Kearifan Lokal Menghadapi Kemungkinan Krisis Global

Ditulis oleh: Sawali Tuhusetya | Saturday, 11 October 2008 | 1,824 pembaca | 92 komentar | Feed
Kategori: Budaya, Opini, Politik, Refleksi

padiDunia sedang gonjang-ganjing. Negeri Paman Syam yang selama ini menjadi poros kapitalisme global sedang terancam. Ibarat bangunan, pondasi utamanya mulai keropos, sehingga dikhawatirkan akan berdampak pada ambruknya pilar-pilar penyangganya. Jika itu terjadi, bisa jadi dunia benar-benar akan mengalami “kiamat kecil”.

Namun, pemerintah dengan cepat mengeluarkan pernyataan agar rakyat tidak panik. Tapi tunggu dulu! Sebenarnya yang layak diimbau untuk tidak panik itu siapa? Rakyat, pejabat, atau pemilik modal?

Dari sekitar 220 juta penduduk negeri ini, sekitar 40 jutanya tersekap dalam ruang pengangguran dan kemiskinan. Kelompok ini jelas tak akan merasakan pengaruh kemungkinan terjadinya krisis global itu. Yang kebakaran jenggot, pastilah mereka yang sedang berada dalam lingkaran kekuasaan dan para pemilik modal.

“Pemerintah minta rakyat jangan panik, tetapi pemerintah sendiri menjadi begitu sensitif dan mudah panik,” kata Ketua Komite Tetap Fiskal dan Moneter Kadin Indonesia Bambang Soesatyo, sebagaimana dikutip Inilah.com. Lebih lanjut Bambang menyebutkan bahwa kasus maju-mundur rencana membuka perdagangan BEI ini mencerminkan adanya otoritas bursa yang tidak akurat dan kurang cermat menghitung berbagai kemungkinan.

Nah, lo! Rakyat yang tidak pernah berususan dengan BEI, jelas tidak akan merasakan dampak krisis keuangan yang bersumber dari Amrik itu. Selain itu, rakyat selama ini juga sudah biasa hidup menderita. Mereka memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang bisa sangat lentur terhadap setiap perubahan yang melanda dunia. Mereka bisa “manjing ajur ajer” dan gampang menyesuaikan diri.

Empu Tantular lewat kalimat Kakawin Sutasoma menggambarkan nilai-nilai kearifan lokal itu lewat idiom: “Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa” (Bermacam-macam sebutannya, tetapi Tuhan itu satu, tidak ada kebenaran yang mendua). Idiom ini, setidaknya menyiratkan makna dan prinsip religiositas yang telah menyatu ke dalam dinamika dan perjalanan hidup masyarakat di kalangan akar rumput. Tak berlebihan kalau mereka bisa bersikap luwes dan lentur dalam menghadapi setiap perubahan global; toleran, akomodatif, dan optimistik dalam memandang hidup dan kehidupan.

Meski demikian, makna hakiki yang tersirat di balik idiom warisan Sutasoma ini tak jarang mengalami pergeseran. Kita masih ingat betul kejadian pascareformasi. Tahun 1998 bisa dinggap sebagai “puncak” segenap perilaku anomali sosial yang pernah terjadi di negeri ini. Emosi gampang tersulut, amarah gampang menembus ubun-ubun, kekerasan pun menjadi jalan yang dianggap paling jitu dalam memanjakan “naluri” agresivitasnya. Permusuhan dan perang antaretnik; persaingan, kebencian, dan kecemburuan antar pemeluk agama, benar-benar telah menghancurkan pilar-pilar dan nilai kebenaran hakiki.

Kita berharap semoga pemerintah benar-benar bisa menemukan solusi yang tepat sehingga krisis global yang menggoncangkan sekat-sekat perekonomian dunia itu tak berdampak pada merebaknya “krisis sosial” yang semakin parah. Kita sudah benar-benar lelah untuk berususan dengan konflik berbasiskan Sara dan primordialisme sempit. Kita juga terus berharap dan berdoa, semoga krisis global yang mengancam dunia itu bisa segera teratasi. ***

Random Posts

Comments

92 komentar terhadap “Kearifan Lokal Menghadapi Kemungkinan Krisis Global”

  1. aRuL (82 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 1:49 am

    Kalo saya liat, pemerintah kali ini terlihat berani, ketimbang krisis 1997/1998 lalu.
    semoga memberikan dampak positif pada masyrakat Indonesia…
    dan memberikan perubahan yang cukup berarti bagi ekonomi makro.

    aRuLs last blog post..9000 gajah pesing

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 2:54 pm

    yaps, kita ikut ebrdoa semoga upaya pemerintah berhasil mengatasi kemungkinan terjadinya krisis globsl itu, mas arul.

    [Reply]

  2. Daniel Mahendra (94 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 4:44 am

    Biasanya hal tersebut untuk memberikan efek bola salju, Pak Sawali. Kenapa mesti rakyat yang dihimbau. Karena reaksi koletif biasanya lebih besar meski kelompok yang besar tersebut tidak dan bukan pengambil keputusan secara langsung.

    Mau tidak mau, kesan mesti dikedepankan. Dalam hal ini pemerintah (eh, aku tidak dalam rangka memuja-muji pemerintah lho, Pak Sawali).

    Action. Ada sesuatu yang dilakukan. Bahwa manifestasinya seperti apa, ya tetap mesti ada hal kongkrit juga sebagai pengejawantahan kesan yang diciptakan tadi. Kebayangkan kan kalau eksekutifnya adem ayem saja. Bisa bubar negara.

    Daniel Mahendras last blog post..Kompas 9 Oktober

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 2:56 pm

    wah, istilah yang menarik, mas daniel, efek bola salju, semoga bis menggelinding dan memberikan kesejukan buat seluruh rakyat indonesia.

    [Reply]

  3. Syamsuddin Ideris (31 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 5:14 am

    Kalau terjadi krisis ekonomi global hingga mengakibatkan inflasi yang parah, ternyata masih ada hikmahnya. Terutama bagi orang yang banyak mempunyai utang. Akhirnya cicilan utang yang harus dibayar menjadi berkurang nilai riilnya karena inflasi. Contohnya ada teman saya yang ambil kredit sepeda motor dengan cicilan Rp 200rb sebulan sebelum krismon tahun 1998. Setelah terjadi krismon ternyata nilai uang 200rb tersebut menjadi “lebih kecil” daripada sebelum krismon.
    Tapi bagi penabung hal ini justru sebaliknya, mereka dirugikan karena nilai riil tabungan mereka berkurang dibandingkan sebelum inflasi.

    Syamsuddin Ideriss last blog post..Datamatrix Barcode

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 2:57 pm

    hehehe …. ternyata inflasi malah membawa berkah dan hikmah buat orang yang banyak hutang, ya, pak syam.

    [Reply]

  4. genthokelir (39 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 6:46 am

    menyikapinya seperti sudah memiliki keberenain dan seperti telah benar benar berani mungkin karena sudah tertempa pada tahun 1997
    saat ini justru saya yang mulai ketar ketir pak Sawali jangan jangan berimbas banyak terhadap pekerjaan .

    genthokelirs last blog post..Jangan Memalukan Yang Melahirkan

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 2:58 pm

    kita hanya bisa berdoa dan terus berdoa, mas totok, semoga tak sampai berimbas pada masalah pekerjaan. jadi makin repot kalau pengangguran jadi makin membengkak.

    [Reply]

  5. mathematicse (52 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 7:53 am

    Pak contohnya gemana?

    mathematicses last blog post..Romantis dengan Matematika (Part 1)

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 5:10 pm

    contoh yang berkaitan dengan apa pak?

    [Reply]

  6. TengkuPuteh (13 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 9:24 am

    Think globally dress locally
    Maju Indonesia

    TengkuPutehs last blog post..KETIDAKAGUNGAN CINTA

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 5:11 pm

    yaps, semoga bisa seperti itu, mas tengku, berpikir global dan bertindak lokal.

    [Reply]

  7. zoel (37 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 9:48 am

    skrg dah g’ menentu ya pak!!1 BEJ aja tutup hampir seminggu

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 5:12 pm

    yaps, situasi yang kurang menguntungkan bagi para pemilik modal, mas zoel.

    [Reply]

  8. ubadbmarko (25 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 9:58 am

    Siap-siap cari buku baru untuk mencatat daftar orang miskin baru.

    ubadbmarkos last blog post..Kaum Urban

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 5:13 pm

    hehehe …. untuk apa, pak marko, laporan ke bps, yak?

