Dunia sastra Indonesia berduka. WS Rendra, seorang budayawan, sastrawan, penyair, dan teaterawan, telah meninggal dunia pada hari Kamis (6 Agustus 2009), sekitar pukul 22.15 WIB di Depok, Jawa Barat.
Tokoh teater modern Indonesia itu meninggal dunia pada usia 74 tahun. Rendra meninggal karena penyakit yang dideritanya. Diduga Rendra meninggal akibat penyakit jantung koroner. Pendiri Bengkel Teater Rendra itu meninggal saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok, Jawa Barat. Sebelumnya, amarhum sempat dirawat di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Semoga arwah almarhum dilapangkan jalan menuju ke haribaan-Nya, diampuni segala dosa dan kesalahannya, dan diberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya.
Untuk mengenang almarhum, berikut ini ada beberapa video pembacaan puisi dan wawancara sang penyair yang telah memiliki jasa besar dalam dunia sastra dan budaya Indonesia itu.
Ruang Jingga: Memadukan Kreativitas melalui Jejaring Sosial (Monday, 16 August 2010, 213 pembaca, 45 respon) Beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan kiriman sebuah antologi puisi “Ruang Jingga” dari Pak Riyadi, seorang sahabat dan rekan sejawat dari Purworejo, yang piawai merawi kata-kata seperti menjadi “mantra” yang mampu “menghipnotis” dan...Temu Sastrawan Jawa Tengah 2010 dan Balsem Gosok (Saturday, 19 June 2010, 634 pembaca, 112 respon) Sabtu, 19 Juni 2010, Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT) menggelar sebuah perhelatan bertajuk “Temu Sastrawan Jawa Tengah 2010” di Pusat Kesenian Jawa Tengah (PKJT), Puri Maerakaca, Tawangsari, Semarang. Sesuai dengan namanya, pertemuan ini...Sastra Kita Miskin Pemberontakan? (Sunday, 27 July 2008, 743 pembaca, 35 respon) Sekitar tahun 1983, Budi Darma pernah menyatakan, jika Anda belum dikenal sebagai sastrawan, cobalah memberontak. Katakan sastra hasil karya para sastrawan kita belum berbobot. Atau, tulislah sebuah puisi yang nyentrik. Paling tidak, ada dua kandungan...Menimbang Bobot Literer “Puisi Blog” (Thursday, 31 January 2008, 594 pembaca, 34 respon) Sekitar tahun 1989, saya pernah terlibat sedikit polemik dengan Kusprihyanto Namma (KN) tentang esensi “Sajak Koran” di harian Suara Merdeka. Dalam tulisannya “Penerbitan Puisi, Sekadar Dokumentasi” itu, KN ingin menggarisbawahi dua...
Tulisan berjudul "Si Burung Merak Itu Telah Mengepakkan Sayapnya Menuju Alam Keabadian" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (Thursday, 6 August 2009 (23:59)) pada kategori Budaya, Sastra. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Ingin berlangganan gratis? Silakan daftarkan alamat email Anda sekarang juga! Terima kasih dan salam budaya!
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
108 Responses to "Si Burung Merak Itu Telah Mengepakkan Sayapnya Menuju Alam Keabadian"
Wafatnya seorang tokoh hebat di Indonesia.
Baca juga tulisan terbaru Jadwal Piala Dunia berjudul Jadwal Piala Dunia Afrika Selatan 2010 versi WIB dan versi FIFA
Innalillahi Wainnalillahi Rojiun Selamat Jalan SiBurung Merak Semoga Engkau Diterima Disisi Allah SWT..Jasa-jasamu akan selalu kami kenang
betul banget, mas afwan, bahkan mungkin juga sastra dunia yang telah kehilangan si burung merak.
benar sekali, mas noe, semoga doa mas noe dan doa kita semua kterkabulkan.
ucapan selamat jaklan mbak ajeng bener2 khas dan puitis. salut!
ya, mbak ajeng, semoga makin tenang dan damai di alamnya yang baru.
hmm … meski rendra telah tiada, tapi semangatnya tak akan pernah mati, mas toim. pasti akan muncul juga rendra2 selanjutnya.
iya, mas surya, semoga mas willy makin tenang dan damai di alamnya yang baru.