06Dec 2009 126 Comments
Pemantauan Implementasi KTSP untuk SSN
Selama sepekan (7 s.d. 12 Desember 2009), Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Prov. Jateng akan melakukan pemantauan keterlaksanaan KTSP SD dan SMP Standar Nasional secara serentak di 35 kabupaten/kota. Tujuan pemantauan ini adalah untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan KTSP yang harus dilaksanakan oleh semua satuan pendidikan mulai tahun pelajaran 2009/2010 sebagaimana tertuang dalam Permendiknas No. 24 Tahun 2006. Khusus SSN, pelaksanaan KTSP mengacu pada delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP), yakni Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan Pendidikan, dan Standar Penilaian Pendidikan. Sedangkan, penyusunan dan pengembangan KTSP mengacu pada empat SNP, yakni Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian Pendidikan.

Dalam rapat koordinasi TPK Prov. Jateng yang berlangsung Jumat, 4 Desember 2009 (pukul 13.00-15.00 WIB) di aula Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Prov. Jateng, disepakati bahwa pemantauan KTSP SD-SMP SSN meliputi 3 komponen, yakni (1) Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan (ketersediaan dokumen acuan penyusunan KTSP, ketersediaan dokumen kurikulum, proses penyusunan dokumen KTSP, struktur dan muatan KTSP); (2) Standar Proses (perencanaan proses pembelajaran, penilaian hasil belajar, pengawasan proses pembelajaran); (3) Standar Penilaian Pendidikan (penilaian oleh pendidik, penilaian oleh satuan pendidikan, hasil penilaian). Setiap aspek terjabarkan lagi ke dalam beberapa indikator dan subindikator sesuai dengan ruang lingkupnya masing-masing.
Tugas Tim Pemantau adalah untuk mengumpulkam data/informasi sesuai kondisi riil di sekolah melalui pengamatan, studi dokumen, dan wawancara dengan warga sekolah dengan menggunakan penentuan skor berdasarkan professional judgement antara pemantau dan pihak sekolah. Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh, tim pemantau diharapkan bisa merumuskan simpulan dan rekomendasi untuk ditindaklanjuti sebagai action-plan pada waktu-waktu mendatang, sehingga aplikasi kurikulum benar-benar dapat berlangsung seperti yang diharapkan.
Jika kita melakukan flash-back sejenak, dunia pendidikan di negeri ini memang sudah berkali-kali mengalami bongkar-pasang kurikulum. Setidaknya-tidaknya, sudah tujuh kali perubahan kurikulum tercatat dalam sejarah, yakni Kurikulum 1962, 1968, 1975, 1984, 1994, KBK, dan KTSP. Namun, perubahan demi perubahan kurikulum dinilai belum memberikan dampak positif terhadap kemajuan peradaban bangsa. Dunia pendidikan kita dianggap belum juga berhasil melahirkan anak-anak bangsa yang visioner; yang mampu membawa bangsa ini berdiri sejajar dan terhormat dengan negara lain di kancah global. Dunia pendidikan kita dinilai juga masih sempoyongan dalam melahirkan generasi bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas secara emosional, spiritual, dan sosial.
Reformasi pendidikan memang perlu dimulai dari pembaharuan di bidang kurikulum. Sebab, kurikulum merupakan semacam satelit yang melacak dan memberi identitas edukatif bagi setiap siklus pendidikan. Secara pedagogis dan didaktis, tujuan kurikulum adalah untuk mempercantik busana kultural maupun formatif, baik itu melalui pengayaan berkesinambungan atas identitas intelektual anak didik mulai TK sampai perguruan tinggi, atau melalui penguatan otonomi pendidikan yang sifatnya subsidiaris, jauh dari sentralisasi edukatif, secara didaktis memberi otonomi pada anak didik sebagai agen yang belajar sesuai kapasitas dan kemampuannya.
Sebagai bagian dari reformasi pendidikan, perubahan kurikulum idealnya tak hanya sekadar mencakupi perubahan dan pembenahan dokumen tertulisnya saja, tetapi juga berupaya menyentuh perubahan dan perbaikan proses pelaksanaannya di tingkat sekolah. Dengan cara demikian, kurikulum akan memiliki empat dimensi dasar, yakni konsep dasar kurikulum, dokumen tertulis, pelaksanaan, dan hasil belajar siswa.
