Ujian Nasional Pasca-Keputusan MA
Friday, 4 December 2009 (03:07) | 1,105 pembaca | 144 komentar | Print this Article
Teka-teki jadi atau tidaknya Ujian Nasional (UN) 2010 digelar terjawab sudah setelah Depdiknas, melalui Sekjen Dody Nandika, menyatakan bahwa UN tahun 2010 akan tetap berlangsung, sebab hingga kini Depdiknas belum menerima salinan putusan Mahkamah Agung (MA) terkait kasasi tentang UN (Kompas, 3 Desember 2009). Menurutnya, jika dicermati, ada tiga poin dari putusan MA dan tidak ada satu pun yang melarang UN. Poin pertama adalah tergugat diperintahkan untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan serta guru sebelum menjalankan proses pendidikan. Itu sudah dilakukan Depdiknas dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Poin kedua, tergugat diperintahkan juga oleh MA untuk membuat satu skema respon terhadap siswa yang gagal UN atau siswa yang menjadi korban UN, sehingga tidak mengalami stres yang berat. Hal itu, menurut Dodi, sudah dijawab dengan akan diselenggarakannya ujian ulangan yang merupakan skema baru pada tahun ini, karena tahun sebelumnya tidak ada. Dengan adanya ujian ulangan, masih ada kesempatan bagi siswa jika gagal atau tidak lulus pada ujian tahap pertama, tegasnya. Poin ketiga, pihaknya juga diperintahkan MA untuk meninjau kembali dan memperbaiki sistem pendidikan dasar secara umum dan itu sudah dilakukan dengan dikeluarkan undang-undang guru dan dosen, undang-udang BHP, juga undang-undang perpustakaan.
Terlepas dari berbagai kontroversi yang selama ini mencuat ke permukaan, UN perlu dikembalikan ke “khittah”-nya sebagai alat pemetaan mutu pendidikan secara nasional. Artinya, UN jangan dijadikan sebagai penentu kelulusan, tetapi sebagai alat untuk memotret dan memetakan mutu pendidikan secara nasional, sehingga bisa diketahui sekolah mana yang sudah memenuhi standar mutu dan yang belum. Sekolah yang belum memenuhi standar mutu pendidikan perlu terus dikawal, dilengkapi sarana, prasarana, dan fasilitasnya, serta ditingkatkan mutu gurunya, sehingga bisa terus berkembang secara dinamis dan siap bersaing dengan sekolah-sekolah lain yang jauh lebih maju.
Kenyataan menunjukkan, dijadikannya UN sebagai penentu kelulusan telah mengakibatkan merebaknya budaya kecurangan massal dan tak pernah tuntas tertangani. Yang lebih ironis, UN bukan lagi sebagai alat untuk mengukur dan menguji kompetensi peserta didik, melainkan telah jauh menyimpang sebagai alat pencitraan pejabat publik di daerah. Tidak sedikit pejabat daerah yang menjadikan keberhasilan UN sebagai upaya untuk meningkatkan posisi tawar, sehingga mereka berupaya dengan berbagai macam cara agar tingkat kelulusan UN di wilayahnya bisa mencapai target yang diinginkan. Untuk mencapai target kelulusan, dibentuklah Tim Sukses UN untuk mengawal pelaksanaan dan hasil UN. Akibatnya bisa ditebak, UN bukan lagi sebagai alat untuk meningkatkan mutu pendidikan, melainkan sebagai tujuan untuk meningkatkan citra dan marwah daerah.
Kalau mau jujur, UN selama ini justru telah mereduksi makna pendidikan hakiki. Yang berupaya serius agar bisa lulus bukan peserta didik, melainkan para pemangku kepentingan pendidikan untuk mencapai target-target tertentu. Tak heran apabila UN hanya menjadi rutinitas tahunan yang telah kehilangan aura dan wibawa. Tak ada energi positif yang terpancar dari balik pelaksanaan UN selama ini. Menjelang UN bukannya siswa yang repot, melainkan para pejabat dan birokrat pendidikan mulai lapis atas hingga lini bawah. Guru pun kalang kabut, bahkan mengidap stress tahunan akibat mendapatkan tekanan bertubi-tubi dari berbagai sisi. Menjelang UN, seorang guru mesti berangkat pagi-pulang sore untuk melakukan adegan-adegan akrobatik di kelas guna men-drill siswanya dengan berbagai trik dan kiat demi memenuhi ambisi dan gengsi atasannya. Mereka pun tak jarang mesti mengorbankan kepentingan suami dan anak-anak di rumah. Sebuah pemandangan yang biasa apabila keluarga guru kehilangan sebagian kebahagiaan menjelang UN. Suami uring-uringan, anak-anak pun merasa kurang mendapatkan sentuhan perhatian dan kasih sayang.
Yang lebih menyedihkan, siswa justru kehilangan greget untuk belajar keras karena telah terperangkap dalam kubangan budaya instan. UN bukan lagi sebagai sesuatu yang “sakral”, melainkan hanya dianggap sebuah adegan drama yang sarat dengan kepura-puraan.
Kalau memang UN hendak didesain sebagai “starting point” peningkatan mutu pendidikan, harus ada perubahan mendasar tentang sistem dan mekanismenya. Pertama, serahkan sepenuhnya penentuan kelulusan kepada sekolah dengan menggunakan rambu-rambu dan standar kelulusan secara nasional. Harus ada pemantauan sistemik terhadap proses penilaian kompetensi siswa secara jujur, fair, dan objektif, sehingga tak memungkinkan sekolah untuk melakukan manipulasi penilaian. Kedua, kualitas soal UN harus benar-benar valid sehingga mampu membedakan siswa yang berotak cemerlang dan siswa yang berotak pas-pasan. Jangan sampai anak-anak cerdas justru terbonsai dan harus jadi tumbal pendidikan akibat soal UN yang diragukan mutunya. Sebaliknya, siswa yang kehilangan etos belajar dan bermental pemalas justru termanjakan dengan mendapatkan hasil UN yang bagus dan memuaskan. Ketiga, harus ada sinkronisasi antara kurikulum yang teraplikasikan dalam kegiatan pembelajaran dan sistem UN yang dilaksanakan. Selama ini, UN terkesan menjadi sebuah entitas yang terlepas dari kurikulum. Menjelang UN, siswa tak pernah mendapatkan layanan pendidikan yang inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, lantaran mereka hanya dilatih untuk menjadi penghafal kelas wahid, tak ubahnya seperti simpanse dalam permainan sirkus.
