Home | Budaya, Cerpen, Opini, Refleksi, Sastra, Tradisi | Diskusi Buku dan Peluncuran Kumcer

Diskusi Buku dan Peluncuran Kumcer

Sunday, 11 May 2008 (19:33) | 562 pembaca | 64 komentar | Print this Article

Sebagaimana yang dipublikasikan oleh Kang Kombor, jika tidak ada aral melintang, Jumat, 16 Mei 2008, pukul 13.30-18.00 WIB, di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya 73, Jakarta Pusat, buku kumpulan cerpen saya Perempuan Bergaun Putih akan diluncurkan sekaligus didiskusikan. Jujur saja, saya tak menduga kalau kumcer saya itu akan diluncurkan dan didiskusikan di sebuah tempat yang selama ini dinilai menjadi tempat bergengsi bagi pentas dan diskusi sastra. *narsis*

Sudah lama sebenarnya saya bermimpi untuk memiliki kumpulan cerpen. Ada sekitar 40-an cerpen yang sudah dimuat di koran sejak 1988. Namun, mencari penerbit ternyata bukan persoalan gampang. Apalagi, cerpen dan buku-buku sastra pada umumnya sering jeblog di pasaran. Sangat masuk akal jika jarang dilirik penerbit. Kalau toh ada, itu lantaran masih adanya semangat dan idealisme. Itu pun hanya dimiliki oleh penerbit tertentu. Bisa juga lantaran cerpen yang hendak diterbitkan ditulis oleh pengarang yang sudah punya nama. Mana ada penerbit yang mau menyentuh cerpen-cerpen tak bermutu yang saya tulis? :razz:

Beruntung saya ngeblog. Dari dunia itu, saya bisa memublikasikan tulisan-tulisan saya, termasuk cerpen, dengan jangkauan pembaca yang lebih luas. Saya pun makin intens ngeblog. Ternyata blog tak hanya menjadi media yang tepat untuk memublikasikan tulisan, tetapi juga mampu menjalin hubungan pertemanan dan silaturahmi. Mungkin ada benarnya kalau Mbak Chika, dalam komennya di sini, bilang kalau saya seorang guru yang punya banyak teman, hehehehe :idea: *narsis lagi* Blog juga bisa menjadi untuk menumpahkan keluh kesah, bahkan curhat sekalipun. Nah, salah seorang teman yang gencar “memprovokasi” saya agar menerbitkan cerpen-cerpen ke dalam sebuah buku adalah Mbak Hanna Fransisca. Demikian juga beberapa komentar dari teman-teman bloger yang secara tidak langsung memancing “adrenalin” saya untuk makin bersemangat mengumpulkan cerpen-cerpen yang berserakan itu.

Di luar dugaan, naskah saya diminta oleh Mbak Hanna. Atas saran Mas Edy Zaqeus –dedengkot penulis buku dari pembelajar.com– saya diminta menghubungi beberapa penulis untuk memberikan endorsement (penilaian ringkas) untuk cover kumcer saya. Okelah! Perkembangan selanjutnya, ternyata Pak Maman S. Mahayana –dosen Fakultas Sastra UI Jakarta– waktu bertemu dalam Kongres Komunitas Sastra Indonesia (KSI) di Kudus (19-21 Januari 2008), telah diminta Mbak Hanna untuk menulis kata pengantar untuk kumpulan cerpen (kumcer) saya itu.

Saya jadi sangat tersanjung *lagi-lagi narsis* ketika Pak Maman S Mahayana bilang dalam naskah kata pengantarnya bahwa:

Secara tematis dengan pemanfaatan latar yang bermain dalam ruang lokalitas, Sawali Tuhusetya telah memilih wilayah yang aman. Ia bakal menonjol sendiri di antara bertebarannya cerpenis yang muncul belakangan ini. Meski begitu, titik tekan kepentingannya bukanlah di sana. Ada kekuatan lain yang tidak dimiliki cerpenis lain yang kecenderungannya sekadar mengandalkan kekuasaan bahasa, yaitu aura eksotisme yang hanya milik mereka yang akrab dengan dunianya. Kesenian Jawa dengan segala sistem kepercayaan, tata nilai, dan kisah-kisah supernaturalnya –dalam cerpen-cerpen yang terhimpun dalam antologi ini—tentu saja berada dalam wilayah kekuasaan Sawali. Maka, ia menjadi khas, unik. Tetapi ketika ia dikaitkan dengan persoalan masyarakat (Indonesia) yang dalam kenyataannya tetap berada di tengah garis demarkasi antara tradisi dan modernitas, cerpen-cerpen Sawali Tuhusetya laksana menyodorkan kritik sosial yang tajam.

Begitulah, prosesnya. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, tahu-tahu dapat kabar dari Mbak Hanna dan e-mail dari Pak Maman S. Mahayana bahwa kumcer saya bertajuk Perempuan Bergaun Putih itu sudah jadi dan akan didiskusikan sekaligus diluncurkan pada hari Jumat, 16 Mei 2008, bersamaan dengan diskusi buku Kumpulan Puisi Kembali dari Dalam Diri karya Ibrahim Ghaffar (Malaysia). Acara yang digelar atas kerja sama PENA MALAYSIA dan Komunitas Sastra dan Komunitas Cerpenis Indonesia (KSI-KCI INDONESIA) itu juga dimeriahkan dengan pentas Baca Fragmen Cerpen oleh Miranda Putri dan Musikalisasi puisi oleh Shobir Poerwanto, dkk.

kumcer

Berkaitan dengan hal tersebut, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pak Maman S. Mahayana, Mbak Hanna Fransisca, teman-teman di KSI-KCI, para pemberi endors (Bu Diah Hadaning, Triyanto Triwikromo, Mahmud Hidayat Zy, dan Gunawan Budi Susanto), teman-teman bloger dan pengunjung setia blog ini, serta pihak-pihak lain yang mustahil bisa saya sebutkan, atas semua dukungannya selama ini sehingga cerpen-cerpen saya bisa diterbitkan.

