Suicide: Potret Manusia Global yang Sarat Konflik
Saturday, 12 December 2009 (12:25) | 335 pembaca | 138 komentar | Print this Article
Sepekan belakangan ini, aktivitas ngeblog saya (nyaris) tersendat. Setelah melakukan monitoring implementasi KTSP SMP berstandar nasional (SSN) di kota Tegal, Selasa (8/12/2009), Rabu-Jumat (9-11/12/2009), saya mesti mendampingi anak-anak SMP Terbuka bersama rekan-rekan sejawat yang sedang melakukan karyawisata ke ibukota, sebuah kota megapolitan yang selama ini hanya bisa disaksikan anak-anak melalui layar TV butut di rumahnya. Maklum, anak-anak SMP Terbuka, dari sisi ekonomi memang mengalami hambatan. Jelas, sebuah kesempatan yang mahal apabila mereka bersama-sama bisa datang untuk menyaksikan gebyar Jakarta yang mewah dengan segenap asesoris kehidupannya yang (nyaris) serba hedonis, konsumtif, dan materialistik. Setidak-tidaknya, mereka bisa melihat secara langsung atmosfer sebuah kota yang menjadi pusat segala “peradaban” modern dan global itu.
Pendampingan karyawisata ini membuat saya kurang bisa intens ber-blogwalking ria ke rumah-rumah sahabat, bahkan saya tidak bisa hadir dalam acara Diskusi dan Peluncuran Buku “Suicide” karya Mbak Latree Manohara di Semarang, tepatnya di Ruang Loby Gedung Ki Narto Sabdo, Jalan Sriwijaya 29, 10 Desember 2009, pukul 19.00 WIB. Padahal, ada Mas Aulia A. Muhammad dan Triyanto Triwikromo, yang akan tampil sebagai pembedah yang dimeriahkan dengan pentas perform arts dan baca cerpen. Padahal, undangan dan buku bercover gelap tersebut sudah saya terima pada H-2. Padahal … Hmm … sungguh, saya sedih tidak bisa hadir dalam sebuah ruang diskusi yang bisa memicu adrenalin untuk larut dalam atmosfer yang “nyastra” banget itu. Saya sudah amat lama merindukannya.
Namun, apa mau dikata. Demi memberikan support kepada anak-anak, saya tak kuasa menolak ketika terpaksa harus memupus keinginan saya untuk hadir dalam diskusi dan peluncuran buku itu. Untuk meredam kesedihan, saya berjanji untuk me-review kumpulan cerpen menarik ini. Tak berlebihan kalau saya mesti menenteng buku kumpulan cerpen (kumcer) perempuan kelahiran Wonogiri, 20 Agustus 1976 itu, untuk menemani perjalanan saya bersama anak-anak.
Judul Buku: Suicide
Pengarang: Latree Manohara
Editor: Dwicipta/Agunghima
Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri, Yogyakarta
Cetakan Pertama: Agustus 2009
Tebal Buku: xiv + 112
Seperti biasa, saya selalu membaca kata pengantar lebih dahulu ketika membaca buku baru. Dari situ, saya akan mendapatkan gambaran umum tentang isinya, bahkan bisa jadi akan menemukan “kata kunci” yang bisa saya gunakan untuk memasuki satu demi satu substansi materi yang didedahkan sang pengarang. Demikian juga halnya ketika membaca buku Latree Manohara ini. Dan, tiba-tiba saja saya tertarik membaca penggalan kata pengantar yang ditulis Dwicipta berikut ini.
Semula saya membaca sosok Latree Manohara sebagai tokoh fiksi yang tersekap pada ironi-ironi menyedihkan kehidupan populer yang menjerat sebagian besar manusia. Ia menulis prosa dan puisi dengan gaya populer, dengan tema-tema kehidupan populer di sekitarnya, dengan bahasa populer yang dengan sangat mudah dipahami oleh semua orang bahkan berkesan menggelikan bagi para pengagum prosa dan puisi yang serius. Dan pada saat yang sama, ia menjalani dinamika hidup yang tak jauh berbeda dari apa yang ia tuliskan dalam prosa dan puisinya.
Namun dalam pembacaan kedua, saya menemukan logika tokoh internal Latree Manohara: sebagai orang yang terjebak pada kehidupan populer, ia membaca dan memaknai kehidupan dan dunia ini dari sudut pandang kehidupan populer itu. Katakanlah sebuah kesaksian atau pengakuan tanpa malu-malu, bahkan penuh martabat, dengan menegakkan dan menegaskan kedirian.
Jujur saja, pernyataan Dwicipta cukup membantu saya dalam upaya memahami cerpen-cerpen yang terkumpul dalam Suicide yang selama ini saya memang jarang mengikuti dinamika Latree Manohara dalam berproses kreatif. Maka, di tengah hiruk-pikuk kota Jakarta, saya jadi cukup nyaman ketika mencoba membaca dan menikmati 13 cerpen (Alarm 07.30, Hidup Ini Membuatku Terpana, Menunggu, Please Deh, Cin …, Reinkarnasi, Suicide, Kondom, Kesentil, Dul Kamdi, Silentium I, Silentium II, Antrean Kematian, dan Sabtu Sore yang Mendung) yang terkumpul dalam kumcer yang diterbitkan Gigih Pustaka Mandiri (2009) setebal xiv + 112 ini.
