Membangun Kembali Kesadaran Kultural secara Kolektif
Sunday, 30 August 2009 (23:14) | 1 pembaca | 14 komentar

Entah, produk budaya Indonesia apa lagi yang hendak dicaplok negeri Jiran. Yang pasti, hingga saat ini, sudah ada puluhan produk budaya kita yang nyata-nyata telah diklaim dan dipatenkan oleh sebuah negara kecil yang konon tak pernah merasakan etos perjuangan dan buta kebudayaan itu. Bagaimana tidak.... (selanjutnya?)
Terang Bulan Tak Ada Lagi di Negeri Kelelawar
Sunday, 30 August 2009 (02:27) | 479 pembaca | 120 komentar

(Kisah ini merupakan bagian ke-10 dari serial “Negeri Kelelawar”. Yang belum sempat membaca, silakan nikmati dulu kisah Menagih Janji Politisi di Negeri Kelelawar (1), Ontran-ontran di Negeri Kelelawar (2), Situasi Chaos di Negeri Kelelawar Makin Parah (3), Angin Reformasi Berhembus Juga di .... (selanjutnya?)
Air Kehidupan
Wednesday, 26 August 2009 (04:45) | 2,116 pembaca | 179 komentar

Kemarau panjang selalu menghadirkan pemandangan yang memilukan di mata Kang Sandimin. Maklum, tanah kelahiran yang telah dia huni semenjak 40 tahun yang silam itu bukanlah tanah yang menjanjikan kesuburan. Setiap kemarau panjang tiba, pepohonan tampak meranggas, kebon belakang rumah, sawah, dan lada.... (selanjutnya?)
Mengekspresikan Keunikan Diri lewat Blog
Tuesday, 25 August 2009 (02:20) | 1 pembaca | 10 komentar

Siapa bilang santri itu gaptek? Sesekali, lakukanlah browsing. Lantas, ketikkan kata kunci “santri malhikdua” di search engine! Maka, Sampeyan akan menemukan sekitar 1,130 link hasil telusur yang direkomendasikan google untuk Sampeyan kunjungi. Ya, ya, ya, ribuan link tersebut sebagian besar mer.... (selanjutnya?)
Pakdhe Semprul dan Maut
Sunday, 23 August 2009 (06:03) | 324 pembaca | 148 komentar
Pakdhe Sempul bersyukur, tahun ini masih diberi kesempatan untuk beribadah puasa. Baginya, puasa tak hanya sekadar menjalankan ritual peribadatan sebagai perwujudan sikap pengabdian kepada Sang Khalik semata, tetapi juga sebagai ajang berlatih untuk membangun sikap kearifan hidup di tengah maraknya .... (selanjutnya?)
















