Home | Bahasa, Edukasi, Kurikulum, Refleksi | Dari LCC hingga Bedah SKL UN 2010

Dari LCC hingga Bedah SKL UN 2010

Monday, 22 February 2010 (09:38) | 602 pembaca | 73 komentar | Print this Article

Kamis, 18 Februari 2010, bertempat di SMP 3 Patebon, Kendal, saya bersama beberapa rekan sejawat didaulat untuk menjadi yuri Lomba Cerdas-Cermat (LCC) Tingkat SMP Kabupaten Kendal. LCC dimaksudkan sebagai ajang seleksi untuk memilih satu regu terbaik yang akan mewakili Kab. Kendal di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Enam regu yang masuk final (SMP 1 Boja, SMP 1 Weleri, SMP 1 Plantungan, SMP 3 Patebon, SMP 2 Kendal, dan SMP 1 Sukorejo), merupakan regu terbaik yang telah mengikuti seleksi di tingkat subrayon masing-masing. Ini artinya, dari sisi kapasitas dan kemampuan, anak-anak yang tampil di final merupakan anak-anak pilihan.

testimage
Suasana LCC berlangsung (2).
testimage
Suasana LCC berlangsung (1).

LCC digelar melalui tiga babak, yakni wajib, lemparan, dan pilihan. Suasana LCC memang berbeda dengan ajang kompetisi yang lain. Suasana persaingan yang terbangun mampu menciptakan adrenalin persaingan untuk menjadi yang terbaik. Hal itu tampak jelas dari raut wajah setiap regu yang menampakkan semangat persaingan berbaur dengan perasaan nervous. Setelah tiga babak terlewati diperoleh skor sebagai berikut:

Nama Regu/Sekolah Skor Keterangan
Regu A: SMP 1 Sukorejo 1300
Regu E: SMP 1 Weleri 1200
Regu F: SMP 1 Boja 1200
Regu C: SMP 3 Patebon 1100
Regu B: SMP 2 Kendal 1075
Regu D: SMP 1 Plantungan 600

Berdasarkan skor final, ada dua regu yang memiliki skor sama, yakni SMP 1 Weleri dan SMP 1 Boja. Sesuai dengan tata tertib, dua regu yang memiliki skor sama harus mengikuti kompetisi ulang melalui pertanyaan rebutan. Setelah melalui kompetisi ulang, akhirnya SMP 1 Weleri yang memiliki skor lebih tinggi daripada SMP 1 Boja. Berikut urutan kejuaraan dalam LCC Tingkat SMP Kabupaten Kendal Tahun 2010.

Nama Regu/Sekolah Skor Juara
Regu A: SMP 1 Sukorejo 1300 1
Regu E: SMP 1 Weleri 1200 + 100 2
Regu F: SMP 1 Boja 1200 3
Regu C: SMP 3 Patebon 1100 4
Regu B: SMP 2 Kendal 1075 5
Regu D: SMP 1 Plantungan 600 6

Dengan demikian, SMP 1 Sukorejo berhak mewakili Kabupaten Kendal untuk mengikuti LCC Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

***

Sabtu, 20 Februari 2010, saya diundang Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo untuk mengisi acara Bedah SKL UN Bahasa Indonesia SMP Tahun 2010 di SMA 7 Purworejo. Melalui Pak Riyadi, saya bisa bersilaturahmi dengan rekan-rekan sejawat di Kabupaten Purworejo. Ada sekitar 126 guru Bahasa Indonesia yang mengikuti acara itu. Meski datang terlambat karena perjalanan Magelang-Purworejo yang agak padat-merayap, acara tetap berlangsung dengan baik dan lancar.

testimage
Baca puisi sebelum acara.
testimage
Semangat Guru Purworejo.
testimage
Diskusi dan dialog.
testimage
Buka contekan.
Usai melakukan analisis dan bedah SKL, saya lebih banyak berdiskusi dan berdialog dengan rekan-rekan sejawat tentang kompetensi yang diujikan dalam UN sesuai dengan SKL (Standar Kompetensi Lulusan). Dari substansi materi, saya sangat yakin bahwa guru sudah menguasai konsep materi UN. Yang diperlukan adalah teknik yang tepat agar materi yang memiliki tingkat kesulitan dan kerumitan tertinggi bisa dipahami dan dimengerti anak-anak dengan baik.

Yang tidak kalah penting adalah bagaimana menyiapkan mental anak-anak agar benar-benar dalam kondisi siap untuk menempuh UN, tanpa harus terbebani oleh harapan berlebihan untuk lulus dengan pretasi terbaik. Pengalaman menunjukkan, beban yang berlebihan justru membuat rasa percaya diri anak-anak cenderung menurun sehingga menghalalkan segala cara untuk bisa lulus.