Semoga “teguran” MA benar-benar menjadi “warning” buat Depdiknas dalam menggelar UN yang lebih mencerdaskan dan mencerahkan, sehingga UN bisa menjadi alat yang sahih untuk mencapai tujuan pendidikan. Sebuah tantangan yang tidak mudah bagi Pak Muhammad Nuh sebagai Mendiknas di awal pengabdiannya. ***









































IHSAN
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Friday, 4 December 2009 @ 03:54
saya setuju Pak kalau UN sebagai alat pemetaan mutu pendidikan secara nasional
bukan sumber merebaknya budaya kecurangan massal salah satunya lahan paling subur berbisnis cepat lewat adanya UN 
semoga UN benar2 kembali ke khittahnya

Baca juga tulisan terbaru IHSAN berjudul "Campuran di Awal Desember 2009"
Reply
Safiq .S (Saturday, 5 December 2009 @ 11:47)
semua emang bertujuan wat ningkatin pendidikan indonesia.
tapi ap harus,pendidikan yamg ditempuh selama 3thun dengan susah payah,hanya ditentukan dlm 5hri.padahal,penyelenggara nda thu ky gmn siswa tsb.lum tentu juga hasil yang dperoleh dr diri sendiri.
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 16:56)
hmm … itu dia mas safiq, perlu ada perubahan mendasar ttg sistem dan mekanisme UN agar benar2 mampu menjadi alat pemetaan mutu pendidikan nasional yang valid dan reliabel.
Reply
bima93 (Friday, 11 December 2009 @ 21:03)
@Safiq .S, betul tuh mas,kita udh belajar 3 tahun tapi nentuin masa depan hanya 5 hari aja,gak seimbang deh mendingan standar kelulusan di tentukan oleh sekolah masing masong,karena sekolah tahu kualitas siswanya
Baca juga tulisan terbaru bima93 berjudul "FLASHBUX TANDA MAU SCAM"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 17:59)
hmm… memang perlu ada perubahan sistem dan mekanisme UN, mas bima. tapi kalau UN ditiadakan, akan makin ndak jelas standar mutu pendidikan di negeri ini.
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 15:44)
idealnya memang demikian, mas ihsan utk menghindari terjadinya kecurangan massal.
Reply
mardiana pardede (Thursday, 17 December 2009 @ 19:14)
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 19 December 2009 @ 01:24)
hmmm … semoga saja komentar ini terbaca oleh para pengambil kebijakan.
Reply
Wempi
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Friday, 4 December 2009 @ 08:53
Sekarang kesannya kok UN itu untung-untungan ya. sama seperti ujian pns. ( kesan pribadi saja, jangan diambil hati
)
yang jungkir balik sampe ngadain pengajian dan yasinan gak lulus, sedangkan yang biasa-biasa aja lulus
jadi… sekolah itu gak usah pintar pintar nduk tapi pintar-pintar lah bersekolah

Baca juga tulisan terbaru Wempi berjudul "JaMU-1 JUG Bukit Barisan"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 15:48)
itu dia yang jadi masalah, mas wempi. mungkin kualitas soalnya yang memang belum mempertimbangkan aspek validitas dan reliablitasnya.
Reply
ane
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Friday, 4 December 2009 @ 09:17
Semoga pendidikan di Indonesia semakin lebih baik khususnya daerah2 yang terpencil yang tidak punya sarana dan prasarana yang tidak memadai (di kota aja ancur….). Untuk para pelajar banyak belajar, jngn keluyuran..
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 15:48)
amiin, UN memang masih diperlukan, tapi tak perlu dijadikan sbg penentu kelulusan, tapi sbg alat pemetaan mutu pendidikan scr nasional.
Reply
tengkuputeh
Opera 9.64 dan
Windows XP
Friday, 4 December 2009 @ 09:18
Standar mutu pendidikan di Indonesia memang harus ditingkatkan, dan itu semua tidak harus dengan cara instan…
Baca juga tulisan terbaru tengkuputeh berjudul "THE LAST GENTLEMAN"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 15:50)
betul, mas tengku. semoga mutu UN dari tahun ke tahun terus diperbaiki. dan yang penting, jangan sampai UN jadi penentu kelulusan utk menghindari merebaknya budaya instan.
Reply
Vienka
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Friday, 4 December 2009 @ 09:20
Kasian juga mereka kalau udah waktunya UAN langsung pada deg ²an nya banget banget
cuma gimana juga ya kalau gak ada UAN juga nentuin kelulusan pakai apa 

Baca juga tulisan terbaru Vienka berjudul "Bonebone desa bebas rokok"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 15:51)
UN memang masih diperlukan, mbak, tapi bukan sbg penentu kelulusan, melainkan sbg alat pemetaan mutu pendidikan, sehingga akan bisa diketahui mana sekolah yang sdh memenuhi standar nasional dan yang belum.
Reply
tengkuputeh
Opera 9.64 dan
Windows XP
Friday, 4 December 2009 @ 09:25
Semoga ke depan mutu pendidikan kita semakin baik…
Baca juga tulisan terbaru tengkuputeh berjudul "THE LAST GENTLEMAN"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 15:51)
amiin, amiiin, amiin.