Sketsa Kehidupan

Membaca ke-13 cerpen ini, saya seperti menyaksikan sketsa kehidupan yang kaya dimensi dan sarat konflik. Ibarat seorang dalang, perempuan yang sekaligus menjadi ibu dari ketiga anak tercintanya itu, bebas mempermainkan tokoh-tokohnya sesuai dengan selera intuitifnya yang tengah bermain-main di layar imajinasinya. Tokoh-tokoh cerita bisa diposisikan mancala putra-mancala putri dan manjing ajur-ajer dalam tikaman dimensi ruang dan waktu. Suatu ketika, sang tokoh aku bisa menjadi sosok anak-anak yang mengundang iba, tetapi pada saat yang lain, bisa menjelma menjadi sosok perempuan atau laki-laki perkasa yang sanggup mengatasi berbagai tekanan hidup yang berat, dan sekaligus juga sanggup menjadi saksi berbagai peristiwa hidup yang ironis, tragis, atau sarat dengan parodi hidup.
Begitulah gambaran umum kisah-kisah pendek yang terangkum dalam kumcer ini. Agaknya, Latree Manohara tergolong pengarang yang tak mau terbebani dalam genre cerpen tertentu. Ia bisa berkisah tentang persoalan remeh-temeh hingga ke persoalan yang rumit dan kompleks. Dengan gaya ucap yang lincah dan cair, Latree Manohara bisa bercerita apa saja, tanpa beban literer tertentu. Dengan kata lain, Latree Manohara sanggup meng-konkret-kan persoalan-persoalan abstrak melalui narasi, deskripsi, dan dialog yang lincah-mengalir; bukan sebaliknya, seperti yang dialami oleh sebagian besar penulis cerpen; mengungkapkan persoalan yang konkret dan terang-benderang menjadi sesuatu yang abstrak dan serba gelap.
Dalam “Suicide” yang menjadi titel kumcer ini, misalnya, dalam amatan awam saya, sesungguhnya Latree Manohara sedang membidik sebuah persoalan berat yang dihadapi manusia metropolis ketika deraan hidup sedang menelikung sang tokoh. Namun, dengan gaya yang lincah, Latree Manohara sanggup menuturkan kisah berat itu secara apik dan enak dibaca. Tokoh “aku” yang menjadi korban kebiadaban nafsu seorang bajingan dan harus melahirkan bayi yang tidak dikehendakinya, didera depresi berat hingga terpaksa harus membunuh bayinya. Akumulasi perasaan berdosa, apalagi Bang Rahman yang amat dicintainya, dianggap tak pernah lagi memedulikan dirinya, membuat si “aku-Vi” nekad untuk bunuh diri. Namun, berkali-kali pula, selalu ada peristiwa lain yang bisa menyelamatkan nyawanya.
Upaya bunuh diri yang terakhir kali mempertemukan si aku-Vi dengan Bang Rahman yang memberikan kado sebuah cincin pernikahan ketika si aku-Vi tengah berada di puncak konflik psikis yang menderanya. Dengan dialog berbalut suasana religi, berkali-kali Bang Rahman dan keluarganya mengingatkan si aku-Vi untuk ber-istighfar dan berpaling lagi pada jalan Tuhan.
“Istighfar, Vi… Jangan kamu putar balik keadaan seperti itu. Kamu tahu kamu bisa bersandar pada-Nya sejak mula. Allah akan membantumu berdiri lagi dari keterpurukan…”
“Terlambat, Bang … terlambat. Aku sudah tidak sanggup lagi menanggung derita…” (hal. 70).
Sebuah dialog yang lincah dan cair, terlepas dari beban untuk menggurui. Dalam ending, Latree Manohara agaknya juga bukan penganut genre cerpen konvensional. Dia sengaja menggantungkan akhir kisah untuk memberikan ruang penafsiran kepada pembaca.
Dari 13 cerpen yang dihadirkan dalam buku ini, tokoh-tokoh yang bermain di dalamnya sebagian besar merupakan manusia-manusia global yang tergencet berbagai persoalan kekinian dengan mendedahkan konflik psiko-sosial yang begitu rumit dan kompleks. Dengan balutan gaya surealis, Latree Manohara dalam “Alarm 07.30” (hal. 1-5) bertutur tentang konflik si aku lirik dengan jam wekernya yang bermasalah dan pada saat yang lain, sang weker bertutur seperti layaknya manusia tentang perbuatan yang dia lakukan. “Hidup Ini Membuatku Terpana” (hal. 7-15) bertutur tentang masa kecil si aku lirik yang miskin dan Mbak Eny yang kaya raya. Namun, ketika dewasa, dinamika peradaban membuat atmosfer hidup menjadi amat kontras dan paradoks. Mbak Eny tenggelam dalam kehidupan rumah tangga yang amburadul, sedangkan si aku sukses dengan kehidupan keluarga bahagia.
Tentu saja, masih ada beberapa cerpen lain yang menarik untuk dibaca dan dinikmati. Persoalan-persoalan global yang rumit dan kompleks dengan amat sadar diangkat Latree Manohara ke dalam cerpen-cerpennya sebagai upaya sang pengarang untuk merefleksikan kenyataan-kenyataan hidup yang penuh ironi, tragis, dan juga sarat dengan parodi. Latree Manohara sengaja membiarkan tokoh-tokohnya bermain secara “liar” tanpa tendensi tertentu. Ibarat seorang fotografer, agaknya alumnus UNDIP 1998 yang kini bekerja sebagai PNS di Pemprov Jateng ini berupaya membidik berbagai fenomena hidup manusia masa kini dengan berbagai kompleksitas persoalan hidupnya apa adanya dengan memosisikan diri sebagai “si aku lirik” yang serba tahu terhadap semua perilaku tokoh sampai detil dan elaboratif. Meski demikian, pembaca diberikan kebebasan untuk memasuki ruang penafsiran sesuai dengan selera estetik dan gaya literernya masing-masing.
