This blog is NOFOLLOW Free!

Catatan terhadap Cerpen-Cerpen Sawali Tuhusetya *)

Ditulis oleh: Sawali Tuhusetya | Saturday, 24 May 2008 | 113 pembaca | 38 komentar | Feed

Oleh: Kurnia Effendi
Membaca cerpen-cerpen Sawali, saya teringat syarat yang pernah saya terapkan untuk diri sendiri, agar saya “yang lain”, sebagai “pembaca” sebelum pembaca lain, lebih dulu menikmati cerpen itu. Lalu teringat juga pendapat seorang cerpenis jauh sebelum saya, bahwa cerita pendek adalah kisah yang habis dibaca dalam sekali duduk. Namun sebaliknya saya juga mendapatkan pengalaman [...]

Kategori: Bahasa, Budaya, Cerpen, Opini, Sastra

Diskusi Buku dan Peluncuran Kumcer

Ditulis oleh: Sawali Tuhusetya | Sunday, 11 May 2008 | 252 pembaca | 64 komentar | Feed

Sebagaimana yang dipublikasikan oleh Kang Kombor, jika tidak ada aral melintang, Jumat, 16 Mei 2008, pukul 13.30-18.00 WIB, di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya 73, Jakarta Pusat, buku kumpulan cerpen saya Perempuan Bergaun Putih akan diluncurkan sekaligus didiskusikan. Jujur saja, saya tak menduga kalau kumcer [...]

Cerpen dari Mantan Murid

Ditulis oleh: Sawali Tuhusetya | Tuesday, 6 May 2008 | 104 pembaca | 35 komentar | Feed

Namanya Mochammad Farhan. Dulu, dia murid saya waktu SMP (2001-2004). Sekarang sudah menjadi teman dan sahabat saya, hahahaha :lol: meski masih tampak benar sikap hormatnya pada mantan gurunya yang katrok ini. Terbukti ketika suatu malam dia bertandang ke rumah, meminta saya untuk membenahi blognya di sini. Maklum, dia baru saja kenal blog. “Wew… kalau mau [...]

Kategori: Cerpen, Refleksi, Sastra

Santhet

Ditulis oleh: Sawali Tuhusetya | Saturday, 5 April 2008 | 118 pembaca | 21 komentar | Feed

Cerpen: Sawali Tuhusetya
Kang Jolodot marah besar. Darahnya berdesir deras. Kabut duka menyumbat dadanya.
“Pasti ada yang nggak beres!” berangnya menyaksikan ayam jagonya dihantam telak lawannya. “Jagoku ini sudah tiga kali jawara! Mustahil, mustahil!” pekiknya. Kang Jolodot menjadi gusar. Batinnya menerawang jauh. Tenggorokannya panas. Sementara, matahari membakar bumi dengan dahsyat. Menambah beban arena semakin panas. Penonton sabung [...]

Kontak gmail