Sebagai bagian dari reformasi pendidikan, perubahan kurikulum agaknya akan sia-sia kalau tidak dibarengi dengan pemberdayaan komponen lain secara simultan dan holistik. Profesionalisme guru, misalnya, sejak dulu sudah gencar digembar-gemborkan, betapa amat vitalnya peran mereka sebagai “lokomotif” pendidikan. Demikian juga halnya dengan gaya kepemimpinan kepala sekolah. Sebagai top-leader, pola manajemen kepala sekolah akan sangat menentukan dinamika aplikasi kurikulum di tingkat satuan pendidikan yang dikelolanya.
Semoga pemantauan KTSP untuk SD-SMP SSN di Jateng tahun ini benar-benar bisa menghasilkan data valid dari lapangan, sehingga simpulan dan rekomendasi yang dihasilkan benar-benar bisa dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan dan rencana aksi berikutnya. ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Pemantauan Implementasi KTSP untuk SSN" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (6 December 2009 @ 19:32) pada kategori Edukasi, Refleksi dan telah dikunjungi oleh . Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Sep 19, 2011 @ 14:58:16
thank’s ilmunya pak..:)
pendidikan dunia
Oct 08, 2010 @ 07:55:13
[...] kelas wahid? Itulah pertanyaan yang selalu mencuat ketika ranah pendidikan kita dinilai…Pemantauan Implementasi KTSP untuk SSN (Sunday, 6 December 2009, 728 views, 124 respon) Selama sepekan (7 s.d. 12 Desember 2009), Tim [...]
Dec 15, 2009 @ 20:55:13
kalau semua kabupaten TPK-nya mantab, mantab jua ya pak KTSPnya
.-= Baca juga tulisan terbaru budies berjudul "WINNER ANNOUNCEMENT, ITSF 2009" =-.
Dec 19, 2009 @ 00:57:18
hehehe …. yang lebih menentukan justru para pelaksana pendidikan di sekolah, kang bud, hehe …
Dec 14, 2009 @ 11:19:26
Implementasi dari suatu keputusan perlu diperiksa. Apalagi hasil pemeriksaan dilanjutkan dengan evaluasi dan pemantapan. Apabila semua itu dilakukan dengan sungguh-sungguh dari semua pihak, maka hasilnya akan semakin baik. Dunia pendidikan di Indonesia membutuhkan kerja tim yang saling mendukung. Sukses selalu untuk pengembangan pendidikan di Indonesia.
Dec 14, 2009 @ 19:53:21
terima kasih support dan apresiasinya, mas.
Dec 12, 2009 @ 23:06:27
KTSP, ya? Isinya sih OK, Pak, MBS sekali, tetapi implementasinya memang butuh daya dukung yang memadai mulai dari kwalitas guru, sarpras, hingga kemauan dan kemampuan sekolah melibatkan masyarakat dalam menentukan setiap kebijakan sekolah.
.-= Baca juga tulisan terbaru M Mursyid PW berjudul "Gumam Anak Negeri Tentang Pertiwi" =-.
Dec 14, 2009 @ 19:34:59
betul sekali, pak mursyid. yang pasti, kasek sbg top manager ndak bisa lagi me-manage sekolah seenaknya sendiri. perlu kolaborasi dan membangun sinergi dg para pemangku kepentingan.
Dec 12, 2009 @ 10:13:54
ujung2nya tetep kembali ke guru ya pak, kurikulum boleh berlari, tapi kalau guru masih tenang2 saja bagaimana ya ? semoga banyak yang sadar dan peduli dg pendidikan di negara kita. salam optimis
Dec 12, 2009 @ 18:04:11
salam optimis juga, mas hatta. saya sepakat banget, mas. sehebat apa pun kurikulumnya, kalau tak diimbangi dengan peningkatan kualitas guru, implementasi kurikulum jadi tidak seperti yang diharapkan.
Dec 12, 2009 @ 05:06:16
saya sebagai guru belum merasakan perubahan apa-apa atas kebijakan di dunia pendidikan, kurikulum ganti, kitanya tak tersentuh untuk menyesuaikan diri, paling mencari-cari sendiri, apa karena swasta kali ya
.-= Baca juga tulisan terbaru sunarno berjudul "Dzikir" =-.