Yang agak tampil beda mungkin cerpen “Antrean Kematian” dan “Sabtu Sore yang Mendung”. “Antrean Kematian” (hal. 97-107), dalam pandangan awam saya, tergolong cerpen yang sarat dengan kritik sosial ketika manusia masa kini terhipnotis oleh budaya massa yang mulai kehilangan kepercayaan terhadap pendekatan medis dalam penyembuhan penyakit. Situasi seperti ini membuat ayah tokoh “aku” harus menjadi korban antrean di sebuah rumah seorang tabib pengobatan alternatif. Ia tak kuasa lagi menghadapi massa antrean yang beringas ketika jarak sejengkal pun menjadi amat berharga yang diyakini bisa menjadi ruang penyelamatan nyawa. Sedangkan, “Sabtu Sore yang Mendung” (hal. 109-112) yang sekaligus menjadi penutup kumcer, mengisahkan seorang anak bernama Bayu yang terkena sindrom halusinasi kerinduan terhadap ayahnya yang tengah merantau. Begitu kuatnya cengkeraman kerinduan itu sampai-sampai Bayu tak lagi bisa menikmati dunia bermain yang sah menjadi miliknya, bahkan di setiap ruang dan waktu, dia terus dibayangi wajah sang ayah yang membadai dalam layar halusinasinya.
Sebuah kumcer yang menarik. Selalu muncul suspense pada setiap kisah yang dituturkan. Dengan gaya tutur yang lincah, Latree tidak terbebani kode bahasa, sastra, atau budaya yang acapkali menelikung para pengarang kontemporer yang merasa dirinya “paham” dunia literer. Dengan dunia teknik sebagai basis keilmuannya, Latree justru sanggup menanggalkan batasan-batasan tentang sastra dan stilistika yang sering menjadi belenggu dalam berproses kreatif. Ia bisa bertutur apa saja dengan bebas dan tanpa beban. Oleh karena itu, Latree Manohara akan sanggup menerobos lorong-lorong imajinasinya hingga batas tak terhingga ketika dia masih berkenan untuk menjadi saksi berbagai fenomena hidup yang mencuat di atas panggung kehidupan sosial melalui gaya bertutur yang lincah dan mengalir yang sudah jelas-jelas menjadi miliknya ke dalam tuturan kisah yang liar dan mencengangkan. ***









































Hatta
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Saturday, 12 December 2009 @ 13:04
hidup memang banyak pilihan ya pak, tapi mendampingi anak2 didik ke jakarta nampaknya biasa bagi sang pendidik sejati … dan ternyata benar, tanpa hadir bedah bukunya pun pak sawali mampu membedah sendiri buku tsb di blog ini …. selamat !
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 18:58)
hehe … itulah repotnya, mas hatta. terpaksa saya mesti mengikuti anak2 sambil membawa buku kiriman mbak latree itu, hehe …
Reply
riFFrizz
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
Saturday, 12 December 2009 @ 13:16
nama pengarangnya manohara, mungkin kalo si manohara tidak terkenal, nama manohara tidak akan dipakai oleh mbak latree ini (perkiraan saya)
Reply
Latree (Saturday, 12 December 2009 @ 13:47)
@riFFrizz, saya sudah memakai nama ‘manohara’ sejak lahir (which is 17 tahun sebelum ‘manohara yang itu’), dan tercantum di akta kelahiran, ijazah TK-SD-SMP-SMA-S1. juga di banyak piagam, KTP, SIM, buku rekening bank, ATM, kenggotaan di swalayan, serta semua Dokumen, SK dan Surat Perintah di tempat saya bekerja.
Baca juga tulisan terbaru Latree berjudul "Dari Peluncuran ‘SUICIDE’"
Reply
Syam Manohara (Saturday, 12 December 2009 @ 14:25)
@riFFrizz,Yuupzzz bukan karena aq ada kesamaan nama…tetapi aq tahu sendiri bahwa Latree …bernama lengkap Latree Manohara Coz dia adalah adik tingkatku walau beda Fakultas…..di daftar gaji sebagai PNS pun nama Dia Latree Manohara…kalo dia cuma cari sensasi otomatis dia gak bisa ambil gaji…..bagi yang comment anda menyinggung perasaan dia dan terlebih orang tuanya yang telah menganugerahi nama manohara.
Reply
Syam Manohara (Saturday, 12 December 2009 @ 14:28)
@Syam Manohara, Itu nama asli di daftar gaji dia sebagai PNS pun nama dia Latree Manohara…..kalo dia cari sensasi dia gak bisa ambil gaji….aq tahu dia karena ada kesamaan nama dan dia adik tingkatku walau beda Fakultas…
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 19:01)
hehe … mas rifky jangan keliru, ya. nama latree manohara sudah ada jauh sebelum nama manohara itu jadi isu publik, kok, hehe …
Reply
riFFrizz (Sunday, 13 December 2009 @ 13:09)
@Sawali Tuhusetya, keliru deh saya pak, jadi malu nih, jadi itu nama asli ya !
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:44)
gpp, mas rfiky, yang penting sekarang dah tahu, kan?
Rindu
Internet Explorer 7.0 dan
Windows XP
Saturday, 12 December 2009 @ 13:24
Buku yang menarik tampaknya ya Pak, nanti baca deh, akan saya tulis komen saya tentang buku itu disini, setelah saya baca :”>
Baca juga tulisan terbaru Rindu berjudul "Blog ini DITUTUP"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 19:01)
memang menarik, mbak rindu, mangga, silakan kalau ada waktu cari bukunya.
Reply
dan [&]
Firefox 2.0.0.20 dan
Windows XP
Saturday, 12 December 2009 @ 13:36
kirain suicide bomb.. itupun juga sarat konflik.. pelakunya menganggap itu bukan putus asa, tapi saya sependapat dengan yang menyatakan bahwa mereka itu putus asa dalam berdakwah, kurang sabar..
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 19:02)
kalau ini beda, mas danang. ini judul cerpen yang sekaligus menjadi titel bukunya, hehe …
Reply
Reza Fauzi
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Saturday, 12 December 2009 @ 13:49
namanya manohara haha jadi inget…..
