Sunday, 27 January 2008 (03:19) | 47 pembaca | 30 komentar | Print this Article
Sejak masuk RS Pertamina Jakarta, 4 Januari 2008 yang lalu, Sang Jenderal Besar itu makin tak kuasa melawan penyakit yang tak henti-hentinya menggerus dan menggerogoti tubuhnya yang kian ringkih dan rapuh. Ya, Soeharto, mantan penguasa Orde Baru lebih dari tiga dasa warsa itu, akhirnya menyerah juga. Betapapun hebatnya usaha para dokter kepresidenan dalam upaya memulihkan kesehatan Jenderal Besar yang selalu tersenyum itu, Allah sematalah yang berkehendak. Sang Malaikat Maut telah diutus untuk menjemput roh Pak Harto, pada hari Minggu, 27 Januari 2008, pukul 13.10 WIB. Daun sidratul muntaha di puncak Arsy pun telah luruh; menandai berakhirnya riwayat dan masa hidup Pak Harto dari dunianya yang fana selama lebih kurang 86 tahun.
“Innalillahi wa innaillaihi raji’un”
Suasana hening menyelimuti bumi pertiwi yang tengah berduka. Gending Megatruh perlahan-lahan merambat ke dinding langit, lantas mengabarkan duka itu melalui sinyal-sinyal informasi ke berbagai belahan dunia. Warga dunia yang sudah hidup dalam satu atap serentak menengadahkan wajah ke langit; seraya berdoa dan mengucapkan salam terakhir buat almarhum.
Selamat Jalan Sang Jenderal Besar, semoga diberikan kelapangan jalan menuju ke haribaan-Nya; diampuni segala dosa dan kesalahanmu, serta diterima semua amal baikmu.
Sebagai rakyat kecil yang pernah merasakan kepemimpinanmu, kami turut berduka. Sampeyan telah memberikan pembelajaran yang penting dan bermakna bagi bangsa ini; “aja dumeh, aja adigang, adigung, adiguna”. Semoga generasi dan anak-anak masa depan negeri ini bisa mengambil sisa-sisa kepemimpinanmu yang layak diteladani, sekaligus sanggup membentengi dari sikap arogan dan korup yang hanya akan menjadi penghambat jalan menuju ridha-Nya.
Sang Jenderal, doa kami tulus, semoga bisa menjadi salam dan kado terakhir menuju ke alam keabadian. ***

































@ all:
Yup, jika ajal sudah tiba, tak seorang pun yang sanggup menolak atas kuasa-Nya. Kita berdoa, seluruh bangsa Indonesia, mudah-mudahan almarhum dilapangkan jalan menuju ke haribaan-Nya dan diampuni segala dosa dan kesalahannya. Keluarga dan seluruh bangsa Indonesia mudah2an diberikan kesabaran dan ketabahan. Mudah2an bangsa kita bisa belajar dari kepemimpinan Pak Harto selama memegang tampuk kekuasaan. Kita ambil yang memang layak diteladani, sekaligus kita tinggalkan pola-pola kepemimpinannya yang dianggap kurang bai. Selamat jalan Sang Jenderal, tenang dan tenteramlah di alammu yang baru.
Sawali Tuhusetya’s last blog post..Selamat Jalan Sang Jenderal Besar!
Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu…
Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa beliau, menerima amal-amal baik beliau, serta dilapangkan kuburnya…amin.
Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran, bahwa menjadi pemimpin tidaklah mudah dan setiap orang tidaklah sempurna dan terjaga dari khilaf dan dosa, namun sebaik-baiknya orang adalah yg senantiasa mau memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik…
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan iman kepada kita lahir dan batin untuk senantiasa dapat berjalan diatas aturan-aturan-Nya…amin
Fakhru’s last blog post..Karena Sesungguhnya Kaum Muslimin Bersaudara..
Ikut berbela sungkawa pak!
*menundukkan kepala mengheningkan cipta*
gempur’s last blog post..Belajar Memikirkan Petani: Sekadar Membantu Ide
FAREWELL GENERAL !!!
(hoping get some heritage from Cendana Fam) :oops:
Mbelgedez’s last blog post..PILKADA BEKASI?
turut berduka cita..selamat jalan pak Harto..
cempluk’s last blog post..Camping Keluarga Besar
Saat denger beritanya, saya lagi di Pandansari bersama rombongan Bloger Bekisar… May God Bless His Soul. Amen.
Goenawan Lee’s last blog post..We Seek Justice, Fair play and Truth in this matter.
[...] didepan rumah *gile jemur handuk didepan jalan raya * Si pemilik hanyalah ingin menunjukkan rasa bela sungkawanya atas kepergian Sang Pemimpin yang dikagumi sampai akhir hayat, namun karena kondisi lahan yang [...]
Oh, dulu Pak Harto pernah ngomong gitu to, Pak? “Aja dumeh. Aja adigang, adigung, adiguna.”
Btw, baru ini saya baca ada posting bloger yang netral terhadap Pak Harto. Yang lain isinya cuma memuja sambil merindukan!
STR’s last blog post..Guru yang Baik Adalah Guru yang Menggaji Muridnya: Kuantitas Lawan Kualitas
Maaf Pak Guru, aku nggak bisa kasih komen apa-apa ;)
extremusmilitis’s last blog post..Pak Lik Soeharto Mati
Pak Harto, pada hari Minggu, 27 Januari 2008, pukul 13.10 WIB akhir dari sejarah hidupnya. Dan hari itu sejarah baru baginya dimulai… Selamat Jalan.
ozan’s last blog post..Mati (2)