Dec 12, 2009 @ 18:02:57
hehe … saya kira persoalannya bukan swasta/negeri, mas, tapi sepertinya komitmen pemerintah belum benar2 full utk kemajuan dunia pendidikan di negeri ini.
Dec 12, 2009 @ 03:01:37
selama kebijakan dari atas masih begitu.. ah
gelap sekali, masa depan anak-anak saya, terkecuali harus bisa memilih pendidik yang tepat, secara mandiri
Dec 12, 2009 @ 18:01:41
hmm … ada benarnya juga, mas surya. makanya, harus ada perubahan mendasar ttg sistem dan mekanisme UN agar benar2 berlangsung fair, jujur, dan adil.
Dec 11, 2009 @ 15:58:01
kok ilang komennya
Dec 11, 2009 @ 15:57:00
Ketika reformasi pendidikan telah berjalan dan hasilnya belum sesuai yang diharapkan haruskah kita lakukan revolusi pendidikan di Negeri ini pak
Dec 12, 2009 @ 17:58:44
revolusi pendidikan? hmmm …. perlu ada kajian tersendiri nih, pak, hehe … sebab makin repot kalau revolusi tak diimbangi dengan kejelasan visi dan misi revolusi itu.
Dec 11, 2009 @ 14:06:27
berkunjung ke blog sebeken ini bisa membuat aku ikutan beken, aku numpang beken ya sob…
.-= Baca juga tulisan terbaru barajakom berjudul "Melihat Popularita Blog/Web Anda" =-.
Dec 11, 2009 @ 12:37:27
mm…
akhirnya qt cuman berharap bersama agar pelaksanaan kurikulum di sekolah dpt berjalan dgn semestinya
semoga silaturahmi berjalan lancaaaaaar
.-= Baca juga tulisan terbaru afwan auliyar berjudul "Update Tulisan, trafik pengunjung naik" =-.
Dec 11, 2009 @ 12:36:13
mm… akhirnya qt berharap bersama agar pelaksanaan kurikulum di sekolah dpt berjalan dgn semestinya
.-= Baca juga tulisan terbaru afwan auliyar berjudul "Update Tulisan, trafik pengunjung naik" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:57:06
amiiin, terima kasih support dan apresiasinya, mas afwan.
Dec 11, 2009 @ 10:26:46
Terima Kasih atas SILATURROHIM nya Mas…
Sebuah KEBANGGAN tersendiri, BLOG Aku dikunjungi MASTER BLOG…
Salam Kenal…….
.-= Baca juga tulisan terbaru BLOG GUE berjudul "Kulit Halus Dengan Kotoran Burung???" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:55:19
sama2, mas rochim. doh, kok master blog sih? ndak kok. hanya blogger guru biasa saja, kok.
Dec 11, 2009 @ 08:55:33
semoga ke depan standar (dan pelaksanaan) mutu pendidikan kita makin baik dan makin baik lagi… bagaimanapun pendidikan itu akan merupakan dasar yang sangat menentukan kualitas seseorang dan masa depannya… d.~
Dec 12, 2009 @ 17:53:42
amiiin, kita semua memang berharap demikian, mbak dee.
Dec 11, 2009 @ 08:25:44
buat yang berkesinambungan pak..jangan ganti2 tiap menteri ganti…
.-= Baca juga tulisan terbaru Erlangga si kambing berjudul "Beetal goats" =-.
Dec 11, 2009 @ 08:24:20
kenapa sih ngga ada program yang berkesinambungan antar menteri??tiap ganti menteri ya ganti program,..mana tahan…
.-= Baca juga tulisan terbaru Erlangga si kambing berjudul "Beetal goats" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:53:14
hmm …. utk KTSP sebenarnya belum ada perubahan setelah pergantian mendiknas dari pak bambang sudibyo ke pak muhammad nuh. kita masih menunggu kebijakan mendiknas yang baru.
Dec 10, 2009 @ 20:01:22
Kemarin sempat ikut yang workshop pemenuhan standar nasional pendidikan, kebetulan sekolah masuk di kategori RSKM. Sepertinya memang ada beberapa ketakutan untuk mengungkapkan keadaan real tentang sekolah ke pengawas Pak.
Sekolah biasanya menjaga image-nya.
Mana ada yang berani blak-blakan tentang kekurangan?
