Tumbal

Ditulis oleh: Sawali Tuhusetya | Thursday, 3 January 2008 | 29 pembaca | 11 komentar | Feed

Orang-orang bagai rusa masuk kampung. Bingung. Subuh tadi, anak Lik Karimun yang baru berusia tujuh bulan, hilang. Konon, si Nok tiba-tiba raib dari sisi tetek simboknya. Kontan saja Yu Painem menjerit-jerit histeris. Lik Karimun yang tidur di sisi Yu Painem pun limbung. Tubuhnya loyo.
“Wah! Ini pasti ulah demit jembatan itu lagi. Sudah tiga anak yang [...]

Kategori: Cerpen, Refleksi, Sastra, Tradisi

Kang Sakri dan Perempuan Pemimpi

Ditulis oleh: Sawali Tuhusetya | Tuesday, 1 January 2008 | 39 pembaca | 3 komentar | Feed

Puluhan mayat terjepit mengenaskan di sela-sela reruntuhan dan puing-puing bangunan yang porak-poranda. Bau busuk menyembur-nyembur. Ratusan burung pemangsa bangkai terbang rendah. Lantas, dengan kecepatan tak terduga menyerbu mayat-mayat itu. Dengan kekuatan penuh, paruh dan kuku burung-burung ganas itu mencengkeram dan mencabik-cabik puluhan mayat yang sudah penuh belatung.
“Crok… crok … cruok!” Ratusan burung pemakan bangkai berpesta. [...]

Kategori: Cerpen, Sastra

Sepotong Kepala

Ditulis oleh: Sawali Tuhusetya | Tuesday, 1 January 2008 | 19 pembaca | 1 komentar | Feed

 
Para penduduk bergidik ngeri menyaksikan jasad Sukardal yang hanya tinggal gembungnya, seperti bangkai babi yang barusan dibantai tukang jagal. Sepotong kepalanya menggelinding entah di mana. Bayangan kebiadaban menggerayangi setiap kepala.

I Love Social Bookmarking

Kategori: Cerpen, Sastra
Kontak gmail