Home | Budaya, Edukasi, Opini, Refleksi | Menikmati Silaturahmi Pasca-Lebaran

Menikmati Silaturahmi Pasca-Lebaran

Sunday, 12 October 2008 (02:36) | 811 pembaca | 134 komentar | Print this Article

Sabtu, 11 Oktober 2008, merupakan hari pertama masuk sekolah pasca-lebaran. Belum memasuki jam kegiatan pembelajaran efektif. Kami masih memanfaatkannya untuk menikmati silaturahmi dengan sesama guru dan karyawan serta anak-anak dengan berhalal-bihalal. Sekitar 600-an siswa tertunduk takzim sambil berjabatan tangan dengan para guru sebagai wujud permohonan maaf terhadap semua kekhilafan yang setahun lamanya mereka lakukan, baik ketika berlangsung di sekolah maupun di luar sekolah.

Malam harinya, segenap keluarga besar warga RT di kompleks perumahan kami, juga menggelar acara halal-bihalal di depan gubug kami yang kebetulan berdampingan dengan rumah Ketua RT. Terasa benar jalinan komunitas yang rukun dan guyup. Semua borok dan luka yang disebabkan oleh kesalahan dan kekhilafan selama setahun lamanya dalam hidup bertetangga seolah-olah rontok dan berguguran begitu proses halal-bihalal berlangsung. Di atas gelaran tikar dengan sajian makanan bersahaja dan ala kadarnya, kami menikmati suasana silaturahmi dengan penuh sentuhan keakraban dan kekeluargaan. Suara tangis anak-anak, canda, dan tawa berbaur dan larut ke dalam jalinan silaturahmi yang syahdu.

skl1skl2skl3rm1rm2rm3

Memang secara pribadi sudah saling bersilaturahmi dengan cara bertandang dari rumah ke rumah. Namun, atas kesepakatan warga, masih perlu dilakukan secara bersama-sama sebagai upaya untuk makin mempererat nilai persaudaraan dan mengenal lebih jauh anggota keluarga masing-masing.

Momentum semacam itu bisa jadi memiliki kandungan nilai kemanusiaan dan sekaligus juga makna ke-Illahi-an yang cukup dalam sebagai manifestasi sikap kehambaan yang telah dilakukan sebulan penuh selama Ramadhan. Meski demikian, upaya saling memaafkan dan berbuat baik kepada sesama idealnya tidak semata-mata dilakukan hanya pada saat Lebaran, tetapi perlu terus dilakukan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Halal-bihalal yang merupakan budaya khas negeri ini bisa jadi juga merefleksikan bahwa Islam merupakan agama yang toleran, yang mengedepankan pendekatan hidup rukun dengan sesama secara lintas-agama. Perbedaan agama bukanlah tanda untuk saling memusuhi dan mencurigai, melainkan sebagai sarana untuk saling berlomba dalam berbuat kebajikan.

Semoga lebaran dengan budaya halal-bihalal-nya yang khas di negeri ini mampu menjadi media yang tepat untuk memperkuat nilai persaudaraan antarsesama anak bangsa sehingga kesombongan berbasiskan nilai-nilai chauvinisme sempit yang kerap kali hadir di atas panggung kehidupan sosial bisa terhindarkan. ***

Kategori: Budaya, Edukasi, Opini, Refleksi | Tags: , ,

Tulisan lain yang berkaitan:

imgFriends Award Tak Terduga (Wednesday, 18 August 2010, 298 pembaca, 107 respon) Sungguh tak terduga, saya mendapatkan Friends Award dari Pak Mumun Surahman, rekan sejawat dari Baturajeg Majalengka yang kini mengajar di SMPN 2 Bantarujeg, Jalan Desa Salawangi No. 11 Bantarujeg Majalengka. Terima kasih atas pemberian award-nya, Pak,...
imgDari LCC hingga Bedah SKL UN 2010 (Monday, 22 February 2010, 602 pembaca, 73 respon) Kamis, 18 Februari 2010, bertempat di SMP 3 Patebon, Kendal, saya bersama beberapa rekan sejawat didaulat untuk menjadi yuri Lomba Cerdas-Cermat (LCC) Tingkat SMP Kabupaten Kendal. LCC dimaksudkan sebagai ajang seleksi untuk memilih satu regu terbaik...
imgBlogwalking: Jalan Menuju Sehat (Monday, 1 February 2010, 498 pembaca, 228 respon) Blogwalking? Hmm … istilah yang satu ini pasti sudah tak asing lagi di kalangan bloger. Konon, kosakata ini hadir ketika blogger butuh sosialisasi dan interaksi dengan sesamanya. Dia juga hadir ketika bloger tak ingin asyik dengan dunianya sendiri;...
imgPentas Seni dan Malam Tahun Baru 1431 Hijrah (Saturday, 19 December 2009, 392 pembaca, 132 respon) Kamis, 17 Desember 2009, menjadi hari yang tak terlupakan bagi para siswa SMP 2 Pegandon, Kendal. Pasalnya, semua siswa bebas berekspresi di atas panggung dalam sebuah acara berlabel “Pentas Seni”. Selain sebagai unjuk kemampuan para siswa di bidang...
imgUlang Tahun ke-2 TPC dan Martil UU ITE: Sebuah Refleksi (Monday, 30 November 2009, 296 pembaca, 151 respon) Apa yang menarik dari serangkaian acara yang digelar oleh TPC (tugupahlawan.com) dalam merayakan HUT-nya yang kedua? Sahabat-sahabat blogger dari berbagai komunitas yang kebetulan hadir di kota pahlawan ini, bisa dipastikan tak begitu gampang melupakan...
Catatan Sawali Tuhusetya
feeds.feedburner.com
Tulisan berjudul "Menikmati Silaturahmi Pasca-Lebaran" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (Sunday, 12 October 2008 (02:36)) pada kategori Budaya, Edukasi, Opini, Refleksi. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Ingin berlangganan gratis? Silakan daftarkan alamat email Anda sekarang juga! Terima kasih dan salam budaya!
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
FacebookTwitterStumbleDigg itDeliciousGoogle ReaderRedditTechnoratiGoogle BuzzYahoo Buzz
DesignfloatDiigoMixxMeneamedesignbumpFurlMagnoliaBlinklistfurlblogmark

134 Responses to "Menikmati Silaturahmi Pasca-Lebaran"

  1. Menggunakan Firefox 3.0.3 Firefox 3.0.3 pada Windows Vista Windows Vista

    Semakin guyub, semakin membumi. Semakin kita tahu siapa diri kita dan bagaimana menempatkan posisi kita di antara masyarakat manusia ini…

    Baca juga tulisan terbaru Daniel Mahendra berjudul Kompas 9 Oktober

  2. Menggunakan Flock 1.2.6 Flock 1.2.6 pada Windows XP Windows XP

    begitulah, mas, jadi makin akrab dengan tetangga.

  3. Menggunakan Flock 1.2.6 Flock 1.2.6 pada Windows XP Windows XP

    amiin, terima kasih, pak sumintar. begitulah, pak, suasana halal-bihalal di kampung.

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
«
»
www.batuzakar.netweb hosting indonesia
Catatan Sawali Tuhusetya is proudly powered by WordPress (207 queries: 0.886 seconds)
Valid CSS & XHTML | KBP