Reply
The Fachia
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Friday, 4 December 2009 @ 10:18
Smoga tidak terjadi suatu kebingungan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Mutu adalah yang utama menurut saya Pak.
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 15:54)
amiin, kita semua memang berharap demikian, mas, semoga ada perubahan mendasar berkaitan dengan sistem dan mekanisme UN di negeri ini.
Reply
dameydra
Google Chrome 3.0.195.33 dan
Windows XP
Friday, 4 December 2009 @ 10:43
semoga un bisa berjalan dengan sukses dan aman serta mendapat kelulusan yang maksimal….
Baca juga tulisan terbaru dameydra berjudul "Page View Blog"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 15:55)
amiiin, semoga hal itu bisa terwujud, mas damey.
Reply
itempoeti
Shiretoko 3.7.8 dan
Ubuntu 10.4
Friday, 4 December 2009 @ 12:10
UN itu proyek…
pengadaan dan cetak mencetak soal = proyek…
itulah sistem pendidikan negara kelelawar…
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 15:57)
keke … kok sampai negeri kelelawar toh, mas mahendra, hehe …
Reply
ericova
Firefox 3.0.15 dan
Windows 7
Friday, 4 December 2009 @ 12:11
wah iy neh unas g jelas..mendingan g usah aja pak..merugikan murid..murid niatnya belajar tapi dipersulit pemerintah
Baca juga tulisan terbaru ericova berjudul "Review SPC Boss 1000"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 15:58)
hehe … sebenarnya UN bagus juga utk standarisasi mutu,asalkan sistem dan mekanismenya diubah supaya tdk terjadi kecurangan massal dari tahun ke tahun.
Reply
Love4Live
Shiretoko 3.7.8 dan
Ubuntu 10.4
Friday, 4 December 2009 @ 12:12
semua kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah, apapun namanya…
ujung-ujungnya cuma proyek yang diada-adakan untuk dikorupsi…
Baca juga tulisan terbaru Love4Live berjudul "Super GRUB Disk, Tool Untuk Memperbaiki GRUB Bootloader"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 15:59)
doh, itulah yang dikhawatirkan, mas love. sungguh disayangkan kalau dunia pendidikan tereduksi oleh mental korup semacam itu, haks.
Reply
pakne galuh
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Friday, 4 December 2009 @ 12:28
selalu saja masalah di negeri ini di boncengi urusan politik dan kekuasaan
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 16:01)
wah, makin repot kalau dunia penddikan tereduksi oleh politik dan kekuasaan, mas.
Reply
DV
Google Chrome 3.0.195.33 dan
Windows Vista
Friday, 4 December 2009 @ 12:58
Saya kalau gini ingat omongannya Pak Ersis… Beliau pernah bilang bahwa mendiknas yang baik itu datang dari profesional pendidik
Terus berjuang, Pak Nuh dan Pak Sawali serta ribuan guru lainnya!
Baca juga tulisan terbaru DV berjudul "Hand Sanitizer, Sebuah Sugesti Baru"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 16:02)
pak nuh memang sosok profesional yang paham ttg dunia pendidikan, mas don. kita tunggu saja kiprahnya dalam membenahi dunia pendidikan yang amburadul.
Reply
komuter
Firefox 3.0.15 dan
Windows XP
Friday, 4 December 2009 @ 13:08
sudah lama saya tidak mendengar dan memakai kata ‘marwah’.
ternyata di sini dipakai…
Baca juga tulisan terbaru komuter berjudul "Rekan seperjalanan"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 16:03)
hehe .. lha sekarang kan saya pakai, mas pengendara, hehe ….
Reply
andi
Google Chrome 4.0.261.0 dan
GNU/Linux
Friday, 4 December 2009 @ 13:20
Selamat berjuang guru ku, majulah pendidikan Indonesia ku,
salam,
Baca juga tulisan terbaru andi berjudul "Gnome-shell on Karmic"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 16:04)
terima kasih sup[port dan apresiasinya, mas felani.
Reply
adipati kademangan
Firefox 3.0.15 dan
Windows 2000
Friday, 4 December 2009 @ 15:54
Untuk siswa yang gagal dalam mengerjakan UN tetapi mempunyai nilai akademik yang bagus selama mengikuti KBM juga harus diperhitungkan. Institusi pendidikan pada dasarnya adalah memberikan ilmu, bukan mengejar nilai.
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 16:05)
betul sekali, mas adipati. jangan sampai kerja keras selama 3 tahun jadi sia2 kalau kelulusan hanya ditentukan berdasarkan perolehan nilai UN. harus ada perubahan mendasar agar UN benar2 jujur dan adil.
Reply
olip
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Friday, 4 December 2009 @ 17:10
apa pun keputusannya semoga bisa meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia
Baca juga tulisan terbaru olip berjudul "XHXMYV7R3JGW"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 16:06)
amiiin, kita semua memang berharap seperti itu, mbak olip.
Reply
heru
Firefox 3.5.2 dan
Windows XP
Friday, 4 December 2009 @ 17:26
selalu mendukung yang terbaik untuk indonesia

Baca juga tulisan terbaru heru berjudul "Cara Hack Facebook Orang"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 16:06)
terima kasih support dan apresiasinya, mas heru.
Reply
Mari Sedekah
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Friday, 4 December 2009 @ 20:03
stres juga mikirin waktu mo UN dulu. dan lebih stress lagi kalo gagal. entahlah, mungkin kebijakan yang terbaik yang harus bisa diambil oleh pemerintah agar penerus bangsa ini bisa memberikan yang terbaik pula kelak untuk negeri ini.
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 16:07)
kita semua memang berharap mutu pendidikan di negeri ini terus meningkat dan berkembang secara dinamis. UN seharusnya bukan lagi sbg penentu kelulusan, melainkan sbg alat pemetaan mutu pendidikan, sehingga akan terlihat sekolah yang sdh memenuhi standar nasional dan yang belum.
