Ganti “Baju” di Bulan Ramadhan

Kategori Blog Oleh

blogBeberapa hari yang lalu, Mas Gajah Pesing mengirimi saya sebuah email. Isinya memberitahukan bahwa blog saya bermasalah. Setiap kali dibuka, selalu muncul pesan untuk men-download sesuatu yang tidak jelas. Mas Fay, demikian saya biasa memanggil blogger yang bermukim di kota Pahlawan ini, juga menyertakan screenshot-nya seperti berikut ini!

blogTerima kasih, Mas Fay, atas informasinya. Hal yang sama juga disampaikan oleh Keluarga Madinah dalam komentarnya di sini yang mengabarkan bahwa link home-page-nya bermasalah.

Saya memang tidak terlalu menyadari kejanggalan ini karena selama ini lancar-lancar saja ketika saya buka di mesin peramban mozilla yang saya gunakan. Saya baru menyadarinya ketika saya mencoba membukanya lewat mesin peramban yang lain. Wow … ternyata memang benar. Link home-page blog ini selalu gagal dibuka. Selalu muncul pesan yang sama seperti yang Mas Fay informasikan itu. Walhasil, saya pun seharian berusaha mencari penyebabnya. Seperti biasanya, saya cek plugin satu persatu. Namun, gagal. Setiap kali saya buka di mesin peramban yang baru, pesan “menjengkelkan” itu selalu muncul. Hingga beberapa saat lamanya, saya hanya bisa terdiam, hingga akhirnya muncul keisengan saya untuk mencoba ganti theme. Browsing di google sebentar, klik sana-sini, akhirnya muncul theme Koi seperti yang saya gunakan sekarang.

Hmm … lebaran belum datang, saya terpaksa “ganti baju”, hehe …. Namun, saya belum juga yakin, apakah memang theme yang sebelumnya memang telah bermasalah, sehingga sudah tidak layak lagi saya gunakan. Padahal, theme sebelumnya sudah saya oprek habis-habisan, sehingga menyajikan speed yang agak lumayan kenceng. Meski demikian, demi menjaga kelangsungan “hidup” blog ini di dunia maya, terpaksa saya harus mengorbankan “baju” yang lama.

Tentang “baju” yang sekarang saya gunakan, memang belum sepenuhnya enak dan nyaman dipakai. Masih ada beberapa kode html/xhtml yang error. Namun, untuk sementara bisa membuat saya agak sedikit tenang, lebih-lebih setelah Mas Fay mengirimkan email balasan bahwa home-page blog ini sudah bisa dibuka dengan lancar. Mudah-mudahan memang demikian, sehingga insyaallah saya bisa merasa lebih tenang untuk tarawih berjamaah dan tadarusan di mushalla. ***

Seorang guru, penggemar wayang kulit, dan penikmat sastra. Dalam dunia fiksi lebih dikenal dengan nama Sawali Tuhusetya. Buku kumpulan cerpennya Perempuan Bergaun Putih diterbitkan oleh Bukupop dan Maharini Press (2008) dan diluncurkan di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada hari Jumat, 16 Mei 2008 bersama kumpulan puisi Kembali dari Dalam Diri karya Ibrahim Ghaffar (sastrawan Malaysia).

58 Comments

  1. A expanding variety of young Asian-American style designers are taking the American style globe by storm with their original designs influenced by their Asian heritage. Unlike the earlier wave of Japanese designers who hit the fashion planet within the 1980s, nevertheless, these designers don’t generate clothes that could be especially identified as Asian style but rather strive to create clothing which might be aimed for mainstream clotheshorses by wearing their influences lightly. Essentially the most current Asian-Americans to hit in big in US style are young Korean garments designers Richard Chai and Chung Doo-Ri, who’ve successfully managed to establish a foothold within the highly-competitive New York style scene.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan terbaru tentang Blog

Setelah 9 Tahun Ngeblog

Juli 2007 merupakan saat pertama saya belajar ngeblog (=mengeblog). Sering berganti-ganti engine,

Enam Purnama Tanpa Jejak

Sudah enam purnama, saya tidak meninggalkan jejak di blog ini. Sejatinya, enam
Go to Top