Rakernas Agupena dan Agenda Perubahan

Bertempat di Kompleks SLB Pembina Tingkat Nasional, Jalan Pertanian Raya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, 1-3 Oktober 2010, Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Saya yang ketiban sampur menjadi Ketua Bidang Pengembangan Organisasi juga diundang untuk hadir. Namun, karena sesuatu dan lain hal, saya baru bisa mengikuti acara pada hari kedua. Saya sangat berharap, Rakernas kali ini bisa menjadi moment yang tepat bagi Agupena untuk menyusun agenda perubahan sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis yang mampu menggeliatkan roda organisasi, sehingga budaya menulis di kalangan guru makin tumbuh dan berkembang secara dinamis.

… tugas dan fungsi guru sebagai tenaga pendidik tidak semata-mata dibatasi tembok sekolah, tetapi juga menjadi guru inspiratif yang mampu mengekspresikan pemikiran dan gagasan kreatif ke dalam bentuk tulisan.Sebagai organisasi profesi yang belum lama lahir, Agupena memang masih menghadapi banyak tantangan dan kendala. Selain konsolidasi organisasi secara internal, Agupena juga menghadapi silang-sengkarutnya persoalan-persoalan eksternal yang berkaitan dengan problem dunia pendidikan dan ranah kepenulisan. Dalam situasi demikian, Agupena memang diharapkan bisa menjadi wadah yang tepat untuk menumbuhkan atmosfer kepenulisan di kalangan guru, sehingga tugas dan fungsi guru sebagai tenaga pendidik tidak semata-mata dibatasi tembok sekolah, tetapi juga menjadi guru inspiratif yang mampu mengekspresikan pemikiran dan gagasan kreatif ke dalam bentuk tulisan. Dengan cara demikian, ide-ide brilian dari guru bisa terpublikasikan dan terdesiminasikan secara luas ke tengah-tengah masyarakat.

Sesuai jadwal, Rakernas Agupena yang juga akan dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Nasional dan Sekjen PMPTK itu akan membahas bidang Administrasi, Organisasi, Kepenulisan, Kesra, Kebijakan Organisasi, serta Komunikasi dan Informasi. Bidang-bidang yang dibahas selanjutnya ditetapkan sebagai hasil Rakernas dan ditindaklanjuti sebagai kebijakan organisasi sehingga agenda perubahan yang diharapkan berlangsung di tubuh Agupena bisa terwujud.

Selamat ber-Rakernas, semoga sukses! ***

Tulisan lain yang berkaitan:

Memacu “Adrenalin” Guru dalam Menulis (Thursday, 17 November 2011, 2,359 pembaca, 58 respon) Kamis, 17 November 2011, Harian Warta Jateng bekerja sama dengan IKIP PGRI Semarang menggelar wokshop bertajuk “Guru Kreatif, Guru Menulis”....
Ngeblog: Antara Visi, Misi, dan Orientasi (Saturday, 14 May 2011, 2,362 pembaca, 62 respon) Beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan email dari Jessica Estherina, mahasiswa STIKOM The London School of Public Relations, yang konon sedang...
Mengurai Benang Kusut “Kemandegan” Budaya Menulis di Kalangan Guru (Friday, 13 May 2011, 2,049 pembaca, 46 respon) Jika tak ada aral melintang, 17 Mei 2011 (pukul 09.00-15.00 WIB) bertempat di SD Negeri Taman Pekunden, Jalan Taman Pekunden Semarang, IGI (Ikatan...
Mendulang Pemikiran Kreatif dari Sosok Wardjito Soeharso (Thursday, 20 January 2011, 1,783 pembaca, 61 respon) Beberapa waktu yang lalu, Pak Wardjito Soeharso, mengirimi saya sebuah buku: Bunga Rampai Artikel: Ide, Kritik, Kontemplasi. Ingin rasanya saya...
Agupena Pasca-Rakernas: Sebuah Refleksi (Monday, 4 October 2010, 2,786 pembaca, 90 respon) Usai sudah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) yang berlangsung di Kompleks SLB Pembina Tingkat Nasional, Jalan...
tentang blog iniTulisan berjudul "Rakernas Agupena dan Agenda Perubahan" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (2 October 2010 @ 01:46) pada kategori Refleksi dan telah dikunjungi oleh 2,247 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini: