Sang Guru dan Tanah Kelahiran

Entah, menjelang Hari Guru, 25 November 2008 ini, tiba-tiba saja ingatan saya jatuh ke masa silam. Ingin mengenang tanah kelahiran, tempat sang guru menempa para cantrik menjadi insan peradaban yang diharapkan dapat mengenal dinamika zaman beserta pernak-perniknya. Ya, ya, ya! Saya masih ingat, sekitar tahun ’70-an, tanah kelahiran saya bukanlah tempat yang nyaman dan menyenangkan untuk hidup. Secara geografis, lokasinya hanya bisa dijangkau kendaraan ketika musim kemarau tiba. Saat musim hujan jatuh, tanah kelahiran saya tak lebih seperti sebuah perdikan yang dikelilingi tanah berlumpur. Nyaris tak ada jalan alternatif yang memungkinkan kaum pendatang untuk bisa sampai dalam keadaan bersih. Sebaliknya, jika kemarau tiba, sejauh mata memandang... (Baca lanjutannya!)
Siswi Hamil, Perlukah Dikeluarkan dari Sekolah?

Siswi hamil sebenarnya sudah bukan lagi berita baru. Hampir setiap tahun, dunia persekolahan kita (nyaris) tertampar aib akibat ulah siswinya yang dianggap telah melanggar norma dan etika. Namun, seringkali kasus tersebut menguap begitu saja. Siswi yang nyata-nyata telah hamil tak jarang diperlakukan sebagai “pesakitan” sehingga harus dikeluarkan dari sekolah. Pemecatan semacam ini dinilai sebagian kalangan sebagai penyelesaian terbaik agar marwah dan wibawa sekolah tetap terjaga, sekaligus untuk memberikan efek jera kepada siswi yang lain agar tidak melakukan ulah serupa. Zaman memang sudah berubah. Hal-hal yang dulu ditabukan, kini sudah menjadi hal yang biasa dibicarakan. Nilai dan norma juga makin longgar. Persoalan seks bukan lagi menjadi... (Baca lanjutannya!)













