Bahasa Politik Berbasis Kerakyatan
Monday, 23 February 2009 (01:30) | 627 pembaca | 85 komentar | Print this Article
Saya tertarik membaca artikel “Bahasa dan Politik” yang ditulis oleh P Ari Subagyo di Kompas (Sabtu, 21 Februari 2009). Artikel tersebut tak hanya sekadar mengingatkan tentang momentum Hari Bahasa Ibu Internasional yang telah dicanangkan oleh UNESCO setiap tanggal 21 Februari, tetapi juga memberikan “warning” agar kaum politisi kita mulai menyentuh bahasa lokal dalam melakukan komunikasi politik dengan rakyat yang diwakilinya.
“Saatnya para wakil rakyat piawai menggunakan segenap kecerdasan bahasanya. Tidak melulu untuk menyerang dan melumpuhkan lawan politiknya, tetapi terlebih juga untuk memahami kehendak rakyat yang diwakili. Wakil rakyat adalah ”binatang politik” yang tinggal dalam sanubari rakyat, bukan ”binatang sungguhan” penghuni kebun binatang,” tegas Penggulat Linguistik di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta itu mengakhiri artikelnya.
Ya, ya, ya, bahasa sejatinya piranti komunikasi universal yang sudah ada sejak peradaban umat manusia itu lahir. Sebagai piranti komunikasi, bahasa akan terus berkembang seiring dengan dinamika zaman dan masyarakat penggunanya. Bahasa, dengan demikian, akan terus ada dan eksis hadir di tengah-tengah peradaban umat manusia sebagai media komunikasi dan interaksi dalam berbagai ranah kehidupan, termasuk dalam ranah politik.
Bahasa politik sangat erat kaitannya dengan upaya untuk merebut simpati rakyat. Ia hadir dan dibutuhkan untuk menumbuhkan pencitraan tertentu agar rakyat terpengaruh dan tersugesti oleh propaganda dan ikon-ikon politik yang mereka tawarkan. Dalam konteks demikian, seorang politisi yang cerdas, dengan sendirinya perlu memiliki kecerdasan linguistik dalam upaya membangun komunikasi dan interaksi dengan publik. Ini artinya, tuturan (speech) politik yang mereka lontarkan idealnya mengandung muatan dan misi kerakyatan melalui bahasa yang sederhana, gampang dicerna, dan terhindar dari kesan bombastis.
Namun, sungguh disayangkan, ketika Pemilu sudah menjelang babak-babak akhir, rakyat di negeri ini disuguhi dengan permainan bahasa politik “kekerasan” antarparpol atau antarcaleg. Perang iklan di media yang memanas atau maraknya baliho politik melalui tampilan wajah narsis yang elitis dan tidak pede, merupakan salah satu indikator, betapa politisi kita selama ini abai terhadap bahasa politik yang berbasis kerakyatan. Mesin politik yang mereka gunakan untuk mendulang suara rakyat tidak lagi digerakkan dengan semangat dan nurani kerakyatan, tetapi semata-mata untuk menjegal dan melumpuhkan lawan politik yang hendak menjadi rivalnya. Rakyat yang sudah lama menunggu realisasi janji-janji yang selalu digelontorkan dari mimbar-mimbar kampanye justru dikebiri dan dimarginalkan.
Bahasa politik berbasis kerakyatan, dalam konteks ini, merupakan piranti bahasa, baik verbal maupun nonverbal, yang menjadikan rakyat sebagai subjek yang perlu diangkat harkat dan martabatnya menuju nilai-nilai kemanusiaan sejati. Rakyat tak lagi dimanfaatkan dan dimobilisasi untuk kepentingan-kepentingan sempit dan sesaat, tetapi benar-benar memanusiakan mereka melalui konsistensi antara kata dan tindakan. Rakyat tak lagi butuh janji-janji politik yang mengapung-apung dalam slogan, tetapi butuh realisasi dan bukti konkret. Bukan janji, melainkan bukti. Hiperbolisme dan eufemisme bahasa melalui penggunaan ungkapan yang cenderung manis dan berlebihan justru akan menjadi bumerang bagi politisi kita ketika mereka gagal mewujudkan janji-janji itu.