Reply
istiyanto
Firefox 3.5.4 dan
GNU/Linux
Friday, 4 December 2009 @ 20:29
Sebaiknya UN tidak dijadikan satu-satunya alat ukur untuk menentukan kelulusan siswa. Sekolah sebaiknya diberi hak penuh untuk menentukan apakah siswanya berhak lulus atau tidak. Perbaikan fasilitas pendukung juga harus menjadi prioritas utama pemerintah sebelum melakukan standarisasi dalam ujian.
Pengalaman UN tahun-tahun sebelumnya, banyak siswa yang takut, akibatnya segala cara di tempuh, mencontek, cari bocoran dll tetap ada, apapun sistemnya. Pengawas juga tidak mempunyai keberanian untuk menindak siswa yang ketahuan mencontek, karena akan disingkirkan. Kami yang bekerja di lapangan jadi kami tahu kondisi yang sesungguhnya. Mereka yang sering bicara hanya tahu teori saja, dan belum pernah mengalaminya.
Baca juga tulisan terbaru istiyanto berjudul "Buku Bank Soal Matematika Untuk SMA"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 16:42)
sepakat banget, pak is. idealnya UN memang bukan sbg penentu kelulusan, melainkan sbg alat pemetaan mutu. apalagi sekarang sudah ada KTSP. menjelang UN, KTSP tak bisa berjalan seperti yang diharapkan karena anak2 terus dicecar dg berbagai soal latihan dan drill.
Reply
rudis
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Friday, 4 December 2009 @ 23:45
semoga mutu pendidikan kita semakin meningkat dan semakin baik
Baca juga tulisan terbaru rudis berjudul "UNTUK KEKASIHKU"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 16:42)
amiin, kita semua memang berharap demikian, mas rudi.
Reply
Kika
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Saturday, 5 December 2009 @ 00:53
Mengutip ucapan Bang Nanoq, pendidikan itu harusnya diperbaiki dari dalam yang tidak sekedar dari dalam.
Baca juga tulisan terbaru Kika berjudul "Hedonis atau keset??"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 16:43)
diperbaiki dari dalam yang tidak sekadar dari dalam? hmm … apa ini maksudnya, mas kika? hehe …
Reply
Pradna
Firefox 3.0.10 dan
Linux Mint 7
Saturday, 5 December 2009 @ 06:16
akhirnya bisa buka postingan di sini
maafkan kekurangpahaman hamba,
yang masih membingungkan saya :
kl yang dipelajari sampai puluhan mata pelajaran yang belum tentu murid suka atau menguasai, kok yang di UN-kan cuma 5 atau 6 mata pelajaran?
kalau begitu, kenapa ndak les di rumah saja mapel UN, trus tau-ttau ikut UN?
sekali lagi, ini pertanyaan dari hamba yang kurang tau soal dunia pendidikan (worship)
Baca juga tulisan terbaru Pradna berjudul "Meretih – Letih"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 16:46)
walah, mas pradna? kenapa mesti pakai “hamba” segala, wakaka …. itulah yang sedang disorot banyak kalangan, mas pradna. UN memang tidak harus dipauskan, tapi perlu perbaikan mendasar ttg sistem dan mekanismenya agar benar2 mampu menjadi alat pemetaan mutu pendidikan yang sahih.
Reply
edratna
Firefox 3.0.15 dan
Windows XP
Saturday, 5 December 2009 @ 06:28
Rasanya kita dipusingkan masalah UN terus menerus ya pak?
Pada kenyataannya, sampai umur berapapun, jika masih dalam status bekerja kita juga dihadapkan ujian sekelas UN, yang menurut saya lebih sulit, karena sudah ada risiko keluarga di belakang kita. Bahkan 3 (tiga) bulan sebelum saya Masa Persiapan Pensiun, saya masih ikut ujian di kantor…hahaha
Tapi hasilnya, membuat kita selalu siap untuk update ilmu…
Baca juga tulisan terbaru edratna berjudul "Dari seminar sehari: “Prospek Industri Keuangan dan Perbankan tahun 2010″"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 16:47)
wah, kalau itu ujian kehidupan yang sesungguhnya, bu eny, hehehe … saya salut sama ibu yang terus bersemangat menghadapi ujian demi ujian.
Reply
Anas
Firefox 3.5.2 dan
Windows XP
Saturday, 5 December 2009 @ 07:51
Saya setuju pak sawali, namun jangan lupa berdoa juga.. Sebab yang menentukan nasib seseorang adalah Allah. Semoga siswa, guru, dan para pejabat gak pusing lagi..
Baca juga tulisan terbaru Anas berjudul "simPATI M@X, Bonus Yang Maksimal"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 16:48)
sepakat, mas anas. mestinya begitu. belajar keras perlu juga dibarengi dng doa.
Reply
lowongan kerja
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Saturday, 5 December 2009 @ 08:39
ya keputusan apapun semoga yang terbaik untuk siswa… tapi kalo sbg siswa sih pengennya pasti ga ada..

Baca juga tulisan terbaru lowongan kerja berjudul "Staf Media Relasi dan Kesekretariatan – Bursa Efek Indonesia (BEI)"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 16:49)
amiiin, kita semua memang berharap demikian, mas. terima kasih masukannya.
Reply
qnuun
Google Chrome 3.0.195.33 dan
Windows Vista
Saturday, 5 December 2009 @ 09:50
kalo waktu UNAS kbnyakan pke bocoran pak !
Baca juga tulisan terbaru qnuun berjudul "Penyakit diri tersulit untuk disembuhkan adalah ???"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 16:50)
doh, apalagi kalau ada bocoran, hehe … bener2 mengebiri siswa yang melakukan persiapan secara matang.
Reply
HE. Benyamine
Opera 10.10 dan
Windows XP
Saturday, 5 December 2009 @ 10:08
pemerintah sepertinya tidak mau tahu dengan kondisi pendidikan yang ada, UN yang baiknya untuk pemetaan pendidikan malah dijadikan ukuran bahwa pemerintah telah berbuat untuk pendidikan.