Dec 12, 2009 @ 17:51:48
itulah yang sedang digali dalam kegiatan monitoring, mas. sungguh menyedihkan kalau monitoring hanya sekadar memenuhi asas legal-formal semata.
Dec 10, 2009 @ 17:04:40
Mudah-mudahan dengan adanya pemantauan ini, kualitas sebuah sekolah dapat ‘terkontrol’ dengan baik.
Dec 12, 2009 @ 17:49:49
amiiin, semoga harapan semacam itu bisa terwujud, mas.
Dec 10, 2009 @ 16:49:27
Semoga pemantauan KTSP untuk SD-SMP SSN di Jateng tahun ini benar-benar bisa menghasilkan data valid dari lapangan, sehingga simpulan dan rekomendasi yang dihasilkan benar-benar bisa dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan dan rencana aksi berikutnya.
Dan saya berdoa semoga seperti harapan. Salam.
.-= Baca juga tulisan terbaru Kika berjudul "Monas Tourism" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:49:27
amiiin, terima kasih support dan apresiasinya, mas kika.
Dec 10, 2009 @ 14:47:39
dengan keberadaan KTSP apakah masih relevan dengan adanya UAN ya?
.-= Baca juga tulisan terbaru ciwir berjudul "Kode Negara pada Barcode" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:49:00
itulah yang sering dipertanyakan banyak kalangan, mas santri.
Dec 10, 2009 @ 10:25:26
wah semoga dunia pendidikan semakin hari semakin maju ya
Dec 12, 2009 @ 17:48:13
amiiin, semoga harapan semacam itu bisa terwujud, mas and1k.
Dec 10, 2009 @ 08:55:19
Semoga saja pak. .kita hanya bisa berharap
Dec 12, 2009 @ 17:47:44
amiin, kita memang selalu berharap yang terbaik, mas.
Dec 10, 2009 @ 06:08:50
Sebentar lagi Hari Ibu
Jika tak ada beras di gentong
Jika tak ada seteguk air di kendi
Jika tak ada lembaran rupiah dibawah kasur sang ibu
Mengapa tak mengirimkan masakan lezat
Untuk persembahan kepada Ibu atau isteri tercinta di hari Istimewa
Jika artikel masakan sudah jadi
Lalu bubuhi kalimat ” Masakan dengan sentuhan cinta ini saya persembahkan buat wanita yang teramat istimewa”
Kurikulum harus dinamis. Untuk itu perlu kerja keras semua pihak
–
Persembahkan hasil masakan anda dan daftarkan dalam acara SupermanShow di
http://abdulcholik.com/kuliner/supermanshow-la-tetates-de-timbele
Jika itu anda lakukan dengan tulus
Sebuah atau tiga buah kecupan penuh kasih sayang akan di terima
Plus bisikan lembut ” I love you my Superman ”.
Salam hangat dari dapur BlogCamp
Dec 12, 2009 @ 17:46:59
salam hangat juga, pakdhe. matur nuwun infonya.
Dec 10, 2009 @ 00:51:14
semoga sukses pak, moaga2 aja kelak gak ada tiap ganti mentri ganti kurikulum
.-= Baca juga tulisan terbaru m4stono berjudul "Wejangan Sri Paduka Buto Cakil" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:46:03
amiiin, terima ksih support dan apresiasinya, mas tono.
Dec 09, 2009 @ 13:17:21
seperting bongkar pasang kurikulum di dunia pendidikan mnjdi situasi yg g aneh ya pak sawali?
pakabar pak?
.-= Baca juga tulisan terbaru Caride™ berjudul "Samsung B3210 CorbyTXT" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:44:55
alhamdulillah, sehat, mas caride. hmmm …. saya kira benar, mas. menurut saya perubahan kurikulum memang perlu terus dilakukan agar benar2 sesuai dengan tuntutan dan dinamika zaman.
Dec 09, 2009 @ 13:15:56
semoga dunia pendidikan kita bisa lebih baik lagi ya pak..amin
ingin berbagi info Coin IBSN Peduli Keadilan
salam, ^_^
.-= Baca juga tulisan terbaru Didien® berjudul "Rakyat butuh kaeadilan dan perlindungan" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:43:58
amiiin, terima kasih support dan apresiasinya, mas didien.
