Home | Bahasa, Cerpen, Edukasi, Refleksi, Sastra | Lanjutan Ending Cerpen dan Hadiah Kumcer

Lanjutan Ending Cerpen dan Hadiah Kumcer

Thursday, 4 September 2008 (21:07) | 1,426 pembaca | 62 komentar | Print this Article

……

Senandung pemujaan rembulan yang perih itu benar-benar menghanyutkan mimpi para penduduk kampung ketika malam mencapai puncak kematangan yang sempurna. Oleh angin yang bertiup dari lembah kematian, suara senandung yang perih itu seperti diterbangkan menuju ke pintu langit hingga membahana ke seluruh penjuru kampung dengan nada yang lembut, tetapi menyayat-nyayat rongga telinga. Senandung koor pemujaan rembulan yang perih itu pun seperti hendak menjebol dinding batin dan jiwa para penduduk.

Setiap malam, jumlah perempuan bergaun putih yang menengadahkan wajahnya ke langit itu makin bertambah. Para penduduk makin tersentak ketika pada malam berikutnya ribuan burung gagak bertengger di atas bubungan atap dengan meninggalkan kotoran busuk yang menusuk hidung. Setiap malam, jumlah burung gagak itu kian bertambah hingga membuat beberapa rumah penduduk tak sanggup lagi menampung beban. Sudah belasan rumah penduduk yang roboh; rata dengan tanah.

Atas kesepakatan dengan tetua kampung, para penduduk mengungsi ke tempat lain. Mereka tak sanggup melawan ribuan burung gagak yang datang dan pergi secara tak terduga pada setiap malam. Tidak jelas, ke mana mereka harus tinggal. Hampir setiap hari, terlihat rombongan penduduk membawa barang-barang dan ternak piaraan melintasi jalan-jalan kampung yang sunyi, dingin, dan berkabut. Entah sampai kapan. ***

kumcerPernah membaca ending cerpen semacam itu? Ya, ya, ya! Ini merupakan bagian dari akhir cerpen “Perempuan Bergaun Putih”; cerpen yang sekaligus menjadi tajuk Kumcer yang diterbitkan oleh bukupop dan Maharini Press, Jakarta, 2008. Cerpen selengkapnya silakan baca di sini! Sebenarnya ending tersebut masih bisa dilanjutkan hingga menjadi sebuah rangkaian cerita yang panjang. Bahkan, kalau mau, bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi sebuah novel.

Bagaimanakah nasib para penduduk yang berbondong-bondong melakukan eksodus lantaran tak kuasa lagi menghadapi serbuan ribuan burung gagak yang datang dan pergi secara tak terduga? Di manakah mereka mesti tinggal? Adakah trauma yang tersisa setelah mereka hijrah ke daerah hunian yang baru? Bagaimanakah kondisi kampung terpencil setelah para penduduk melakukan hijrah massal? Bagaimana pula dengan keberadaan perempuan bergaun putih yang misterius itu?

Saya yakin Sampeyan memiliki daya imajinasi yang lebih liar untuk melanjutkan ending cerpen ini. Jujur saja, imajinasi saya sudah mentok sehingga tak sanggup lagi mengembangkannya menjadi sebuah cerpen yang menghanyutkan, apalagi menjadi sebuah novel.

Berkaitan dengan itu, tolong saya berikan tambahan ending sebuah paragraf saja, lalu tulis di kolom komentar tulisan ini! Pengembangan ending menjadi hak “prerogatif” Sampeyan sepenuhnya. Saya akan sangat mengapresiasinya. Akan saya pilih 10 paragraf terbaik menurut penilaian saya pribadi dan akan saya berikan hadiah Kumcer langsung ke alamat Sampeyan. Oleh karena itu, cantumkan juga alamat rumah secara lengkap untuk memudahkan pengiriman.

Hadiah akan saya berikan kepada teman-teman yang kebetulan belum memiliki Kumcer itu. Yang sudah memiliki, silakan berkomentar, tetapi tidak perlu lagi mencantumkan alamat rumah. Terima kasih atas apresiasi dan partisipasi teman-teman.

