Home | Opini, Refleksi | Guru Ngeblog: Apa Untungnya?

Guru Ngeblog: Apa Untungnya?

Monday, 5 May 2008 (01:14) | 407 pembaca | 57 komentar | Print this Article

Dalam sebuah kesempatan, ketika bertemu dengan rekan-rekan sejawat guru, saya mendapatkan pertanyaan yang tak terduga. “Apa sih untungnya guru ngeblog? Dapat dhuwit, jadi terkenal, tambah ilmunya, atau membuat mutu pendidikan jadi hebat?” Waduh, jujur saja saya tidak mudah untuk menjawab pertanyaan semacam itu. :shock: Namun, dengan sedikit *halah* bersilat lidah, saya jawab bahwa ngeblog itu sangat ditentukan oleh visi sang bloger dalam mengelola blognya. “Nawaitu”-nya mau apa dulu? Mau cari dhuwit, cari sensasi, dan ketenaran?

Untung saja saat itu ada koneksi internet sehingga saya sangat terbantu untuk menjawab pertanyaan rekan sejawat itu. Saya pun iseng membuka tulisan-tulisan yang pernah terpublikasikan di blog saya yang lama.

Kalau saya pribadi, niat saya ngeblog, seperti yang pernah saya tulis di sini, memang bukan untuk mencari ketenaran dan sensasi. Dua hal ini memang tidak masuk dalam kamus ngeblog saya. Yang jelas, saya bisa bersilaturahmi, berdiskusi, dan brainstorming dengan sesama blogger dan para pengunjung. Kepada merekalah saya berguru dan belajar. Itu saja!

Dapat duwit? :acc Waduh! Siapa sih yang menolak dapat duwit? Hehehehehe :idea: Inginnya sih begitu. Namun, motif cari duwit lewat blog selama ini belum menjadi tujuan utama saya. Kalau toh pasang google adsense, lebih layak disebut sekadar asesoris blog belaka. Lantas, dari mana duwit untuk biaya ngeblog? Bukankah ngeblog juga butuh koneksi internet? Masih tersisakah gaji guru yang pas-pasan itu untuk biaya ngeblog? Haruskah mengurangi jatah untuk anak-istri?

Yups! Pertanyaan yang menarik. Saya kira benar. Ngeblog membutuhkan koneksi internet yang stabil. Untuk itu, jelas butuh dhuwit, apalagi ketika fasilitas ngenet gratis semacam hostspots di daerah Kendal baru mimpi. :acc Entah kapan bisa terwujud. Namun, alhamdulillah, saya masih bisa terus *halah* ngeblog sampai jari-jari saya capek menekan keyboard dan memegang mouse, tanpa harus mengurangi jatah anak-istri, hehehe :DD Ngeblog akan sangat ditentukan oleh minat rekan-rekan sejawat yang bersangkutan. Serendah-rendahnya gaji guru pada masa sekarang, mereka tak akan jatuh miskin hanya gara-gara merogoh koceknya untuk ngeblog.

Lalu, apa untungnya dari sisi keilmuan dan kemajuan dunia pendidikan? Ini pertanyaan yang paling susah dijawab. Saya ngeblog pertama kali pada bulan Juni 2007 dengan menggunakan platform blogspot di sini. Lantaran penasaran ingin membuat banyak blog, saya juga membuat blog wordpress.com di sini. Pada waktu yang bersamaan, kedua blog ini tetap saya update. Namun, berpoligami memiliki dua istri blog memang seringkali susah dan tidak bisa berbuat adil. Saya sering loyo dan kecapekan karena harus melayani keduanya, hiks :twisted: Akhirnya, saya memutuskan untuk “pisah ranjang” dengan istri blog saya yang di blogspot dan lebih banyak memberikan nafkah mengupdate tulisan di wordpress.com. Enam bulan kemudian (5 Januari 2008), saya resmi pindah di blog ini.

Nah, bisa jadi gara-gara blog juga, saya bisa punya banyak kenalan. Punya banyak kesempatan bersilaturahmi. *Narsis mode on* Pernah juga diminta untuk mendampingi rekan-rekan sejawat guru dari Kabupaten Banyumas sebanyak 4 angkatan yang dikuti sekitar 330-an guru TIK untuk membuat blog bersama-sama. Bisa disimak kembali tulisan saya di sini dan di sini. Bisa jadi juga ini sebuah “blessing in disguise*. Aktivitas apa pun kalau didasari niat tulus dan minat serius agaknya akan mendatangkan imbas positif yang kita sendiri tidak tahu apa wujudnya. Yang jelas, dari sisi keilmuan, ngeblog akan terus memacu kita untuk tidak pernah berhenti belajar, baik dari sesama teman bloger, dari buku, atau situs-situs di dunia maya. Dari situlah pengetahuan dan ilmu kita akan terus berkembang seiring dengan makin banyaknya tulisan yang kita publikasikan.

Dampaknya bagi dunia pendidikan? Jujur saja, saya belum bisa melihat keuntungannya secara nyata dan signifikans dalam praktik pembelajaran. Apakah guru yang melakukan aktivitas ngeblog dengan sendirinya mampu “menyulap” siswa didiknya jadi generasi masa depan yang hebat dan cerdas? Waduh! :x Ini lebih tidak bisa terjawab lagi. Sebab, ada banyak faktor yang menentukan hebat atau tidaknya generasi masa depan negeri ini. Guru hanya ibarat skrup dalam sebuah mesin raksasa. Sekokoh apa pun lilitan skrupnya, kalau mesinnya bobrok, tetap saja hancur.

Agaknya, blog “pendidikan”, entah dikelola oleh guru atau non-guru, akan menjadi “sasaran” kata-kata kunci seputar masalah pendidikan yang dimasukkan lewat mesin pencari. Ketika iseng membuka statistik blog di dashbor, saya melihat adanya beberapa kata kunci seperti terlihat pada skrinsut berikut ini.

Selain itu, yang paling banyak dibaca di blog ini umumnya tulisan-tulisan yang berkaitan dengan masalah pendidikan. Hal itu bisa dilihat di bar samping.

Saya menduga, kata-kata kunci itu dimasukkan oleh, paling tidak, seorang pendidik atau calon pendidik yang kebetulan ingin mencari referensi yang berkaitan dengan masalah pendidikan hingga akhirnya mereka kesasar masuk di blog ini.

Secara tidak langsung bisa saya simpulkan bahwa blog “pendidikan” akan memberikan manfaat bagi kepentingan dunia pendidikan, terlepas apakah content-nya serius atau sekadar ecek-ecek seperti blog ini. Nah, alangkah bagusnya apabila dunia maya ini ditaburi oleh kehadiran blog-blog pendidikan yang lahir dari tangan seorang guru. Jelas, akan memberikan kemudahan bagi para pemburu informasi di bidang pendidikan untuk menemukan referensi yang mereka butuhkan.

Saya pribadi merasa salut :idea: dengan rekan-rekan sejawat guru yang telah memiliki aktivitas ngeblog di sela-sela rutinitas tugas mengajar dan mendidiknya hingga mampu memberikan sumbangsih pemikiran yang sangat dibutuhkan untuk membangun wacana-wacana kritis demi mewujudkan dunia pendidikan yang dinamis, bermartabat, dan berbudaya.

Selain itu, agaknya juga perlu dipikirkan untuk membuat sebuah blog khusus bagi kepentingan organisasi guru, semacam MGMP. Kebupaten Kendal sendiri, sepanjang yang saya tahu, sudah lahir beberapa blog yang dikelola oleh MGMP, seperti MGMP Kimia SMA atau MGMP Matematika SMA. Untuk MGMP Bahasa Indonesia SMP baru saja saya release dan masih acak-acakan. Saya membuat dua blog sekaligus, di sini dan di sini. Mudah-mudahan nanti ada teman pengurus yang bersedia menjadi pemegang adminnya. Melalui blog, rekan-rekan guru mata pelajaran serumpun bisa saling berbagi dan bersilaturhami sehingga dunia pembelajaran makin berkembang secara dinamis dan progresif.

Yups, buat-buat rekan sejawat guru, salam kreatif dan salam ngeblog! Sudah saatnya guru mempunyai blog sebagai wahana berkiprah dan membangun wacana-wacana kritis demi mewujudkan dunia pendidikan yang dinamis, bermartabat, dan berbudaya. ***

Kategori: Opini, Refleksi | Tags: , , , , , , , ,

Tulisan lain yang berkaitan:

imgAktivitas Ngeblog Selama Ramadhan (Saturday, 14 August 2010, 301 pembaca, 72 respon) Ngeblog –untuk menggantikan kata kompleks “mengeblog” dalam Bahasa Indonesia Baku– merupakan aktivitas seorang bloger dalam ranah hidup keseharian. Aktivitas ini (nyaris) telah menjadi “kebutuhan” seorang blogger, terlepas apa pun...
imgMenuju Kendal Mandiri: Refleksi Hari Jadi Ke-405 (Tuesday, 27 July 2010, 510 pembaca, 72 respon) Tanggal 28 Juli 2010, Kendal telah berusia 405 tahun. Penetapan Hari Jadi Kendal tidak serta-merta lahir begitu saja, tetapi melalui perdebatan yang panjang. Hari Jadi Kabupaten Kendal yang biasanya diperingati setiap 26 Agustus akhirnya diubah...
imgVirtual Host Berbasis Open Source untuk Pembelajaran Interaktif dan Mencerdaskan (Monday, 19 October 2009, 641 pembaca, 133 respon) Selama dua hari (Sabtu dan Minggu, 17-18 Oktober 2009), saya mengikuti pelatihan “Pembelajaran Internet Berbasis Open Source Tanpa Internet” di SMA Muhammadiyah Weleri, Kendal, yang menghadirkan Mas Reza Ervani dari Rumah Ilmu Indonesia sebagai...
imgMenikmati Aktivitas Ngeblog (Monday, 6 July 2009, 321 pembaca, 151 respon) Pada tulisan kali ini, saya ingin mencoba flash-back sejenak tentang aktivitas saya di dunia virtual yang berlangsung sejak medio 2007 yang silam. Ini artinya, sudah dua tahun saya mulai intens –kalau boleh dibilang demikian– ngeblog hingga...
imgMelacak Jejak Aktivitas Ngeblog (Sunday, 29 March 2009, 1 pembaca, 29 respon) Saya tidak tahu pasti alasan dagdigdug.com (melalui Mbak Dita) memprofilkan saya sebagai bloger terpilih di situs layanan blog hosting untuk siapa saja yang berminat terhadap blog itu. Ketika Mbak Dita meminta saya melakukan konfirmasi via email, saya...
Catatan Sawali Tuhusetya
feeds.feedburner.com
Tulisan berjudul "Guru Ngeblog: Apa Untungnya?" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (Monday, 5 May 2008 (01:14)) pada kategori Opini, Refleksi. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Ingin berlangganan gratis? Silakan daftarkan alamat email Anda sekarang juga! Terima kasih dan salam budaya!
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
FacebookTwitterStumbleDigg itDeliciousGoogle ReaderRedditTechnoratiGoogle BuzzYahoo Buzz
DesignfloatDiigoMixxMeneamedesignbumpFurlMagnoliaBlinklistfurlblogmark

57 Responses to "Guru Ngeblog: Apa Untungnya?"

  1. Menggunakan Firefox 3.6.2 Firefox 3.6.2 pada Windows Vista Windows Vista

    Dengan membaca artikel apa untungnya guru ngeblog, maka saya teringat ketika teman guru satu sekolah bertanya kepada saya ” kita dapat apa dari blog” saya jg bingung jawab hanya saya bilang spontan dengan ngeblog saya jadi puas. dan mengerti tekhnologi. terus terang sejak saya mengenal blog pada bulan januari 2009 sampai sekarang saya mendapat banyak sekali ilmu baik tentang blog maupun ilmu yang lain. Contoh dulu saya sulit sekali menuangkan ide dalam menulis sekarang agak lancar dan cepat mengemukakan maupun menemukan inspirasi. Alhamdulillah saya senang menulis artikel dan rasanya itu semakin gampang. Dan terus belajar , belajar sampai akhir hayat dikandung badan…Terima kasih Mas Sawali….

  2. cobaberbagi says:
    Menggunakan Firefox 3.5.8 Firefox 3.5.8 pada Windows XP Windows XP

    Blog bermanfaat untuk guru. Kompetensi menulis akan meningkat, saya sendiri berlatih menulis di blog. Alhamdulillah sudah ada dua tulisan saya yang dimuat harian lokal.
    Baca juga tulisan terbaru cobaberbagi berjudul "Pemain Bola Favoritku" My ComLuv Profile

  3. Fathurrahman says:
    Menggunakan Firefox 2.0.0.14 Firefox 2.0.0.14 pada Windows XP Windows XP

    Kapan ya guru-guru di tempatku pada ngeblog, aku saja baru belajar ngblog baru 3 bulanan. maklum intrnet di tempatku baru terpasang, itupun hanya satu, bayar sendiri lagiiiiiiiii. Tapi ini tantangan buat kami yang jauh dari pusat pemerintahan yang akses informasinya lebih baik dan lebih banyak. Tolong infonya dong kalau ada pelatihan untuk kami.

  4. Menggunakan Google Chrome 4.0.295.0 Google Chrome 4.0.295.0 pada GNU/Linux GNU/Linux

    setuju banget, mas guru. memang idealnya demikian. wah, makasih banget linknya. link blog mas hamdani juga sdh saya masukkan ke google reader.

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
«
»
www.batuzakar.netweb hosting indonesia
Catatan Sawali Tuhusetya is proudly powered by WordPress (132 queries: 1.209 seconds)
Valid CSS & XHTML | KBP