FLS2N 2011 dan Wajah “Indonesia Mini” di Makassar

Kategori Budaya Oleh
Catatan Sawali Tuhusetya

Oleh: Sawali Tuhusetya

Selama sepekan (19-25 Juni 2011), kota Makassar mendadak bagaikan “magnet” yang mampu menyedot animo ribuan insan pendidikan untuk beramai-ramai mengunjunginya. Maklum, di kota Anging Mamiri itulah selama sepekan suntuk para siswa SD, SDLB, SMP, hingga SMA berkiprah unjuk kebolehan dan kreativitas dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Tak pelak, kota seluas 175,77 km2 ini bak “pelangi Indonesia Mini” yang menyajikan pesona panorama keindonesiaan yang multikultur dan multietnik.

Mendiknas, Mohammad Nuh, ketika membuka ajang FLS2N di Celebes Convention Center, 20 Juni 2011, menyatakan bahwa melalui seni kita tidak hanya menggali potensi yang kita miliki, tetapi juga bisa kita jadikan sebagai sarana mempersatukan dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Mendiknas mengharapkan, para juara dalam ajang FLS2N tahun ini bisa mewakili Indonesia untuk berlaga di tingkat dunia. Para pemenang lomba seni akan diberi penghargaan khusus, selain apa yang didapat dalam lomba dan festival.

“Juara-juara lomba seni ini akan kita tempatkan sama posisinya dengan lomba-lomba olimpiade yang lain,” tegas Mendiknas disambut tepukan bergemuruh dari segenap yang hadir. Selanjutnya ditegaskan Mendiknas agar Jangan sampai ada kesan bahwa juara olimpiade Matematika atau Fisika diberikan penghargaan yang luar biasa dan diberikan kesempatan melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi, sedangkan juara lomba kesenian dan budaya tidak mendapatkan penghargaan seperti itu.

“Dua-duanya sama dan penting untuk menyempurnakan hidup kita. Kebenaran, kebaikan, dan keindahan,” tandas Mendiknas. “Beasiswa untuk lomba ini harus kita siapkan,” lanjutnya. Aplaus pun kembali membahana. Sekitar 1.551 siswa SD, SMP, SMA, dan PK-LK se-Indonesia sangat antusias menyambut pernyataan Mendiknas. Demikian juga para official dan pendamping. Acara pembukaan kian meriah ketika Mendiknas bersama gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo, memukul gendang yang rancak terdengar. Gemanya seperti menggetarkan gedung yang lebih sering disebut sebagai gedung triple-C itu.

Sementara itu, Gubernur Syahrul Yasin Limpo dalam pidato yang disampaikan oleh Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, menyatakan bahwa dengan terselenggaranya FLS2N 2011, pemerintah melalui Kemendiknas memperlihatkan salah satu kinerja dan akuntabilitasnya terhadap pembinaan kesiswaan dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berakhlak mulia. Selain itu, juga dinyatakan bahwa FLS2N tahun ini merupakan tonggak dan wahana untuk mewujudkan pendidikan karakter bangsa. Proses internalisasi pendidikan budaya dan karakter ke dalam institusi pendidikan di tengah rumit dan kompleksnya persoalan kebangsaan dan kemasyarakatan, tegas wagub Sulsel, perlu dimaknai sebagai upaya untuk meningkatkan derajat dan kualitas kehidupan bangsa.

Ya, ya, di tengah karut-marut persoalan bangsa yang tak kunjung usai, pengakaran nilai-nilai budaya dan karakter bangsa memang menjadi sebuah keniscayaan sejarah. Insitusi pendidikan yang menjadi “kawah candradimuka” dalam melahirkan generasi pendidikan yang berkarakter perlu segera menyentuh ranah ini secara serius, simultan, dan berkelanjutan agar tak terus-terusan mengapung ke dalam bentangan slogan dan retorika belaka.

Usai upacara pembukaan, para peserta menuju lokasi penginapan masing-masing sesuai dengan cabang yang dilombakan dan difestivalkan. Berbagai cabang lomba dan festival pun digelar secara bersamaan di berbagai tempat (hotel). Setiap daerah pasti sudah melakukan persiapan yang matang dan berkehendak menyajikan yang terbaik untuk membawa nama daerahnya masing-masing. Namun, sebagaimana layaknya sebuah lomba dan festival, menang dan kalah sudah merupakan “hukum alam” yang tak bisa dihindari, sehingga semua kontingen dari 33 provinsi yang berkiprah dalam ajang ini perlu menerima apa pun hasil kerja keras dewan juri yang telah bekerja secara marathon. Terlepas dari itu, ajang FLS2N seperti menyajikan pesona “Indonesia Mini” yang mampu merekatkan tali persaudaraan dan persatuan dalam satu ikatan keindonesiaan yang mengagumkan. Para siswa yang merasakan denyut FLS2N sudah pasti akan membawa kenangan dan memorinya masing-masing hingga ke kampung halamannya.

