02Mar 2009 68 Comments
Isu Dekrit Presiden di Negeri Kelelawar
Kisah ini merupakan bagian ke-7 dari serial “Negeri Kelelawar”. Yang belum sempat membaca, silakan nikmati dulu kisah Menagih Janji Politisi di Negeri Kelelawar (1), Ontran-ontran di Negeri Kelelawar (2), Situasi Chaos di Negeri Kelelawar Makin Parah (3), Angin Reformasi Berhembus Juga di Negeri Kelelawar (4), Menyiasati Kecamuk Separatisme di Negeri Kelelawar (5), dan Kekuasaan Negeri Kelelawar dalam Kepungan Ambisi Petualang Politik (6)!
Di tengah ruang kerjanya yang sejuk ber-AC, Ki Gusra-gusru merasa gerah. Suara para pembisik yang terdengar di gendang telinganya seperti godam yang menghantam telak ulu hatinya. Pedih dan perih. Menurut para pembisik itu, poros kebangsaan yang dulu membujuknya untuk menjadi presiden dianggap telah ”berkhianat”. Mereka beramai-ramai mengeluarkan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinannya.
”Begitulah, Pak Gus. Poros kebangsaan agaknya tidak main-main. Mereka telah bersekongkol untuk memaksa Bapak turun dari kursi kepemimpinan,” tutur salah satu pembisik disambung suara-suara gaduh dari para pembisiknya yang lain. Mereka saling pandang.
”Biarkan saja mereka berbuat semaunya. Nanti akan ketahuan siapa yang berkhianat dan siapa yang benar-benar ingin membangun negeri kelelawar. Begitu saja kok repot!” jawab Ki Gusra-gusru dengan santai, meski hatinya benar-benar gerah dan panas. Para pembisik yang mengerumuninya hanya bisa menahan napas. Maklum, kalau Ki Gusra-gusru benar-benar terjengkang dari kursi kekuasaannya, alamat bakal celaka. Mereka dipastikan tak akan mendapat tempat lagi jika terjadi suksesi dadakan.
”Maaf, Pak Gus. Saya kira ancaman poros kebangsaan perlu disikapi secara serius. Mereka telah menggalang kekuatan di gedung parlemen. Kita perlu mengambil sikap. Jika perlu, keluarkan dekrit presiden, karena negara dalam situasi yang gawat dan darurat. Rakyat perlu tahu, sesungguhnya siapa sih kelompok yang telah berkhianat dan yang benar-benar berjuang untuk kejayaan negeri kelelawar!” sambung pembisik yang lain. Ki Gusra-gusru tersentak. Demikian juga sebagian pembisik yang lain.
”Apa harus sejauh itu? Dekrit presiden itu setahu saya tidak bisa begitu saja dikeluarkan tanpa alasan yang jelas. Kalau argumen yang kita gunakan tidak jelas, bisa-bisa jadi bumerang buat kita!” timpal pembisik yang lain dengan bola mata membelalak.
”Hmmm … masuk akal juga usulan tentang dekrit presiden itu. Saya malah tertarik. Sesekali, saya malah kepingin punya pengalaman mengeluarkan dekrit presiden. Sudah, saya terima usulannya. Toh seandainya dekrit presiden itu ditolak, resikonya paling-paling saya diberhentikan jadi presiden. Lha wong cita-cita saya sejak dulu ndak pernah pingin jadi presiden. Kalau toh saya jadi presiden, poros kebangsaan juga kan yang mengawali. Biarkan mereka juga yang akan mengakhiri jabatan saya sebagai presiden. Tapi, paling tidak, nama saya akan tercatat dalam sejarah sebagai presiden yang pernah mengeluarkan dekrit presiden. Isi dekrit itu nantinya adalah pembubaran lembaga wakil rakyat karena mereka sudah berkongkalingkong untuk menggulingkan presiden yang sah!” sahut Ki Gusra-gusru masih dengan nada yang santai.
Agaknya, para pembisik sudah paham betul dengan tabiat pemimpinnya itu. Sekali mengambil keputusan, pantang untuk didebat.