Pengalaman dari pemilu ke pemilu seharusnya bisa menjadi referensi bagi politisi kita dalam memberikan pengabdian yang terbaik buat rakyat yang diwakilinya. Kalau memang ingin berkomunikasi dengan rakyat, seharusnya mereka bisa menyatu ke tengah-tengah rakyat, mengakrabi mereka dengan santun melalui penggunaan tuturan bahasa politik yang mencerahkan, jelas, gamblang, tidak bersayap, dan apa adanya. Pamor sang politisi juga akan makin bersinar jika kelak bahasa politik yang mereka lontarkan tak sekadar verbalisme belaka, tapi mewujud dalam tindakan dan aksi nyata sehingga membuat rakyat makin bersimpati.
Rakyat juga makin cerdas dalam menjatuhkan pilihan-pilihan politik. Jangan salahkan mereka jika dalam Pemilu nanti nama Sampeyan tidak dicontreng lantaran gagal membangun komunikasi dan interaksi melalui bahasa politik yang benar-benar berbasis kerakyatan. ***
Tulisan Terkait:


































dhoni
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
Monday, 23 February 2009 @ 02:03
Bahasa yang santun mencerminkan pribadi dst…
Satu di antara yang kutahu : Bapak.
Baca juga tulisan terbaru dhoni berjudul Quantum Leaps : Sukhoi TNI AU, Ponari, Olimpiade Kuark 2009, Penerimaan CPNS, Virus | PCMAV, Ujian Nasional 2009, Trend Kekerasan, Jarum Black, dll. Tuntutan Semangat Plus Kerja Paralel Menentukan White or Black Community (I)
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Wednesday, 25 February 2009 @ 00:14)
@dhoni,
iya, memang bener begitu, mas dhoni, hehehe ….
Reply
dhoni
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
Monday, 23 February 2009 @ 02:05
Keduaxxxx!!!! *tumben*
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Wednesday, 25 February 2009 @ 00:15)
@dhoni,
walah!
Reply
SJ
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
Monday, 23 February 2009 @ 04:07
itu bahasanya udah dikulik sedimikian rupa kayaknya, pak… wong soalnya latar belakang dan kontribusi sebelum jadi wakil emang gak jelas sih. :twisted:
Baca juga tulisan terbaru SJ berjudul Rahsa Versi Kanada
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Wednesday, 25 February 2009 @ 00:15)
@SJ,
duh repot juga kalau bahasa politik dah dimanuplasi sekadar utk memburu nama dan jabatan, haks.
Reply
Daniel Mahendra
Firefox 3.0.6 dan
Windows Vista
Monday, 23 February 2009 @ 04:08
Hiperbolisme dan eufemisme bahasa memang sedang marak-maraknya sekarang. Entah itu dicetak maupun di elektronik. Bedak dan gincu mereka, uh, bukan main elok dan manisnya. Tarohlah waktu 30 hari setelah duduk di kursi dewan, mereka sudah lupa pernah berkata apa.
Rakyat juga makin cerdas dalam menjatuhkan pilihan-pilihan politik. Jangan salahkan mereka jika dalam Pemilu nanti nama Sampeyan tidak dicontreng lantaran gagal membangun komunikasi dan interaksi melalui bahasa politik yang benar-benar berbasis kerakyatan.
Yup. Dan jangan salahkah rakyat juga jika nama mereka tidak dicontreng, karena mereka sejatinya tidak betul-betul tahu sedang mewakili siapa, kecuali dirinya, dalam pencalonan diri mereka tersebut.
Mengibakan!
Baca juga tulisan terbaru Daniel Mahendra berjudul Persinggahan dan Melacur
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Wednesday, 25 February 2009 @ 00:17)
@Daniel Mahendra,
wah, pernyataan mas daniel sudah cukup mewakili keresahan publik belakangan ini terhadap kualitas kinerja wakil rakyat yang selama ini abai terhadap nasib konstituennya.
Reply
suryaden
Google Chrome 1.0.154.48 dan
Windows XP
Monday, 23 February 2009 @ 04:49
baru pake chrome saya bisa komen ini pak,
memang kalo jujur rakyat itu malah tambah stress dengar koar-koar kampanye mereka itu
Baca juga tulisan terbaru suryaden berjudul Nderek Mangayu Bagyo Blogger Bengawan
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Wednesday, 25 February 2009 @ 00:18)
@suryaden,
wew…. saya coba gunakan google chrome rasanya kurang friendly, mas surya. hehehe …
Reply
mantan kyai
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
Monday, 23 February 2009 @ 05:18
masalahnya, kabar bahwa banyak binatang menjadi politikus sama sekali bukan barang baru
semoga para politikus lebih memiliki linguistic quotion *halah istilah opo kuwi kok nggawe2 dewe* hehehehe
Baca juga tulisan terbaru mantan kyai berjudul Pagi: Car Free Day. Siang: Narkotika
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Wednesday, 25 February 2009 @ 00:19)
@mantan kyai,
kayaknya begitu, mas ardy. sesungguhnya stiga seperti sudah lebih dari cukup utk membikin mereka “bertobat”. eh, rupanya malah kian menjadi-jadi.