Salam budaya,

Sawali Tuhusetya

update:
Ketentuan ini berlaku hingga Selasa, 9 September 2008. Komentar yang masuk setelah tanggal tersebut akan diperlakukan sebagai komentar biasa yang tidak ada hubungannya dengan hadiah Kumcer. Terima kasih!

Kategori: Bahasa, Cerpen, Edukasi, Refleksi, Sastra | Tags: , , ,

Tulisan lain yang berkaitan:

imgBanjir Puisi dalam Sehari (Monday, 9 August 2010, 486 pembaca, 75 respon) Minggu, 8 Agustus 2010, publik sastra Kendal cukup “dimanjakan” oleh dua agenda “Apresiasi dan Bedah Puisi”. Pertama, apresiasi dan bedah puisi “Tuhan, Ke Mana Cinta” karya Handry TM yang digelar di Gedung Wanita, Kompleks Pendapa Kab....
imgEpitaph: Kisah Berbingkai dalam Balutan Misteri (Sunday, 27 December 2009, 620 pembaca, 73 respon) Judul Buku: Epitaph Pengarang: Daniel Mahendra Penerbit: Kakilangit Kencana, Jakarta Cetakan I: November 2009 Tebal: 358 halaman Satu lagi, sebuah buku lahir dari tangan seorang Daniel Mahendra (DM). Rencananya, Epitaph bergenre novel ini akan menjadi...
imgSuicide: Potret Manusia Global yang Sarat Konflik (Saturday, 12 December 2009, 424 pembaca, 139 respon) Sepekan belakangan ini, aktivitas ngeblog saya (nyaris) tersendat. Setelah melakukan monitoring implementasi KTSP SMP berstandar nasional (SSN) di kota Tegal, Selasa (8/12/2009), Rabu-Jumat (9-11/12/2009), saya mesti mendampingi anak-anak SMP Terbuka...
imgObrolan Sastra di Pondok Maos Guyup Bebengan Boja (Friday, 1 May 2009, 285 pembaca, 60 respon) Sudah lama sekali saya tak terlibat dalam obrolan sastra. Sebuah kerinduan yang sesungguhnya sudah lama mengeram dalam syaraf saya. Makanya, ketika Mas Sigit Susanto –pionir literasi dan apresiasi sastra yang tak pernah lelah mengembara di...
imgPengajaran Sastra di Tengah Fenomena Involusi Budaya (Saturday, 7 March 2009, 1,030 pembaca, 68 respon) Dalam dua dekade terakhir, nurani kita dikejutkan oleh berbagai ulah anomali yang dilakukan oleh kaum remaja-pelajar kita. Perilaku bringas dan kasar seolah-olah telah menjadi tontonan rutin di atas panggung sosial kita. Tawuran, ngepil, pergaulan bebas,...
Catatan Sawali Tuhusetya
feeds.feedburner.com
Tulisan berjudul "Lanjutan Ending Cerpen dan Hadiah Kumcer" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (Thursday, 4 September 2008 (21:07)) pada kategori Bahasa, Cerpen, Edukasi, Refleksi, Sastra. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Ingin berlangganan gratis? Silakan daftarkan alamat email Anda sekarang juga! Terima kasih dan salam budaya!
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
FacebookTwitterStumbleDigg itDeliciousGoogle ReaderRedditTechnoratiGoogle BuzzYahoo Buzz
DesignfloatDiigoMixxMeneamedesignbumpFurlMagnoliaBlinklistfurlblogmark

62 Responses to "Lanjutan Ending Cerpen dan Hadiah Kumcer"

  1. jorokkeh says:
    Menggunakan Firefox 3.0.3 Firefox 3.0.3 pada Windows XP Windows XP

    Nih tambah lagi endingnya, Lalu tiba-tiba ada sepasang kekasih yang bercinta terlihat disemak-semak. Dan terjadilah perngentottan yang dahsyat sampai mereka terkapar disana.. aaaaauuuuuu..

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
«
»
www.batuzakar.netweb hosting indonesia
Catatan Sawali Tuhusetya is proudly powered by WordPress (135 queries: 0.886 seconds)
Valid CSS & XHTML | KBP