Home | Blog, Budaya, Edukasi, Kearifan Lokal, Refleksi, Sosial | Workshop Pembuatan Blog, Owabong, dan Sisi Lain Dinamika Purbalingga

Workshop Pembuatan Blog, Owabong, dan Sisi Lain Dinamika Purbalingga

Monday, 15 March 2010 (18:54) | 781 pembaca | 282 komentar | Print this Article

Berakhir sudah workshop pembuatan blog itu. Tak kurang dari 200 peserta yang terdiri dari guru se-Kab. Purbalingga, beberapa pengurus Agupena prov. dan cabang, serta beberapa pengurus organisasi guru secara antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung pada hari Minggu, 14 Maret 2010 (pukul 08.00-16.00 WIB) di Andrawina Convention Center Owabong Cottage, Purbalingga itu. Tempat workshop yang sejuk dan representatif serta hotspot yang kenceng agaknya sangat mendukung dan inspiratif untuk pembuatan blog.

workshop
Saya, Pak Dedi, Pak Rudi, P. Heny R., dan Bu Endar.
workshop
Tempat workshop (dari luar).

Kepala Dinas Pendidikan Kab. Purbalingga, Bp. Heny Ruslanto, S.E., yang sekaligus menjadi keynote speaker sebelum membuka acara secara resmi menyatakan dukungannya secara penuh terhadap upaya peningkatan profesionalisme guru. Workshop Nasional Pembuatan Blog untuk Peningkatan Profesionalitas Guru dan Eksistensi Organisasi yang mengusung tema “Membudayakan aktivitas menulis di kalangan guru melalui blog” itu diharapkan bisa memberikan nilai tambah bagi guru dalam meningkatkan profesionalismenya, mampu berekspresi dan melahirkan pemikiran-pemikiran kreatif melalui blog, sehingga mampu berkiprah secara optimal dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di Kab. Purbalingga. Sementara itu, Agupena Jawa Tengah yang diwakili Sekretaris Umum, Dra. Hj. Endar Yuniarti, M.Hum., mengharapkan agar workshop nasional yang berlangsung di Purbalingga dapat diikuti oleh Agupena cabang yang lain, sehingga motto “Membangun Semangat Berbagi” yang menjadi tagline Agupena Jawa Tengah benar-benar dapat diimplementasikan secara nyata di tengah dinamika dunia pendidikan di Indonesia.

workshop
Pak Dedi beraksi.
Ketika workshop berlangsung, Pak Dedi Dwitagama yang tampil pada sesi I, langsung menghentak lewat suntikan dan motivasinya yang menyengat adrenalin para peserta. Penampilannya yang menarik dan “eksentrik” membuat para peserta terpukau. Kepala Kepala SMK Negeri 36 Jakarta–Cilincing, Jakarta Utara, yang selama ini dikenal sebagai seorang Trainer, Nara Sumber, Motivator, Blogger, dan juga Photografer itu menyatakan bahwa benda sekecil laptop ternyata bisa digunakan sebagai sarana untuk membeli rumah atau mobil.

“Oleh karena itu, sebelum membeli rumah atau mobil, belilah laptop terlebih dahulu!” tegasnya disambut aplaus para peserta. “Hal itu bisa terwujud jika semua peserta workshop betul-betul menjadi seorang bloger, haha …”, lanjutnya. Lewat interaksi dan komunikasi yang ramah, hangat, dan bersahabat, kakak kandung Agus Sampurno itu agaknya terus “menghipnotis” para peserta lewat suntikan motivasinya yang berbobot dan bertensi tinggi hingga pukul 12.30 WIB.

workshop
Antusiasme para peserta (1).
workshop
Antusiasme para peserta (2).

Usai Ishoma (Istirahat, Sholat, dan Makan), acara pun dilanjutkan pada sesi II tentang pembuatan blog. Agaknya, semangat para peserta belum juga luntur. Saya yang kebetulan didaulat untuk mendampingi peserta workshop dalam pembuatan blog tampak serius di depan laptopnya masing-masing. Dukungan hotspot dengan speed yang lumayan bagus membuat animo peserta makin kuat untuk bisa segera memiliki sebuah blog. Walhasil, tak lebih dari 30 menit, akun blog mereka sudah bisa diaktifkan. Maka, secara teknis, saya pun mengajak peserta untuk mengenali fitur-fitur yang tersedia di dashbor wordpress.com, memosting, memilih tema, atau mengatur widget. Sayangnya, akibat terkendala waktu, pembuatan blog pun tak bisa berlangsung tuntas. Masih banyak fasilitas blog ber-engine wordpress yang belum tersentuh. Apa boleh buat, workshop harus berakhir tepat pukul 16.00 WIB. Untuk mengurangi kerisauan peserta, saya pun membuka ruang tanya jawab secara online melalui email, facebook, atau buku tamu di blog ini.

workshop
Kesibukan panitia.
workshop
Ngobrol di sela-sela acara.