Isu tentang rencana dikeluarkannya dekrit presiden dengan cepat tercium oleh pers. Keesokan harinya, berita itu menjadi headline di berbagai surat kabar. Stasiun TV tak kalah ramai. Para pimpinan redaksi berupaya memberikan sajian politik terbaik buat penontonnya. Mereka sengaja mendatangkan pengamat dan pakar politik papan atas untuk dimintai pendapatnya tentang dekrit presiden itu. Di kalangan pengamat sendiri, muncul sikap pro dan kontra. Namun, seperti sudah dapat ditebak, mereka pun seringkali sudah tidak murni menggunakan pendekatan intelektual dalam membedah persoalan-persoalan politik. Ada bau ”pelacuran intelektual” untuk membela kepentingan politik tertentu sesuai dengan paham yang mereka anut. Pengamat politik yang dikenal dekat dengan Ki Gusra-gusru jelas akan menyatakan bahwa presiden mempunyai hak sepenuhnya untuk mengeluarkan dekrit presiden ketika negara dinilai sedang berada dalam keadaan darurat. Sebaliknya, pengamat politik yang selama ini selalu berselisih paham dengan Ki Gusra-gusru, jelas akan menyatakan bahwa dekrit presiden yang akan dikeluarkan termasuk tindakan ilegal yang dapat membahayakan negara.
Namun, perdebatan antarpengamat politik yang seru dan memanas itu tak ada gunanya ketika tanpa diduga isu dekrit presiden itu benar-benar terbukti. Melalui juru bicaranya, Ki Gusra-gusru benar-benar mengeluarkan dekrit presiden tentang pembubaran lembaga wakil rakyat negeri kelelawar. Gedung parlemen pun bergoyang. Para wakil rakyat merasa terlecehkan. Ki Gusra-gusru dianggap telah mengeluarkan kebijakan yang bisa membahayakan keutuhan bangsa dan negara. Maka, dalam tempo singkat, mereka segera menggeklar sidang paripurna. Seluruh wakil rakyat diminta untuk hadir, tanpa alasan. Mereka yang memboikot sidang dianggap pro Ki Gusra-gusru dan dinilai telah berkhianat kepada negara.
Untuk memperkuat posisi lembaga wakil rakyat, mereka meminta Ketua Mahkamah Agung Negeri Kelelawar (MANK) untuk mengeluarkan pernyataan hukum tentang kedudukan dekrit preriden yang baru saja dikeluarkan Ki Gusra-gusru. Maka, gegap-gempitalah seluruh wakil rakyat ketika mendengarkan pernyataan Ketua MANK bahwa dekrit presiden yang dikeluarkan Ki Gusra-gusru tidak sah dan bertentangan dengan konstitusi. Mereka bertepuk tangan dan memberikan aplaus kepada Ketua MANK.
Karena dianggap telah melanggar konstitusi, para wakil rakyat sepakat untuk memberhentikan Ki Gusra-gusru sebagai presiden negeri Kelelawar. Untuk melanjutkan kepemimpinannya, para wakil rakyat telah menunjuk wakil presiden, Nyi Menik Sukagincu, untuk memimpin negeri Kelelawar sampai Pemilu berikutnya digelar. Atas nama negara, pimpinan lembaga wakil rakyat memerintahkan aparat keamanan untuk berjaga-jaga di sekitar istana dan meminta dengan paksa agar Ki Gusra-gusru segera meninggalkan istana.
Namun, diberhentikannya Ki Gusra-gusru sebagai presiden, tidak bisa begitu saja diterima oleh para pendukungnya. Mereka telah menggalang jutaan pendukungnya ke ibukota untuk memberikan dorongan moral kepada pemimpin yang dikaguminya itu agar tidak mengindahkan seruan wakil rakyat. Maka, terjadilah ontran-ontran sosial di sekitar istana. Suasana benar-benar mencekam. Namun, mereka tak sanggup berkutik ketika moncong-moncong meriam dan senjata berat telah diarahkan ke istana. Apalagi, Ki Gusra-gusru sendiri tampak legawa menerima penghentian itu. Tanpa pakaian kebesaran, Ki Gusra-gusru langsung meninggalkan istana dengan kawalan ketat dari arapat keamanan.
Nah, apakah sepeninggal Ki Gusra-gusru, suasana negeri Kelelawar menjadi lebih baik? Bagaimana pula kepemimpinan Nyi Menik Sukagincu dalam mengelola negeri yang berpenduduk lebih dari 200 juta jiwa itu? (bersambung) ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Isu Dekrit Presiden di Negeri Kelelawar" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (2 March 2009 @ 04:27) pada kategori Negeri Kelelawar, Sastra dan telah dikunjungi oleh . Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Jul 23, 2010 @ 20:39:25
apA INI…
Mar 05, 2009 @ 11:48:51
gilaa.. keren banget…
Mar 06, 2009 @ 01:44:55
@yorick,
walah, mas yorick bisa aja nih. hanya sekadar kisah slengekan, kok.
Aug 23, 2010 @ 16:56:08
isu atau kenyataan nih, kalo sekedar isu sepertinya tidak perlu dikembangkan, mungkinkah isu itu jadi kenyataan…?
Mar 05, 2009 @ 00:40:48
baru kenal ki grusa-grusu
t o p character
Baca juga tulisan terbaru zenteguh berjudul God’s Miracle
Mar 05, 2009 @ 09:58:25
@zenteguh,
top karakter? walah!
Mar 05, 2009 @ 00:37:20
wah kalau gitu aq telat dong ngikutnya…
aq mau nanya bisa aq print so aq mau baca pas mau bobo ntar kaau selesai aq paparkan hasilnya ma kamu
gmana….???
Baca juga tulisan terbaru iwan berjudul MENGENAL KANKER LEHER DAN KEPALA
Mar 05, 2009 @ 09:57:46
@iwan,
walah, silakan saja, mas kato, hehehe ….
Mar 04, 2009 @ 23:29:45
Ki Gusra gusru itu wali ya… Kok linuweh gt
Mar 05, 2009 @ 09:56:44
@Novianto,
walah, apa selama ini ada wali yang berasal dari negeri kelelawar toh, mas novi? hehehe ….
Mar 04, 2009 @ 22:02:05
rupanya ada negri baru
Mar 05, 2009 @ 09:55:45
@ikhsan,
hehehe … saya sendiri ragu, negeri kelelawar ini sebenarnya tergolong negri baru atau sudah lama jauh sebelum peradaban manusia, hiks.
Mar 04, 2009 @ 19:03:22
cukup dua kali dekrit,
jangan ke tiga kali, haqqul yakin karena sangat menyakitkan Pak…. meski untuk dunia kelelawar sekalipun…..
Gus kita yang satu ini memang fenomenal…. juga di dunia kelelawar (kelelawar politik yang suka main2 di kegelapan)
Baca juga tulisan terbaru munawar am berjudul Google SERP, Siapa Yang Mencari Keyword Blog ini?
Mar 05, 2009 @ 09:53:58
@munawar am,
hiks, apa memang dah ada dekretit presiden sebelumnya di negeri kelelawar, mas nawar? hehehe ….
Mar 04, 2009 @ 14:04:04
hehe…
aku teringat ketika ki Gus beraksi… dia memang fenomena tersendiri di “Negeri kelelawar’…
Sayang saat ini dia kayaknya susah tampil lagi ya?
Mar 05, 2009 @ 09:53:15
@indon,
fenomena tersendiri? wah, sosok ki gusra-gusru ternyata ndak hanya terkenal di negeri kelelawar, yak?
Mar 04, 2009 @ 13:48:27
Nyi Menik Sukagincu…siapin sapu tangan mas…he..he
Baca juga tulisan terbaru Nyante Aza Lae berjudul Hitam di Atas Putih
Mar 05, 2009 @ 09:52:37
@Nyante Aza Lae,
walah, memangnya kenapa, mas kurnia, kok mesti nyiapin sapu tangan?
Mar 04, 2009 @ 13:04:43
kok gak ketemu sama batman ya?
Baca juga tulisan terbaru joe berjudul Olimpiade Seoul 1988 dan Medali Pertama Indonesia
Mar 05, 2009 @ 09:50:15
@joe,
kekeke … apa hubungannya, mas joe?
Mar 04, 2009 @ 12:02:19
Ki Grusa Grusu emang setengah gelo!!!
Baca juga tulisan terbaru Bawor berjudul Tritura (TRImalah TUntutan RAkyat)
Mar 05, 2009 @ 09:46:58
@Bawor,
setengah gela? wew… kok mas bawor tahu? hehe ….
Mar 04, 2009 @ 09:13:01
‘hitung dulu: jumlah 5+7?’ maksudnya apa pak, itu kalo mo nulis komentar kok ada pertanyaan. baru ini nemuin model ginian. tapi kok eksak ya. mbok diganti pertanyaannya yang sosial gitu…. apa pertanyaan pelajaran bahasa dan sastra indonesia. siapa tokoh protagonis dalam cerpen ‘langit makin mendung’, misalnya, he-he-he.
negeri kelelawar?? ini rencananya mau berapa episode pak? kalo sampe 2012 sih–katanya bangsa maya kiamat. tapi kalo kata bangsa jawa baru sampe zaman kalabendu–mungkin masih ada 2-3 episode lagi.
tapi kalo nunggu sampe ratu adil sultan herucokro datang, wah mungkin 23-24 episode lagi pak. masih setia mencatatkannya kan, he-he-he.
salam kenal.
Baca juga tulisan terbaru masmpep berjudul pesan pendek dan menunggu
Mar 05, 2009 @ 09:44:41
@masmpep,
kalau saja ada plugin antispam yang berbasis sastra, saya pasti akan menggunakannya, masmpep. tapi hingga saat ini saya belum bisa menemukannya, hehehe … ttg kisah slengekan ini, wah, saya sendiri belum tahu kapan akan tamat, hiks.
Mar 03, 2009 @ 22:33:30
mampir aja pak
Baca juga tulisan terbaru hmcahyo berjudul Logo HIBLOGIKOH
Mar 04, 2009 @ 01:30:54
@hmcahyo,
mangga, silakan, mas heri, matur nuun.
Mar 03, 2009 @ 21:20:51
negeri kelelawar, dimana yach???
Mar 04, 2009 @ 01:30:20
@nyubi,
wah, agaknya negeri kelelawar ndak akan pernah terccantum dalam peta, mas, hehehe … shg sulit ditemukan, haks.
Mar 03, 2009 @ 19:09:19
ki gusra gusru memang memiliki pengikut yang sangat fanatik dan selalu berpendapat bahwa segala keputusan yang diambil ki gusra gusru selalu benar.
Baca juga tulisan terbaru endar berjudul Membuat banner menggunakan GIMP
Mar 04, 2009 @ 01:17:39
@endar,
walah, sepertinya mas endar kok paham benar ttg karakter ki gusra-gusru, hehe ….
Mar 03, 2009 @ 18:17:37
kok masih bersambung…??
Mar 04, 2009 @ 01:15:38
@annosmile,
iya, mas anno. ndak tahu juga nih, kapan kisah slengekan ini akan tamat, hehehe ….
Mar 03, 2009 @ 13:21:26
Flash back ke negeri sendiri beberapa tahun lalu…, Jadi kepikiran. Apa gitu aja kok repot(TM) itu karena dia memang ga terlalu mikirin bawahan sendiri ya.., pantes PKB-kelelawar kacau balau. Btw, gitu aja kok repot…
Baca juga tulisan terbaru BudiTyas berjudul Ponari Sweat, Pocari Sweat ala Dukun
Mar 04, 2009 @ 01:13:34
@BudiTyas,
dulu, ungkapan “gitu aja kok repot” juga cukup dikenal di negeri kelelawar, mas budi, hehehe ….
