Home » Blog » Ngeblog: Antara Visi, Misi, dan Orientasi

Ngeblog: Antara Visi, Misi, dan Orientasi

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan email dari Jessica Estherina, mahasiswa STIKOM The London School of Public Relations, yang konon sedang membuat non-skripsi dengan membuat sebuah majalah khusus untuk para blogger bernama Blogroll. Dalam email tersebut, Jessica Estherina menyodori saya lima pertanyaan tentang aktivitas ngeblog. Meski saya belum pernah mengenalnya, saya tetap merespon sebatas apa yang selama ini pernah saya lakukan dalam menjalani aktivitas ngeblog.

Berikut email selengkapnya.

Saya Jessica Estherina mahasiswa STIKOM The London School of Public Relations. Saat ini saya sedang membuat non-skripsi dengan membuat sebuah majalah khusus untuk para blogger bernama Blogroll. Ini merupakan syarat kelulusan saya sebagai mahasiswa. Saya ingin mewawancara anda dengan beberapa pertanyaan untuk saya jadikan feature di project aku ini.

Feature kali ini tentang 6 blogger Indonesia yang sukses. Saya merasa anda adalah salah satunya. Setelah saya selesai membuat feature ini, saya akan mengirimi anda hasil wawancaranya.

(Duh, padahal saya sama sekali tidak pernah merasa menjadi bloger yang sukses, lo!) Berikut adalah beberapa respon saya terhadap lima pertanyaan yang disampaikan oleh Jessica Estherina.

1. Apa yang anda lakukan agar bisa terus memberikan postingan yang kreatif dan disukai pembaca?

Menurut hemat saya, ada dua hal penting dan mendasar bagi seorang bloger agar bisa membuat postingan kreatif dan disukai pembaca, yakni muatan isi dan bahasa. Dari sisi muatan isi, sebagaimana tulisan-tulisan di media “mainstream” yang lain, blog perlu menyuguhkan postingan-postingan yang cerdas, mencerahkan, sekaligus menghibur, tidak sektarian, bersifat inklusif, dan sejauh mungkin menghindari unsur SARA. Cerdas lebih banyak terkait dengan bagaimana sikap bloger dalam menyuguhkan argumen, data, atau bukti pada setiap postingan (terutama pada postingan genre nonfiksi). Sedangkan, mencerahkan lebih banyak terkait dengan kemampuan sang bloger dalam memberikan masukan, solusi, pesan moral, imbauan yang penuh empati, dan sejauh mungkin menghindari kesan menggurui.

Namun, muatan isi saja tidaklah cukup. Bloger juga perlu mempertimbangkan penggunaan bahasa yang komunikatif, sehingga pesan-pesan yang disampaikan bisa dipahami dengan mudah oleh pembaca. Hal ini penting, sebab tujuan setiap postingan di blog adalah agar bisa dibaca dan dipahami dengan mudah oleh pembaca. Di tengah arus informasi yang terus mengalir setiap hari, agaknya (hampir) tak ada waktu bagi para pemburu informasi di dunia maya untuk berlama-lama membaca sebuah postingan di blog. Kalau tidak dikemas dengan bahasa yang menarik dan komunikatif, blog akan segera ditinggalkan pembaca. Yang tidak kalah penting, judul postingan juga perlu dipertimbangkan. Saya biasa menggunakan judul yang agak “provokatif” dan memancing rasa ingin tahu pembaca, tetapi relevansi dengan isi postingan tetap terjaga. Jangan sampai postingan hanya bagus dan menarik judulnya, tetapi isinya sama sekali tidak ada relevansinya, apalagi kalau hanya dimanfaatkan untuk kepentingan SEO (Search Engine Optimization). Mungkin untuk sementara waktu bisa meningkatkan trafik dan jumlah pengunjung, tetapi yakinlah postingan blog yang “menipu” pembaca semacam itu akan segera ditinggalkan pembaca, bahkan bisa “mati suri”.

2. Menurut anda, apa faktor utama dari sebuah blog yang sukses?

Setidaknya ada tiga faktor penentu suksesnya sebuah blog, yakni content (isi), speed (kecepatan akses) blog, dan tampilan. Content blog menjadi faktor utama. Blog yang memiliki content bagus dan konsisten dalam menyajikan postingan-postingan yang bermutu akan dirindukan oleh pengunjung. Semakin banyak pengunjungnya, blog akan semakin menduduki peringkat yang bagus pada search-engine (mesin pencari) seperti google atau yahoo. Content blog yang bermutu akan semakin bagus peringkatnya di halaman mesin pencari jika didukung oleh kemampuan memanfaatkan webmaster tool (milik google), jejaring sosial (facebook atau twitter), atau mendaftarkan blog ke berbagai situs bookmark (digg.com, stumbleupon.com, del.icio.us, technorati.com, dsb).