Baca juga tulisan terbaru Reza Fauzi berjudul "Sesat dan Runtuhnya Teori Darwin"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 19:03)
hmmm … nama latree manohara ndak ada hubungannya dg mantan istri pangeran kelantan, mas reza, hehe …
Reply
Latree
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Saturday, 12 December 2009 @ 13:52
terima kasih, pak guru.
Baca juga tulisan terbaru Latree berjudul "Dari Peluncuran ‘SUICIDE’"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 19:03)
sama2 mbak latree. hanya tulisan seperti ini yang bisa aku posting.
Reply
marsudiyanto
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Saturday, 12 December 2009 @ 14:21
Maaf Pak Sawali, kalau comment saya kali ini nggak bisa “nyastra”
Begitulah kalau Pak Sawali piknik.
Sambil “klencer”, bisa sambil ngreview “kumcer”…
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 19:04)
hehehe … pak mar memang selalu saja lincah bermain kosakata. “cer” sama “cer”, kok bisa?
Reply
sunarno
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Saturday, 12 December 2009 @ 14:41
buku yang menarik pak, sayangnya anggaran untuk beli buku sekarang dipangkas, untuk hal-hal lain yang lebih diutamakan.
Baca juga tulisan terbaru sunarno berjudul "Dzikir"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 19:04)
hehe … gpp, mas narno. mudah2an nanti ada jatah utk beli buku, hehe …
Reply
warm
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Saturday, 12 December 2009 @ 15:07
ya sebuah cerita dari sudut pandang sendiri memag akan meghasilkan sesuatu yang beda dan unik,
dan bukankah setiap orang punya beda yang cara mengungkaplannya tentu saja ebda degan orang lain.
saya sudah beli dan baca buku ini,
dan sungguh bikin saya ngiri, pengen bikin buku jg
oh ya ulasannya dalam, keren pak !
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 19:05)
wah, oke juga tuh, mas, semoga keinginannya utk bikin buku sendiri bisa segera terwujud, mas.
Reply
Seti@wan Dirgant@Ra
Firefox 3.5.5 dan
Windows Server 2003
Saturday, 12 December 2009 @ 15:08
Mungkin nama Mano nyontek dari sini yah?
Resensinya menarik… saya jadi kepingin baca bukunya secara lengkap
makasih banyak.
Baca juga tulisan terbaru Seti@wan Dirgant@Ra berjudul "Experiential Learning : GURU TERBAIK (2)"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 19:06)
walah, biasa saja kok, mas amri, hehe …. terima kasih apresiasinya.
Reply
KangBoed
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Saturday, 12 December 2009 @ 15:12
RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul "Apalah Arti Manusia Tanpa Memiliki Kesadaran !!"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 19:06)
i love you full too, kangbud.
Reply
KangBoed
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Saturday, 12 December 2009 @ 15:17
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul "Apalah Arti Manusia Tanpa Memiliki Kesadaran !!"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 19:06)
hmmm …
Reply
KangBoed
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Saturday, 12 December 2009 @ 15:19
Mari kita renungkan bersama sama Apalah Arti Manusia Tanpa Memiliki Kesadaran !!.. sungguh tiadalah artinya jika manusia tidak memiliki kesadaran.. manusia manusia keledai yang selalu terpuruk untuk masuk dalam lubang lubang jerat keduniawian dengan senang dan gagahnya tanpa pernah memikirkan ariti hidup dan kehidupan yang sebenarnya dan sesungguhnya.. manusia manusia dengan kesadaran rendah yang merusak keseimbangan alam semesta.. sungguh menyesal diri jika kita tidak melangkah untuk meraih KESADARAN itu.. karena tanpa KESADARAN semua laku menjadi SIA SIA PERCUMA belaka..
Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul "Apalah Arti Manusia Tanpa Memiliki Kesadaran !!"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 19:07)
sepakat, kangboed, hanya dengan kesadaran, manusia bisa mengembalikan jati dirinya.
Reply
KangBoed
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Saturday, 12 December 2009 @ 15:19
Sungguh… kesadaran itu sangat…. sangat… sangat lah utama sekali di dalam kehidupan ini….
Tanpa kesadaran maka bagaimana mungkin taubat seseorang bisa diterima?
Tanpa kesadaran maka bagaimana mungkin Amal Ibadah bisa sampai kepada Allah?
Tanpa kesadaran maka manusia itu akan terombang ambing oleh kebingungan dan kegelisahan di jiwanya…….
Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul "Apalah Arti Manusia Tanpa Memiliki Kesadaran !!"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 19:07)
setuju banget, kangboed.
Reply
KangBoed
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Saturday, 12 December 2009 @ 15:20
Apalah Arti Manusia Tanpa Memiliki Kesadaran !!.. Mari Kita bersama berjalan mengupas dan sama sama meraih kesadaran.. agar kita semua menjadi pemenang sampai akhir nanti.. hidup dalam Ketenangan Jiwa.. Fitrah Diri dalam Pelukan Cinta Illahi.. senantiasa merasakan Nikmat kehadiran dan sapaan Allah yang sangat lembut meliputi setiap kehadiran kita dalam CINTA DAMAI dan KASIH SAYANG ALLAH yang MELIPUTI.. mari sahabatku semuanya jangan lalai lagi.. melangkahlah..


Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul "Apalah Arti Manusia Tanpa Memiliki Kesadaran !!"
Reply
wahyubmw
Firefox 3.5.3 dan
Windows Vista
Saturday, 12 December 2009 @ 16:02
bedanya saya dengan Mr Sawali, tdk ngeblog sebentar saja rasanya bak setahun, tp sy setahun mangkir rasanya sehari hiks. Menarik bukunya, (bayangan dr ringkasan di atas),
Baca juga tulisan terbaru wahyubmw berjudul "Ultah SMART-ku"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 19:08)
hehe … pak wahyu bisa saja nih. bukunya memang menarik banget, pak.