Terlepas dari keterbatasan pelaksanaan workshop di sana-sini dan “ancaman” deadline waktu yang mepet, pengurus Agupena Purbalingga bisa dibilang sukses menggelar agenda ini. Kekompakan panitia yang dikomandani Pak Rudiyanto yang sekaligus Ketua Agupena Cabang Kab. Purbalingga dalam mengelola kegiatan layak diapresiasi. Demikian juga kelincahan Bu Septiningsih, Bu Hernani, Pak Aman Mustafa, Pak Prasetyo, dan segenap panitia yang lain cukup solid dalam melayani kebutuhan para peserta. Demikian juga peran Pak Widi Purwanto dan Pak Teguh Trianton, yang menjadi mediator antara Agupena Jateng dan Agupena Purbalingga. Peran mereka dalam menjembatani komunikasi dan akses informasi layak diacungi jempol.

workshop
Alun-alun Purbalingga malam hari.
workshop
Geliat Owabong.

Nah, sebelum dan di sela-sela acara workshop, saya menyempatkan diri untuk mengenal dinamika Kab. Purbalingga di tengah perkembangan kehidupan urban yang makin mengglobal dan kosmopolit. Sebagaimana kabupaten lain di Jawa Tengah, Purbalingga terus berpacu melawan arus waktu yang tak henti-hentinya menawarkan perubahan. Dengan luas wilayah 77.764,120 Ha yang terbagi dalam 18 kecamatan, 223 desa, dan 15 kelurahan, Purbalingga termasuk daerah yang cukup potensial untuk menggeliatkan segenap aset sumber daya alam dan sumber daya manusia yang terdapat di dalamnya.

Posisi geografis Purbalingga yang terletak di Jateng bagian Barat Daya yang membentang dari Utara ke Selatan sejauh 34 Km dan 38,30 Km dari Barat ke Timur, ternyata memiliki aset wisata yang cukup indah, eksotis, dan mencerdaskan. Owabong yang dilengkapi dengan free hotspot, misalnya, memiliki banyak fasilitas dan wahana yang memanjakan pengunjung, seperti kolam renang olympic, kolam awal (waterboom), kolam akhir, kolam arus/kanal arus, Patai Bebas Tsunami, Pesta Air, kolam permainan, Tlatar Lare, dan semacamnya. Selain itu, Purbalingga juga memiliki Sanggaluri Education Park (Sanggar Luru Ilmu) yang menyajikan Reptile & Insect Fun Park, Wahana Iptek, Museum Uang, Museum Wayang dan Artefak, serta Rumah Boneka Lintang. Di Kecamatan Rembang, juga terdapat monumen historis, yakni Monumen Kelahiran Jenderal Soedirman yang dibangun dan didirikan untuk mengenang sekaligus sebagai sumber inspirasi perjuangan bahwa di daerah inilah pahlawan besar itu dilahirkan. Belum lagi objek-objek wisata alami lainnya.

Dinamika penduduk Purbalingga makin berkembang ketika Pemda Purbalingga membuka ruang investasi dari luar. Setidaknya, kabupaten yang diapit oleh Kab. Banjarnegara, Banyumas, dan Pemalang ini telah memiliki pabrik “Rambut” yang memproduksi berbagai jenis rambut buatan dengan segenap asesorisnya. Konon, rambut modifikasi yang dikenakan oleh para bintang di dunia panggung dan hiburan seringkali mengenakan rambut produk Purbalingga ini.

Meski terus berkembang secara dinamis mengikuti jejak arus modernisasi dan globalisasi, Purbalingga juga masih setia menjaga nilai-nilai kearifan lokal. Pada momen-momen tertentu, para penduduk masih bisa menyaksikan pertunjukan seni rakyat, semacam kuda lumping (ebeg), lengger, atau dalang jemblung (gamelan menggunakan mulut). Bahkan, Purbalingga juga memiliki legenda Syech Jambu Karang, yang konon makamnya menjadi tempat ngalap berkah para pelancong spiritual yang datang dari berbagai penjuru, terutama pada malam Minggu Pon, Selasa Kliwon, atau Jumat Kliwon.

