Top

Pembacaan Cerpen dan Diskusi Kumcer “Di Kereta Kita Selingkuh”

Sunday, 27 July 2008 | 794 pembaca | 49 komentar
Kategori: Budaya, Cerpen, Esai, Refleksi, Sastra

Minggu, 27 Juli 2008 (pukul 09.00-13.30 WIB), aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kendal-Jateng, menjadi saksi sebuah perhelatan sastra. Agenda bertajuk ”Diskusi Sastra: Pembacaan Cerpen-cerpen Karya Budi Maryono” yang digelar oleh Teater Semut itu menghadirkan pembacaan cerpen ”Lelaki Terakhir” secara teatrikal. Adegan kekerasan melalui kebuasan keris “kutukan” Empu Gandring yang bertubi-tubi menghabisi nyawa korbannya telah membuat panggung tak lebih dari sebuah ladang pembantaian roh dan nilai kemanusiaan. Tragis dan menyayat kepekaan nurani kita. Sebagai sebuah genre fiksi, ”Lelaki Terakhir” yang mengangkat tokoh Ken Dedes yang berubah jadi biadab itu, jelas telah mengalami proses transfigurasi kreativitas.... (Baca lanjutannya!)

Sepasang Tanduk Bertengger di Kepalaku

Monday, 21 July 2008 | 334 pembaca | 48 komentar
Kategori: Bahasa, Cerpen, Refleksi

Tubuhnya gempal. Kekar. Sorot matanya tajam. Mirip mata serigala yang liar dan buas. “Benda gaib itu sulit,” katanya. Orang-orang yang hadir di situ terhenyak. Tapi tak ada yang memberikan reaksi, kecuali bisikan-bisikan riuh yang tidak jelas dan tanpa makna. “Batu rubah ini bisa memberikan daya linuwih bagi mereka yang membawanya,” sambungnya sambil menimang-nimang sepasang batu kecil mengkilat. Orang-orang yang berkerumun semakin terhenyak ketika sepasang batu itu dimasukkan ke dalam gelas berisi air putih bersih. Saat itu juga air putih yang ada dalam gelas itu berubah menjadi merah. Semua mata terkesiap. “Tidak bisa! Tidak bisa! Ini main sulap!” sergahku tiba-tiba sembari menyibak kerumunan. Semua mata membelalak. Aroma kebencian... (Baca lanjutannya!)