Reply
wahyubmw
Firefox 3.5.3 dan
Windows Vista
Saturday, 12 December 2009 @ 16:28
kok susah comment ya, ….
Baca juga tulisan terbaru wahyubmw berjudul "Ultah SMART-ku"
Reply
Puspita W
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Saturday, 12 December 2009 @ 17:25
Membahagiakan sekali, Bapak bisa mendampingi anak-anak ke kota metropolitan. Pasti mereka bahagia sekali.
Pak Sawali patut dijadikan teladan bagi guru-guru yang lain dalam keadaan rekreasipun mampu melakukan aktifitas bedah buku.
Saya tertarik untuk mengoleksi bukunya.
Baca juga tulisan terbaru Puspita W berjudul "Kehilangan I"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 19:09)
hehehe … bu pita bisa saja nih. hmm … bukunya memang menarik, bu, mangga, kalau ada waktu dicari di toko buku terdekat.
Reply
yanti tukang kerupuk
Opera 9.64 dan
Windows XP
Saturday, 12 December 2009 @ 18:20
ah, nyari bukunya ah …..
Baca juga tulisan terbaru yanti tukang kerupuk berjudul "Ketika Hukum Senilai Recehan!"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 19:10)
mangga, mbak yanti. semoga segera dapat bukunya.
Reply
goop
Opera 10.10 dan
Windows XP
Saturday, 12 December 2009 @ 19:02
sering-sering bikin review ya, pak, pengen belajar bikin review juga saya

eh, atau adakah panduannya untuk membuat review?
maturnuwun sanget
Baca juga tulisan terbaru goop berjudul "Gita dan Dika"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 19:11)
widih, mas goop. mas goop kan sudah biasa me-review juga, kan? hehe …
Reply
HE. Benyamine
Opera 10.10 dan
Windows XP
Saturday, 12 December 2009 @ 21:52
menjadi tertebus ketidakhadiran dengan review ini, dan anak2 mendapatkan kesempatannya.
oh ya … sering dengar ulasan tentang dunia yang serba hedonis yang ditujukan pada masa sekarang, padahal hedonis pada kadarnya sendiri ada pada setiap zamannya, begitu juga dengan ironi2 kehidupan yang dikerangking dengan kata “populer” yang juga ada sebelumnya.
Membaca review ini … awal yang menarik untuk membuat penasaran.
Baca juga tulisan terbaru HE. Benyamine berjudul "PUISI (16)"
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:32)
hehehe … iya, nih, bang ben. untungnya masih bisa menebus ketidakhadiran itu dg baca2 novelnya di perjalanan, hehe …
Reply
Wempi
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Saturday, 12 December 2009 @ 22:15
Sayangnya tidak gratis

Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:33)
hehehe …. konon ada yang bilang, yang serba gratis ndak selalu bisa menjadi pemicu adrenalin utk berproses kreatif, mas wempi, hehe …
Reply
Astaga.com Lifestyle On The Net
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Sunday, 13 December 2009 @ 03:18
mampir pak. . salam kenal n dtunggu kunjungan baliknyaa. . .



Baca juga tulisan terbaru Astaga.com Lifestyle On The Net berjudul "Astaga.com Lifestyle On The Net Kontes SEO Astaga Berhadiah Total 30 Juta"
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:38)
salam kenal juga, mas. makasih kunjungannya. langsung ke tkp!
Reply
itempoeti
Shiretoko 3.7.8 dan
Ubuntu 10.4
Sunday, 13 December 2009 @ 03:46
baca resensinya pak Sawali rasanya sudah cukup tanpa harus membaca bukunya… hahahahahaha…
/
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:38)
widih, jangan puas hanya sekadar membaca review-nya loh, mas mahendra, hehe …
Reply
mamah aline
Firefox 3.0.13 dan
Windows XP
Sunday, 13 December 2009 @ 05:22
harus dipikirkan pula pola asuh dan pola didk yang tidak mengikat tapi mendukung mental spiritual anak supaya tidak gamang mentalnya
Baca juga tulisan terbaru mamah aline berjudul "Weekend bareng soulmates"
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:39)
hmmm …. ini review kumpulan cerpen loh, mbak, hehe …
Reply
mamah aline
Firefox 3.0.13 dan
Windows XP
Sunday, 13 December 2009 @ 05:23
ilang gak komennya
Baca juga tulisan terbaru mamah aline berjudul "Weekend bareng soulmates"
Reply
inspirasi
Opera 10.00 dan
Windows XP
Sunday, 13 December 2009 @ 06:20
berkunjung aja pak… lama gak kesini
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:40)
mangga, mas heri, matur nuwun.
Reply
nico
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Sunday, 13 December 2009 @ 07:57
Hm.. buku itu kayaknya harus dibaca juga oleh kalangan pemerintah juga.. diliat dari bahasannya pak Sawali, kayaknya cerpen-cerpen yang ada di dalma buku tersebut menggambarkan kondisi nyata yang ada di masyarakat saat ini.
mulai masalah bunuh diri sampai ngantri pengobatan alternatif..
soalnya pemerintah saat ini cuman mau ngurusi masalah gede yang ngelibatin uang gede juga… sedangkan masalah kayak bunuh diri sampai pengaruh kemiskinan terhadap kesehatan masyarakat agak kurang diperhatikan… Tapi gak tau lagi yah, itu pendapat saya sch…
btw, reviewnya mantabs pak!
Baca juga tulisan terbaru nico berjudul "Baru ngerasain manfaat blogwalking dan ngeblog"
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:41)
saya kira ada benarnya juga, mas nico. malah ada yang bilang, teks sastra sesungguhnya bisa dijadikan sbg sumber otentik utk memperkaya sumber pengambilan kebijakan pemerintah, mas.
Reply
Anas
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Sunday, 13 December 2009 @ 08:33
kayaknya menarik bukunya, di surabaya udah beredar belum ya??
Baca juga tulisan terbaru Anas berjudul "Jejaring Sosial Lokal Andalan"
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:41)
hmm … mangga dicari, mas anas. mudah2an segera dapat bukunya.
Reply
munir ardi
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Sunday, 13 December 2009 @ 10:44
bedah buku yang menarik pak, Kunjungan perdana dan salam hormat saya
Baca juga tulisan terbaru munir ardi berjudul "Kekuatan Keikhlasan"
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:42)
terima kasih kunjungan dan komentarnya, mas munir.
Reply
yulian
Firefox 3.0.13 dan
Windows XP
Sunday, 13 December 2009 @ 12:13
Wah.. dari baca ulasannya saja buku ini, sepertinya sangat menarik, sarat akan konflik kehidupan sehari hari, namun bisa dijadikan sebagai bahan renungan…
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:42)
begitulah, mas yulian, hehehe … kisah2nya memang menarik dijadikan bahan renungan.
Reply
azaxs
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Sunday, 13 December 2009 @ 12:39
wah pastinya buku menarik.. tiap hari kawan-kawan blogger semakin maju dengan kumcer serta buku2 karangan yang lain..
smoga suatu saat saya juga bisa.. hehe
Baca juga tulisan terbaru azaxs berjudul "Whitehall Mailboxes"
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:43)
ayo, mas azaxs pasti bisa, kumpulkan saja cerita2nya, mas. kalau dah ngumpul, serahkan naskahnya ke penerbit.
Reply
Erlangga
Firefox 2.0.0.13 dan
Windows XP
Sunday, 13 December 2009 @ 13:48
wah seandainya saya juga bisa menulis apalagi fiksi seperti itu..hmmm..pasti menyenangkan….
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:44)
wew… ayo dicoba dong, mas er. sampeyan pasti bisa.
Reply
Moh Arif Widarto
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Sunday, 13 December 2009 @ 14:29
Wah… ternyata Pak Sawali ke Ibu Kota. Kok nggak kekabaran, Pak?
Membaca tinjauan Pak Sawali, nampaknya kumcer Latree Manohara layak dijadikan koleksi nih.
Baca juga tulisan terbaru Moh Arif Widarto berjudul "Informasi Pendaftaran Calon Siswa SMA Taruna Nusantara 2010-2011"
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:45)
hehehe … mau ngabari mas arif takut mengganggu, hehe … lagian juga sama anak2, mas. lain kali saya tak kabar2 dulu kalo mau ke ibukota, hehe …
Reply
cah ndueso
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
Sunday, 13 December 2009 @ 14:41
sing penting aku melu komen,hehehe,…..
Baca juga tulisan terbaru cah ndueso berjudul "salam sahabat/eh salan kekoncoan he..he..omongne …"
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:46)
walah ….
Reply
lovepassword
Firefox 3.0 dan
Windows XP
Sunday, 13 December 2009 @ 16:06
Setelah sampai di seberang, perahu yang indahpun perlu ditinggalkan. Pengarang yang sudah sampai ke seberang mungkin sudah tidak terbebani lagi aneka tata cara dan gaya bahasa.mereka lancar-lancar saja nulisnya ya

/
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:46)
betul, mas love. dan saya yakin mas love sdh masuk ke tataran itu, kan?
Reply
ciput mardianto
Opera 10.10 dan
Windows 7
Sunday, 13 December 2009 @ 16:08
buku yang menurut cerita diatas menarik, patut dibuat referensi
Baca juga tulisan terbaru ciput mardianto berjudul "Sometimes"
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:47)
hmm … mangga mas ciput. referensi khususnya dalam literasi sastra, mas.
Reply
fatih
Google Chrome 4.0.206.1 dan
Windows XP
Sunday, 13 December 2009 @ 19:47
buku yang menarik nih kayaknya…..
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:49)
memang menarik, mas fatih. mangga dicari di toko buku, hehe …
Reply
Hidup Untuk Berbagi
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Sunday, 13 December 2009 @ 20:08
menarik memang nihh
Baca juga tulisan terbaru Hidup Untuk Berbagi berjudul "Hidup Untuk Berbagi"
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:50)
betul sekali, mas. mangga kalau ada waktu sempatkan utk mencarinya di toko buku, hehe ….
Reply
DV
Google Chrome 3.0.195.33 dan
Windows XP
Monday, 14 December 2009 @ 06:13
Wah resensi yang menarik, Pak Sawali.
Dari judulnya saya sudah bisa menebak pasti ini bukan termasuk genre konvensional. Dari postingan ini saya jadi tertarik untuk membelinya kelak ketika saya mudik ke Indonesia.
Dan yang mbikin saya cukup kaget adalah editornya Dwicipta.
Dia itu salah satu teman saya yang dulu pernah beberapa waktu diskusi santai di coffeeshop di Jogja.
Lama tak kunjung muncul (kecuali dulu ketika saya baca KOMPAS tiap hari dan menemukan namanya di sana sbagai penulis cerpen atau pengisi kolom sastra/budaya) eh lha kok saya nemu namanya di sini lagi…

Baca juga tulisan terbaru DV berjudul "Batu Penjuru"
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:51)
hmmm…. ternyata mas donny malah sdh sering diskusi dan ngobrol bareng dwicipta. saya terakhir bertemu waktu ada acara ksi di kudus beberapa tahun yang lalu, mas.
Reply
komuter
Firefox 3.0.1 dan
GNU/Linux
Monday, 14 December 2009 @ 07:45
bagus sekali pak, saya pikir postingan berisi suicide yang sedang ngetrend di mall-mall, ternyata review buku…..