Reply
Ki Dhalang Sulang
Internet Explorer 6.0 dan
Windows 2000
Monday, 23 February 2009 @ 07:10
Melihat coreng moreng pertopengpolitikan kita saat ini, disertai slogan-slogan “asbun”, jangan salahkan rakyat yang cenderung makin sinis, apatis, pesimistis terhadap suksesnya pemilu kali ini. Sebuah pertanyaan dalam hati: Sebenarnya siapakah yang berhak berperan jadi tuan rumah dalam acara “hajatan” 9 April besok?
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Wednesday, 25 February 2009 @ 00:22)
@Ki Dhalang Sulang,
ah, itu dia yang jadi masalah, ki dhalang sulang, hiks, makin banyaknya rakyat yang apatis mestinya bisa menjadi bahan refleksi bagi para caleg agar bener2 memperbaiki kinerjanya.
Reply
cerpen kita
Firefox 1.5.0.12 dan
Windows XP
Monday, 23 February 2009 @ 07:44
jangan salahkan juga kalo rakyat ga nyontreng sama sekali. wong ga da yang peduli kita2 rakyat kecil ini.
Baca juga tulisan terbaru cerpen kita berjudul DI TENGAH KESIBUKAN
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Wednesday, 25 February 2009 @ 00:22)
@cerpen kita,
itu yang disebut golput, ya, mas, hehehe ….
Reply
suwung
Firefox 3.0 dan
Windows XP
Monday, 23 February 2009 @ 07:50
harus nyewa guru bahasa indonesia ya pak guru? (sambil melirik pak guru sawali)
Baca juga tulisan terbaru suwung berjudul Perbedaan Denologis dan kera, menurut denologis
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Wednesday, 25 February 2009 @ 00:26)
@suwung,
alah, ya, ndak harus toh, mas suwung, sebab mereka jelas2 memiliki kepentingan yang berbeda, hahaha ….
Reply
muji
Firefox 3.0.6 dan
Ubuntu 8.10
(Wednesday, 25 February 2009 @ 13:31)
@Sawali Tuhusetya,
pertanyaan saya tentang plugin buat reply comment sperti kepunyaan pak sawali kok gak dijawab? oh ya,terima kasih ucapannya.
Baca juga tulisan terbaru muji berjudul Alhamdulillah-Pemenang Kontes Menulis Panduan KlikSaya Periode Dua
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Thursday, 26 February 2009 @ 08:25)
@muji,
oh, ya lupa, mas muji, hehehe, maaf. saya menggunakan plugin wordpress thread comment. Mas Muji bisa mengunduhnya di http://blog.2i2j.com/plugins/wordpress-thread-comment
Baka Kelana
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
Monday, 23 February 2009 @ 07:58
:razz: Bahasa politik singkatan dari bahasa POLos, Indah dan penuh takTIK ya Pak :grin:
Baca juga tulisan terbaru Baka Kelana berjudul 25 Widget Blogspot Populer ala Mashable
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Wednesday, 25 February 2009 @ 00:27)
@Baka Kelana,
wew… singkatan yang menarik juga tuh, mas kelana, hehe ….
Reply
imoe
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
Monday, 23 February 2009 @ 10:45
setuju mas DM, contrengan rakyat menentukan masa depan bangsa, jadi para caleg harus mampu membangun pola bahasa yang baik untuk mengkomunikasi ide-ide politik mereka. Kalau rakyat memilih golput alias tidak mencontreng, berarti indikasi kegagalan dalam komunikasi politik para caleg..HIDUP RAKYAT…HIDUP PAK SYAWALI hahahahah
Baca juga tulisan terbaru imoe berjudul … negara kekerasan…
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Wednesday, 25 February 2009 @ 00:28)
@imoe,
iya, bener juga tuh, mas imoe. sikap apatis rakyat dg memilih golput mestinya bisa menjadi “warning” bagi para caleg dalam upaya meningkatkan mutu kinerjanya.
