Home | Refleksi | Selamat Jalan, Slamet Pambudi!

Selamat Jalan, Slamet Pambudi!

Saturday, 3 May 2008 (23:27) | 168 pembaca | 22 komentar | Print this Article

Innalillahi wainnaillaihi raji’un!

Begitulah suara lirih yang hanya bisa kami ucapkan begitu mendengar kabar duka itu. Ya, Slamet Pambudi, siswa didik kami yang seharusnya mengikuti ujian nasional, 5-8 Mei 2008, itu telah dipanggil ke rahmatullah. Kami, segenap keluarga besar SMP 2 Pegandon, Kendal, Jawa Tengah, benar-benar berduka dan merasa kehilangan. Sebenarnya masih amat panjang dan banyak tugas kehambaan yang musti ia tunaikan. Namun, Allah telah berkehendak lain. Dalam usia yang belum genap 16 tahun, sukma anak pendiam itu telah dijemput Malaikat Maut pada hari Sabtu, 3 Mei 2008, pukul 13.00 WIB di Rumah Sakit Sultan Agung Semarang.

Peristiwa tragis itu memang di luar dugaan. Usai menunaikan shalat Jumat, seperti biasanya, Slamet Pambudi segera pulang dengan roda duanya. Ketika melintas di jalan raya, rupanya nasib buruk telah mengincarnya. Ia tak sanggup mengendalikan laju kendaraan ketika terpeleset di atas pasir yang muntah ke badan jalan dari sebuah toko material. Dia terpelating. Kepalanya membentur pohon di pinggir jalan. Slamet Pambudi pun pingsan seketika. Kepalanya dalam kondisi parah.

Pihak keluarga segera membawanya ke rumah sakit Sultan Agung Semarang. Semua yang menunggui di rumah sakit diselimuti kecemasan karena dia belum juga siuman dari pingsan hingga berjam-jam lamanya. Pihak rumah sakit pun terus berupaya untuk menolongnya. Namun, lantaran kondisinya yang cukup parah, nyawa siswa kelas IX-C itu tak juga bisa tertolong. Sabtu, 3 Mei 2008, pukul 13.00 WIB, Slamet Pambudi menghembuskan napasnya yang terakhir. (Begitulah informasi yang kami dengar dari pihak keluarga terdekat).

Jasat Slamet Pambudi yang tiba di rumah duka pukul 15.30 WIB itu pun segera dimandikan untuk selanjutnya diperlakukan sebagaimana mestinya. Dengan iringan doa-doa pengampunan, Slamet Pambudi diberangkatkan menuju ke rumah peristirahatannya yang terakhir pukul 17.00 WIB.

Boleh jadi, begitulah suratan takdir yang mesti dijalani Slamet Pambudi. Siswa didik kami yang selama 3 tahun tidak pernah menunjukkan perilaku menyimpang itu harus meninggalkan kami dalam usia yang masih sangat muda.

Kami jadi teringat lirik Labibah Zain tentang “Sajak Kematian”:

Ketika kau senandungkan lagu kematian

Langit sukma menghening

Wangi cendana telah mengarakku ke negeri kabut

Bersama taburan bunga aku menengadah

meraih doa-doa yang kurenda di masa silam

Dan diam-diam auranya kusematkan di dadaku

Selamat jalan, Slamet Pambudi! Aroma wangi cendana telah mengarakmu ke negeri kabut. Kami menengadah memanjatkan doa-doa pengampunan. Semoga diberikan kelapangan jalan menuju ke haribaan-Nya, diampuni segala dosamu, dan diberikan kedamaian di alam keabadian.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini, amiin.

Keluarga Besar SMP 2 Pegandon, Kendal, Jawa Tengah

Kategori: Refleksi | Tags: , , , , ,

Tulisan lain yang berkaitan:

imgDari Motivasi ESQ ke Temu Forum PUG Bidang Pendidikan (Saturday, 27 March 2010, 351 pembaca, 88 respon) Memburu Jati Diri? Ungkapan ini mengingatkan pada artikel saya yang pertama kali dimuat di media cetak lokal. Di rubrik “Debat Mahasiswa”, sekitar tahun 1987, nama saya yang saat itu masih berstatus mahasiswa calon guru di sebuah lembaga...
imgUjian Nasional Mengebiri Potensi Siswa Didik (Tuesday, 9 March 2010, 852 pembaca, 137 respon) Jika tak ada aral melintang, para siswa SMA/MA, SMALB, dan SMK akan menempuh Ujian Nasional (UN) utama pada 22 – 26 Maret 2010. Sedangkan, siswa SMP/MTs dan SMPLB pada 29 Maret – 1 April 2010. Berbeda dengan tahun sebelumnya, UN tahun ini ada UN...
imgDari LCC hingga Bedah SKL UN 2010 (Monday, 22 February 2010, 602 pembaca, 73 respon) Kamis, 18 Februari 2010, bertempat di SMP 3 Patebon, Kendal, saya bersama beberapa rekan sejawat didaulat untuk menjadi yuri Lomba Cerdas-Cermat (LCC) Tingkat SMP Kabupaten Kendal. LCC dimaksudkan sebagai ajang seleksi untuk memilih satu regu terbaik...
imgUjian Nasional dan Robotisasi Siswa Didik (Friday, 5 February 2010, 874 pembaca, 155 respon) Dunia pendidikan kita hanya melahirkan generasi penghafal kelas wahid? Itulah pertanyaan yang selalu mencuat ketika ranah pendidikan kita dinilai telah gagal melahirkan generasi masa depan yang cerdas, kritis, dan kreatif. Almarhum Rama Mangunwijaya...
imgUjian Nasional Pasca-Keputusan MA (Friday, 4 December 2009, 1,339 pembaca, 145 respon) Teka-teki jadi atau tidaknya Ujian Nasional (UN) 2010 digelar terjawab sudah setelah Depdiknas, melalui Sekjen Dody Nandika, menyatakan bahwa UN tahun 2010 akan tetap berlangsung, sebab hingga kini Depdiknas belum menerima salinan putusan Mahkamah Agung...
Catatan Sawali Tuhusetya
feeds.feedburner.com
Tulisan berjudul "Selamat Jalan, Slamet Pambudi!" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (Saturday, 3 May 2008 (23:27)) pada kategori Refleksi. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Ingin berlangganan gratis? Silakan daftarkan alamat email Anda sekarang juga! Terima kasih dan salam budaya!
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
FacebookTwitterStumbleDigg itDeliciousGoogle ReaderRedditTechnoratiGoogle BuzzYahoo Buzz
DesignfloatDiigoMixxMeneamedesignbumpFurlMagnoliaBlinklistfurlblogmark

22 Responses to "Selamat Jalan, Slamet Pambudi!"

  1. WordPress 2.5 WordPress 2.5

    [...] Selamat Jalan, Slamet Pambudi! Innalillahi wainnaillaihi raji’un! Begitulah suara lirih yang hanya bisa kami ucapkan begitu menden… [...]

  2. enggar says:
    Menggunakan Firefox 2.0.0.13 Firefox 2.0.0.13 pada Mac OS X Mac OS X

    Innalillahi wainnailaihi roji’un.

    enggars last blog post..2 Mei

    ooo
    makasih bu enggar :idea:

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
«
»
www.batuzakar.netweb hosting indonesia
Catatan Sawali Tuhusetya is proudly powered by WordPress (96 queries: 0.849 seconds)
Valid CSS & XHTML | KBP