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:51)
hehehe… suicide yang itu pasti beda, mas pengendara. ini fiksi kok, hehe …
Reply
Budi Hermanto
Firefox 3.5.2 dan
Windows Vista
Monday, 14 December 2009 @ 07:58
hmm..

manusia sungguh beruntung..
dgn berbagai konflik dlm hidup..
haruskah diselesaikan dgn suicide..
..
btw, 10 teman yg mendapatkan..
novel Debu Cintayana..
bisa dilihat di artasastra.com
Baca juga tulisan terbaru Budi Hermanto berjudul "Terima Kasih pren, inilah 10 Novel Debu Cintayana"
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:52)
oh, ya? alhamdulillah, setelah saya tengok, akhirnya sata termasuk 1 di antara 10 orang yang beruntung mendapatkan novel debu cintayana. matur nuwun, mas her.
Reply
dameydra
Opera 10.10 dan
Windows XP
Monday, 14 December 2009 @ 08:48
salut bapak,…. memang buku gudangnya ilmu…
Baca juga tulisan terbaru dameydra berjudul "Join Djarum Black Competition Vol II"
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:53)
setuju, mas damey, hehe … ungkapan itu akan terus berlaku sepanjang peradaban, mas guru.
Reply
liza
Opera 10.10 dan
Windows XP
Monday, 14 December 2009 @ 11:59
terkadang kita harus memilih ya pak.. saya juga sudah membaca resensi suicide dari blog teman-teman yang lain. kumcer yang sangat menarik memang
salam kenal pak guru
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:54)
hmmm … ternyata banyak juga temen blogger yang mereview-nya, ya, mbak. kumcer ini memang menarik, kok.
Reply
Miss Anna
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Monday, 14 December 2009 @ 12:01
wah pak sawali ini ngereview buku yah….covernya bagus , isinya juga pasti okey
Baca juga tulisan terbaru Miss Anna berjudul "Google Adsense oh Google Adsense"
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:56)
hehe …. meski cover belum tentu menggambarkan isinya, namun yang pasti isi kumcer ini memang menarik utk dibaca, mbak.
Reply
tomy
Firefox 1.5.0.12 dan
Windows Vista
Monday, 14 December 2009 @ 13:38
coba main-main ke blognya Si Mbak ah

nambah-nambah teman
Baca juga tulisan terbaru tomy berjudul "KETUHANAN DALAM KISAH DEWA RUCI"
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:56)
hehehe … pak tomy? mangga langsung ke tkp, pak? hadir ndak pas acara peluncurannya, pak?
Reply
hobby exchange
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Monday, 14 December 2009 @ 14:26
ya banyak jln menuju Roma pak, trims
Baca juga tulisan terbaru hobby exchange berjudul "Earn Money by Shortening Your URL"
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:57)
sepakat banget dg makna idiom itu, mas.
Reply
mandor tempe
Firefox 3.0.15 dan
Windows 2000
Monday, 14 December 2009 @ 14:34
Kompleksitas hidup yang tertuang dalam sebuat buku, menghadirkan realita orng-orang yang terjebak dalam riuhnya kota ya pak.
Sepertinya buku yang menarik, namun saya masih belum punya waktu
dan uanguntuk membacanya.Semoga saya diberikan kesempatan itu.
Baca juga tulisan terbaru mandor tempe berjudul "Kutunggu Mataharimu"
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:58)
bukunya memang menarik, mas mandor. mangga, kalau memang ada waktu dan kesempatan, cari di toko buku terdekat, hehe ….
Reply
rochman
Opera 10.01 dan
Windows Vista
Monday, 14 December 2009 @ 15:15
Oalah… baca blog ini yang cuma 1 halaman saja sering nggak kuwat, apalagi mbaca buku yang sampai ratusan halaman.
Tapi saya tetep salut kepada semua penulis, khususnya disini mbak Latree Manohara. Semoga dunia kepenulisan di Indonesia tetep maju.
Juga doakan saya betah baca blog, baca buku, dan baca-baca lain.
Baca juga tulisan terbaru rochman berjudul "Gamelan Laptop"
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:59)
kekeke …. pak jai bisa saja nih.
Reply
suwung
Firefox 3.0.15 dan
Windows XP
Monday, 14 December 2009 @ 18:25
jadi tren ya bos? apa agama kurang kuat ya?
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 19:59)
hehehe …. mas suwung? apa hubungannya dg agama, mas? suicide-nya kah?
Reply
suwung
Firefox 3.0.15 dan
Windows XP
Monday, 14 December 2009 @ 18:26
lho komentku kok ilang?
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 20:00)
tapi muncul juga kok komennya? saya juga ndak tahu nih, apa penyebabnya? hehe …
Reply
dede
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Monday, 14 December 2009 @ 18:41
Jangan berhenti menulis pak..terus semangat…
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 20:00)
terima kasih support-nya, mas.
Reply
dede
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Monday, 14 December 2009 @ 18:42
terus semagat pak…comment nya ko ga nampil????
Reply
novi cuk lanang
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Monday, 14 December 2009 @ 19:10
jika cerpenis mereview temannya
di jakarta ga bilang-bilang pak. saya kan juga lagi di jakarta
Baca juga tulisan terbaru novi cuk lanang berjudul "The Heroes and The Bonex"
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 14 December 2009 @ 20:00)
wow… ternyata mas novi di jakarta juga? wah, kalau tahu, pasti saya kontak.
