Home | Edukasi, Opini, Refleksi | Refleksi Menjelang Ramadhan

Refleksi Menjelang Ramadhan

Wednesday, 27 August 2008 (01:44) | 1,454 pembaca | 88 komentar | Print this Article

selamat menjalankan ibadah puasaTanpa terasa, jejak-jejak Ramadhan akan kembali hadir di tengah-tengah kehidupan kita. Sebuah momentum yang amat ditunggu-tunggu umat muslim di berbagai belahan dunia. Kehadiran bulan suci diharapkan akan memberikan ”pencerahan” baru setelah (hampir) setahun lamanya kita bersikutat dengan persoalan-persoalan duniawi yang tak jarang membuat kita abai terhadap nilai-nilai spiritual.

Dalam pandangan awam saya, ibadah puasa di bulan Ramadhan tak cukup hanya dimaknai secara lahiriah dengan menahan diri dari makan dan minum, tetapi justru yang lebih utama adalah menjalankan laku spritual dengan tidak memanjakan selera-selera rendah dan kebuasan hati. Disadari atau tidak, di luar bulan Ramadhan seringkali mata kita mudah silau dan gampang tergoda oleh gebyar duniawi. Untuk mengejar pangkat dan kedudukan, tak jarang ditempuh dengan cara-cara yang tak terpuji, entah dengan cara-cara magis, menyogok, atau melalui “jalan tikus” yang busuk. Tak berlebihan jika sudah dapat pangkat dan kedudukan, lantas menerapkan “bisnis dagang sapi” di balik slogan “siapa menguntungkan siapa”. Kita demikian mudah melakukan gaya tipu-tipu dengan menghalalkan segala cara untuk menggapai ambisi. Jika perlu, korupsi dan menilap uang rakyat demi membesarkan perut dan memanjakan anak-istri melalui pola hidup konsumtif, materialistis, dan hedonis.

Ramadhan sejatinya dapat dijadikan sebagai medium untuk membakar dan membrangus kerak-kerak dosa sekaligus menggapai kehidupan hakiki yang lebih terhormat dan bermartabat. Puasa, menurut para pengamat spiritual, mengandung dua dimensi kesalehan, yakin kesalehan personal dan sosial. Kesalehan personal sangat erat kaitannya dengan laku ibadah yang langsung berkaitan dengan Sang Pencipta, sedangkan kesalehan sosial berkaitan dengan eksitensi kita di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Nilai puasa, dengan sendirinya, akan semakin “kaffah” jika kita berhasil membangun kesalehan personal dan sosial sekaligus. Kesalehan personal merupakan manifestasi sikap religius yang berkaitan dengan nilai benar atau salah. Hal ini menjadi wilayah absolut Allah untuk menentukannya yang mustahil bisa diganggu gugat.

Kesalehan sosial merupakan perwujudan sikap spiritual yang tampak jelas melalui kiprah seseorang dalam aksi-aksi sosial dan solidaritas terhadap sesama. Menyantuni anak yatim, mengurus anak-anak miskin dan telantar, memberikan perhatian khusus kepada para jompo, atau sikap mengharamkan korupsi merupakan beberapa contoh manifestasi nilai kesalehan sosial yang akan sangat besar manfaatnya bagi kemaslahatan publik.

Maraknya berbagai perilaku anomali sosial, semacam korupsi, aksi-aksi anarkhis, atau kekerasan, setidaknya bisa menjadi bukti bahwa ibadah puasa yang kita jalankan belum sepenuhnya mampu menggapai nilai kesalehan sosial. Bahkan, seringkali terjebak pada sikap latah berpuasa hanya karena malu atau sungkan kepada tetangga, sanak saudara, dan kolega.

Semoga Ramadhan tahun ini benar-benar menjadi “kawah candradimuka” yang mampu membakar dan membrangus kerak-kerak dosa yang bersarang dalam batin dan jiwa. Sekaligus, juga mampu menghadirkan sebuah pencerahan dan membawa banyak hikmah sehingga kita mampu menemukan saripati nilai kesalehan personal dan sosial dalam kehidupan kita yang lebih hakiki.

Selamat menyongsong dan memasuki bulan suci Ramadhan dengan suasana hati yang bening dan jernih. Mohon maaf lahir dan batin! ***

Kategori: Edukasi, Opini, Refleksi | Tags: , ,

Tulisan lain yang berkaitan:

imgPerubahan Gaya Hidup di Bulan Ramadhan (Friday, 13 August 2010, 530 pembaca, 66 respon) Konon, puasa di bulan Ramadhan merupakan manifestasi ibadah yang memiliki dimensi personal dan sosial. Dari dimensi personal, hanya kita yang bisa berkata dengan jujur kepada Sang Khalik tentang perilaku “religius” yang tengah kita jalankan....
imgSayembara Berdarah demi Membangun Kejayaan Pancala (Monday, 26 July 2010, 522 pembaca, 65 respon) Dalang: Ki Sawali Tuhusetya Gandamana tercenung di sudut kamar. Berkali-kali, putra mahkota negeri Pancala yang rela melepaskan tahta demi berguru kepada penguasa Hastina, Pandu Dewanata, ini memukul-mukul jidatnya. Dia tak paham juga dengan kekerasan...
imgMembumikan Pendidikan Karakter (Monday, 12 July 2010, 1,808 pembaca, 123 respon) Dalam satu dekade belakangan ini, nurani kita digelisahkan oleh maraknya aksi kekerasan yang terjadi di berbagai lapis dan lini masyarakat. Aksi-aksi vandalisme dan premanisme dengan berbagai macam bentuk dan variannya (nyaris) menjadi fenomena tragis...
imgPeradaban Negeri Kelelawar Tak Akan Pernah Mati (Friday, 9 July 2010, 964 pembaca, 122 respon) (Kisah ini merupakan bagian ke-14 dari serial “Negeri Kelelawar”. Yang belum sempat membaca, silakan nikmati dulu kisah Menagih Janji Politisi di Negeri Kelelawar (1), Ontran-ontran di Negeri Kelelawar (2), Situasi Chaos di Negeri Kelelawar Makin...
imgNilai-nilai Pancasila, Riwayatmu Kini! (Tuesday, 1 June 2010, 1,573 pembaca, 67 respon) (Renungan dan refleksi mini di hari kelahiran Pancasila) Kita sungguh sedih menyaksikan berbagai aksi brutal dan kanibal yang tak pernah berhenti menggoyang sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Perilaku kekerasan berbasiskan primordialisme...
Catatan Sawali Tuhusetya
feeds.feedburner.com
Tulisan berjudul "Refleksi Menjelang Ramadhan" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (Wednesday, 27 August 2008 (01:44)) pada kategori Edukasi, Opini, Refleksi. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Ingin berlangganan gratis? Silakan daftarkan alamat email Anda sekarang juga! Terima kasih dan salam budaya!
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
FacebookTwitterStumbleDigg itDeliciousGoogle ReaderRedditTechnoratiGoogle BuzzYahoo Buzz
DesignfloatDiigoMixxMeneamedesignbumpFurlMagnoliaBlinklistfurlblogmark

88 Responses to "Refleksi Menjelang Ramadhan"

  1. Menggunakan Internet Explorer 7.0 Internet Explorer 7.0 pada Windows XP Windows XP

    Sahabat,

    Selamat menunaikan ibadah shaum Ramadhan
    Selamat menikmati kesejukan bulan kemenangan
    Mohon maaf lahir dan bathin :)

    sama2 mas achoey. saya juga mohon maaf. selamat menunaikan ibadah puasa, mas. :idea:

  2. WordPress MU WordPress MU

    [...] tentang puasa, seperti tentang ‘prakiraan cuaca’ bulan puasa versi Arul, tentang  si Ammar yang suasana berpuasanya berbeda lantaran sudah tak ada bunda.  Bahkan hingga refleksi Ramadhan dari pak guru Sawali , atau ucapan marhaban Ramadhan gaya bunda [...]

  3. Pak AR says:
    Menggunakan Firefox 3.0.1 Firefox 3.0.1 pada Windows XP Windows XP

    marhaban yaa ramadhan, barokallah fii hadza asy-syahr…amien..

    wassalaam,.

    amiin, terima kasih, pak ar, mohon maaf lahir dan batin. selamat menunaikan ibadah puasa juga buat pak ar. :idea:

  4. Fifi says:
    Menggunakan Firefox 2.0.0.16 Firefox 2.0.0.16 pada Windows Vista Windows Vista

    Bapak…maaf lahir bathin ya pak..maap2in fi kalo2 ada salah kata dalam postingan maupun komentar, hiek..
    Met puasa yah pak..smoga ibadahnya lancar dan istiqomah sampe di akhir nanti..aamiin..

    amiiin, sama2, mbak fifi, saya juga mohon maaf nih. selamat menjalankan ibadah puasa, semoga klar sampai ramadhan berakhir :roll:

  5. Alif says:
    Menggunakan Internet Explorer 7.0 Internet Explorer 7.0 pada Windows XP Windows XP

    Great content and meaningfull.

    walah, biasa ajak kok mas. makasih apresiasinya, mas alip :idea:

  6. Iman Kristen says:
    Menggunakan Firefox 3.0.1 Firefox 3.0.1 pada Windows XP Windows XP

    Selamat menunaikan ibadah puasa,

    Salam.

    yaps, makasih ucapan salamnya :oke

  7. dadan says:
    Menggunakan Firefox 3.0.1 Firefox 3.0.1 pada Windows Vista Windows Vista

    Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1429H
    Mohon maaf lahir dan batin
    Mari kita mulai segalanya dengan kesucian hati
    untuk menggapai RidloNYA

    selamat menunaikan ibadah puasa juga buat mas dadan. mohon maaf lahir dan batin :idea:

  8. iis sugianti says:
    Menggunakan Firefox 2.0.0.16 Firefox 2.0.0.16 pada Windows XP Windows XP

    OOT:Kepada rekans smuah, Iis dan keluarga mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya, semoga amalan rekans semua berkah dan mendapat imbalan yang setimpal dari Alloh SWT. Amiieen.

    amiin, terima kasih, mbak is :roll:

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
«
»
www.batuzakar.netweb hosting indonesia
Catatan Sawali Tuhusetya is proudly powered by WordPress (162 queries: 1.031 seconds)
Valid CSS & XHTML | KBP