Yang tidak kalah penting diperhatikan adalah speed (kecepatan akses) blog. Semakin kencang dan ringan speed sebuah blog, semakin banyak pengunjungnya. Banyak pengunjung yang dengan terpaksa harus lari dan meninggalkan blog tertentu lantaran beratnya loading sebuah blog. Para pengunjung tidak mau direpotkan untuk mengunjungi web/blog tertentu yang sulit diakses. Dalam situasi seperti ini, seorang bloger perlu juga sedikit mempelajari bahasa CSS (Cascading Style Sheets) dan html (HyperText Markup Language) yang sesuai dengan standar web sehingga bisa mendesain blog yang lebih bagus speed dan struktur css/html-nya.

Tampilan (theme) juga penting diperhatikan. Tampilan blog yang bagus dan menarik bisa menarik minat pengunjung untuk berlama-lama menjelajahi arsip blog kita. Kemampuan mendesain struktur tampilan blog, seperti pengaturan home-page, post-page, bar samping, atau bentuk font, akan ikut menentukan menarik atau tidaknya tampilan blog kita.

3. Bagaimana anda menanggapi baik komentar yang mendukung maupun komentar yang pedas di blog anda?

Saya mengibaratkan pengunjung blog seperti penonton bola. Mereka bebas untuk berkomentar, baik yang mendukung dan mengapresiasi maupun yang berkomentar pedas. Saya jarang memoderasi komentar. Pengunjung bebas berkomentar apa saja, baik yang positif, out 0f topic, sekadar say hello, atau bahkan berkomentar yang pedas sekalipun. Selama ini saya jarang menemukan komentar yang bernada pedas. Kalau toh ada, pada umumnya berupa masukan, saran, atau kritik. Dan saya pun sangat menikmatinya, sebab blog tanpa komentar ibarat rumah sakit yang megah tapi tak ada pasiennya. Saya sangat mengapresiasi setiap komentar pengunjung.

4. Selama berkecimpung di dunia blog, pencapaian terbesar apa yang anda dapat melalui blog kamu ini?

Dari sisi finansial, memang blog ini belum memberikan banyak penghasilan buat saya, karena orientasi saya ngeblog memang bukan semata-mata untuk mencari uang. Namun, yang lebih penting dan substansial, blog ini telah menjadi rumah maya, menjadi “ikon” yang menghubungkan ruang batin dan pemikiran saya dengan pembaca. Itulah sebabnya, nilai kepuasan batiniah yang saya peroleh jauh lebih membuat spirit saya untuk ngeblog makin tumbuh dan berkembang. Melalui blog, saya bisa menjalin silaturahmi dengan siapa saja secara lintasbudaya, lintasagama, lintassuku, bahkan lintasbenua. Melalui blog pula, saya bisa membangun semangat berbagi, bercurah pikir, berinteraksi, dan bisa memacu “adrenalin” saya untuk terus menulis, menulis, dan menulis.

5. Apa saran anda bagi para bloger, khususnya bloger yang menulis tentang banyak topik bahasan seperti anda agar mereka bisa membangun sebuah blog yang sukses?

Ngeblog, bagi saya sangat ditentukan oleh visi, misi,  dan orientasi bloger yang bersangkutan dalam menjalankan aktivitasnya. Kalau blog semata-mata untuk mencari uang, mungkin orang akan kecewa dan segera kendur semangat ngeblognya, karena untuk bisa sukses menjalankan bisnis online butuh kerja keras, pantang menyerah, dan keuletan seperti halnya dalam bisnis offline. Namun, kalau ngeblog dilandasi kecintaan, niat yang tulus untuk membangun semangat berbagi dan bersilaturahmi, ngeblog terasa jauh lebih indah dan menyenangkan. Kita bisa mengenal dan berinteraksi dengan beragam karakter manusia yang belum tentu bisa kita peroleh secara langsung pada dunia nyata. Yang tidak kalah penting, blog bisa kita jadikan sebagai media pembelajaran di tengah tantangan hidup yang makin rumit dan kompleks, sehingga membuat hidup kita jadi terasa lebih damai, tenang, bahkan bisa membuat kita menjadi lebih arif, matang, dan dewasa. Ok, salam ngeblog! ***

tentang blog iniTulisan berjudul "Ngeblog: Antara Visi, Misi, dan Orientasi" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (14 Mei 2011 @ 06:21) pada kategori Blog. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0, memberikan respon, atau melakukan trackback dari blog Anda. Terima kasih atas kunjungan, silaturahmi, saran, dan kritik Anda selama ini. Salam budaya!

Ada 62 komentar dalam “Ngeblog: Antara Visi, Misi, dan Orientasi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *