Home | Budaya, Edukasi, Refleksi, Tradisi | Makna Kekerabatan di Balik Mudik Lebaran

Makna Kekerabatan di Balik Mudik Lebaran

Friday, 3 October 2008 (18:38) | 936 pembaca | 109 komentar | Print this Article

Usai sudah ritual Lebaran itu. Yang sempat mudik, pasti sudah bertemu dan bersilaturahmi dengan saudara dan sanak-kerabatnya di kampung halaman. Rasa rindu yang selama ini menggumpal di dada tertumpahkan sudah. Ada selingan pesta kecil, canda, dan tawa; berkumpul bersama dengan orang tua dan sanak-kerabat dalam suasana yang sarat sentuhan nilai keakraban dan persaudaraan. Selalu saja ada romantisme masa silam yang hadir di balik ritual Lebaran itu. Masa lalu yang khas anak-anak kembali terbentang dalam layar memori kita. Seringkali sebuah pertanyaan sentimentil pun menggoda nurani kita. “Benarkah masa kecil saya dulu ada di sini?” Aha …, sebuah pertanyaan yang terkesan cengeng, tapi seringkali kita tak punya kesanggupan untuk menolaknya.

mudikNamun, ritual Lebaran juga tak sebatas meninabobokan kita ke dalam bentangan romantisme masa silam semata. Ada nilai-nilai kekerabatan hakiki yang perlu terus digali dan ditumbuhsuburkan. Ini artinya, Lebaran juga bisa dimanfaatkan sebagai momentum untuk menanamkan nilai-nilai silaturahmi kepada anak-anak kita. Bagaimana kita mesti bersikap kepada kedua orang tua, sanak-kerabat, tetangga, atau handai taulan, merupakan wujud pendidikan nyata yang bisa langsung diteladani dan diterapkan oleh anak-anak kita.

Apa yang akan terjadi kalau anak-anak tak pernah kita pertemukan dengan orang tua yang sekaligus juga kakek-nenek anak-anak kita? Apa juga yang akan terjadi kalau anak-anak tak pernah kita pertemukan dengan sanak-kerabat dan handai taulan?

Tak salah kalau ada yang mengatakan bahwa hidup itu ibarat “mampir ngombe” (mampir minum) dalam sebuah pengembaraan yang jauh. Hidup kita konon begitu singkat untuk selanjutnya mesti melanjutkan perjalanan panjang hingga menggapai batas-batas “misteri” yang telah ditentukan oleh Sang Maha Berkehendak. Dalam pemahaman awam saya, sungguh tidak menguntungkan kalau dalam hidup yang begitu singkat itu kita gagal menghidupkan tali silaturahmi sebagai salah satu akar kekerabatan yang perlu terus dijaga dan diabadikan.

Seiring dengan bertambahnya (atau berkurang?) usia, anak-anak juga memiliki dunianya sendiri. Kelak, mereka juga akan jadi orang tua seperti kita. Alangkah tidak nyamannya kalau dalam situasi seperti itu, tali persaudaraan dalam hubungan kekerabatan tiba-tiba tak lagi dapat tersambung akibat kelalaian kita dalam mempertautkan tali kekerabatan. Lebaran idealnya memang perlu dijadikan sebagai momentum untuk menghidupkan tali kekerabatan itu. Lebih-lebih berdasarkan kacamata religi, silaturahmi tak hanya sebatas mengadakan pertemuan keluarga untuk selanjutnya saling mengenal hubungan kekerabatan, seperti kakek, paman, bibi, atau keponakan. Akan tetapi, juga bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai akhlak dan budi pekerti. Dalam konteks demikian, sangat beralasan kalau banyak orang yang rela berpayah-payah diri melakukan mudik Lebaran dengan membawa “pasukan anak-anak” ke kampung halaman demi mempertautkan tali silaturahmi dan kekerabatan itu. Bagaimana dengan Sampeyan?***

Keterangan: Gambar diambil dari sini.

Kategori: Budaya, Edukasi, Refleksi, Tradisi | Tags: ,

Tulisan lain yang berkaitan:

imgFriends Award Tak Terduga (Wednesday, 18 August 2010, 298 pembaca, 107 respon) Sungguh tak terduga, saya mendapatkan Friends Award dari Pak Mumun Surahman, rekan sejawat dari Baturajeg Majalengka yang kini mengajar di SMPN 2 Bantarujeg, Jalan Desa Salawangi No. 11 Bantarujeg Majalengka. Terima kasih atas pemberian award-nya, Pak,...
imgDari LCC hingga Bedah SKL UN 2010 (Monday, 22 February 2010, 602 pembaca, 73 respon) Kamis, 18 Februari 2010, bertempat di SMP 3 Patebon, Kendal, saya bersama beberapa rekan sejawat didaulat untuk menjadi yuri Lomba Cerdas-Cermat (LCC) Tingkat SMP Kabupaten Kendal. LCC dimaksudkan sebagai ajang seleksi untuk memilih satu regu terbaik...
imgBlogwalking: Jalan Menuju Sehat (Monday, 1 February 2010, 498 pembaca, 228 respon) Blogwalking? Hmm … istilah yang satu ini pasti sudah tak asing lagi di kalangan bloger. Konon, kosakata ini hadir ketika blogger butuh sosialisasi dan interaksi dengan sesamanya. Dia juga hadir ketika bloger tak ingin asyik dengan dunianya sendiri;...
imgPentas Seni dan Malam Tahun Baru 1431 Hijrah (Saturday, 19 December 2009, 392 pembaca, 132 respon) Kamis, 17 Desember 2009, menjadi hari yang tak terlupakan bagi para siswa SMP 2 Pegandon, Kendal. Pasalnya, semua siswa bebas berekspresi di atas panggung dalam sebuah acara berlabel “Pentas Seni”. Selain sebagai unjuk kemampuan para siswa di bidang...
imgUlang Tahun ke-2 TPC dan Martil UU ITE: Sebuah Refleksi (Monday, 30 November 2009, 296 pembaca, 151 respon) Apa yang menarik dari serangkaian acara yang digelar oleh TPC (tugupahlawan.com) dalam merayakan HUT-nya yang kedua? Sahabat-sahabat blogger dari berbagai komunitas yang kebetulan hadir di kota pahlawan ini, bisa dipastikan tak begitu gampang melupakan...
Catatan Sawali Tuhusetya
feeds.feedburner.com
Tulisan berjudul "Makna Kekerabatan di Balik Mudik Lebaran" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (Friday, 3 October 2008 (18:38)) pada kategori Budaya, Edukasi, Refleksi, Tradisi. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Ingin berlangganan gratis? Silakan daftarkan alamat email Anda sekarang juga! Terima kasih dan salam budaya!
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
FacebookTwitterStumbleDigg itDeliciousGoogle ReaderRedditTechnoratiGoogle BuzzYahoo Buzz
DesignfloatDiigoMixxMeneamedesignbumpFurlMagnoliaBlinklistfurlblogmark

109 Responses to "Makna Kekerabatan di Balik Mudik Lebaran"

  1. eshape says:
    Menggunakan Google Chrome 0.2.149.30 Google Chrome 0.2.149.30 pada Windows Vista Windows Vista

    Salam.

    Aku paling nggak demen ama mudik. Bayangkan duit yang capek2 dicari selama setahun, bisa habis dalam hitungan hari.

    Selalu saja kucari alasan untuk tidak mudik. Kadang rutinitas mudik telah membuat rangkaian ibadah puasaku jadi bolong-bolong di saat jam perjalanan mudik.

    Pernah bahkan, pas menjelang mudik, duitpun belum terkumpul buat mudik. Ini adalah alasan yang paling kuat untuk tidak mudik.

    Manusia berusaha dan Tuhan jualah yang menentukan. Aku selalu akhirnya bertemu dengan Emak di kampung. Selalu saja ada magnet yang menarikku untuk pulang kampung dan selalu saja ada rejeki untuk pulang kampung [meskipun kadang-kadang muncul di saat "injury time"]

    Semoga tahun depan aku masih diberi kesempata pulang kampung lagi.

    Hanya satu tujuanku, bertemu dngan emak dan bersimpuh di kakinya.

    Sesungguhnya seberapapun besarnya kasih kita pada Emak, tidak akan pernah bisa menyamai kasih emak pada kita.

    Salam

    eshape

    eshapes last blog post..BEI TuTuP ? [kok bisa ya?]

  2. Hery Azwan says:
    Menggunakan Firefox 1.5.0.7 Firefox 1.5.0.7 pada Mandriva 2007.0 Mandriva 2007.0

    Berhubung rumah orangtua sekarang bukanlah tempat saya dibesarkan pd masa kecil, saya kurang bisa bernostalgia, Pak. Hiks….
    Tempat saya dibesarkan ada di perkebunan yang jaraknya cukup jauh (2,5 jam) dari rumah orangtua saya saat ini.
    jadinya, kalau mudik pun, nostalgianya kurang terangkat.
    Begitupun, silaturahmi dengan keluarga ayah/ibu saya tetap berkesan…

    Hery Azwans last blog post..Catatan Seputar Lebaran

  3. edratna says:
    Menggunakan SeaMonkey 1.1.8 SeaMonkey 1.1.8 pada Windows XP Windows XP

    Karena kesibukan masing-masing, justru diperlukan adanya pertemuan antara kerabat, dan hari Lebaran adalah momentum yang tepat.
    Maaf baru bisa komentar, sejak beberapa hari lalu, terpaksa berlibur komentar, gara-gara lewat intenet di Bandung hanya bisa blogwalking.

    edratnas last blog post..Monitor perkembangan keluarga melalui blog

  4. Menggunakan Flock 1.2.6 Flock 1.2.6 pada Windows XP Windows XP

    makasih, mas sapimoto, maafkan lahir dan batin juga salah dan khilaf saya. amiin, mudah2an, mas.

  5. Menggunakan Flock 1.2.6 Flock 1.2.6 pada Windows XP Windows XP

    wah, syukurlh, mas heri. nah itulah dinamikanya mudik, mas. jalanan macet dan berbagai hambatan sering terjadi di jalan. btw, maafkan juga salah dan khilaf saya selama ini, mas.

  6. Menggunakan Flock 1.2.6 Flock 1.2.6 pada Windows XP Windows XP

    oh, baguslah, mas donny. kalau tahun ini ndak bisa kan masih ada waktu lain, mas.

  7. Menggunakan Flock 1.2.6 Flock 1.2.6 pada Windows XP Windows XP

    waduh, makasih apresiasinya, mbak diah. itu juga yang saya rasakan saat mudik, mbak, bisa kumpul dalam suasana yang akrab. bener2 menyenangkan. btw, maafkan juga salah dan khilaf saya selama ini, mbak.

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
«
»
www.batuzakar.netweb hosting indonesia
Catatan Sawali Tuhusetya is proudly powered by WordPress (184 queries: 0.974 seconds)
Valid CSS & XHTML | KBP