi nasib negeri kelelawar akan sangat ditentukan oleh kaum elite politik yang bermain-main di tengah kekuasaan, bu.
Dec 09, 2008 @ 04:50:21
wah cerita bersambung negeri kelelawar ini bisa jadi materi ilustrasi sejarah perjalanan negeri endonesah
Dec 10, 2008 @ 23:23:54
wew…. apa memang ada kemiripannya toh, mas empat? hehehe …
Dec 08, 2008 @ 22:23:42
Nyaingi Film Batman, nganti dibuat sequelnya rangkep2…
Baca juga tulisan terbaru marsudiyanto berjudul Mata Mata
Dec 10, 2008 @ 23:23:18
walah, pak mar, setiap nomong kelelawar larinya kok ke batman, hiks.
Dec 08, 2008 @ 21:58:48
jangan langsung ambil jalan pintas melewati demo
kita masih bisa musyawarah untuk mufakat.
Baca juga tulisan terbaru budi tarihoran berjudul Selamat Hari Raya Idul Adha 1429 H
Dec 10, 2008 @ 23:21:55
betul banget, mas budi, kenapa mesti demo kalau ada jalan musyawarah mufakat?
Dec 08, 2008 @ 21:55:54
Tergantung sajene bozz, klo komplit ada ayam panggang + sate/gule/tongseng + wedang bajigur dijamin negrine makmur :d
Dec 10, 2008 @ 21:11:26
walah, memangnya cari pesugihan? mas bawoe ada2 aja, haks.