    [Reply]

  9. enrichco (1 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 10:39 am

    bener bos, seharusnya kita memang mampu melindungi diri dengan kearifan lokal, biar tidak hanyut oleh tsunami globalisasi… :)>-

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 5:46 pm

    saya suka istilahnya itu, mas richo, tsunami globalisasi, tetapi saya tidak suka kalau istilah semacam itu benar2 terjadi di negeri ini.

    [Reply]

  10. robi (1 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 10:42 am

    Mudahan saja permasalahan ini tidak terus berlanjut.
    Mudahan pemerintah bisa segera menyikapinya dgn bijaksana.:d/

    robis last blog post..Indian Baby Boy Names: a Comprehensive Popular Inventory

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 5:14 pm

    semoga saja bisa terwujud mas roni, amiin.

    [Reply]

  11. marshmallow (45 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 11:06 am

    saya bukan pengamat politik dan perekonomian, sehingga membaca artikel yang membumi ini bikin pikiran saya jadi melek.

    ini mungkin suatu bukti bahwa globalisasi punya banyak sekali kelemahan, jadi perlu berpikir 1000 kali untuk menerima rancangan kaum kapitalis ini.

    ah, bukan apriori, tapi negara kita kan secara ekonomi masih sangat labil dan gampang diintimidasi. globalisasi kuatirnya malah membuat kita kian terpuruk.

    marshmallows last blog post..Marshmallow was in Canberra

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 5:17 pm

    apalagi saya, mbak yulfi, tapi pandangan mbak yulfi mencerahkan banget. indonesia yang belum kuat fondasi ekonominya bisa makin repot kalau harus masuk dalam ranah kapitalisme itu. *halah sok tahu saya, hiks*

    [Reply]

  12. Achmad Sholeh (66 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 11:15 am

    Semoga dampak dari krisis tersebut tidak berlarut-larut hingga menerpa rakyat kecil yang telah lama menderita ini pak

    Achmad Sholehs last blog post..Bingung Dengan PR, Aleka dan SEO

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 5:17 pm

    amiiin, semoga demikian, pak sholeh.

    [Reply]

  13. Kawanku (1 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 2:37 pm

    Semoga Krisis ini enggak mengkoyak rasa persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa.

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 5:18 pm

    amiiin, kita juga sudah lelah bertengkar dengan sesama bangsa sendiri, kawanku.

    [Reply]

  14. aziz (21 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 2:39 pm

    semoga saja krisis seperti ini tidak sering-sering terjadi, terutama jika malanda Indonesia…..

    Baca juga tulisan terbaru aziz berjudul MICROSOFT SIAPKAN AMUNISI

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 5:24 pm

    amiin, kita juga berharap kejadian krisis multidimensi beberapa tahun silam tak terulang, mas azis.

    [Reply]

  15. masarif (39 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 2:42 pm

    Tidak menyangka P Sawali juga mahir menjadi pengamat Ekonomi makro :D Wah.. makin menambah kekaguman saja!

    Baca juga tulisan terbaru masarif berjudul Rapidshare Search Engine, Agar zango tidak muncul

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 5:41 pm

    waduh, jadi malu saya, mas arif, hiks, tulisan ini sebenarnya lebih menggunakan pendekatan budaya ketimbang ekonomi, mas. jujur saja saya sangat awam dalam bidang ekonomi, hiks.

    [Reply]

  16. pututik (1 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 2:51 pm

    Sayang negara kita yg kaya ini dibuat melarat. Kita tdk perlu berpijak ke paman syam, karena mereka hancur tanpa kebodohan kita. Marilah bangkit membangun indonesia

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 5:44 pm

    yaps, sepakat banget, mas putu, semoga saja semangat pemberdayaan rakyat indonesia makin terpompa utk menjadi bangsa mandiri.

    [Reply]

  17. lovepassword (18 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 3:25 pm

    Sedikit atau banyak rakyat pasti kena dampaknya Pak Sawali: Rupiah anjlok otomatis harga-harga jadi makin mahal. Yang lebih menjengkelkan lagi dalam kasus2 seperti ini sekali lagi duit rakyat kecil lewat pajak akan dimasukkan untuk nomboki dosa-dosa kaum kaya dan pejabat korup. Jan-jan emang pusing jadi rakyat. Mau merem tapi nggak bisa merem. Hi Hi hi:d:-\

    Baca juga tulisan terbaru lovepassword berjudul Lupa Password Winforce(r)

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 5:51 pm

    hehehe …. bener juga, mas love. semoga saja langkah2 pemerintah dalam memangangi terjadinya kemungkinan krisis global itu tdk sampai membuat beban rakyat semakin berat.

    [Reply]

  18. Rafki RS (44 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 3:39 pm

    Kita sedang menonton meletusnya bubble ekonomi yang selama ini terus menggelembung Pak. Beginilah jadinya kalau ekonomi tidak dilandaskan pada sektor riil, melainkan pada angin kosong. :-?

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 5:52 pm

    yaps, terima kasih tambaha infonya, pak rafky. semoga pemerintah punya kebijakan ekonomi yang menguntungkan buat bangsa.

    [Reply]

  19. Sumintar (21 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 3:39 pm

    Ayo bangkit, jangan tergantung negara lagin, saatnya indonesia mandiri, saatnya tidak tergantung Amerika, saatnya kita merdeka, dengan konsep mandiri dan pemberdayaan yang nyata.

    Baca juga tulisan terbaru Sumintar berjudul Hadapi Krisis Ekonomi Global, Siapkan Sejuta Blogger Mandiri

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 5:53 pm

    yaps, sebuah ajakan yang simpatik, pak sumintar. semoga bangsa kita bisa menjadi bangsa mandiri berbasiskan pemberdayaan rakyat dalam arti yang sesungguhnya.

    [Reply]

  20. Irfan (2 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 4:12 pm

    Amerika krisis, Indonesia Bangkit dari krisis, ayao kita dukung Indonesia, mudahan aja krisis global ini, tidak berdampak pada Ng-Blog saya, amin …

    Baca juga tulisan terbaru Irfan berjudul All About Telkomsel Flash

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 5:55 pm

    wah, semoga krisis yang melanda amerika, menjadi berkah buat bangsa kita, ya mas irfan, hehehe … btw, kalau ngeblog sampai kapan pun tak akan kena dampak krisis selama pln dan koneksi net-nya lancar2 saja, hehehe ….

    [Reply]

  21. serdadu95 (62 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 4:33 pm

    Emang ‘Sad but True’… tapi ‘Nohing Else Matters’-lah Pak… Pokok e mahh..The Show Must Go On :-\

    Baca juga tulisan terbaru serdadu95 berjudul Antara Situhh, Saya dan Seyuman Enntuhh…

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 5:57 pm

    hehehe … betul bung serdadu, apa pun yang terjadi, “pertunjukan” ekonomi akan tetap berlangsung.

    [Reply]

  22. Masenchipz (14 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 4:47 pm

    salah satu kearifan disaat rupiah yang anjlok gini buat para blogger tuh… jangan withdraw dulu lahhhh… ya… meskipun cukup menguntungkan sih… tpi biarin dulu napa… kan kasihan rupiah ya om… he..he..

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 5:58 pm

    wah, bloger pun ternyata juga perlu memiliki kearifan ya, mas enchipz, hiks.

    [Reply]

  23. hendra (20 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 5:22 pm

    iayh, pak dampaknya mpe kemana2 ? bahkan eropa juga kalang kabut, wah, sahamku hancur:((

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 5:59 pm

    wew… semoga saham mas hendra ndak sampai membuat kepala jadi pusing 7 keliling, haks.

    [Reply]

  24. Masdan (11 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 5:30 pm

    Kasihan pemerintah indonesia. Allahummahdinashshirothol mustaqim.

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 6:01 pm

    amiin, semoga kebijakan yang diambil pemerintah kita benar2 kebijakan yang menguntungkan rakyat, masdan.

    [Reply]

  25. mathematicse (52 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 6:00 pm

    Contoh menerapkan kearifan lokal dalam menghadapi perubahan yg sangat drastis, misal krisis ekonomi?

    Baca juga tulisan terbaru mathematicse berjudul Romantis dengan Matematika (Part 1)

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 6:07 pm

    oh, hehehe …. saya hanya bisa mengutip idiom sutasoma itu, pak jupri, kearifan lokal yang bertumpu pada sikap religius dengan sikap tawakkal dan berserah diri kepada kekuasaan Sang pencipta dalam menghadapi perubahan global, tanpa terjebak pada sikap predistinasi. maaf, kalau saya tetep ndak bisa membuat contoh konkretnya, pak, hehehe ….

    [Reply]

  26. Tony (5 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 6:37 pm

    moga-moga ga sampe berdampak terlalu buruk seperti krisis 2007 lalu

    Baca juga tulisan terbaru Tony berjudul Hunting One Way Link

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 7:21 pm

    amiiin, semoga demikian mas tony.

    [Reply]

  27. Moh Arif Widarto (39 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 7:07 pm

    Yang panik itu pemerintah melalui otoritas bursa. Biarin saja investor luar negeri yang bangkrut pada menjual saham yang dipegangnya. Mereka kan butuh duit. Namanya juga sedang bangkrut. Kita saja saat sedang bangkrut apa-apa yang ada di rumah juga dijual.

    Lagipula ngapain pusing mikirin FPI (foreign portfolio investment). Mereka itu cumak investasi portfolio, bukan buka pabrik baru di Indonesia. Mending ngurusin pembukaan lahan pertanian baru, membereskan carut marut perpupukan yang membuat petani sekarat dan memikirkan bagaimana keluar dari krisis energi supaya listrik nggak byar pet dan para karyawan pabrik bisa tetap libur di hari Minggu.

    BTW, saya tertarik terjemahan Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa yang diajukan Pak Sawali. Ternyata terjemahannya bukan berbeda-beda tetapi tetap satu. Berarti kalimat itu kalimat tauhid, dong, Pak, dengan terjemahan Pak Sawali.

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 7:25 pm

    wah, analisis mas arif sangat kuat dan tajam. sudah sangat layak utk menjadi wakil rakyat. semoga sukses, mas arif. btw, panafsiran bhinneka itu kebetulan saja saya kaitkan dengan kearifan lokal yang berkaitan dengan sikap religius masyarakat kita.

    [Reply]

  28. edratna (132 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 7:23 pm

    Pak, rakyat tetap dihimbau untuk menyadari adanya suatu krisis dan mengurangi konsumtif, dan hanya membeli sesuai keperluan (bukan yang diinginkan). Kita sudah dalam kondisi global, mau tak mau krisis akan terimbas…walau tak punya saham, kalau kurs dolar meningkat jauh dibanding rupiah, diikuti inflasi, juga akan terimbas pada kenaikan harga barang. Belum lagi, banyak perusahaan yang selama ini ekspor akan menurun, karena pasar luar negeri menurun…dampaknya adalah bisa terjadi pengurangan tenaga kerja.

    Namun saya berharap, karena pemerintah telah menyiapkan diri, dan juga korporasi selama ini mengelola keuangan dengan lebih hati-hati (terlihat dari undisbursement loan tinggi), dan hanya menggunakan pinjaman sesuai keperluan…saya berharap Indonesia masih kuat dalam menghadapi krisis ini.Semoga perkiraan saya benar, karena saya juga mulai siap-siap untuk hidup lebih efisien.

    Baca juga tulisan terbaru edratna berjudul Betulkah suatu pertemanan memerlukan “unsur chemistry?”

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 7:33 pm

    terima kasih banget tambahan infonya, bu enny, mudah2an saja pemerintah sanggup mengambil kebijakan ekonomi yang tepat sehingga tetap menguntungkan rakyat banyak meskipun sedang berada dalam ancaman krisis global.

    [Reply]

  29. Yari NK (178 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 7:31 pm

    Yang penting kita memang harus arif…. jangan hanya tertawa dan terpuaskan dengan gonjang-ganjing yang kini tengah terjadi di negeri Paman Syam(sudin - kalee.. :d )hanya karena kita “berseberangan” dengan negara Paman Syam. Nah, kita harus berfikir begini: jikalau negeri Paman Syam saja bisa gonjang-ganjing perekonomiannya, padahal perekonomian negeri itu sangatlah bagus (minimal lebih bagus dari perekonomian negeri kita), apalagi kita yang perekonomiannya “lebih keropos”.

    Yang penting… kita harus ikut belajar dan mengamati karena apa yang terjadi di negara Paman Syam dapat terjadi pula di negeri ini…..

    Baca juga tulisan terbaru Yari NK berjudul RUU Pornografi - Perlu Nggak Ya?

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 11th, 2008 at 7:35 pm

    yaps. sepakat banget, bung yari. kita juga sudah punya pengalaman menghadapi situasi krisis sehingga diharapkan pemerintah bersikap responsif dengan mengambil kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

    [Reply]

  30. Wawan (4 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 8:05 pm

    Andai setelah krismon 97/98, Indonesia kembali fokus ke agraris, sehingga dana mengalir banyak ke sektor yang tahan krisis, bukan justru ke orang2 penyebab krisis berikutnya..

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 12th, 2008 at 12:03 am

    yaps, betul, mas wawan, sayangnya kebijakan pemerintah di sektor agrarus justru malah kurang menyentuh. lihat saja, banyak petani yang mengeluh karena pupuk yang mahal dan hasil panen yang murah.

    [Reply]

  31. Rindu (44 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 9:18 pm

    Yang saya takutkan pemerintah hanya menghibur saja agar rakyat tenang … tiba2 blasss, uang di bank gak bisa diambil karena bank gak ada dana lagi.

    Gubrakkk !!!

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 12th, 2008 at 12:04 am

    wah, kalau kekhawatiran mbak rindu betul2 terjadi, repot banget buat para nasabah bank seperti saat terjadi krismon.

    [Reply]

  32. realylife (1 comments) | Saturday, 11 October 2008 | @ 11:09 pm

    :)
    setuju pak , emang dah ngga zamannya lagi kita panik dan tidak arif

    Baca juga tulisan terbaru realylife berjudul heyyy… lagi belajar edit foto nie…

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 12th, 2008 at 12:05 am

    yaps, mudah2an saja rakyat tetap tenang dan memiliki kearifan meski dunia diancam krisis global, mas realylife.

    [Reply]

  33. thimbu (10 comments) | Sunday, 12 October 2008 | @ 1:59 am

    Saya tertarik dengan kata “Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa”, namun kebenaran yang tunggal itu harus dicari dengan melalui proses akal dan eksperimen.
    Selama ini sejak zaman orba hingga sekarang eksperimen ttg sistem kapitalis dinegeri ini terbukti gagal membawa negeri ini makmur. Dan seharusnya ketika eksperimen itu gagal, sudah sepatutnya ditinggalkan dan diganti dengan eksperimen yang lain guna mencapai kebenaran yang hakiki dan tunggal.

    Baca juga tulisan terbaru thimbu berjudul Gaya Golkar Meraup Suara

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 12th, 2008 at 3:53 pm

    yaps, saya sepakat dengan pendapat mas thimbu nih. proses pencarian dan penafsiran baru perlu terus dilakukan agar dinamaika kehiduoan di negeri ini tidak mengalami stagnasi.

    [Reply]

  34. Juliach (27 comments) | Sunday, 12 October 2008 | @ 7:28 am

    Waktu krimon dulu, punya tabungan dolar tak bisa tarik dolar, malah dikasih rupiah yang nilainya ngak karu-karuan…

    Th. 2001 suamiku bangkrut, sedangkan aku di PHK, semua aku jual. Buat usaha baru di Indonesia

    Th. 2003, aku jatuh bangkrut…bener-bener bangkrut…malah minus…malah ditinggal pergi sama suami…

    Kembali lagi merangkak naik setapak demi setapak…

    Kayaknya dunia mau bangkrut… aku malah tenang-tenang saja…semua orang pada ketakutan…sedangkan aku tenang-tenang saja soalnya sudah kebal…tak punya utang…tapi juga tak punya duit di bank…tapi masih punya persediaan kentang, kol dan sawi hijau hingga musim semi tahun depan…Minggu ini aku berencana mau cari jamur di ladang/hutan, lumayan untuk cadangan makanan…

    Baca juga tulisan terbaru Juliach berjudul Dear Pak Eri

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 12th, 2008 at 3:55 pm

    wah, pengalaman mbak julia sungguh menarik. ketika dunia terancam kebangkrutan, mbak julia sudah memiliki kiat jitu dalam menghadapinya. benar2 menarik.

    [Reply]

  35. Silo (7 comments) | Sunday, 12 October 2008 | @ 8:35 am

    Weh emang efek warungnya pak Lehman dahsyat yah sampai seluruh dunia ketar-ketir…

    Baca juga tulisan terbaru Silo berjudul Install Driver NVIDIA GeForce 4 MX440 di UBUNTU

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 12th, 2008 at 3:56 pm

    wew… pak lehman? mungkin mas silo bisa menjelaskan mkasud pernyataan tersebut lebih jauh? hiks, saya tak paham soal ekonomi, mas silo, hehehe ….

    [Reply]

  36. EEng (10 comments) | Sunday, 12 October 2008 | @ 5:49 pm

    semoga krisis ini cepat berakhir ya pak
    sudah terlalu sering rakyat menderita. masak harus tambah penderitaan lagi..

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 13th, 2008 at 11:33 am

    yaps, semoag demikian, mas gareng. kita ndak tahu lagi bagaimana nasib rakyat negeri ini kalau ancaman krisis global itu menimpa juga nasib mereka yang sudah lama hidup menderita.

    [Reply]

  37. Andy MSE (43 comments) | Sunday, 12 October 2008 | @ 7:42 pm

    Beberapa waktu lalu ketika minyak naik, teman2 saya yg berprofesi sebagai pengusaha panik. Saya bilang, tenang aja, pasti tak lama akan tercipta keseimbangan baru. Sekarang ini menurut saya, yang potensial mengalami krisis adalah Amerika, bukan global. Euro kuat juga lho, Jepang, China juga kuat. Tak lama lagi pasti tercipta keseimbangan baru… Dan rakyat kecil tetap saja berkutat dengan masalahnya sendiri yaitu melepaskan diri dari kungkungan kemiskinan. Tetep sengsoro tapi krisis (yang katanya) global gak ngaruh…

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 13th, 2008 at 12:39 pm

    hehehe … bener juga, mas andy. rakayt kecil yang sudah biasa hidup menderita agaknya ndak akan terkena imbas ancaman krisis itu. lha mau kena dampak gimana? wong ndak pernah punya saham di bursa efek, hiks.

    [Reply]

  38. Peluang Bisnis Forex, Krisis Bisnis Dotcom | Sumintar.Com | Monday, 13 October 2008 | @ 6:31 am

    [...] kearifan lokal menghadapi kemungkinan [...]

  39. andreas iswinarto (1 comments) | Monday, 13 October 2008 | @ 10:53 am

    Salam pembebasan,
    Di tingkat global setelah kisah krisis air, krisis iklim, krisis minyak, krisis pangan, kini krisis finansial naik panggung, Paradoksnya jalan krisis itu terus ditempuh. Masih saja mekanisme pasar dan korporasi dianggap solusi yang menjanjikan. Ironi abad ini, rasionalitas yang irasional. Rasionalitas yang paling tidak masuk akal.

    It’s the capitalism, stupid! (adaptasi dari frase politik yang populer digunakan Clinton ketika berkampanye melawan George Bush Senior, it’s the economic, stupid!)

    Silah kunjung
    Krisis Keuangan Global : Karl Marx di Aspal Jalan Dunia Datara
    http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2008/10/krisis-keuangan-global-karl-marx-di.html

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 13th, 2008 at 12:41 pm

    yapas, makasih banget tambahan infonya, mas. salam pembebasan juga nih!

    [Reply]

  40. Donny Verdian (60 comments) | Tuesday, 14 October 2008 | @ 12:28 am

    Saya suka dengan tulisan ini Pak Sawali karena pada dasarnya saya sangat suka pada setiap pemikiran yang tetap menginginkan ke-bhineka-an bukan penyeragaman ;)

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 14th, 2008 at 2:31 pm

    hahaha … kalau begitu tak jauh berbeda dengan saya, mas donny, haks.

    [Reply]

  41. ariss_ (36 comments) | Tuesday, 14 October 2008 | @ 1:24 am

    imbasnya ternyata tidak main-main ya, Pak Sawali:(
    .
    o iya, omong-omong, anda setiap malam online? saya harap bisa berinteraksi via YM, pak
    .
    salam,

    Baca juga tulisan terbaru ariss_ berjudul Islam, Bukan Ajaran yang Mudah

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 14th, 2008 at 2:37 pm

    kalau ol insyaallah, iya, mas ariis, tapi utk ym seringkali tdk selalu saya aktifkan. add saja id ym saya yang ada di footer blog ini, mas. makasih.

    [Reply]

  42. Daiichi (8 comments) | Tuesday, 14 October 2008 | @ 8:35 pm

    Selagi kita terus menerus berkiblat pada perekonomian Barat dan tidak berusaha untuk mandiri niscaya sampai kapanpun perekonomian kita akan terus dijajah. sadar atau tidak saat ini kita sedang dalam genggaman penjajahan secara ekonomi, bagaimana tidak apapun tindakan mereka akamn berpengaruh besar pada kita, dan apapun keputusan kita merupakan kepanjangan dari keinginan-keinginan mereka (kaum kapitalis barat).
    jangan mau terus menerus hasil bumi kita ditukar hanya dengan kertas yang diberi label (nilai)… sudah saatnya kita mulai dengan ekonomi yang sesungguhnya mengganti nilai unag kertas dengan sesuatu yang betul betul bernialai (emas, Perak, Perunggu) sesuai dengan ajaran Rasul, karena memang nilai logam mulia dari dulu sampai sekarang tidak mengalami perubahan (tetap) nilai uang (kertas) nya saja yang melemah (inflasi).

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 14th, 2008 at 11:22 pm

    wah,,sepakat banget, mas adam, ketergantungan kepada marik sepertinya semakin tdk menguntungkan secara ekonomi. semoga para pengambil kebijakan mulai memiliki kepekaan terhadap persoalan ekonomi yang berbasiskan kemandirian. makasih infonya, mas.

    [Reply]

  43. koko (14 comments) | Wednesday, 15 October 2008 | @ 9:27 am

    hayo, sudah ikut Blog Action Day 2008 belum?

    Baca juga tulisan terbaru koko berjudul XDR-TB, A New Threat for The Poor

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 15th, 2008 at 4:00 pm

    suh, saya lupa, mas koko. wah, sama sekali ndak ingat kalau 15 Oktober ada even Blog Actionn Day!

    [Reply]

  44. Nenyok (81 comments) | Thursday, 16 October 2008 | @ 7:55 pm

    salam
    Seng penting pemerintah jangan Nato, jangan terlalu membeo ke barat sana, tapi lebih punya program2 yang memihak rakyat sendiri, tul ga Pakde :)

    Baca juga tulisan terbaru Nenyok berjudul Ruwaybidhah

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 16th, 2008 at 9:18 pm

    betul banget, mbak ney. berkiblat ke barat ternyata tak bisa membuat rakyat hidup sejahtera.

    [Reply]

  45. Daniel Mahendra (94 comments) | Friday, 17 October 2008 | @ 2:01 am

    Kekuatan rakyat, kekuatan kolektif, kekuatan yang semestinya bisa menentukan wajah mayoritas…

    Baca juga tulisan terbaru Daniel Mahendra berjudul Kompas 9 Oktober

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 17th, 2008 at 4:40 am

    betul, mas daniel, semoga saja kekuatan kolektif bangsa ini bisa mengatasi goyangan krisis yang kini mengancam berbagai belahan dunia.

    [Reply]

  46. Babi Ngepet (2 comments) | Friday, 17 October 2008 | @ 10:30 pm

    huikz… yg jadi masalah skrg ini, knp para pundulang dollar online kena dampaknya juga huaaa… :((

    [Reply]

    Sawali Tuhusetya (2026 comments) menjawab:
    October 18th, 2008 at 2:46 am

    oh, ya? saya sendiri belum pernah merasakan dampak krisis global itu, mas babi ngepet, hehehe ….

    [Reply]

  47. Adi (8 comments) | Wednesday, 22 October 2008 | @ 12:12 am

    Yup, setuju. Kayaknya statement pemerintah perlu dikoreksi tuh.
    Kayak saya, mahasiswa g bakal panik gara2 krisis global. Kalau kena imbas paling cuma uang jajan nambah 5000an untuk nambah kenaikan harga nasi ma ongkos angkot:d:d
    Kata blog tetangga, kita dah ga punya sense of crisis (udah bener belum nulisnya :-?)

    Baca juga tulisan terbaru Adi berjudul Untuk Mencintaimu

    [Reply]

Komentar Anda?





Bottom

eXTReMe Tracker YM My BlogCatalog BlogRankSakui Web RankSawali Rank rank blog indonesiaValid CSS!Valid XHTML 1.0 TransitionalValid RSS
Subscribe by AnothrAdd Catatan Sawali Tuhusetya Mippin widgetKSB Free PageRank CheckerValid XHTML 1.0 zimbioTopOfBlogsAjax CommentLuv Enabled 4c0b325a6904582681e88fbab44a6330
freelink | ICRA | gzip | ATRC | speed_test | raven-seo | Gads | GR | upload | WM | sitemap | Gtr | Clbmtr | KS | BlogKS | daily | deteksi | webhost | MGMP | Tuhu | RT