Thursday, 30 October 2008 (21:44) | 356 pembaca | 119 komentar | Print this Article
Kamis, 30 Oktober 2008, sekitar pukul 13.30 WIB, secara tak terduga Tuhan mempertemukan saya dengan Mas Andy MSE, bloger kelahiran Boja, Kendal, yang kini bermukim di Solo, Jawa Tengah. Berawal ketika anak sulung saya yang baru saja pulang sekolah, menyampaikan informasi via HP bahwa Mas Andy dari Solo sedang menunggu di rumah. Mendengar nama Mas Andy, saya langsung minta izin kepada Panitia Review/Pengembangan SK/KD Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kendal yang tengah menggelar sebuah pertemuan dan diskusi di Setda Kabupaten Kendal, untuk pulang lebih awal. Maklum, sudah lama saya ingin bertemu langsung dengan aktivis Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO), sebuah NGO yang bertujuan untuk mendorong terwujudnya good governance dan mengembangkan partisipasi publik di Indonesia, khususnya pada level lokal itu. Wah, sebuah LSM yang bervisi kerakyatan dan berupaya membangun kesadaran publik tentang pentingnya pemerintahan yang bersih.




Walhasil, saya spontan merangkulnya begitu bertemu dengan bloger kelahiran Boja, Kendal, 21 Agustus 1969 ini yang datang bersama Mas Solikhun, salah seorang aktivis Pattiro. Ada perasaan haru yang tiba-tiba menyelinap lewat pori-pori. Sambil ”tabur pesona” *halah* langsung saja saya mengajak mereka berdua ngobrol tentang berbagai macam hal, mulai aktivitas ngeblog, keluarga, pekerjaan, hingga soal remeh-temeh lainnya. Ngobrol dengan Mas Andy ternyata enak, santai, dan menyenangkan. Meski baru pertama kali bertemu, kesan yang muncul seperti sudah lama bersahabat akrab. Bisa jadi inilah salah satu manfaat blog. Dengan saling berkunjung dan meninggalkan jejak komentar, kita seperti dibawa ke dalam sebuah ruang dialog maya yang bisa dimanfaatkan untuk membangun aksi-aksi persahabatan, bertukar pikiran, atau sekadar mengenal profil dan aktivitas keseharian dari sahabat maya kita.
Saya juga tak menduga kalau Mas Andy bisa demikian mudah menemukan gubug saya hanya dengan membaca komentar yang saya tinggalkan di blognya. Aha, komentar ternyata bisa menjadi penunjuk jalan. Tak perlu repot-repot membuat peta, haks.
Dari obrolan yang tengah berlangsung, saya punya kesan kalau Mas Andy terbilang sosok yang bagus kecerdasan linguistiknya. Bahasanya mengalir lancar. Tidak salah kalau alumnus Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen, Universitas Diponegoro Semarang dan pernah mengenyam pendidikan di IAIN (Fak. Ushuludin) dan Pascasarjana ini menjadi seorang aktivis LSM yang harus banyak bersentuhan dan berkomunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat. Kecerdasan linguistik dengan dukungan basis keilmuan yang dimilikinya sudah menjadi modal yang lebih dari cukup bagi ayah tiga anak ini untuk membangun jejaring sosial dengan berbagai lapisan masyarakat. Yang membuat saya salut, Mas Andy ternyata juga membangun keluarga bloger. Bu Noor, istrinya yang memesona, dan dua anaknya, Diki dan Nanin yang imut dan menggemaskan, masing-masing telah memiliki sebuah blog. Ini artinya, mereka bisa intens membangun komunikasi dengan sesama anggota keluarga melalui dua ruang; ruang nyata dan ruang maya, yang bisa menumbuhkan suasana yang tampil beda.
Sayangnya, obrolan yang menarik itu terpaksa harus berakhir karena Mas Andy dan Mas Solikhun, mesti kembali ke markasnya, Sekolah Rakyat, di Limbangan, Kendal, untuk selanjutnya menuju ke Solo pada keesokan harinya. Saya hanya bisa melepasnya dengan iringan doa, semoga keselamatan, kesejahteraan, dan kesuksesan selalu menaungi Mas Andy dan keluarganya. Terima kasih, Mas Andy dan Mas Sholikun. Mohon maaf jika kami sekeluarga tidak bisa memberikan sambutan yang layak dan menyenangkan.
Dengan kedatangan Mas Andy, berarti sudah ada lima sahabat bloger yang telah berkenan menyambangi gubug saya setelah Pak Gempur, Mas Goop, Mas Totz, dan Abeeayang. Ternyata, sungguh indah bisa menjalin persahabatan lewat dunia maya itu. ***





































cheap phentermine…
Blog…
Salam kenal,
wah senang sekali ya bapak-bapak tokoh blogger ini bisa berkopdar ria, tanpa gebyar macem2 seperti kenduri P3sta Blogger. Sayang sekali saya jauh di kaltim, jadi walaupun saya diundang ya sudah barang tentu sulit nyari sponsor untuk biayanya.
mudah-mudahan berkenan dan kalau diizinkan saya akan sering-sering datang ke sini berbagi cerita.
wassalam,
Baca juga tulisan terbaru deden berjudul Terlambat Menjadi Blogger [Bagian 1]
saya pengen bertemu dengan pak sawali…..:x:x
tar saya juga main2 ksana aaahhh… :d/:d/ saya dtrima kan pa’de? :d
waah…kopdar yang menyenangken…satu saat nanti saya juga kepengin kopdaran dengan sahabat2 blogger…tapi saya lagi bayangken, kaluk di blog dan koment2n bisa begitu akrab, ntar kaluk ketemu apa ya bisa akrab beneran yaa…
nuwun Pak, saya mampir ke blog ini…bagusss….salam kenal dari karanganyar
kalau bisa kopdar malah bisa lebih seru dan meriah, mbak ayik, hehehe … penuh kejutan! btw, salam kenal juga, mbak, matur nuwun kunjungannya!
[...] Berikut foto-foto yang saya ambil sepulang dari Kendal, dan bertemu dengan pak Sawali. [...]
Salam
Pakde Kok mirip sih, jangan-jangan kembaran tuh
walah, kok bisa? dari sudut mana? kekeke ….