Dec 09, 2009 @ 09:56:05
sudah selayaknya pemerintah mencarikan solusi yang tepat tentang masalah kurikulum tetap negeri ini yang masih memakai sistem pasang copot ;0
Dec 12, 2009 @ 17:43:30
setuju banget, mas arif. idealnya memang demikian.
Dec 09, 2009 @ 06:59:29
@Mas Sawali
Bongkar pasang sistem kurikulum kita terbukti tidak memberikan arti yang signifikan, apa sebaiknya kita perbaiki dan revisi yang ada saja sampai pada tingkat yang optimal ?!
.-= Baca juga tulisan terbaru haniifa berjudul "Mubahalah" =-.
Dec 11, 2009 @ 12:42:39
Wahh… @Mas, mohon maaf komentarnya double :d
.-= Baca juga tulisan terbaru haniifa berjudul "Award Purple Heart" =-.
Dec 09, 2009 @ 06:55:10
@Mas Sawali
Bongkar pasang sistem kurikulum ternyata tidak memberikan arti yang signifikan, apa sebaiknya merevisi dan mengembangkan secara berkesinambungan saja !!
.-= Baca juga tulisan terbaru haniifa berjudul "Mubahalah" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:41:55
sebenarnya setiap kali ada perubahan kurikulum dimaksudkan utk menyempurnakan kurikulum sebelumnya, mas hanif. ndak ada kok perubahan secara frontal.
Dec 09, 2009 @ 03:52:05
Semoga pendidikan di Indonesia hasilnya semakin berkualitas. Amin.
.-= Baca juga tulisan terbaru Puspita W berjudul "Nge-Blog Upaya Membangun Mimpi Siswa" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:41:08
amiiin, terima kasih, bu pita. mari kita bersama-sama berjuang utk mencerdaskan anak2 bangsa. *doh, kenapa saya jadi suka beretorika seperti ini, hehe …*
Dec 08, 2009 @ 22:29:22
sip-lah
biar semakin profesional dan semakin oye pendidikan di Indonesia
.-= Baca juga tulisan terbaru Pradna berjudul "Red Cliff (Kisah 3 Negara)" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:40:08
hehe … terima kasih support dan apresiasinya, mas pradna.
Dec 08, 2009 @ 21:54:32
Dulu saya masih ingat ketika smp ada pelajaran agraria. Belajar memegang cangkul, belajar menanam singkong dsb…
Dulu sempat pula ada pelajaran tataboga, belajar menyeterika baju, mencuci piring dan dsb..
Kini pelajaran itu tidak ada lagi. Apakah ke depan pelajaran tsb akan di ‘hidupkan’ kembali pak guru??
.-= Baca juga tulisan terbaru khairuddin syach berjudul "Mengembalikan Jati Diri Bangsa : Mengembalikan Keyword Yang Hilang" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:39:50
sebenarnya sekarang sudah mulai dihidupkan, mas khai, melalui mapel muatan lokal (mulok). setiap sekolah diberi wewenang utk mengembangkan mulok sesuai dengan kebutuhan.
Dec 08, 2009 @ 21:46:17
Yang penting jadi lebih baik. :d
Dec 12, 2009 @ 17:35:29
amiiin, semoga memang demikian, mas.
Dec 08, 2009 @ 15:17:52
Semoga pendidikan Indonesia lebih baik lagi…
.-= Baca juga tulisan terbaru SekolahVirtual berjudul "Artikel Pendidikan : Model Sistem Kesiswaan Berdasarkan Desain Sistem Instruksional ADDIE" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:34:20
amiin, semoga memang demikian, mas. terima kasih support dan apresiasinya.
Dec 08, 2009 @ 15:02:04
kok komenku tidak masuk, hanya avatarnya saja.
Dec 08, 2009 @ 15:00:00
semoga sukses, bukan sekedar menjalankan proyek
Dec 12, 2009 @ 17:33:49
hehe … terima kasih pak narno. semoga ini bukan proyek yang sarat dengan tipu2.
Dec 08, 2009 @ 14:58:10
Mudah2an bisa dicari model pembelajaran yang benar-benar mengena, pas dan berakar budaya indonesia…..
.-= Baca juga tulisan terbaru yanti tukang kerupuk berjudul "Astaga! Kasus ibu Prita ternyata belum kelar juga!" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:33:21
terima kasih suppoert dan apresiasinya, mbak yanti.