Terlalu naif melihat Indonesia hanya di atas kertas, menyeragamkan semuanya, seakan semuanya sudah memenuhi syarat untuk diukur dengan standar yang tunggal.
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 16:51)
iay, nih, bang ben. berkali-kali kritik semacam ini muncul. tapi pemerintah sepertinya pura2 tak mendengar. padahal, UN selama ini jelas2 banyak merugikan siswa berotak cemerlang.
Reply
zenteguh
Firefox 3.0.15 dan
Windows XP
Saturday, 5 December 2009 @ 10:40
Kita memang patut berharap pada intuisi dan langkah taktis Mendiknas M Nuh setelah MA hanya memerintahkan perbaikan kualitas UN pak. Dengan latar belakang M NUh sebagai akademisi, rasanya ada harapan ke jalan yang benar. Setidaknya, saat ini dia bisa disebut orang yang tepat di bidang yang tepat (right man in the right place)
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 16:52)
saya sepakat, mas teguh. pak m nuh memang sosok profesional yang layak menduduki kursi mendiknas, kita tunggu kiprah beliau dalam memperbaiki dunia pendidikan yang amburadul.
Reply
RaRa Wulan
Firefox 3.5.5 dan
Windows Vista
Saturday, 5 December 2009 @ 10:46
UN sih seharusnya memang ada tapi bukan hanya beberapa pelajaran yang diujikan tapi semua pelajaran yang dipelajari disekolah sebaiknya ikut dimasukkan dalam ujian akhir..
untuk masalaah penilaian itu semua terserah pada sekolah masing2 tapi sekolah juga sudah mempunyai standart kelulusan dari diknas..
mungkin dengan solusi ini akan lebih sedikit siswa yang tidak lulus, kan kasian kalo nggak lulus UN
tahun2 kemaren itu banyak bgt siswa yang nggak lulus soalnya..
iah semoga apapun keputusan yang telah diputuskan akan membawa pendidikan Indonesia untuk lebih maju…
Baca juga tulisan terbaru RaRa Wulan berjudul "JOGS show – TUCSON 2009"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 16:53)
sepakat, mbak rara. idealnya memang seperti itu. sungguh menyedihkan kalau anak2 yang cerdas justru tersingkir dan tidak lulus akibat sistem UN yang tidak fair dan objektif.
Reply
thepenks
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Saturday, 5 December 2009 @ 11:27
saya kasihan sama siswa siswi yang tidak lulus, stress berat, dan akhirnya [dalam sebuah pemberitaan media, lupa waktunya] ada yang bunuh diri..
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 16:55)
kalau tidak lulus karena memang siswanya tidak mampu, saya kira itu hal yang wajar, mas. yang menyedihkan, anak cerdas yang seharusnya lulus, tapi justru hancur karena sistem UN yang tidak adil dan tdk objektif itu.
Reply
soulharmony
Firefox 3.1b2 dan
Windows XP
Saturday, 5 December 2009 @ 17:26
untungnya jaman saya sekolah dulu belum ada UN hehehe
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 16:58)
hmmm … memang mas satusisi lulus SMA tahun berapa?
Reply
ciwir
Firefox 3.0.4 dan
Windows XP
Saturday, 5 December 2009 @ 19:12
memang sampai sekarang belum ada pengganti metde/cara mengukur kualitas siswa selain dengan UN.
meski ditolak banyak orang tapi agak ini adalah pilihan terbaik kah ya?
Baca juga tulisan terbaru ciwir berjudul "Catatan Pinggir Setahun Pendidikan Gratis"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 16:58)
Agaknya UN masih diperlukan, mas santri, tapi bukan sbg penentu kelulusan, melainkan sbg alat pemetaan mutu pendidikan nasional.
Reply
freezipe.com
Google Chrome 3.0.195.33 dan
Windows XP
Saturday, 5 December 2009 @ 21:42
mudah”an un tetap ada.sebab sya dlu digojlok abis
Baca juga tulisan terbaru freezipe.com berjudul "Apple updates Mac Pro with 3.33GHz chip option"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 16:59)
hehehe …. UN kok ada gojlogan segala toh, mas?
Reply
afwan auliyar
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Saturday, 5 December 2009 @ 22:39
semoga polemik pendidikan spt ini bukan memundurkan semngt peserta didik buat lebih baik lagi

Baca juga tulisan terbaru afwan auliyar berjudul "Strategi SEO, 25% onpage vs 75% offpage"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 17:04)
mudah2an saja demikian, mas afwan.
Reply
hatta
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Sunday, 6 December 2009 @ 07:01
pak sawali bilang : ” Menjelang UN, seorang guru mesti berangkat pagi-pulang sore untuk melakukan adegan-adegan akrobatik di kelas guna men-drill siswanya dengan berbagai trik dan kiat demi memenuhi ambisi dan gengsi atasannya.” ,
wah kalimat yang tajam pak, baru ngeh juga ternyata sedasyhat itu efek UN, saya kira cuma muter2 di siswanya saja. Sebagai praktisi sekaligus pemerhati pendidikan, pak sawali cukup jujur dan objektif ….
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 17:06)
hehe … mas hatta bisa saja nih. matur nuwun support dan apresiasinya, mas.
Reply
rangga aditya
Firefox 3.5.5 dan
Ubuntu 9.10
Sunday, 6 December 2009 @ 11:35
bener-bener emang!
kayaknya siswa ini dijadikan “bahan experimen” sama pemerintah (angry)
…
Baca juga tulisan terbaru rangga aditya berjudul "Knoppix 6.2 dan Addriane 1.2 release"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 17:07)
hehe … mudah2an saja bukan utk kelinci percobaan, ya, mas rangga. doh, repot juga nih!
Reply
Cah Sholihah
Firefox 3.5.5 dan
Mandriva 2010.0
Sunday, 6 December 2009 @ 12:14
oooo gitu tho….
Baca juga tulisan terbaru Cah Sholihah berjudul "Mengapa Ku mencintaimu..??…"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 17:08)
hehe … gitu gimana, mbak yanti, haks.
Reply
budies
Firefox 3.5.5 dan
Windows Vista
Sunday, 6 December 2009 @ 12:43
ya, semoga putusan MA menjadi bahan depdiknas untuk kembali bertanya pada rumput yang bergoyang
Baca juga tulisan terbaru budies berjudul "PUISI CINTA, CAKEPAN POCUNG"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 17:08)
amiiin, semoga demikian, ya, kang bud.
Reply
budies
Firefox 3.5.5 dan
Windows Vista
Sunday, 6 December 2009 @ 12:45
lho.komenku gak muncul tulisannya, gini pak mudahan depdiknas menyikapi putusan MA dan sering baca-baca blog.
Baca juga tulisan terbaru budies berjudul "PUISI CINTA, CAKEPAN POCUNG"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 17:09)
muncul dengan sangat jelas dan terang benderang kok kang bud?
Reply
budies
Firefox 3.5.5 dan
Windows Vista
Sunday, 6 December 2009 @ 12:46
wis mbuh kok gak muncul-muncul
Baca juga tulisan terbaru budies berjudul "PUISI CINTA, CAKEPAN POCUNG"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 17:09)
muncul banget, gitu loh!
Reply
SmarterDOS
Firefox 3.0.15 dan
Windows XP
Sunday, 6 December 2009 @ 15:43
Mudah-mudahan keputusan MA-lah yang terbaik untuk Indonesia
Baca juga tulisan terbaru SmarterDOS berjudul "Layanan Pelanggan"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 17:18)
amiiin, mudah2an demikian, mas.
Reply
alief
Opera 9.62 dan
Windows XP
Sunday, 6 December 2009 @ 16:18
UN…., beljar dengan serius un hasilnya akan ditentukan dalam 3 hari….
gak salah mungkin bila para murid banyak yang membuat catatan catatan saat di kasih tes……
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 17:19)
itulah yang juga disorot banyak kalangan, mas alief. oleh karena itu, perubahan sistem dan mekanisme UN menjadi hal penting utk dilakukan, hehe …
Reply
alief
Opera 9.62 dan
Windows XP
Sunday, 6 December 2009 @ 16:22
komengku kok kosong???
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 17:20)
doh, ndak tahu juga nih, mas alief, kenapa bisa begitu, yak, padahal sdh sya oprek berkali2, hehe …
Reply
waroeng ubuntu
Firefox 3.5.5 dan
Ubuntu 9.10
Sunday, 6 December 2009 @ 16:41
tidak pantas UN sebagai penentu kelulusan – tapi UN sebagai alat untuk mengukur kemajuan pendidikan Indonesia saya dukung
/
Baca juga tulisan terbaru waroeng ubuntu berjudul "Setting Google Public DNS – Ubuntu 9.10"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 17:21)
idealnya memang demikian, mas. kenyataan menunjukkan, dijadikannya UN sbg penentu kelulusan, kecurangan demi kecurangan terus terjadi tiap tahun tanpa penanganan serius.
Reply
waroeng ubuntu
Firefox 3.5.5 dan
Ubuntu 9.10
Sunday, 6 December 2009 @ 16:45
komenku juga hilang
UN jangan dijadikan penentu kelulusan, cukup sebgai alat bantu mengukur kualitas pendidikan
Baca juga tulisan terbaru waroeng ubuntu berjudul "Setting Google Public DNS – Ubuntu 9.10"
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 6 December 2009 @ 17:21)
tapi muncul juga tuh, mas, komennya.
Reply
Puspita W
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Sunday, 6 December 2009 @ 18:58
saya ndak bisa banyak berkomentar, setiap kali bicara masalah UN ada rasa sesak yang tiba-tiba muncul dalam dada.
Saya hanya mampu berjuang, bagaimana supaya anak didik saya berjuang untuk bisa supaya hidup mereka bahagia. Mendapat nilai UN tinggi tanpa kejujuran membuat mereka trauma. Suatu saat saya ingin menuliskan hasil penelitian saya.
Baca juga tulisan terbaru Puspita W berjudul "Setiap Individu Dilahirkan Genius."
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 16:49)
wah, ternyata bu pita ternyata malah sudah melakukan penelitian ttg UN. saya tunggu hasilnya, ya, bu. jangan lupa di-share di blog.
Reply
Pencerah
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Sunday, 6 December 2009 @ 19:14
ujian nasional memang penting pak, tapi seharusnya tidak digunakan sebagai syarat klulusan
Baca juga tulisan terbaru Pencerah berjudul "Hasil Pembagian Grup Piala Dunia 2010"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 16:49)
setuju, mas pencerah. seharusnya memang demikian. jadi penentu kelulusan, UN justru menjadi sumber kecurangan datri tahun ke tahun.
Reply
Pencerah
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Sunday, 6 December 2009 @ 19:15
lah, komentku kok gak keluar ya
Baca juga tulisan terbaru Pencerah berjudul "Hasil Pembagian Grup Piala Dunia 2010"
Reply
racheedus
Firefox 3.0.15 dan
Windows XP
Sunday, 6 December 2009 @ 22:44
Poin pertama dari rekomendasi Pak Guru memang bagus. Saya sebenarnya setuju. Tapi, pengawasannya harus super ketat. UN yang berskala nasional dan didesain ada pengawas independen saja, masih suka terjadi kebocoran. Apalagi kalau ujian diserahkan kepada pihak lokal sekolah. Pengawasan dan pemberian sanksi seringkali kurang berjalan dengan baik dalam sistem pendidikan kita. Hal itu tentu saja jadi batu ganjalan pula.
