Home | Edukasi, Kurikulum, Opini, Refleksi | Mempersoalkan Kembali Predikat Guru sebagai Peneliti

Mempersoalkan Kembali Predikat Guru sebagai Peneliti

Sunday, 7 September 2008 (04:54) | 836 pembaca | 40 komentar | Print this Article

Ketika Depdiknas meluncurkan model penelitian berbasis tindakan kelas (PTK), predikat guru pun bertambah. Guru tak hanya sebatas menjadi “tukang ajar” yang ruang geraknya dibatasi empat dinding ruang kelas, tetapi diharapkan juga menjadi seorang peneliti. Melalui PTK yang dilakukan, guru diharapkan menjadi “pionir” sekaligus “inovator” pembelajaran yang mampu menciptakan atmosfer pembelajaran secara menarik dan memikat sehingga siswa didiknya merasa nyaman dan menyenangkan ketika mengikuti proses pembelajaran.

FIGPTK sangat memberikan peluang kepada para guru untuk melakukan hal itu. Mereka memiliki kebebasan secara kreatif untuk mengujicobakan berbagai pendekatan, strategi, metode, media, atau bahan ajar ke dalam proses pembelajaran yang dikelolanya. Ibarat dokter, gurulah yang tahu persis “penyakit” yang diderita “pasien”-nya. Berdasarkan diagnosis yang dilakukan, guru diharapkan dapat memberikan obat yang paling mujarab untuk menyembuhkan sang pasien.

”Naluri” seorang guru sudah pasti akan terus berupaya untuk mencari cara-cara yang tepat agar siswa didiknya tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang cerdas, kreatif, kritis, dan mandiri; terbebas dari cengkeraman berbagai macam ”penyakit” akut. Sayangnya, cara-cara yang diterapkan guru dalam kegiatan pembelajaran seringkali berlangsung secara dadakan, tidak terencana dan terpola, berlangsung sesaat, dan (hampir) tak ada tindak lanjutnya. Itulah sebabnya, gagasan-gagasan brilian dari para ”mahaguru” dari generasi ke generasi tak bisa terwariskan kepada para guru yang lahir kemudian. Mereka tak bisa belajar dari pengalaman dan sejarah masa silam akibat parahnya proses dokumentasi dan minimnya akses informasi terhadap cara-cara jitu dalam mengelola pembelajaran secara menarik dan menyenangkan. Tidak berlebihan jika dinamika pembelajaran dalam dunia pendidikan kita tampil begitu stagnan dan membosankan. Imbasnya, generasi yang lahir dari ”rahim” dunia pendidikan kita (nyaris) gagal menjadi sosok yang cerdas dan berkarakter.

FIG2Atmosfer pembelajaran yang stagnan dan membosankan semacam itu agaknya mendapatkan banyak respon dari para pakar, pengamat, dan pemerhati dunia pendidikan. Harus ada perubahan paradigma dalam pengelolaan pembelajaran; dari pengelolaan yang serba dadakan dan tak terpola menjadi pengelolaan pembelajaran yang terencana, terprogram, dan jelas tindak lanjutnya. Oleh karena itu, guru perlu terus dirangsang untuk menciptakan inovasi-inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan selaras dengan semangat zamannya.

PTK sejatinya merupakan upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengelola pembelajaran secara menarik dan menyenangkan sehingga memiliki imbas positif terhadap lahirnya generasi masa depan yang cerdas, kritis, dan berkarakter melalui kegiatan perencanaan, pelaksanaan aksi (tindakan), observasi, dan refleksi berdasarkan prosedur ilmiah. Setiap perubahan yang terjadi, baik yang berkaitan dengan proses pembelajaran maupun hasil-hasilnya, perlu didokumentasikan dengan baik, untuk selanjutnya dianalisis dan direfleksi sehingga memiliki kejelasan alur dan penalaran dari sisi keilmuan.

FIG3Namun, harus diakui, meraih predikat guru sebagai peneliti agaknya juga bukan perkara gampang. Ada banyak faktor yang memengaruhinya. Selain dukungan kebijakan, apresiasi, dan finansial yang masih minim, juga belum kondusifnya budaya meneliti di kalangan guru. Hal itu terbukti ketika Forum Ilmiah Guru (FIG) Kabupaten Kendal melakukan seleksi terhadap hasil PTK para guru jenjang TK/SD, SMP, dan SMA/SMK untuk diikutkan dalam ajang seleksi di tingkat Provinsi Jawa Tengah, 6 September 2008 yang lalu. Jumlah guru yang mengikuti event bisa dihitung dengan jari.

Kondisi semacam itu jelas membutuhkan perhatian yang lebih serius dari para pengambil kebijakan. Keberadaan FIG sebenarnya cukup strategis dalam membantu para guru untuk melakukan PTK. Dengan dukungan guru-guru muda yang sarat dengan idealisme, FIG selalu ”jemput bola” dalam menyampaikan informasi-informasi penting kepada para guru yang berkaitan dengan kegiatan dalam forum ilmiah. Namun, kiprah mereka lama-kelamaan bisa menjadi ”mandul” jika tidak diimbangi dengan dukungan kebijakan dan finansial yang memadai. Setidaknya, perlu ada dukungan dana operasional untuk menggelar berbagai kegiatan ilmiah, baik secara rutin maupun insidental. Bahkan, Pemda perlu mengambil langkah antisipatif dengan mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang digelar FIG.

Dengan dukungan kebijakan dan finansial yang memadai, keberadaan FIG diharapkan akan lebih eksis dalam menciptakan atmosfer budaya meneliti di kalangan guru sehingga predikat guru sebagai peneliti tak lagi terapung-apung dalam slogan dan retorika. ***

Kategori: Edukasi, Kurikulum, Opini, Refleksi | Tags: , ,

Tulisan lain yang berkaitan:

imgUjian Nasional Mengebiri Potensi Siswa Didik (Tuesday, 9 March 2010, 852 pembaca, 137 respon) Jika tak ada aral melintang, para siswa SMA/MA, SMALB, dan SMK akan menempuh Ujian Nasional (UN) utama pada 22 – 26 Maret 2010. Sedangkan, siswa SMP/MTs dan SMPLB pada 29 Maret – 1 April 2010. Berbeda dengan tahun sebelumnya, UN tahun ini ada UN...
imgPemantauan Implementasi KTSP untuk SSN (Sunday, 6 December 2009, 706 pembaca, 124 respon) Selama sepekan (7 s.d. 12 Desember 2009), Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Prov. Jateng akan melakukan pemantauan keterlaksanaan KTSP SD dan SMP Standar Nasional secara serentak di 35 kabupaten/kota. Tujuan pemantauan ini adalah untuk mengetahui tingkat...
imgUjian Nasional Pasca-Keputusan MA (Friday, 4 December 2009, 1,339 pembaca, 145 respon) Teka-teki jadi atau tidaknya Ujian Nasional (UN) 2010 digelar terjawab sudah setelah Depdiknas, melalui Sekjen Dody Nandika, menyatakan bahwa UN tahun 2010 akan tetap berlangsung, sebab hingga kini Depdiknas belum menerima salinan putusan Mahkamah Agung...
imgPrahara Kembali Mengintai Dunia Pendidikan (Monday, 1 June 2009, 755 pembaca, 137 respon) Ketika membuka email, saya terkejut. Ada judul yang agak provokatif “Bencana Pendidikan” yang masuk dalam kotak surat maya itu. Ketika saya baca, duh, benar-benar membuat saya shock. Teman yang baik hati itu mengirimkan sebuah berita “buruk” yang...
imgPengajaran Sastra di Tengah Fenomena Involusi Budaya (Saturday, 7 March 2009, 1,030 pembaca, 68 respon) Dalam dua dekade terakhir, nurani kita dikejutkan oleh berbagai ulah anomali yang dilakukan oleh kaum remaja-pelajar kita. Perilaku bringas dan kasar seolah-olah telah menjadi tontonan rutin di atas panggung sosial kita. Tawuran, ngepil, pergaulan bebas,...
Catatan Sawali Tuhusetya
feeds.feedburner.com
Tulisan berjudul "Mempersoalkan Kembali Predikat Guru sebagai Peneliti" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (Sunday, 7 September 2008 (04:54)) pada kategori Edukasi, Kurikulum, Opini, Refleksi. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Ingin berlangganan gratis? Silakan daftarkan alamat email Anda sekarang juga! Terima kasih dan salam budaya!
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
FacebookTwitterStumbleDigg itDeliciousGoogle ReaderRedditTechnoratiGoogle BuzzYahoo Buzz
DesignfloatDiigoMixxMeneamedesignbumpFurlMagnoliaBlinklistfurlblogmark

40 Responses to "Mempersoalkan Kembali Predikat Guru sebagai Peneliti"

  1. aminhers says:
    Menggunakan Firefox 3.0.1 Firefox 3.0.1 pada Windows XP Windows XP

    Selama sarana (media ajar) tak mendukung, PTK nonsen!

    betul banget, pak amin. media pembelajaran sangat diperlukan utk kbm yang lebih dinamis dan menyenangkan :arrow:

  2. fras says:
    Menggunakan Internet Explorer 6.0 Internet Explorer 6.0 pada Windows XP Windows XP

    Salam
    Ya..ya,, pasti dukung lah Pak De , semoga kebijakan dan finansialnya memang supported

    makasih dukungannya, mbak nenyok :arrow:

  3. Menggunakan Firefox 3.0 Firefox 3.0 pada Windows Vista Windows Vista

    Kuperhatikan sungguh beragam kegiatan Pak Sawali ini…

    hehehe :lol: karena ndak ada kerjaan lain, mas daniel, haks :sad:

  4. genthokelir says:
    Menggunakan Firefox 3.0.1 Firefox 3.0.1 pada Windows XP Windows XP

    Salut
    Hari ini tak seperti masa dimana Almarhum Bapak saya masih mengajar,waktu itu beras yang saya makan adalah kelas ( JATAH ) gaji bapak saya pas pasan sekali jadi megap megap ketika sudah mulai kami masuk ke bangku Akademi ,tapi lai dulu lain sekarang >>>>>MUNGKIN
    Kesejahteraan para guru mestinya sebagai faktor pertama yang mempengaruhi semua lajunya Project di dunia pendidikan
    dan mencoba memahami tulisan di atas memanglah betapa besar harapan bangsa ini untuk memiliki para Guru yang Profesional dalam mendidik (dimana profesionalisme bisa dipupuk dari PTK ,tapi bukankah tidak semua guru berbakat untuk menjadi peneliti,
    program program yang mendadak dan tidak memiliki pola yang dirancang sebelumya biasanya melahirkan …..(weleh weleh saya kok jadi sok tahu
    udah ah pak saya Salut aja )……………

    genthokelirs last blog post..Gunung Hotspot

    terima kasih dukungan dan apresiasinya terhadap para guru mas totok :lol:

  5. dhoni says:
    Menggunakan Opera 8.60 Opera 8.60 pada SonyEricsson M600i SonyEricsson M600i

    Kalo arahnya mencetak anak didik yang tidak hanya menguasai materi tapi lbh pada bagaimana meningkatkan kemampuan murid dalam mengintegrasikan dan merealisasikan ide, negeri ini pasti punya daya akselerasi yang kompetitif. Indo saat ini tidak terlalu butuh banyak program, termasuk dunia gurunya. Sedikit program tapi banyak pahlawan/ teladan yang lebih dibutuhkan. Banyaknya permasalahan, termasuk dlm dunia pendidikan pun belum mampu memicu perubahan yang berarti… PTK…semoga banyak pahlawan/ teladan yang bisa di’pamer’kan nantinya… Asal prosesnya dilaksanakan maksimal, hasil tentu optimal. Mungkin itu rumusannya. Semua mendoakan, Pahlawanku.

    terima kasih dukungan dan supportnya terhadap para guru, mas dhoni :lol:

  6. Heri TL says:
    Menggunakan Firefox 2.0.0.14 Firefox 2.0.0.14 pada Windows XP Windows XP

    andaikan… separo saja guru di negara ini mau melakukan PTK yang berorientasi benar2 untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, keterpurukan pendidikan kita dapat diakselerasi untuk bangkit :x
    Keprihatinan akibat ketidakmauan (klo tidak mau dibilang ketidakmampuan) menulis dapat kita lihat dari pangkat/golongan guru yang masa kerjanya sudah lama, kebanyakan mentok di IVa, krn untuk ke IVb guru harus berkarya (ilmiah).
    Semoga tulisan Bapak ini bisa membangkitkan semangat menulis bagi guru…

    Cah Kendal.

    makasih supportnya, mas heri. wew… cah kendal, kita bisa kopdar setiap hari dong, hehehe :lol: makasih telah berkenan mampir, mas :idea:

  7. kurt says:
    Menggunakan Firefox Firefox pada Windows XP Windows XP

    Sayangnya, cara-cara yang diterapkan guru dalam kegiatan pembelajaran seringkali berlangsung secara dadakan, tidak terencana dan terpola, berlangsung sesaat, dan (hampir) tak ada tindak lanjutnya.

    Untuk sekolah yang memiliki “kekuatan ada pada guru”, memang seringkali masalah tersebut berlarut-larut meskipun pelatihan demi pelatihan dalam strategi pembelajaran sering didapat. Tapi untuk sekolah yang berada di dalam sistem sebagai pemegang kendali, sepertinya masalah itu sudah jarang ditemui… semoga saja pendidikan kita semakin maju dengan kualitas guru yang mumpuni apalagi dengan tambahan beban tugas guru yaitu sebagai peneliti…

    lapor : saya sering masuk ke mari tapi seringkali sawali.info tidak bisa diakses … lamporan selesai!

    kurts last blog post..Puasa Kembalikan Modal Hidup (1)

    sepakat dengan mas kyai kurt nih. btw, kok bisa jadi sulit diakses, kenapa juga ya mas kyai? saya ndak tahu cara ngatasinya :oke

  8. Menggunakan Internet Explorer 6.0 Internet Explorer 6.0 pada Windows XP Windows XP

    Dengan komitmen 20% anggaran pendidikan nasional mudah-mudahan dukungan terhadap FIG semakin lancar dan muncul Guru-guru muda potensial sehingga pendidikan di Negeri ini semakin maju pak

    Achmad Sholehs last blog post..Seharusnya Parpol dan Politikus Instrospeksi

    mudah2an harapan itu bisa terwujud, pak sholeh. makasih supportnya terhadap kalangan guru :idea:

  9. Ikkyu_san says:
    Menggunakan Firefox 3.0.1 Firefox 3.0.1 pada Windows XP Windows XP

    Saya setuju dengan pendapat Ibu Enny, tidak semua guru berbakat untuk meneliti, yang paling penting guru tidak stop disitu saja tapi mau juga menjadi “MURID” (baca : belajar) demi perkembangan diri sendiri dan anak didiknya.

    salam kenal pak, baru pertama kali mampir di sini.

    imelda

    saya juga sependapat, mbak imelda. makasih kunjungannya :oke

  10. Siti Jenang says:
    Menggunakan Firefox 3.0.1 Firefox 3.0.1 pada Windows XP Windows XP

    seperti taman siswa ya, pak? belajar sambil meneliti lingkungan sekitar. mungkin tak setiap guru bisa menjadi peneliti materi yg digelutinya. tapi, paling tidak kan sebetulnya tiap guru bisa meneliti dirinya sendiri. melihat potensi yg ada lalu berusaha berbagi. saya kira bisa saja dilakukan tanpa banyak keluar biaya. kalo nurutin para pembuat kebijakan sih, menurut saya, mereka sekarang ini sedang “kegedhen ampyak, nanging radi kirang cagak” haks.. :mad: :mrgreen:

    Siti Jenangs last blog post..Menundukkan Naluri, Mendirikan Nurani

    bener banget, mas siti jenang. ptk pun bisa dilakukan setiap kali para guru mengajar di kelas. hanya tinggal mendokomunetasikan dan menganalisis data yang diperoleh dg cara2 yang adgak ilmiah dikit, hehehe :roll:

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
«
»
www.batuzakar.netweb hosting indonesia
Catatan Sawali Tuhusetya is proudly powered by WordPress (112 queries: 0.913 seconds)
Valid CSS & XHTML | KBP