Dec 08, 2009 @ 13:18:15
Berharap, semoga dunia pendidikan di indonesia makin bagus
.-= Baca juga tulisan terbaru edratna berjudul "Bau kompos vs obat gosok?" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:31:58
amiiin, terima kasih support dan apresiasinya, bu.
Dec 08, 2009 @ 13:13:08
semoga penerapan kurikulum baru dapat meningkatkan kepanadian anak- anak Indonesia
.-= Baca juga tulisan terbaru riFFrizz berjudul "Dapatkan $100 dari Facebook !" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:31:39
amiiin, semoga memang demikian dan bisa segera terwujud, mas rifky.
Dec 08, 2009 @ 09:24:15
semoga dengan kurikulum baru,mutu pendidikan di negeri ini bisa makin meningkat
.-= Baca juga tulisan terbaru galuharya berjudul "Onde Ronde Konde" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:30:00
amiiin, semoga harapan semacam itu bisa terwujud, pakne galuh.
Dec 08, 2009 @ 08:59:07
semoga ya pak…
aku turut mendukung yang terbaik untuk dunia pendidikan di tanah air kita ini
.-= Baca juga tulisan terbaru Ria berjudul "Hatiku" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:29:33
amiiin, terima kasih support dan apresiasinya, mbak ria.
Dec 08, 2009 @ 08:36:56
Semoga pemantauan KTSP untuk SD-SMP SSN di Jateng tahun ini benar-benar bisa menghasilkan data valid dari lapangan, sehingga simpulan dan rekomendasi yang dihasilkan benar-benar bisa dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan dan rencana aksi berikutnya.:)>-[-o<
Dec 12, 2009 @ 17:28:12
hehe …. matur nuwun, gus.
Dec 08, 2009 @ 07:32:08
sebaiknya jgn setengah2.. menerapkan kurikulum baru tanpa dibarengi dengan peningkatan sarana & prasarana.. bila memang ingin menerapkan kurikulum yg maju dan membutuhkan teknologi, harusnya teknologinya juga sudah dipersiapkan.. Masak memiliki misi mengenalkan internet/komputer tp masih ada sekolah yg masih belum memiliki komputer..
.-= Baca juga tulisan terbaru Ongki berjudul "Produk-produk inovatif dari Apple" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:27:18
itulah yang menjadi ironi pendidikan negeri ini, mas. ada mapel TIK, tapi sdm dan sarprasnya belum layak dan memadai. doh!
Dec 07, 2009 @ 20:15:17
entahlah, suami saya yang seorang pendidik [un sedang berusaha mencari metode implementasi KTSP agar didapat hasil yang maksimal….
.-= Baca juga tulisan terbaru yanti tukang kerupuk berjudul "Astaga! ABG bugil Gara-gara lifestyle on the net!" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:26:36
wah, semoga sukses, ya, mbak. saya salut dg inovasi yang terus dilakukan oleh suami mbak yanti.
Dec 07, 2009 @ 20:13:15
perubahan kurikulum pada dasarnya adalah merubah sistem pendidikan kearah yang lebih baik. KTSP dianggap kurikulum terbaik saat ini, meski guru dan pendidik lainnya harus beradaptasi lagi. mudah2an ini semua bisa menciptakan pendidikan ke arah lebih baik dan baik lagi…salam…
.-= Baca juga tulisan terbaru yanti tukang kerupuk berjudul "Astaga! ABG bugil Gara-gara lifestyle on the net!" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:26:00
salam juga, mbak yanti. idealnya memang demikian, mbak. setiap perubahan kurikulum harus memiliki kejelasan visi dan misinya sehingga tak hanya sekadar perubahan kebijakan semata.
Dec 07, 2009 @ 17:35:42
Setelah kurikulum dirombak nanti harus ada ketetapan untuk melanjutkannya. Jadi perombakan ini bukan hanya sekedar tren ingin berubah saja namun harus tetap berkesinambungan. Kasihan siswa didik harus berganti metode yang belum ketahuan keefektifannya.
Dec 12, 2009 @ 17:24:15
sepakat banget, mas mandor. hakikat monitoring seharusnya demikian. hasilnya perlu dijadikan sbg bahan utk menyusun action-plan sehingga ke depan menjadi lebih baik.
Dec 07, 2009 @ 16:10:56
benar pak Sawali … semoga pamantaunya memdapatkan data valid untuk selanjutnya digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dan rencana aksi selanjutnya.
mengenai otonomi pendidikan… ini yang perlu dipikirkan dan diperjuangkan daerah, yang juga berhubungan dengan otonomi peserta didik sebagai agent belajar sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya.
.-= Baca juga tulisan terbaru HE. Benyamine berjudul "ANGGREK MERATUS (5)" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:23:26
terima kasih support-nya, bang ben. sungguh menyedihkan kalau monitoring hanya sekadar dilakukan secara legal-formal semata, tapi substansinya justru kacau.
Dec 07, 2009 @ 13:54:53
Semoga dunia pendidikan-ku menjadi lebih baik, dan aku lulus…. Doain ya pak!!
.-= Baca juga tulisan terbaru Yuni berjudul "Menurutku Nge-blog Itu? (Bag. 1)" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:21:24
wah, sudah pastpi, mbak yuni. saya doakan semoga lulus ujian dengan prestasi yang bagus dan membanggakan.
Dec 07, 2009 @ 13:53:43
Amin.mudah-mudahan simpulan dan rekomendasi yang dihasilkan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya..
.-= Baca juga tulisan terbaru Anas berjudul "Facebook vs Friendster" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:20:51
amiiin, terima kasih supportnya, mas anas.
Dec 07, 2009 @ 12:00:36
“…kurikulum merupakan semacam satelit…”
smoga kalo digonta-ganti satelitnya nggak terlalu lama trial and errornya dan tidak banyak korban errornya Pak Sawali..!
.-= Baca juga tulisan terbaru nggresik berjudul "Wasiat Kanggo Calon Bupati Gresik" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:18:55
hehehe … memangnya satelit palapa? hehe … mas nggresik bisa saja, nih, hehe …
Dec 07, 2009 @ 11:12:16
semoga sekolah – sekolah di indonesia biasa menjadi standart nasional semuanya dan bahkan bisa mencapai standart internasional amien….
>-
.-= Baca juga tulisan terbaru dameydra berjudul "Hasrat yang Mungkin Terlarang" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:12:17
setuju, mas dame, asalkan bukan sekadar utk pencitraan, apalagi sekadar latah.
Dec 07, 2009 @ 11:11:01
Koreksi sedikit pak sawali … judulnya bener gak itu..KSTP.. hehehe:d/ :d :d bukanya KTSP to pak hehehe atau mungkin saya yang salah….
[-(:-?
.-= Baca juga tulisan terbaru dameydra berjudul "Hasrat yang Mungkin Terlarang" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:11:40
wah, iya, mas damey. makasih banget koreksinya. langsung saya ganti, hehe ….
Dec 07, 2009 @ 10:24:31
lho komenku kok ilang?
Dec 07, 2009 @ 10:23:24
indikator menteri baru ya bergantinya kurikulum…ngomong2 pak sawali dapat proyek satu guru satu laptop seperti di Jatim nggak pak? katanya ada kredit murah tuh untuk para guru.
Dec 12, 2009 @ 17:11:16
belum. utk jateng sepertinya belum ada gemanya, mas boyin. mudah2an nanti dapat giliran juga, hehe …
Dec 07, 2009 @ 09:31:33
wes..

pokokna dukung perbaikan..
pendidikan indonesia..
apapun caranya..
agar terbentuk generasi bangsa yg lebih baik..
..
bwt, menyambut launching novel saya yg pertama..
saya mo bagi2 novel neh..
mampir aja d artasastra.com..
thx ya..
.-= Baca juga tulisan terbaru Budi Hermanto berjudul "Berbagi Novel Debu Cintayana" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:05:49
wah, terima kasih infonya nih, mas hermanto. saya ndak mau ketinggalan nih. sungguh sebuah kehormatan jika saya juga bisa ikut menikmati novelnya.
Dec 07, 2009 @ 08:43:13
Semoga kerja keras nya dapat menghasilkan data valid untuk menjadi bahan perumusan kurikulum ke depan. Ke arah yang lebih baik tentunya.:d
.-= Baca juga tulisan terbaru Wempi berjudul "Mak Ijun Pengusaha Bodoh" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:04:49
amiiin, terima kasih support-nya, mas wempi.