Reply
arifudin
Opera 9.62 dan
Windows XP
Monday, 23 February 2009 @ 12:24
“Jangan salahkan mereka jika dalam Pemilu nanti nama Sampeyan tidak dicontreng lantaran gagal membangun komunikasi dan interaksi melalui bahasa politik yang benar-benar berbasis kerakyatan.” setuju pak
Baca juga tulisan terbaru arifudin berjudul Solo berseri
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Wednesday, 25 February 2009 @ 00:28)
@arifudin,
hehehe …. ngomong2 mas arifudin mau golput juga?
Reply
Masenchipz
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
Monday, 23 February 2009 @ 12:58
saya kok blom menjumpai politikus uang bener2 memperjuangkan suara rakyat ya pak… :mrgreen:
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Wednesday, 25 February 2009 @ 00:29)
@Masenchipz,
sebenarnya ada, mungkin, mas echips, tapi pamor mereka sepertinya sudah tergeser oleh wakil2 rakyat yang abai terhadap nasib rakyat.
Reply
muhamaze
Firefox 3.0.2 dan
Windows Vista
Monday, 23 February 2009 @ 13:05
politik memang kejam..
salam kenal..
Baca juga tulisan terbaru muhamaze berjudul Sejenak kita serius untuk me”lamun”
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Wednesday, 25 February 2009 @ 00:30)
@muhamaze,
walah, bener juga tuh, mas mumamaze. konon kawan bisa lawan, demikian juga sebaliknya. btw, salam kenal juga, mas, terima kasih kunjungan dakn komentarnya.
Reply
P. Ari Subagyo
Internet Explorer 6.0 dan
Windows XP
Monday, 23 February 2009 @ 13:05
Yth. Pak Sawali.
Salam kenal Pak. Saya Ari yang suka iseng nulis di koran, termasuk “Kompas”.
Terima kasih atas komentar Bapak yang kemudian ditimpali beberapa teman lain. Saya yakin, keprihatinan kita sama, yakni para politikus kita banyak yang karbitan, tidak kompeten, haus kekuasaan dan uang, serta (sebenarnya) kurang punya hati untuk rakyat. Coba tanyakan kepada mereka: “Anda sejujurnya mewakili (kepentingan) siapa?”, pasti mereka “gelagepan” menjawabnya.
Sebagai “penggulat linguistik”, saya bersyukur lewat ‘pintu masuk’ bahasa, saya bisa mengeluarkan uneg-uneg dan ‘ngrasani’ (bahkan ‘ngunek-unekke’) para politisi kita. Spektrum bahasa begitu luas!
Beberapa teman berkomentar, tulisan saya ‘alus ning nylekit’. Lalu saya bilang, “Di-clekiti saja mereka mungkin tidak mempan!”.
Sekali lagi terima kasih kepada Pak Sawali dan teman-teman lain. MAri kita saling belajar dan menyumbangkan pemikiran untuk “kehidupan yang baik” di atas tanah air Indonesia.
Salam kebangsaan. Merdeka Merdeka Merdeka.
P. Ari Subagyo
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Wednesday, 25 February 2009 @ 00:32)
@P. Ari Subagyo,
wah, sungguh sebuah kehormatan, pak ari subagyo berkenan berkunjung dan berkomentar di blog abal2 ini, hehehe … wah syukurlah, pak, saya jadi ikut senang kalau para linguis memiliki kepedulian juga terhadap masalah2 aktual seperti ini. salam kebangsaan juga, pak ari, meredeka!
Reply
nanoq da kansas
Internet Explorer 6.0 dan
Windows XP
Monday, 23 February 2009 @ 13:28
Selamat siang, Mas, (boleh saya panggil Mas saja?
Saya juga sangat senang bisa kenal dan bersilaturahmi dengan anda. Akan banyak hal yang bisa saya petik untuk proses pembelajaran saya dari web anda ini. Sekali lagi, salam hormat dari Dusun Senja :smile:
Baca juga tulisan terbaru nanoq da kansas berjudul Sebuah Pertanyaan untuk Para Calon Presiden RI
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Wednesday, 25 February 2009 @ 00:33)
@nanoq da kansas,
wah, boleh2 saja, bung, sapaan apa pun, bagi saya, ndak masalah. duh, bener2 sebuah kehormatan buat saya, bung nanoq menyempatkan diri berkunjung ke gubug abal2 ini, hehehe …
Reply
harianku
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
Monday, 23 February 2009 @ 14:40
Seandainya ada debat capres yah mas ,mungkin kita bisa tau sejauh mana kemampuan nya dalam membangun bangsa ini, yang mungkin bisa dijadikan pegangan masyarakat dalam menentukan mana calon presiden yang akan dipilih nantinya.
Baca juga tulisan terbaru harianku berjudul Contoh surat lamaran kerja yang baik
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Wednesday, 25 February 2009 @ 00:34)
@harianku,
wah, iya tuh, mbak. pemilu yang lalu se[ertinya juga marak tuh, mbak, debat antarkandidat capres. api efektif atau tidak, sepertinya butuh pembahasan tersendiri nih!
Reply
goenoeng
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
Monday, 23 February 2009 @ 14:44
hmm… sampai saat ini, niat saya masih utuh.
masuk ke dalam Partai Golongan Putih !
mungkin nggak akan mencontreng satu namapun.
entah nanti… siapa tahu…
*ngobrolnya dengan sedulur ndepok, kemarin seru ndak, Pak ?
*
Baca juga tulisan terbaru goenoeng berjudul perempatan jalan
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Wednesday, 25 February 2009 @ 00:39)
@goenoeng,
wah, salut juga nih dg sikap politik mas gunung, hehehe … wah, asyik juga, mas. ngobrol sampai jam 12-an malam, hehehe …
Reply
denologis
Opera 9.20 dan
Windows XP
Monday, 23 February 2009 @ 14:57
Benar sekali Pak, meskipun saya tidak membaca langsung tulisan Pak Ari, tapi saya (lagi2) teringat rubrik Obrolan (a)Politis yang ada di Kompas setiap Sabtu. pada edisi 2 minggu yang lalu dimuat refleksi tentang Bahasa Politik yang semakin berwarna….
Baca juga tulisan terbaru denologis berjudul Teobarbarian
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Wednesday, 25 February 2009 @ 00:48)
@denologis,
@denologis,
hehehe … tulisan yang dimuat di kompas memang memiliki nilai tersendiri, mas deno, khususnya pada rubrik opini!
Reply
Danta
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
Monday, 23 February 2009 @ 17:46
Iya pak.. udah saatnya parpol ngliyat kondisi Indonesia sekarang yang memprohatinkan, jangan ejek2an terus.. kayaknya ga takut kering tenggorokannya ya pak sawali.. :mrgreen:
Baca juga tulisan terbaru Danta berjudul Plugin untuk Redirect Halaman di Wordpress
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Wednesday, 25 February 2009 @ 00:49)
@Danta,
hehehe … bener, mas danta. saya sepakat. seharusnya mereka berhenti saling hujat dan cakar2an agar nasib rakyat makin membaik.
Reply
Moh Arif Widarto
WordPress 2.6.3
Monday, 23 February 2009 @ 19:31
Memanfaatkan Kemiskinan Rakyat Untuk Memperoleh Kekuasaan…
Pemilu 9 April 2009 adalah pemilu kedua dalam sejarah pemilu Indonesia yang menyertakan nama calon anggota legislatif dalam kertas suara. Pemilu pertama yang menggunakannya adalah Pemilu 2004. Bedanya, pada pemilu 2004 pemilih boleh mencoblos tanda gam…
geRrilyawan
Firefox 3.0.5 dan
Windows Vista
Monday, 23 February 2009 @ 19:42
bahasa yang saya tangkap saat kempanye ini…yaitu…
kata sama perbuatan nggak sinkron. kampanyenya banyak nggak elegan-nya pak…padahal kata-kata di kampanyenya wuihhh tinggi…
Baca juga tulisan terbaru geRrilyawan berjudul SSSTTTTTTT……..!!!
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Wednesday, 25 February 2009 @ 00:52)
@geRrilyawan,
hehehe … itulah kenyataan yang terjadi, mas gerilya. apa yang mereka gemabar-gemborkan saat kampanye tdk sesuai dengan kenyataan.
Reply
harry seenthing
Firefox 3.0 dan
Windows XP
Monday, 23 February 2009 @ 19:55
wah baunya sih kayak politik yah kang
Baca juga tulisan terbaru harry seenthing berjudul What Is…?
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Wednesday, 25 February 2009 @ 00:54)
@harry seenthing,
loh, emang begitu mas harry. hehehe … warna politik ternyata lebih dominan, sehingga kebusukan yang mereka lakukan gampang terlihat.
Reply
madhysta
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
Monday, 23 February 2009 @ 20:05
iya bos… jangan cuma bagi-bagi duit, mengharap namanya diconteng,meski yang dibagi-bagi hasil dari ‘nggadein peralatan rumah tangga’, sementara dalam hati, toh nanti akan bisa balik kalau saya duduk di legislatif. Nah looo.. apa jadinya nanti.
Baca juga tulisan terbaru madhysta berjudul Berpikir Positif Meningkatkan Kualitas Hidup
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Thursday, 26 February 2009 @ 08:27)
@madhysta,
hehehe … seperti dalam dunia dagang, ya, mas madhy. modal yang dikeluarkan hrs segera mendatangkan keuntungan.
Reply
Pencerah
Firefox 2.0.0.6 dan
Windows XP
Monday, 23 February 2009 @ 21:05
Saya juga ingin berbahasa endonesya yang baek dan benar, sehingga dapat dipertimbangken untuk menjadi caleg dalam pileg mendatang
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Thursday, 26 February 2009 @ 08:28)
@Pencerah,
tapi sepertinya berbahasa indonesia yang baik dan benar tidak menjadi syarat dalam pencalegan, kok, mas pencerah, hehehehe …
Reply
bedh
Firefox 3.0.5 dan
Windows XP
Monday, 23 February 2009 @ 21:19
huhuhu ngomentari tulisan di koran dan di komentari lagi di blog seru juga. mengenai artikel bahasa dan politik di harian kompas itu saya tidak baca pak, karena kebetulan bagi saya artikel yang menarik di koran itu cuma iklan baris dan juga iklan film di bioskop…huhuhu bis saya suka males baca koran yang lebar itu tangan saya suka pegel. huhuhu
seharusnya bahasa memang adalah alat bantu yang menjadi penghantar dari politikus untuk menyampaikan maksud dan tujuan nya dalam membela kepentingan rakyat, mungkin karena alasan inilah yang kemudian bahasa yang di sampaikan oleh politikus itu tidak nyambung dengan rakyat….karna memang sebebenarnya mereka tidak tau apa yang menjadi keinginan rakyat. sehingga kemudian mereka malah menyampaikan atau menggunakan bahasa kekerasan guna menjegal menjatuhkan lawan karna memang mungkin saja bagi mereka hal-hal tersebut lebih menarik bagi rakyat yang sedang suka marah-marah seperti sekarang ini.

Baca juga tulisan terbaru bedh berjudul Kalimat kata dan huruf
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Thursday, 26 February 2009 @ 08:30)
@bedh,
hehehe …. wah rupanya mas bedh suka berbelanja dan cari hiburan, ya, haks, sehingga yang dilirik di koran iklan baris sama iklan bioskup. btw, idealnya bahasa politik yang digunakan oleh politisi mesti menyentuh pada kepentingan konstituen-nya, baik pada saat kampanye maupun stlah duduk di kursi parlemen.
Reply
haris
Firefox 3.0.1 dan
Windows XP
Monday, 23 February 2009 @ 21:44
bahasa elite politik kita memang masih belum dekat dengan rakyat. kebanyakan berisi jargon kosong tanpa henti yang membosankan sekaligus memualkan!
Baca juga tulisan terbaru haris berjudul Kita Berbelanja Maka Kita Ada
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Thursday, 26 February 2009 @ 08:31)
@haris,
nah itulah kenyataan yang terjadi, mas haris. kuwalitas parlemen kita baru dalam taraf seperti itu.
Reply
ciwir
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
Monday, 23 February 2009 @ 22:02
jika pemilu digelar, maka bahasa yang laku adalah bahasa proposal :lol: :lol:
Baca juga tulisan terbaru ciwir berjudul bengawan[dot]org
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Thursday, 26 February 2009 @ 08:32)
@ciwir,
kekeke … bahasa proposal? hmmm … sepertinya gejala itu bener2 sdh mewabah ya, mas santri, hiks.
Reply
muji
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
Monday, 23 February 2009 @ 22:45
pak sawali pake plugin apa neh buat reply komen?
Baca juga tulisan terbaru muji berjudul Alhamdulillah-Pemenang Kontes Menulis Panduan KlikSaya Periode Dua
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Thursday, 26 February 2009 @ 08:33)
@muji,
wah, hampir saja lupa, mas muji. silakan unduh filenya di http://blog.2i2j.com/plugins/wordpress-thread-comment
itu plugin wordpress thread comment. semoga berhasil.