Berdasarkan diskusi dan dialog dengan rekan-rekan sejawat, ditemukan beberapa soal UN, yang memiliki tingkat kerumitan tersendiri jika dikaji berdasarkan telaah soal, baik dari segi materi, konstruksi, bahasa/budaya, maupun kebenaran kunci jawaban/pedoman penskorannya. Ada soal yang memiliki pilihan jawaban benar ganda, ada juga soal, khususnya sastra, yang mereduksi pengetahuan anak tentang kegiatan berapresiasi sastra. Dalam konteks demikian, dibutuhkan penyusun soal UN yang benar-benar andal sehingga soal yang dihasilkan benar-benar memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kita semua berharap UN berlangsung sukses, baik dari sisi penyelenggaraan maupun hasilnya. Setidaknya, kecurangan demi kecurangan yang terus terjadi tiap tahun bisa ditiadakan. Hal itu bisa terwujud apabila UN bukan menjadi satu-satunya penentu kelulusan, melainkan sebagai alat pemetaan mutu pendidikan secara nasional. ***

Kategori: Bahasa, Edukasi, Kurikulum, Refleksi | Tags: , ,

Tulisan lain yang berkaitan:

imgFriends Award Tak Terduga (Wednesday, 18 August 2010, 298 pembaca, 107 respon) Sungguh tak terduga, saya mendapatkan Friends Award dari Pak Mumun Surahman, rekan sejawat dari Baturajeg Majalengka yang kini mengajar di SMPN 2 Bantarujeg, Jalan Desa Salawangi No. 11 Bantarujeg Majalengka. Terima kasih atas pemberian award-nya, Pak,...
imgDari Motivasi ESQ ke Temu Forum PUG Bidang Pendidikan (Saturday, 27 March 2010, 351 pembaca, 88 respon) Memburu Jati Diri? Ungkapan ini mengingatkan pada artikel saya yang pertama kali dimuat di media cetak lokal. Di rubrik “Debat Mahasiswa”, sekitar tahun 1987, nama saya yang saat itu masih berstatus mahasiswa calon guru di sebuah lembaga...
imgUjian Nasional Mengebiri Potensi Siswa Didik (Tuesday, 9 March 2010, 852 pembaca, 137 respon) Jika tak ada aral melintang, para siswa SMA/MA, SMALB, dan SMK akan menempuh Ujian Nasional (UN) utama pada 22 – 26 Maret 2010. Sedangkan, siswa SMP/MTs dan SMPLB pada 29 Maret – 1 April 2010. Berbeda dengan tahun sebelumnya, UN tahun ini ada UN...
imgUjian Nasional dan Robotisasi Siswa Didik (Friday, 5 February 2010, 874 pembaca, 155 respon) Dunia pendidikan kita hanya melahirkan generasi penghafal kelas wahid? Itulah pertanyaan yang selalu mencuat ketika ranah pendidikan kita dinilai telah gagal melahirkan generasi masa depan yang cerdas, kritis, dan kreatif. Almarhum Rama Mangunwijaya...
imgBlogwalking: Jalan Menuju Sehat (Monday, 1 February 2010, 498 pembaca, 228 respon) Blogwalking? Hmm … istilah yang satu ini pasti sudah tak asing lagi di kalangan bloger. Konon, kosakata ini hadir ketika blogger butuh sosialisasi dan interaksi dengan sesamanya. Dia juga hadir ketika bloger tak ingin asyik dengan dunianya sendiri;...
Catatan Sawali Tuhusetya
feeds.feedburner.com
Tulisan berjudul "Dari LCC hingga Bedah SKL UN 2010" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (Monday, 22 February 2010 (09:38)) pada kategori Bahasa, Edukasi, Kurikulum, Refleksi. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Ingin berlangganan gratis? Silakan daftarkan alamat email Anda sekarang juga! Terima kasih dan salam budaya!
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
FacebookTwitterStumbleDigg itDeliciousGoogle ReaderRedditTechnoratiGoogle BuzzYahoo Buzz
DesignfloatDiigoMixxMeneamedesignbumpFurlMagnoliaBlinklistfurlblogmark

73 Responses to "Dari LCC hingga Bedah SKL UN 2010"

  1. cerita indah says:
    Menggunakan Firefox 3.0.6 Firefox 3.0.6 pada Windows XP Windows XP

    hoho…
    bagus bagus…

    :D

    ^click here^
    Baca juga tulisan terbaru cerita indah berjudul Seminar Nasional di UII hadirkan Menteri RistekMy ComLuv Profile

  2. Menggunakan Firefox 3.6.3 Firefox 3.6.3 pada Windows 7 Windows 7

    thank you nice style
    Baca juga tulisan terbaru çember makinesi berjudul ÇB-555 AD | Pnomatik Koli Bantlama MakinesiMy ComLuv Profile

  3. Menggunakan Google Chrome 4.0.249.89 Google Chrome 4.0.249.89 pada Windows XP Windows XP

    hehehe .. . kalau sekolah lagi, terus gurunya siapa, mas kam?

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
«
»
www.batuzakar.netweb hosting indonesia
Catatan Sawali Tuhusetya is proudly powered by WordPress (145 queries: 0.885 seconds)
Valid CSS & XHTML | KBP