Jalan Sehat Multikultur Kabupaten Kendal

Pemda Kendal bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kab. Kendal menggelar Jalan Sehat Multikultur pada Minggu pagi, 10 Oktober 2010. Tema yang diangkat adalah “Dengan Jalan Sehat Forum Kerukunan Umat Beragama kita jalin kerukunan dan persatuan untuk membangun Kendal yang lebih baik dan Mandiri”. Jalan Sehat ini juga sekaligus menindak lanjuti surat dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI nomor 2661-A/MENPORA/8/2010 Tanggal 31 Agustus 2010 Perihal Peringatan dan Kegiatan Hari Jalan Kaki Sedunia 10 Oktober 2010.

Sebelum jalan sehat, secara bersama-sama para peserta melakukan senam aerobik di bawah hentakan musik koplo yang rancak sejak pukul 06.15 WIB. Hampir seluruh peserta serempak mencoba mengikuti gerakan-gerakan aerobik yang dipandu oleh beberapa instruktur senam dari atas panggung. Sentuhan lembut matahari pagi di bawah naungan langit yang cerah membuat suasana alun-alun kota Kendal makin hangat dan semarak. Meski dengan gerakan yang sedikit kaku, para peserta yang terdiri dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang tua, menampakkan gairah dan semangat yang layak diapresiasi.

jalan sehatjalan sehatjalan sehatjalan sehatjalan sehatjalan sehatjalan sehatjalan sehatjalan sehatjalan sehatjalan sehatjalan sehatjalan sehatjalan sehatjalan sehatjalan sehat

Tepat pukul 07.00 WIB, jalan sehat yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jalan Kaki sedunia dimulai. Dalam laporannya, Ketua Panitia mengungkapkan bahwa acara Jalan Sehat diikuti tidak kurang dari 10.000 peserta. Mereka terdiri dari berbagai elemen masyarakat Kendal, mulai pejabat hingga rakyat biasa, yakni Bupati dan Wakil Bupati Kendal, Muspida, anggota DPRD, SKPD, PNS, Anggota KODIM 0715 dan anggota Persit Candra Kirana, anggota Polres dan Bhayangkari, Ormas, Mahasiswa Perguruan Tinggi di Kendal, siswa SMP/SMA/SMK, dan segenap masyarakat Kabupaten Kendal. Peserta tidak dipungut biaya alias GRATIS. Panitia juga menyediakan sekitar 15 jenis doorprize, seperti lemari es, sepeda gunung, TV berwarna, buku tabungan dari Bank Jateng Cab. Kendal, megic com, dispencer, kipas angin, handphone, DVD/VCD, Radio Tape Recorder, dan Seterika, dengan hadiah utama sebuah sepeda motor.

Adapun rute yang digunakan untuk jalan sehat, yaitu tempat pemberangkatan (start) alun-alun Kendal ke Kanan – Jl. Sukarno – Hatta belok kanan – Jalan Waluyo – Jalan Stadion Utama belok kanan – Jalan Tentara Pelajar belok kanan – Jalan Pahlawan II Kelurahan Kalibuntu Wetan belok kiri – Jalan Pemuda – Pertigaan Kodim 0715 Kendal belok Kanan – Jalan Sukarno Hatta, dan finish di alun-alun Kendal. Sesampai di alun-alun Kendal dihibur dengan organ tunggal dari Kota Kendal, dan penarikan door prize berupa hadiah utama Sepeda motor roda dua.

Sementara itu, Bupati Kendal, dr. Hj. Widya Kandi Susanti, MM, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa acara Jalan Sehat Multikultur tersebut diharapkan mampu mewujudkan suasana Kendal Beribadat yang rukun dan damai serta mampu hidup berdampingan di tengah-tengah perbedaan. Dengan kebersamaan, tegas Bupati Kendal, kita akan mampu membangun Kendal menjadi lebih baik.

Sejak dulu, Kendal tergolong kabupaten yang relatif aman, nihil dari gejolak dan intrik yang menguras energi. Hampir tak ditemukan aksi-aksi kekerasan, anarkhi, atau vandalisme yang membuat dinamika kota pesisir ini terhambat. Ya, ya, sebagai sebuah kabupaten yang memiliki potensi majemuk dilihat dari sisi demografisnya, Kendal memang perlu direkatkan dengan acara-acara kebersamaan semacam itu. Sejak dulu, Kendal tergolong kabupaten yang relatif aman, nihil dari gejolak dan intrik yang menguras energi. Hampir tak ditemukan aksi-aksi kekerasan, anarkhi, atau vandalisme yang membuat dinamika kota pesisir ini terhambat. Meski demikian, situasi kondusif dan relatif tenang semacam itu perlu terus dirawat dan dijaga agar kabupaten yang identik dengan Tumenggung Bahureksa ini bisa terus berkembang secara dinamis dalam upaya mewujudkan masyarakat Kendal yang maju, mandiri, sejahtera, adil, makmur, demokratis, dan religius.

Semoga event Jalan Sehat Multikultur tak hanya sebatas aksi “show of force” saja, tetapi juga benar-benar menjadi sebuah “ikon” yang mampu merekatkan kemajemukan Kendal menjadi sebuah kekuatan potensial yang membuat Kota Beribadat ini menjadi lebih maju, makmur, dan sejahtera. ***

Tulisan lain yang berkaitan:

Teror Bom Utan Kayu dan Ancaman Pluralisme (Wednesday, 16 March 2011, 2,062 pembaca, 105 respon) Ketika perhatian publik tersedot oleh dampak tragedi tsunami Jepang dan pemberitaan dua media massa Australia terhadap kredibilitas Presiden SBY...
Implementasi Pendidikan Multikultural di Sekolah (Tuesday, 8 March 2011, 3,978 pembaca, 101 respon) Dalam satu dekade belakangan ini, nurani kita tercabik-cabik dan terharu-biru oleh maraknya aksi kekerasan yang brutal dan sadis berkedok agama....
Merajut “Khittah” Toleransi yang Terkoyak (Saturday, 25 December 2010, 1,347 pembaca, 42 respon) Bertubi-tubi “khittah” toleransi antarumat beragama di negeri ini mendapatkan ujian. Berbagai perilaku kekerasan yang mengatasnamakan agama...
Spirit Tumenggung Bahureksa dan Dinamika Kendal Beribadat (Tuesday, 28 July 2009, 2,116 pembaca, 110 respon) (Refleksi Hari Jadi ke-404 Kabupaten Kendal) Hari ini, Selasa, 28 Juli 2009, Kendal berulang tahun ke-404. Usia yang –tentu saja–sudah...
Ketahanan Budaya yang (Nyaris) Rapuh (Monday, 27 July 2009, 1 pembaca, 8 respon) Sudah lama negeri kita dikenal sebagai sebuah bangsa yang kaya budaya. Keragaman budaya dengan corak multikultur-nya sudah menjadi brand yang...
tentang blog iniTulisan berjudul "Jalan Sehat Multikultur Kabupaten Kendal" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (10 October 2010 @ 12:51) pada kategori Refleksi, Sosial dan telah dikunjungi oleh 1,191 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini: