Home | Edukasi, Kurikulum, Refleksi | Pemantauan Implementasi KTSP untuk SSN

Pemantauan Implementasi KTSP untuk SSN

Sunday, 6 December 2009 (19:32) | 706 pembaca | 124 komentar | Print this Article

Selama sepekan (7 s.d. 12 Desember 2009), Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Prov. Jateng akan melakukan pemantauan keterlaksanaan KTSP SD dan SMP Standar Nasional secara serentak di 35 kabupaten/kota. Tujuan pemantauan ini adalah untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan KTSP yang harus dilaksanakan oleh semua satuan pendidikan mulai tahun pelajaran 2009/2010 sebagaimana tertuang dalam Permendiknas No. 24 Tahun 2006. Khusus SSN, pelaksanaan KTSP mengacu pada delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP), yakni Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan Pendidikan, dan Standar Penilaian Pendidikan. Sedangkan, penyusunan dan pengembangan KTSP mengacu pada empat SNP, yakni Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian Pendidikan.

Rakor TPKRakor TPKDalam rapat koordinasi TPK Prov. Jateng yang berlangsung Jumat, 4 Desember 2009 (pukul 13.00-15.00 WIB) di aula Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Prov. Jateng, disepakati bahwa pemantauan KTSP SD-SMP SSN meliputi 3 komponen, yakni (1) Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan (ketersediaan dokumen acuan penyusunan KTSP, ketersediaan dokumen kurikulum, proses penyusunan dokumen KTSP, struktur dan muatan KTSP); (2) Standar Proses (perencanaan proses pembelajaran, penilaian hasil belajar, pengawasan proses pembelajaran); (3) Standar Penilaian Pendidikan (penilaian oleh pendidik, penilaian oleh satuan pendidikan, hasil penilaian). Setiap aspek terjabarkan lagi ke dalam beberapa indikator dan subindikator sesuai dengan ruang lingkupnya masing-masing.

Tugas Tim Pemantau adalah untuk mengumpulkam data/informasi sesuai kondisi riil di sekolah melalui pengamatan, studi dokumen, dan wawancara dengan warga sekolah dengan menggunakan penentuan skor berdasarkan professional judgement antara pemantau dan pihak sekolah. Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh, tim pemantau diharapkan bisa merumuskan simpulan dan rekomendasi untuk ditindaklanjuti sebagai action-plan pada waktu-waktu mendatang, sehingga aplikasi kurikulum benar-benar dapat berlangsung seperti yang diharapkan.

Jika kita melakukan flash-back sejenak, dunia pendidikan di negeri ini memang sudah berkali-kali mengalami bongkar-pasang kurikulum. Setidaknya-tidaknya, sudah tujuh kali perubahan kurikulum tercatat dalam sejarah, yakni Kurikulum 1962, 1968, 1975, 1984, 1994, KBK, dan KTSP. Namun, perubahan demi perubahan kurikulum dinilai belum memberikan dampak positif terhadap kemajuan peradaban bangsa. Dunia pendidikan kita dianggap belum juga berhasil melahirkan anak-anak bangsa yang visioner; yang mampu membawa bangsa ini berdiri sejajar dan terhormat dengan negara lain di kancah global. Dunia pendidikan kita dinilai juga masih sempoyongan dalam melahirkan generasi bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas secara emosional, spiritual, dan sosial.

Reformasi pendidikan memang perlu dimulai dari pembaharuan di bidang kurikulum. Sebab, kurikulum merupakan semacam satelit yang melacak dan memberi identitas edukatif bagi setiap siklus pendidikan. Secara pedagogis dan didaktis, tujuan kurikulum adalah untuk mempercantik busana kultural maupun formatif, baik itu melalui pengayaan berkesinambungan atas identitas intelektual anak didik mulai TK sampai perguruan tinggi, atau melalui penguatan otonomi pendidikan yang sifatnya subsidiaris, jauh dari sentralisasi edukatif, secara didaktis memberi otonomi pada anak didik sebagai agen yang belajar sesuai kapasitas dan kemampuannya.

Sebagai bagian dari reformasi pendidikan, perubahan kurikulum idealnya tak hanya sekadar mencakupi perubahan dan pembenahan dokumen tertulisnya saja, tetapi juga berupaya menyentuh perubahan dan perbaikan proses pelaksanaannya di tingkat sekolah. Dengan cara demikian, kurikulum akan memiliki empat dimensi dasar, yakni konsep dasar kurikulum, dokumen tertulis, pelaksanaan, dan hasil belajar siswa.

Sebagai bagian dari reformasi pendidikan, perubahan kurikulum agaknya akan sia-sia kalau tidak dibarengi dengan pemberdayaan komponen lain secara simultan dan holistik. Profesionalisme guru, misalnya, sejak dulu sudah gencar digembar-gemborkan, betapa amat vitalnya peran mereka sebagai “lokomotif” pendidikan. Demikian juga halnya dengan gaya kepemimpinan kepala sekolah. Sebagai top-leader, pola manajemen kepala sekolah akan sangat menentukan dinamika aplikasi kurikulum di tingkat satuan pendidikan yang dikelolanya.

Semoga pemantauan KTSP untuk SD-SMP SSN di Jateng tahun ini benar-benar bisa menghasilkan data valid dari lapangan, sehingga simpulan dan rekomendasi yang dihasilkan benar-benar bisa dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan dan rencana aksi berikutnya. ***

Kategori: Edukasi, Kurikulum, Refleksi | Tags: , , , ,

Tulisan lain yang berkaitan:

imgUjian Nasional Mengebiri Potensi Siswa Didik (Tuesday, 9 March 2010, 852 pembaca, 137 respon) Jika tak ada aral melintang, para siswa SMA/MA, SMALB, dan SMK akan menempuh Ujian Nasional (UN) utama pada 22 – 26 Maret 2010. Sedangkan, siswa SMP/MTs dan SMPLB pada 29 Maret – 1 April 2010. Berbeda dengan tahun sebelumnya, UN tahun ini ada UN...
imgUjian Nasional Pasca-Keputusan MA (Friday, 4 December 2009, 1,339 pembaca, 145 respon) Teka-teki jadi atau tidaknya Ujian Nasional (UN) 2010 digelar terjawab sudah setelah Depdiknas, melalui Sekjen Dody Nandika, menyatakan bahwa UN tahun 2010 akan tetap berlangsung, sebab hingga kini Depdiknas belum menerima salinan putusan Mahkamah Agung...
imgPrahara Kembali Mengintai Dunia Pendidikan (Monday, 1 June 2009, 755 pembaca, 137 respon) Ketika membuka email, saya terkejut. Ada judul yang agak provokatif “Bencana Pendidikan” yang masuk dalam kotak surat maya itu. Ketika saya baca, duh, benar-benar membuat saya shock. Teman yang baik hati itu mengirimkan sebuah berita “buruk” yang...
imgPengajaran Sastra di Tengah Fenomena Involusi Budaya (Saturday, 7 March 2009, 1,030 pembaca, 68 respon) Dalam dua dekade terakhir, nurani kita dikejutkan oleh berbagai ulah anomali yang dilakukan oleh kaum remaja-pelajar kita. Perilaku bringas dan kasar seolah-olah telah menjadi tontonan rutin di atas panggung sosial kita. Tawuran, ngepil, pergaulan bebas,...
imgTerompet Ujian Nasional Itu Telah Ditiup (Wednesday, 17 December 2008, 1,054 pembaca, 147 respon) Teka-teki tentang kapan ujian nasional 2009 akan dilaksanakan, akhirnya terjawab sudah. Setelah terjadi kesepakatan bersama antara BSNP, Depdiknas, dan Depag, akhirnya diputuskan jadwal Ujian Nasional sebagai berikut: - SMA/MA (20-24 April...
Catatan Sawali Tuhusetya
feeds.feedburner.com
Tulisan berjudul "Pemantauan Implementasi KTSP untuk SSN" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 (19:32)) pada kategori Edukasi, Kurikulum, Refleksi. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Ingin berlangganan gratis? Silakan daftarkan alamat email Anda sekarang juga! Terima kasih dan salam budaya!
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
FacebookTwitterStumbleDigg itDeliciousGoogle ReaderRedditTechnoratiGoogle BuzzYahoo Buzz
DesignfloatDiigoMixxMeneamedesignbumpFurlMagnoliaBlinklistfurlblogmark

124 Responses to "Pemantauan Implementasi KTSP untuk SSN"

  1. budies says:
    Menggunakan Firefox 3.5.5 Firefox 3.5.5 pada Windows Vista Windows Vista

    kalau semua kabupaten TPK-nya mantab, mantab jua ya pak KTSPnya
    Baca juga tulisan terbaru budies berjudul "WINNER ANNOUNCEMENT, ITSF 2009" My ComLuv Profile

  2. Menggunakan Shiretoko 3.5.7 Shiretoko 3.5.7 pada Ubuntu 9.10 Ubuntu 9.10

    betul sekali, pak mursyid. yang pasti, kasek sbg top manager ndak bisa lagi me-manage sekolah seenaknya sendiri. perlu kolaborasi dan membangun sinergi dg para pemangku kepentingan.

  3. Menggunakan Google Chrome 4.0.266.0 Google Chrome 4.0.266.0 pada GNU/Linux GNU/Linux

    terima kasih support dan apresiasinya, mas.

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
«
»
www.batuzakar.netweb hosting indonesia
Catatan Sawali Tuhusetya is proudly powered by WordPress (199 queries: 0.930 seconds)
Valid CSS & XHTML | KBP