Dec 07, 2009 @ 08:18:05
semoga tidak sekadar birokratif semata ya pak. masih prihatin melihat pendidikan yang memprihatinkan
.-= Baca juga tulisan terbaru dhodie berjudul "Pantai-pantai Perawan di Garut Selatan" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:04:30
amiiin, seperti itulah yang kita harapkan, mas dhodie. kalau hanya sekadar legal-birokratif, doh, ndak akan banyak manfaatnya utk kepentingan dunia pendidikan.
Dec 07, 2009 @ 07:01:11
Soal kurikulum saya jadi inget ketika kelas 1 SMA, diberitahu oleh para guru kalau sekalinya saya tinggal kelas maka penjurusan akan dilakukan kelas 3 dan bukan kelas 2 lagi.. Eh sekarang dengar2 SMA dijuruskan sejak kelas 2 lagi ya, Pak?
Kasian anak didik kalau tiap2 waktu mentrinya ganti kurikulum juga ikutan diganti
.-= Baca juga tulisan terbaru DV berjudul "New Moon Bikin Manyun?" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:03:32
iya, mas don. penjurusan utk sma memang sudah dilakukan sejak kelas 2 kok.
Dec 06, 2009 @ 23:04:54
dinia pendidikan kita semakin lama memang semakin membaik cuman kenapa displin, mental, tatakrama dan didikasinya banyak yang hilang
.-= Baca juga tulisan terbaru rudis berjudul "UNTUK KEKASIHKU" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:03:01
wah, bisa jadi prosesnya yang melupakan pendidikan karakter dan budi pekerti, mas rudi. padahal, seharusnya nilai2 semacam itu bisa dilakukan secara integral dan include ke dalam setiap mapel.
Dec 06, 2009 @ 22:19:51
mangtafff pak, semoka mampu meningkatkan kualitas pendidikan di negara kita
.-= Baca juga tulisan terbaru Pencerah berjudul "Hasil Pembagian Grup Piala Dunia 2010" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:00:21
amiiin, semoga harapan itu dapat terwujud, masd pencerah.
Dec 06, 2009 @ 20:07:11
industrialisasi pendidikan hanya akan membuat institusi pendidikan jadi kapal keruk uang yang memproduksi zombie…
.-= Baca juga tulisan terbaru Love4Live berjudul "Super GRUB Disk, Tool Untuk Memperbaiki GRUB Bootloader" =-.
Dec 12, 2009 @ 16:59:59
doh, makin menakutkan saja nih, mas love, kalau harus jadi zombie, hehe … jadi penghisap darah, dong!
Dec 06, 2009 @ 20:02:08
komen kedua kok hilang ya pak?
Dec 08, 2009 @ 09:23:31
@itempoeti, ndak hilang kang,tuh sudah muncul
.-= Baca juga tulisan terbaru galuharya berjudul "Onde Ronde Konde" =-.
Dec 06, 2009 @ 20:00:37
“Reformasi pendidikan memang perlu dimulai dari pembaharuan di bidang kurikulum.”
rasanya lebih tepat jika reformasi pendidikan harus dimulai dari reformasi birokrasi, dan reformasi birokrasi diawali dari reformasi mental dan moral birokrasi.
Dengan begitu, pembaharuan kurikulum otomatis akan berjalan dengan sendirinya.
Dec 12, 2009 @ 16:57:36
sepakat juga, mas mahendra. tentu saja reformasi apa pun, termasuk kurikulum, perlu dibarengi dengan reformasi kultural (mental dan moral) para pelakunya.
Dec 06, 2009 @ 19:55:32
asyik dapat pertamaaaaxxx…
jarang2 hlooo….
Dec 08, 2009 @ 08:48:19
@itempoeti, Nunut Pertamax yo
Dec 12, 2009 @ 17:29:08
kekeke … mbk yanti? doh! napa jadi ikut2an pertamax, kekeke ….
Dec 10, 2009 @ 14:46:52
@itempoeti, melu nunut yo mase
.-= Baca juga tulisan terbaru ciwir berjudul "Kode Negara pada Barcode" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:48:36
walah, kok jadi nunut2an toh iki, hehe …
Dec 12, 2009 @ 16:55:42
walah, bukan hal yang sulit utk komen pertama di blog ini kok mas mahendra, hehe …