Saya juga akan sangat senang dan merasa tersanjung apabila teman-teman bloger dan siapa pun yang kebetulan membaca postingan sampah ini bisa hadir pada acara tersebut sekaligus –meminjam istilah Mbak Chika– bisa menjadi ajang kopdar “terselubung”. Informasi susunan acara selengkapnya, silakan baca di blog Kang Kombor di sini.

Terima kasih, insya-Allah kita bertemu di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. ***

oOo

Info lain tentang peluncuran Kumcer juga bisa dibaca di blog Bung Edy Caplang di sini.

Kategori: Budaya, Cerpen, Opini, Refleksi, Sastra, Tradisi | Tags: , , , , , , , ,

Tulisan lain yang berkaitan:

imgAktivitas Ngeblog Selama Ramadhan (Saturday, 14 August 2010, 301 pembaca, 72 respon) Ngeblog –untuk menggantikan kata kompleks “mengeblog” dalam Bahasa Indonesia Baku– merupakan aktivitas seorang bloger dalam ranah hidup keseharian. Aktivitas ini (nyaris) telah menjadi “kebutuhan” seorang blogger, terlepas apa pun...
imgMenuju Kendal Mandiri: Refleksi Hari Jadi Ke-405 (Tuesday, 27 July 2010, 510 pembaca, 72 respon) Tanggal 28 Juli 2010, Kendal telah berusia 405 tahun. Penetapan Hari Jadi Kendal tidak serta-merta lahir begitu saja, tetapi melalui perdebatan yang panjang. Hari Jadi Kabupaten Kendal yang biasanya diperingati setiap 26 Agustus akhirnya diubah...
imgEpitaph: Kisah Berbingkai dalam Balutan Misteri (Sunday, 27 December 2009, 620 pembaca, 73 respon) Judul Buku: Epitaph Pengarang: Daniel Mahendra Penerbit: Kakilangit Kencana, Jakarta Cetakan I: November 2009 Tebal: 358 halaman Satu lagi, sebuah buku lahir dari tangan seorang Daniel Mahendra (DM). Rencananya, Epitaph bergenre novel ini akan menjadi...
imgSuicide: Potret Manusia Global yang Sarat Konflik (Saturday, 12 December 2009, 424 pembaca, 139 respon) Sepekan belakangan ini, aktivitas ngeblog saya (nyaris) tersendat. Setelah melakukan monitoring implementasi KTSP SMP berstandar nasional (SSN) di kota Tegal, Selasa (8/12/2009), Rabu-Jumat (9-11/12/2009), saya mesti mendampingi anak-anak SMP Terbuka...
imgDari Bedah SKL UN hingga Koordinasi Agupena (Friday, 27 November 2009, 374 pembaca, 38 respon) Selama tiga hari (Selasa-Kamis, 24-26 November 2010), saya bersama Pak Ch. Susanto, guru SMP 2 Sukorejo, didaulat oleh LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) Jawa Tengah untuk mendampingi teman-teman guru MTs Kabupaten Purbalingga yang sedang...
Catatan Sawali Tuhusetya
feeds.feedburner.com
Tulisan berjudul "Diskusi Buku dan Peluncuran Kumcer" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (Sunday, 11 May 2008 (19:33)) pada kategori Budaya, Cerpen, Opini, Refleksi, Sastra, Tradisi. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Ingin berlangganan gratis? Silakan daftarkan alamat email Anda sekarang juga! Terima kasih dan salam budaya!
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
FacebookTwitterStumbleDigg itDeliciousGoogle ReaderRedditTechnoratiGoogle BuzzYahoo Buzz
DesignfloatDiigoMixxMeneamedesignbumpFurlMagnoliaBlinklistfurlblogmark

64 Responses to "Diskusi Buku dan Peluncuran Kumcer"

  1. WordPress 2.5.1 WordPress 2.5.1

    [...] dan minta tanda tangan atas buku kumpulan cerpen yang telah diterbitkan. Sesuai undangan berita disini maka acara berlangsung di Taman Ismail Marzuki. Satu tempat yang merupakan markas besar beragam [...]

  2. Menggunakan Opera 9.27 Opera 9.27 pada Windows XP Windows XP

    Wah, aku telat. Aku ke PDS justru 23 Mei. Berarti kini saatnya berburu “PBP”…

    Daniel Mahendras last blog post..Kusno

    walah, nggak juga kok mas daniel. ok, makasih apresiasinya, mas :idea:

  3. WordPress MU WordPress MU

    [...] tapi untuk menemani perjalanan Yk-Mks, saya milih “The American”. Andai aja… kumcer-nya Pak Sawali saya dapatkan, pasti kumcer-nya beliau nyang saya [...]

  4. ch. susanto says:
    Menggunakan Firefox 2.0.0.13 Firefox 2.0.0.13 pada Windows XP Windows XP

    Selamat atas peluncuran buku kumcer Anda “Perempuan Bergaun Putih”. Mohon maaf, saya nggak bisa “nderekke” ke TIM. Kapan mau bagi buku kumcer-nya ke teman2 MGMP Kendal? :114

    makasih pak santo. btw, inginnya sih begitu, pak, tapi apa daya, jumlah bukunya terbatas banget. maaf kalau belum juga dapat bagian, hiks. jadi malu nih :razz:

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
«
»
www.batuzakar.netweb hosting indonesia
Catatan Sawali Tuhusetya is proudly powered by WordPress (138 queries: 1.000 seconds)
Valid CSS & XHTML | KBP