Reply
Hariez
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Monday, 14 December 2009 @ 22:19
sepertinya sangat menarik sekali isi dari buku ini, bisakah Pak Guru pinjemin sayah ?
selamat malam & selamat beristirahat
-salam- ^_^
Baca juga tulisan terbaru Hariez berjudul "Cerita Update"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 19 December 2009 @ 00:32)
hehe … silakan main ke kendal, mas hariez. silakan baca sampai puas, hehe …
Reply
arham blogpreneur
Firefox 3.0.15 dan
Windows Vista
Tuesday, 15 December 2009 @ 00:27
ternyata buku yah. saya kirsa soal suicide jumper yg lagi marak
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 19 December 2009 @ 00:33)
hehehe … ini buku kumpulan cerpen, mas arham.
Reply
Cah Sholihah
Firefox 3.5.5 dan
Mandriva 2010.0
Tuesday, 15 December 2009 @ 01:26
Ingat buku… Ingat yang mau ku pengenin.. udah ada belum pak.. hehehe..

Baca juga tulisan terbaru Cah Sholihah berjudul "Lagi-Lagi Soal Cinta"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 19 December 2009 @ 00:34)
doh, maaf banget, mbak. hingga sekarang belum juga dapat kiriman buku dari penerbit.
Reply
pakne galuh
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Tuesday, 15 December 2009 @ 09:42
kalau boleh tau,kumpulan cerpen mbak Latree bercerita tentang fiksi atau pengalaman pribadi yah kira2?
Baca juga tulisan terbaru pakne galuh berjudul "Tukang Panjat"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 19 December 2009 @ 00:36)
hehe … fiksi kan bisa juga berasal dari pengalaman pribadi toh, pake galuh.
Reply
afwan auliyar
Firefox 3.5.5 dan
Windows Server 2003
Tuesday, 15 December 2009 @ 10:22
wah , pak sawali emang orang sibuk neh ,…..


pantesan rumah saya blom dikunjungi lagi
semoga lancar pak amanah yg diberikan
Baca juga tulisan terbaru afwan auliyar berjudul "Keyword Research, cara jitu mendobrak trafik blog"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 19 December 2009 @ 00:37)
hehe … bukannya sibuk, mas afwan. hanya sok sibuk, hehe …
Reply
barajakom
Firefox 3.0.15 dan
Windows XP
Tuesday, 15 December 2009 @ 10:51
wah keren neh…
Baca juga tulisan terbaru barajakom berjudul "Cara Membuat Label di Blogspot"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 19 December 2009 @ 00:38)
hehe … yang keren apanya, mas baraja? hehe ….
Reply
sheero
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Tuesday, 15 December 2009 @ 15:07
Baca juga tulisan terbaru sheero berjudul "Jasa Instalasi Komputer"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 19 December 2009 @ 00:45)
mangga, silakan, makasih sudah menyempatkan diri utk baca2.
Reply
Cara Membuat Website
Internet Explorer 8.0; dan
Windows XP
Tuesday, 15 December 2009 @ 15:16
kumcer yang menarik, walaupun baru baca hanya dari ulasan singkat. Daya tarik yang sangat kuat karena ceritanya seputar realita hidup yang memang sangat menarik untuk diamati dan direnungi.
Cara Membuat Web
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 19 December 2009 @ 00:49)
terima kasih apresiasinya, mas. mbak latree memang punya talenta besar utk menjadi seorang pengarang yang layak diperhitungkan.
Reply
tengkuputeh
Opera 10.10 dan
Windows XP
Tuesday, 15 December 2009 @ 16:45
Judul yang seram ya… Suicide => bunuh diri…. sangat gelap…
Baca juga tulisan terbaru tengkuputeh berjudul "RISALAH SANG DURJANA BAGIAN LIMA"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 19 December 2009 @ 00:55)
hehehe … mungkin karena itulah dipilih jadi judul bukunya, mas tengku.
Reply
kaskuser
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Tuesday, 15 December 2009 @ 19:45
buset manohara dah jadi penulis buku yah
Hi salam kenal, just blogwalking doang. main dong ke blog saya
http://blog.unsri.ac.id/kaskuserr/nais-inpo-gan/mrlist/1234/
http://blog.unsri.ac.id/kaskuserr/news/mrlist/1233/
dijamin KETAGIHAN …!!!! ^_^
salam
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 19 December 2009 @ 00:56)
doh, jangan kaitkan nama latree manohara dengan si istri pangeran kelantan itu, mas. nama latree manohara sudah lebih dahulu ada sebelum kasus manohara itu mencuat ke publik, kok.
Reply
kaskuser
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Tuesday, 15 December 2009 @ 19:46
Hi salam kenal, just blogwalking doang. main dong ke blog saya
http://blog.unsri.ac.id/kaskuserr/nais-inpo-gan/mrlist/1234/
http://blog.unsri.ac.id/kaskuserr/news/mrlist/1233/
dijamin KETAGIHAN …!!!! ^_^
salam
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 19 December 2009 @ 00:56)
makasih infonya.
Reply
bayuputra
Firefox 3.5.5 dan
Windows 7
Thursday, 17 December 2009 @ 06:51
buku yg bagus dan menarik pak….
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 19 December 2009 @ 01:13)
begituh, mas bayu. buku ini memang menarik.
Reply
ufianda
Firefox 2.0.0.11 dan
GNU/Linux
Thursday, 17 December 2009 @ 14:43
iya kayaknya keren juga bukunya
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 19 December 2009 @ 01:18)
memang keren, mbak ufi. mangga, kalau ada waktu dicari.
Reply
ufianda
Firefox 2.0.0.11 dan
GNU/Linux
Thursday, 17 December 2009 @ 14:45
iya bukunya kerenjuga ya pak,
Reply
SmarterDOS
Firefox 3.0.15 dan
Windows XP
Thursday, 17 December 2009 @ 23:12
Kelihatannya bukunya menarik, patut dibaca

Baca juga tulisan terbaru SmarterDOS berjudul "Jika Aku Menjadi MENKOMINFO"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 19 December 2009 @ 01:26)
“suicide” memang buku yang menarik, mas. layak utk dibaca dan dimiliki.
Reply