Berikut hasil FLS2N khusus untuk tingkat SMP yang diumumkan oleh panitia di kompleks Trans Studio, Makassar, pada hari Kamis, 23 Juni 2011 (pukul 19.00-21.00 WITeng).

Juara Harapan II

No.Cabang LombaProvinsi
1.MTQ PutraSumatra Barat
2.MTQ PutriRiau
3.Seni KriyaPapua Barat
4.Storry TellingBali
5.Cipta CerpenKalimantan Tengah
6.Menyanyi SoloPapua Barat
7.Vocal GroupBali

 

Juara Harapan I

No.Cabang LombaProvinsi
1.MTQ PutraSumatra Utara
2.MTQ PutriJawa Timur
3.Seni KriyaBengkulu
4.Storry TellingBanten
5.Cipta CerpenSumatra Utara
6.Menyanyi SoloJawa Barat
7.Vocal GroupJawa Tengah

 

Juara III

No.Cabang LombaProvinsi
1.MTQ PutraKalimantan Timur
2.MTQ PutriSumatra Barat
3.Seni KriyaJawa Timur
4.Storry TellingJawa Barat
5.Cipta CerpenJambi
6.Menyanyi SoloDaerah Istimewa Yogyakarta
7.Vocal GroupDKI Jakarta

 

Juara II

No.Cabang LombaProvinsi
1.MTQ PutraMaluku Utara
2.MTQ PutriSulawesi Selatan
3.Seni KriyaBanten
4.Storry TellingJawa Timur
5.Cipta CerpenJawa Timur
6.Menyanyi SoloSumatra Utara
7.Vocal GroupSumatra Barat

 

Juara I

No.Cabang LombaProvinsi
1.MTQ PutraNusa Tenggara Barat
2.MTQ PutriKepulauan Riau
3.Seni KriyaJawa Tengah
4.Storry TellingJawa Tengah
5.Cipta CerpenKalimantan Selatan
6.Menyanyi SoloDKI Jakarta
7.Vocal GroupJawa Barat

 

5 Penyaji Terbaik Festival Tari Kreasi

No.Provinsi
1.Daerah Istimewa Yogyakarta
2.Jawa Barat
3.Riau
4.Jawa Tengah
5.Sulawesi Utara

 

5 Penyaji Terbaik Festival Musik Tradisional

No.Provinsi
1.Jawa Barat
2.Bali
3.Banten
4.Riau
5.Daerah Istimewa Yogyakarta

 

Pada acara penutupan FLS2N yang digelar di gedung triple-C, semua kontingen dari berbagai daerah kembali berkumpul dalam sebuah kebersamaan yang hangat. Setelah berjuang keras unjuk kebolehan dan kreativitas dalam berolah seni hingga beberapa hari, akhirnya Jawa Barat meraih predikat sebagai juara umum untuk jenjang SD, SMP, SMA, dan PK-LK. Jawa Tengah yang tahun sebelumnya berhasil merebut piala bergilir terpaksa harus merelakan penghargaan yang cukup bergengsi itu kepada sang juara umum. Nah, selamat kepada kontingen Jawa Barat yang sukses merebut piala dan penghargaan yang amat bergengsi itu. Semoga bisa mengilhami provinsi lain untuk berbuat yang sama pada ajang FLS2N berikutnya.

Usai sudah acara FLS2N yang sarat pesona itu. Jika tak ada aral melintang, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang “ketiban sampur” untuk menjadi tuan rumah FLS2N tahun 2012. Semoga event seperti ini benar-benar mampu menggali, menemukan, dan merevitalisasi nilai-nilai kearifan genius lokal yang selama ini terabaikan, sehingga mampu mewujudkan Indonesia masa depan yang maju dan mengglobal, tetapi tetap berkarakter kuat, membumi, dan mengakar pada budaya bangsanya sendiri yang khas, indah, dan mengagumkan. Nah, salam budaya! ***

Seorang guru, penggemar wayang kulit, dan penikmat sastra. Dalam dunia fiksi lebih dikenal dengan nama Sawali Tuhusetya. Buku kumpulan cerpennya Perempuan Bergaun Putih diterbitkan oleh Bukupop dan Maharini Press (2008) dan diluncurkan di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada hari Jumat, 16 Mei 2008 bersama kumpulan puisi Kembali dari Dalam Diri karya Ibrahim Ghaffar (sastrawan Malaysia).

47 Comments

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan terbaru tentang Budaya

Pilpres, Mudik, dan Lebaran

Oleh: Sawali Tuhusetya Suasana Ramadhan tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Go to Top