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 17:01)
memang perlu ada perubahan mendasar ttg un ini mas rache. jadikan UN sbg standar pemetaan mutu, selebihnya berikan otonomi kepada sekolah utk mengatur rumah tangganya sendiri, termasuk dalam hal kelulusan. tentu saja perlu ada regulasi yang jelas agar tak terjadi lagi manipulasi dan kecurangan.
Reply
gooclinic
Firefox 3.0.4 dan
Windows XP
Monday, 7 December 2009 @ 12:41
Ujian Nasional harus tetap dilaksanakan untuk tahun ini. Namun untuk tahun berikutnya harus dikaji dahulu mulai dari sekarang. Termasuk standar sarana prasarana, guru, dan teknologi informasi.
Baca juga tulisan terbaru gooclinic berjudul "MENDIKNAS SUDAH MENJALANKAN PUTUSAN MA UNTUK MELAKSANAKAN UJIAN NASIONAL TAHUN 2010"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 17:19)
saya kira benar demikian, Mas. UN agaknya memang masih diperlukan sebg alat pemetaan mutu pendidikan. semoga tahun2 berikutnya, hal itu benar2 bisa terwujud.
Reply
gooclinic
Firefox 3.0.4 dan
Windows XP
Monday, 7 December 2009 @ 12:43
Ujian Nasional untuk tahun ini harus tetap dilaksanakan bos. Karena untuk mecerdaskan kehidupan bangsa.Namun untuk tahun depan harus dikaji ulang mengenai standar sarana prasarana, gurunya, dan teknologo informasi
Baca juga tulisan terbaru gooclinic berjudul "MENDIKNAS SUDAH MENJALANKAN PUTUSAN MA UNTUK MELAKSANAKAN UJIAN NASIONAL TAHUN 2010"
Reply
Latree@dandelion
Firefox 3.0.15 dan
Windows XP
Monday, 7 December 2009 @ 13:18
sekolah makin ruwet ya pak. kayanya dulu jaman saya sekolah mau ujian ya asik-asik aja, ngga bikin semua orang stress seperti sekarang..
Baca juga tulisan terbaru Latree@dandelion berjudul "serba salah"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 17:20)
hhmmm …. mungkin karena sistemnya yang berbeda dg dulu, mbak latree, sehingga kini UN dianggap sbg momok yang menakutkan.
Reply
novi cuk lanang
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Tuesday, 8 December 2009 @ 07:35
UN memang bikin pusing..
semoga tiga saran diatas diperhatikan oleh diknas.
tapi koq seperti simpanse seh pak analoginya. jadi pengin ngaca “)
Baca juga tulisan terbaru novi cuk lanang berjudul "Aksi Meriah TPC untuk Surabaya"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 17:27)
hehe .. namanya aja analogi. mas novi, hehe … tapi boleh, kan? haks….
Reply
Ria
Firefox 3.5.5 dan
Ubuntu 9.10
Tuesday, 8 December 2009 @ 08:43
mari sama2 doa pak
semoga UN tahun depan lebih baik lagi dan depdiknas lebih meningkatkan kinerjanya…kinerja yg baik tentunya 

Baca juga tulisan terbaru Ria berjudul "Hatiku"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 17:28)
amiiin, semoga harapan itu bisa terwujud, mbak ria.
Reply
Sugeng Sugiyanto
Firefox 3.5.2 dan
Windows XP
Tuesday, 8 December 2009 @ 11:28
Semoga pendidiKan kita maju, siswa, ortu dan masyarakat bangga dengan hasil pendidikannya !
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 17:31)
itulah yang jadi masalah, mas sugeng. sungguh ironis kalau UN justru malah membuat anak2 jadi makin tdk cerdas. hasil UN yang bagus pun bukan lagi menjadi sesuatu yang membanggakan.
Reply
ROCHIM COM
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Tuesday, 8 December 2009 @ 14:38
Bagi Para Pelajar, yang penting TETEP FOKUS BELAJAR. Jgn TERBAWA ARUS yang BERKEMBANG. Jika tetep FOKUS BELAJAR, apapun yang terjadi kalian semua sudah SIAP. Majulah PELAJAR INDONESIA karena engkaulah GENERASI BANGSA.
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 17:32)
wah, semoga komentar mas rochim dibaca oleh para pelajar yang sebentar lagi akan menghadapi UN.
Reply
BLOG GUE
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Tuesday, 8 December 2009 @ 14:39
Mudah-mudahan KEPUTUSAN yang TERBAIKLAH yg akan MUNCUL.
Seeeepppppp Brot………………
Baca juga tulisan terbaru BLOG GUE berjudul "Good Playing Golf at German"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 17:32)
amiiin, semoga memang demikian, mas rochim.
Reply
masnur
Firefox 3.5.5 dan
Ubuntu 9.10
Wednesday, 9 December 2009 @ 09:35
Sudah kembali saja ke era Danem dulu sehingga kelulusan ditentuka oleh sekolah masing-masing. Dan sebagai konsekuensinya, untuk daftar sekolah berikutnya harus ada ujian tulis masing-masing sekolah + plus syarat nilai danem minimal tertentu, sehingga yg lulus dengan danem cekak ya akan terseleksi di sekolah nggak mutu. Sepertinya metode ini lebih manjur untuk mendorong anak belajar demi sekolah idamannya.
Tapi lain halnya kalau mulai ada uang pelicin……..
Wah mumet memang mikir pendidikan dan sistem Indonesia. Kayak mikirin anak kecil yg nggak pernah dewasa, bahkan di usia yg 65 tahun masih bingung nyari sistem pendidikan yg ideal. Doh.
Baca juga tulisan terbaru masnur berjudul "Pesta makan malam buatan Ibu"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 17:43)
saya setuju, mas nur, hanya saja perlu diimbangi dg regulasi yang jelas sehingga tak ada lagi manipulasi dan kecurangan danem.
Reply
bangil kota bordir
Firefox 3.0.8 dan
Windows XP
Thursday, 10 December 2009 @ 19:43
menurut ku sih,sebenarnya UN itu emang seharusnya ditiadakan. Bayangkan siswa yang selama 3 tahun berprestasi, bisa tidak lulus dikarenakan kesalahan pada 6 hari unas.
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 17:50)
bukan ditiadakan, mas, hehe … tapi perlu diubah sistemnya. sebab, tanpa UN, mutu pendidikan secara nasional jadi tdk terkontrol dinamikanya.
Reply
bangil kota bordir
Firefox 3.0.8 dan
Windows XP
Thursday, 10 December 2009 @ 19:45
menurutku UN itu memang harusnya ditiadakan. karena masak siswa yang 3 tahunnya berprestasi bisa tidak lulus dikarenakan hanya 6 hari unas, begitu juga sebaliknya.
Reply
ma6ma
Firefox 3.0.15 dan
Windows Vista
Friday, 11 December 2009 @ 09:12
ketika standar pendidikan tidak memenuhi syarat, kenapa siswa yang dikorbankan. padahal pendidikan kan tidak cuma siswa, masih ada guru, sekolah (baca:fasilitas)
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 17:54)
hmmm …. itulah kelemahan mendasar UN selama ini, mas ma6ma. makanya, perlu ada perubahan sistem dan mekanismenya agar benar2 jujur dan adil.
Reply
Zico Alviandri
Firefox 3.0.15 dan
Windows XP
Friday, 11 December 2009 @ 10:43
Pendapat pribadi nih, UN memang jadi lebih banyak mudhorotnya. Sedih… kata pendidikan jadi gak berarti ketika para guru berbuat curang untuk meluluskan murid2nya.
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 17:56)
hmmm…. mungkin karena sistemnya yang harus diubah dan diperbaiki agar UN memberikan manfaat besar bagi kemajuan dunia pendidikan.
Reply
nenyok
Opera 9.63 dan
Windows XP
Friday, 11 December 2009 @ 11:38
Salam,
Kenapa ga balik kek jaman dulu aja ya, semacam EBTANAS gitu, UN jgn dipake penentu kelulusan lah efeknya yaitu ga peduli proses yang penting lulus tea, pake ada tim sukses segala tuh di sekolahan teh
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 17:56)
salam juga, mbak ney. saya setuju, mbak ney. asalkan diimbangi dengan regulasi yang jelas agar tak terjadi lagi kecurangan dan manipulasi.
Reply
barajakom
Firefox 3.0.15 dan
Windows XP
Friday, 11 December 2009 @ 14:05
wah semakin keren aja neh, aku numpang keren ya sob…
Baca juga tulisan terbaru barajakom berjudul "Melihat Popularita Blog/Web Anda"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 17:57)
walah, biasa saja, kok, mas baraja, hehe … terima kasih apresiasinya.
Reply
Saung Web
Google Chrome 4.0.249.30 dan
Windows XP
Friday, 11 December 2009 @ 21:30
BNSP dan mendiknas berkata : biarkan anjing menggonggong.. kafilah terus berlalu.. hehe
Baca juga tulisan terbaru Saung Web berjudul "Group Dan Jadwal World Cup 2010 South Africa"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 18:00)
hehe … semoga pernyataan semacam itu bukan sekadar ingin mempertahankan gengsi institusi semata, mas saung, hehe …
Reply
khairuddin syach
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Saturday, 12 December 2009 @ 02:25
Ternyata gara2 ini anak2 sekolah banyak yang Demo, ya pak?!
Baca juga tulisan terbaru khairuddin syach berjudul "Mengembalikan Jati Diri Bangsa"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 18:01)
hehe … bisa jadi ada kaitannya juga, mas khai, hehe ..
Reply
sunarno
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Saturday, 12 December 2009 @ 05:01
semoga sistem pendidikan kita semakin baik dan tidak menimbulkan korban-korban yang tidak perlu
Baca juga tulisan terbaru sunarno berjudul "Dzikir"
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 12 December 2009 @ 18:02)
amiiin, kita semua memang berharap demikian, mas narno.
Reply
WINDADI
Firefox 3.0.17 dan
Windows XP
Saturday, 16 January 2010 @ 19:00
Saya sangat setuju pak sawali UAN masih diperlukan tp tdk untuk menentukan kelulusan. Kelulusan yang menentukan adalah sekolah masing-masing yang tentunya disesuaikan dengan kondisi sekolah terebut. Akan tetapi nilai ujian jangan digunakan sebagai satu-satunya alat untuk penerimaan siswa disekolah baru tetapi harus melalui seleksi berupa test/ ujian masuk. Sehingga tidak ada alasan ‘kebocoran” dapat siswa bernilai sangat memuaskan tetapi ternyata justru sebaliknya ber IQ ‘jongkok”. SETUJU UAN DIKEMBALIKAN KE KITTAHNYA
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 17 January 2010 @ 23:55)
terima kasih apresiasi dan supportnya, mas windadi, idealnya memang demikian. dijadikan sbg penentu kelulusan, ternyata justru malah melegalkan kecurangan demi kecurangan dan ndak pernah tuntas tertangani.
Reply
batiknovita.com
Firefox 3.5.5 dan
Windows XP
Sunday, 14 February 2010 @ 17:33
Standar penentuan kelulusan sebaiknya mencakup banyak aspek, tidak melulu mengenai mata pelajaran, sehingga pembelajaran paripurna dapat diraih siswa dan tidak ada yang bermain curang dalam hal ini. Terima kasih
Baca juga tulisan terbaru batiknovita.com berjudul "Kaftan Batik Dobi Pelangi Aks (KBDPA-01) – Rp.148.500"
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 22 February 2010 @ 10:07)
setuju banget, mas. idealnya memang begitu, sehingga semua kompetensi anak bisa terpotret.
Reply
Sawali Tuhusetya (Wednesday, 10 March 2010 @ 02:43)
terima kasih banget tambahan infonya, kita memang berharap seperti itu, mas.
Reply