Mar 03, 2009 @ 09:11:31
maaf pak, saya absen dulu aja, belum sempat komentar
Baca juga tulisan terbaru arifudin berjudul JK bertemu Megakarti
Mar 04, 2009 @ 01:10:01
@arifudin,
mangga, mas arif, matur nuwun.
Mar 05, 2009 @ 11:42:27
@Sawali Tuhusetya, ya, ki grusa-grusu harus pandai memantau atsmosfir politik negaranya. sehingga dekrit yang dikeluarkan jika perlu nanti tidak menjadi simpang siur
Baca juga tulisan terbaru arifudin berjudul JK bertemu Megakarti
Aug 23, 2010 @ 16:57:56
Betul sekali, setujuh ah sama pak Arifudin.
Mar 03, 2009 @ 08:57:13
hari ini saya belum bisa komentar pak!, tapi donlot semua seri kelelawar… (pesenan dari bu noor yang akhir2 ini nggak sempat akses internet) hehe…
Baca juga tulisan terbaru Andy MSE berjudul Internet for Kids
Mar 04, 2009 @ 01:09:41
@Andy MSE,
gpp, mas andy, silakan saja kalau sudah berkenan men-download.
Mar 02, 2009 @ 23:56:00
cerita ini sungguh menarik mudah mudahan terus berlanjut untuk sebagai bahan wacana dalam seni kehidupan
salam kenal pak
Mar 04, 2009 @ 01:06:01
@the king Of goat,
salam kenal juga, mas. duh, setahu saya yang berkaitan dg kambing ettaa itu mas totok. jangan2 dugaan saya bener nih, hehehe … tapi kok pakai salam kenal segala, kekekek ….
Mar 02, 2009 @ 20:39:10
semoga pendukung ki gusra gusru tidak melakukan hal anarkis yang mampu menghilangkan nyawa kelelawar, saya tunggu sambungan nya mas
Mar 04, 2009 @ 01:04:51
@harianku,
hehehe … mudah2an saja demikian, mbak, hiks. kalau sampai anarkhis, bisa membuat repot banyak pihak.
Mar 02, 2009 @ 19:21:41
hahaha…
ternyata presiden keempat negeri kelelawar ini senang popularitas ya, pak? jadi ingin tahu, bagaimana kinerja pemimpin baru negeri kelelawar kelak? pastinya selalu ada keunikan dalam setiap gaya kepemimpinan di negeri ini.
Baca juga tulisan terbaru marshmallow berjudul Madu dan Racun Kolegalitas
Mar 04, 2009 @ 01:04:16
@marshmallow,
hehehe … agaknya begitulah, mbak yulfi, hehehe …. negeri kelelawar agaknya juga sedang dihadapkan pada krisis kepemimpinan.
Mar 02, 2009 @ 17:52:10
saya ingat mas pada saat Ki Gusra-gusru di berhentikan menjadi presiden keluar dengan celana pendeknya mas.
semoga pemilihan di negeri kelelawar nantinya akan memberikan dorongan moril buat kelelawar-kelelawar yang tidak di perhatikan dan kelaparan. dan khusus buat kelelawar yang sarangnya telah di penuhi lumpur lakelindo mas
Sukses buat mas sawali
Baca juga tulisan terbaru Gelandangan berjudul Malam Yang Sepi
Mar 04, 2009 @ 00:27:07
@Gelandangan,
walah, kok mas maulana tahu ketika ki gusra-gusru keluar dari istana hanya mengenakan celana pendek, hiks. saat itu mas maulana sedang berada di nnegeri kelelawar, yak?
Mar 02, 2009 @ 15:50:18
ternyata begini to, pak sawali kalau menulis cerpen.
Baca juga tulisan terbaru muji berjudul Promo Berhadiah iPhone 3G
Mar 04, 2009 @ 00:24:44
@muji,
walah, ini bukan cerpen, kok, mas muji, hehehe … hanya sekadar fiksi slengekan.
Mar 02, 2009 @ 13:37:28
Seri negeri kelelawar sepertinya masih akan sangat panjang (bisakah dibuat kejar tayang?