Reply
TENGKU PUTEH
Internet Explorer 7.0 dan
Windows XP
Monday, 23 February 2009 @ 22:59
Dari tingkah polah mereka, kita sebagai rakyat bisa menilai. Mudah2an pilihan kita nantinya membawa bangsa kita kearah yang lebih baik, kelak…
Baca juga tulisan terbaru TENGKU PUTEH berjudul TIDAK SEDANG MENCARI CINTA
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Thursday, 26 February 2009 @ 08:33)
@TENGKU PUTEH,
amiiin, mudah2an perubahan ke arah yang lebih baik itu, mas ada, mas tengku.
Reply
awie
Opera 9.63 dan
Windows XP
Tuesday, 24 February 2009 @ 08:45
pak guru klo aku nda mau komen ah soal politik wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk yang jelas aku ga suka dengan janji-janji manis calon birokrt yang setelah berada di gedung dpr jadi tikus yang cuma bisa mengerati uang rakyat aja
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Thursday, 26 February 2009 @ 08:34)
@awie,
duh, kok sedemikian “alergi”-nya mas awie dalam soal politik, hehehe … memang seperti itulah kenyataan yang sering kita lihat, mas awie. jadi wakil rakyat bukan utk mewakili rakyat, melainkan utk mewakili ambisi hedonisnya, kekeke ….
Reply
edratna
SeaMonkey 1.1.8 dan
Windows XP
Tuesday, 24 February 2009 @ 10:52
Hari bahasa Ibu….
Menarik pak, dan jujur saja saya sudah lupa menggunakan bahasa ibu, untuk level yang halus karena jarang digunakan.
Di satu sisi, agar go International, diperlukan kepandaian anak-anak berbahasa asing….jadi mau tak mau orang Indonesia harus menguasai minimal: bahasa ibu, bahasa nasional dan bahasa asing
Kalau polotisi bisa menggunakan bahasa ibu atau bahasa lokal, tentu pendukungnya akan makin banyak, karena mereka dapat memahami apa yang diucapkan oleh politisi tsb.
Baca juga tulisan terbaru edratna berjudul Mencoba makanan di “Omah Sendok”
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Thursday, 26 February 2009 @ 08:36)
@edratna,
iya, ttg masalah bahasa, saya sepakat dg ibu. penguasaan bahasa ibu tdk lantas berarti anti bahasa asing. ketiga bahasa yang disampaikan bu enny memang perlu dikuasai anak-anaks ekarang dan generasi masa depan.
Reply
yusuf
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
Tuesday, 24 February 2009 @ 11:30
Selama ini elit politik masih terbiasa menggunakan bahasa yang tidak dimengerti oleh rakyatnta,
rakyat kecil malah bilang ” wong iku ngomong opo to yo? kok moro-moro gepuk-gepuk an” :grin:
Baca juga tulisan terbaru yusuf berjudul Fee Only Financial Planning
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Thursday, 26 February 2009 @ 08:37)
@yusuf,
hehehe … agaknya para caleg kita masih suka menggunakan bahasa kekerasan ketimbang bahasa rakyat yang penuh sentuhan nilai kemanusiaan, mas yusuf.
Reply
Edi Psw
Firefox 3.0.5 dan
Windows XP
Tuesday, 24 February 2009 @ 11:40
Dunia politik memang begitu, Pak. Kejam, sadis, lawan bisa menjadi teman, teman bisa menjadi lawan.
Baca juga tulisan terbaru Edi Psw berjudul Porno Anak Kian Merebak
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Thursday, 26 February 2009 @ 08:37)
@Edi Psw,
wah, bener banget, pak edi. konon dalam politik itu yang ada hanya kepentingan.
Reply
rochman
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
Tuesday, 24 February 2009 @ 19:46
suara Rakyat dikampung saya, siapa yang ngasih bantuan entah itu paving, seragam jamaah tahlil, pengerasan jalan, dll, ta itu yang rencananya akan di coblos.
Baca juga tulisan terbaru rochman berjudul Po Nari?
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Thursday, 26 February 2009 @ 08:38)
@rochman,
walah, kok sama dengan peristiwa yang terjadi di kampung saya, pak jaitoe, hehehe ….
Reply
Nyante Aza Lae
Firefox 3.0.1 dan
Windows XP
Wednesday, 25 February 2009 @ 09:02
spakat mas…politik bukan hanya simbol..
yg terpenting adalah terjadinya proses interaksi dan komunikasi yang efektif!
Baca juga tulisan terbaru Nyante Aza Lae berjudul Cinta dan Jablai
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Thursday, 26 February 2009 @ 08:39)
@Nyante Aza Lae,
nah, idealnya memang begitu, mas kurnia. para politisi kita mestinya menggunakan bahasa politik yang lebih merakyat.
Reply
sulfikar
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
Friday, 27 February 2009 @ 09:57
Jadi ingat dengan pesan Aa Gym; “kalau teko isinya kopi yg keluar insyaAllah kopi, kalau isinya susu yg keluar jg susu”…. jadi kalau yg keluar dari mulut atau tercantum di baliho politisi bahasa dan kata2 nya aneh insyaAllah politisinya aneh…btw, salam kenal Pak!
Baca juga tulisan terbaru sulfikar berjudul
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Sunday, 1 March 2009 @ 01:45)
salam kenal juga, mas sulfikar. saya sepakat juga tuh dg pernyataan aa gym. wakil rakyat yang jadi dengan cara yang ndak bener, pasti kelakuannya juga ndak bener, hehehe ….
Reply
Bawor
Firefox 3.0.5 dan
Ubuntu 8.04
Friday, 27 February 2009 @ 14:20
Hahahahaa tunggu tanggal mainnya, banyak politisi jadi gemblung karena habis modal buat kampanye… Itulah bahasa kalbu…..
Baca juga tulisan terbaru Bawor berjudul Dapat Undangan Adsense Untuk Domain
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Sunday, 1 March 2009 @ 01:46)
duh, kok sampai setragis itu toh, mas bawor. kenapa ya sekadar utk dapat kursi mesti harus ngobral dhuit? kan blm bisa jadi jaminan kalau bener2 dapat kursi.
Reply
hmcahyo
Google Chrome 1.0.154.48 dan
Windows XP
Friday, 27 February 2009 @ 15:50
iya tuh
caleg pada gokil semua
Baca juga tulisan terbaru hmcahyo berjudul Ansav 2.0.26 dan Update 25 Februari 2009
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Sunday, 1 March 2009 @ 01:47)
hiks, gokil dan narsis, mas heri, hehe ….
Reply
munawar am
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
Friday, 27 February 2009 @ 21:37
Pak, apa masih ada bahasa kerakyatan…. bagi calon politisi kita?
Wong menyapa saja tidak, cuma nitip baliho di tempat2 yang oleh KPU dan Panwaslu sebenarnya dilarang….
Yahhh, berharap semoga masih ada yaahh Pak.
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Sunday, 1 March 2009 @ 01:48)
wah, iya, mas munawar, dari sekian ratus wakil rakyat, saya kok masih percaya, ada wakil rakyat yang bener2 ingin memperjuangkan rakyat yang telah memilihnya, meski persentasenya hanya sedikit.
Reply
marshmallow
Firefox 3.0.5 dan
Windows Vista
Monday, 2 March 2009 @ 18:57
bahasa mencerminkan bangsa.
kalau bahasa yang digunakan para elit politik penuh eufimisme dan bersayap, bukankah itu menunjukkan bahwa bangsa kita juga penuh basa-basi dan telunjuk lurus kelingking berkait? semoga tidak demikian, karena sejauh ini, seperti kata mas DM, para politikus tidak mewakili rakyat melainkan dirinya sendiri.
Baca juga tulisan terbaru marshmallow berjudul Madu dan Racun Kolegalitas
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
(Wednesday, 4 March 2009 @ 01:02)
@marshmallow,
iya, mbak yulfi. bahasa yang digunakan oleh para poltikus bukanlah bahasa rakyat yang gampang dicerna. bahasa bagi mereka agaknya identik dg bedak utk memoles wajah asli mereka, hiks.
Reply
suwung
Firefox 3.0 dan
Windows XP
Wednesday, 4 March 2009 @ 06:39
mengapa si pemilih dalam kurung kita
bisa dibohongi ya pak guru?
Baca juga tulisan terbaru suwung berjudul ngelmu soewoeng bab 0,5 :kesabaran
Reply
Sawali Tuhusetya
Firefox 2.0.0.20 dan
Windows XP
(Thursday, 5 March 2009 @ 09:40)
@suwung,
mudah2an setelah pascareformasi rakyat ndak gampang lagi dibohongi, mas suwung.
Reply