Sungai Serayu yang membelah perbatasan Banjarnegara dan Purbalingga agaknya juga turut memberikan andil dan pesona Purbalingga sebagai sebuah kabupaten yang amat menjanjikan hidup dan masa depan para penduduknya. Alun-alun di jantung kota yang (nyaris) tak pernah mati dan menjamurnya tempat kuliner di berbagai sudut kota menandakan bahwa daerah yang masuk wilayah Karesidenan Banyumas yang medhok dengan Bahasa Jawa “ngapak-ngapak”-nya ini makin makmur dan nyaman sesuai dengan motto “PERWIRA” (Pengabdian, Rapi, Wibawa, Iman, dan Ramah) yang disandangnya.

Hmm … Purbalingga, pesonamu seperti mampu menciptakan kerinduan dan sensasi tersendiri buat mereka yang pernah mengenal wajah dan peradabanmu! ***

Kategori: Blog, Budaya, Edukasi, Kearifan Lokal, Refleksi, Sosial | Tags: , ,

Tulisan lain yang berkaitan:

imgAgupena Pasca-Munaslub dan Muswilub (Thursday, 8 July 2010, 386 pembaca, 42 respon) Minggu, 4 Juli 2010, yang lalu, bertempat di SMP 7 Semarang, Agupena Jawa Tengah menggelar Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswilub) untuk merespon keputusan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Agupena Pusat yang telah berlangsung di Tangerang,...
imgSosok Pak Achjar Chalil dalam Kenangan (Tuesday, 4 May 2010, 334 pembaca, 104 respon) Senin, 3 Mei 2010, pukul 04.45 WIB, nada “suara burung” di HP saya berdering. “Innalillahi wainnaillaihi raji’un. Telah berpulang ke rahmatullah, Bapak Achjar Chalil, Ketua Umum Agupena Pusat, pada hari Senin, 3 Mei 2010, pada pukul 02.00 WIB”....
imgPelantikan Pengurus Agupena Cabang dan Diskusi Kepenulisan (Thursday, 18 February 2010, 258 pembaca, 132 respon) Sebelumnya mohon maaf karena lebih dari sepekan blog ini tidak ter-update. Bahkan, saya juga tak sempat merespon komentar atau blogwalking. Ada beberapa pekerjaan offline yang mesti harus saya sentuh dan selesaikan, hehe … Janji saya untuk...
imgAgupena Jawa Tengah: Refleksi Menjelang Tahun Kedua (Wednesday, 10 February 2010, 374 pembaca, 147 respon) 4Februari 2010, Agupena Jawa Tengah yang dibentuk oleh 29 (dua puluh sembilan) guru penulis dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah, genap berusia setahun. Kehadirannya jelas makin meramaikan lahirnya berbagai organisasi guru pasca-reformasi yang...
imgAchjar Chalil, Agupena, dan Rakernas (Thursday, 15 October 2009, 208 pembaca, 111 respon) Minggu, 11 Oktober 2009, pengurus Agupena Jawa Tengah berkesempatan mengadakan rapat koordinasi (Rakor) dan silaturahmi di LPMP Semarang, Jawa Tengah. Meski tak semua pengurus bisa hadir, tetapi pertemuan itu setidaknya bisa makin mengakrabkan tali...
Catatan Sawali Tuhusetya
feeds.feedburner.com
Tulisan berjudul "Workshop Pembuatan Blog, Owabong, dan Sisi Lain Dinamika Purbalingga" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (Monday, 15 March 2010 (18:54)) pada kategori Blog, Budaya, Edukasi, Kearifan Lokal, Refleksi, Sosial. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Ingin berlangganan gratis? Silakan daftarkan alamat email Anda sekarang juga! Terima kasih dan salam budaya!
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
FacebookTwitterStumbleDigg itDeliciousGoogle ReaderRedditTechnoratiGoogle BuzzYahoo Buzz
DesignfloatDiigoMixxMeneamedesignbumpFurlMagnoliaBlinklistfurlblogmark

282 Responses to "Workshop Pembuatan Blog, Owabong, dan Sisi Lain Dinamika Purbalingga"

  1. Kojeje says:
    Menggunakan Google Chrome 5.0.375.99 Google Chrome 5.0.375.99 pada Windows XP Windows XP

    Wahh makasih buat infonya nih Mas :)
    Informatif sekali :)
    Baca juga tulisan terbaru Kojeje berjudul List of Things To Do Before 35 Years OldMy ComLuv Profile

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
«
»
www.batuzakar.netweb hosting indonesia
Catatan Sawali Tuhusetya is proudly powered by WordPress (354 queries: 0.949 seconds)
Valid CSS & XHTML | KBP