)
masih dinantikan episode pemilihan wakil-wakil kelelawar, pemilihan raja kelelawar dan swasembada buah (makanan kelelawar )
Siip..
Baca juga tulisan terbaru Pusatgrosir WordPress berjudul daster batik kencana ungu babydoll abaya katalog 24 Februari 2009
Mar 04, 2009 @ 00:22:59
@Pusatgrosir WordPress,
walah, saya ndak tahu juga kapan kisah slenekan semacam ini akan tamat, mas, hehehe … hanya sekadar fiksi slengekan kok.
Mar 02, 2009 @ 11:42:37
dimana tuh negeri kelelawar? Pengen berkunjung…
Baca juga tulisan terbaru Oby berjudul Miladku
Mar 04, 2009 @ 00:20:10
@Oby,
walah, negeri kelelawar ndak pernah tercantum dalam peta, mbak robiah, hehehe ….
Mar 02, 2009 @ 10:55:05
saya baru neh pak jadi pengunjung di sini…
saya bru baca hr neh jadi belum begitu ngerti neh negeri kelelawar…
tapi saya suka pak…
Baca juga tulisan terbaru nova berjudul BELAJAR RENANG ITU MUDAH
Mar 04, 2009 @ 00:18:48
@nova,
makasih kunjungan dan komentarnya, mas nova.
Mar 02, 2009 @ 10:08:16
untungnya (atau sialnya) saya ini adalah pendukung utama ki gusra gusru yang nyentrik itu …
gitu aja kok repot
)
Mar 04, 2009 @ 00:18:02
@mantan kyai,
walah, sepertinya mas ardy kok sudah sangat akrab dg negeri kelelawar, termasuk mengenali karakter pemimpinnya, hehehe ….
Mar 02, 2009 @ 08:03:42
negeri kelelawar itu dimana Pak??? kok aku ketinggalan berita ya hehehe…
Baca juga tulisan terbaru Lyla berjudul Global Warming vs Global Cooling
Mar 04, 2009 @ 00:17:19
@Lyla,
walah, adanya hanya di negeri antah-berantah, mbak lyla, hehehe …. namanya aja cerita slengekan, hehehe ….
Mar 02, 2009 @ 07:21:29
Nyi Menik Sukagincu hahahahahah… dulu saya pikir srikandi!!!! meleset prediksinya pak…
Baca juga tulisan terbaru zoel berjudul Malaikat juga tahu MU juaranya
Mar 04, 2009 @ 00:16:32
@zoel,
walah, mas zoel sukanya kok main prediksi, kekeke ….
Mar 02, 2009 @ 07:10:56
ki gusra-gusru itu menurut penerawangan mistis saya
memiliki kecerdasan intelektual tinggi amat sangat jauh melebihi anggota wakil rakyat itu
ki gusra-gusru pernah mengatakan mereka seperti anak tk dan akhirnya terbukti. pernah bilang departemen agama sebagai gudang koruptor dan akhirnya terungkap
ki gusra-gusru sangat-sangat visioner
Baca juga tulisan terbaru BUDIONO berjudul Paid Review Tetap Jalan
Mar 04, 2009 @ 00:15:50
@BUDIONO,
wah, mas dion agaknya memahami benar karakter ki gusra-gusru itu, hehehe ….
Mar 02, 2009 @ 06:23:25
saya inget betul peristiwa ini pak, betapa character assasin benar-benar dilancarkan dari bawah hingga ke atas, dari berbagai kalangan yang kepanasan …
Baca juga tulisan terbaru suryaden berjudul Jogja Kembali bersepeda
Mar 04, 2009 @ 00:15:10
@suryaden,
karakter asinan? wah, istilah itu menag nyaring terdengar juga di negeri kelelawar, mas surya, hehehe ….
Mar 04, 2009 @ 22:32:14
@Sawali Tuhusetya,
kok “karakter asinan” pak?
Mar 05, 2009 @ 09:56:12
@ariss_,
hehehe …. itu kalau dilidahjawakan, mas ariss.