Mengapa Guru Mesti Ngeblog?
Kategori: Blog, Budaya, Kurikulum, Opini, Pendidikan, Refleksi, edufiesta
Selama dua hari (Selasa-Rabu, 21-22 Oktober), saya kembali didaulat Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah di Semarang untuk mendampingi rekan-rekan sejawat yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata pelajaran (MGMP) Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) Matematika, IPA, Bahasa Inggris, dan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) tingkat Jawa Tengah untuk membuat blog. Ada 21 sekolah yang tergabung dalam kegiatan tersebut. Jumlah seluruh peserta yang ingin mengakrabi media informasi dan komunikasi secara maya ini sebanyak 84 peserta yang terbagi ke dalam 4 kelas.






Melihat semangat rekan-rekan sejawat ketika membuat blog, memunculkan sikap optimisme bahwa kompleks blogosphere akan semakin ramai dengan hadirnya kaum pendidik yang ingin membangun semangat berbagi dan bersilaturahmi lewat dunia maya. Kehadiran bloger guru, dalam pemahaman awam saya, jelas akan memberikan nilai tambah terhadap kemajuan dunia pendidikan. Pertama, dunia pendidikan akan makin berkembang secara dinamis karena banyak pemikiran dan ide kreatif dari para guru yang terabadikan melalui internet. Hal ini tentu saja akan semakin memudahkan para pemerhati dan pengamat dunia pendidikan untuk menemukan semangat kaum pendidik di negeri ini dalam menekuni dunianya. Tulisan-tulisan yang berkaitan dengan masalah-masalah pendidikan, dengan demikian, akan semakin mudah ditemukan di search engine.
Kedua, secara internal, bloger guru akan terpacu semangatnya untuk bertindak secara kreatif dan inovatif dalam mengemas proses pembelajaran yang menarik dan memikat. Semangat pembelajaran berbasis Paikem (pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan) akan semakin membumi dan membudaya di ruang-ruang kelas sehingga dunia pendidikan tak lagi menjadi “penjara” yang memasung kebebasan berpikir siswa didik.
Ketiga, terjalinnya persaudaraan dan silaturahmi dengan sesama bloger, baik dari kalangan guru maupun non-guru, sehingga akan terbangun suasana keakraban di antara sesama anak bangsa yang sanggup membunuh benih-benih primordialisme sempit berbasiskan kesukuan alias kedaerahan, kelompok, suku, atau agama. Pengalaman ngeblog saya selama ini menunjukkan betapa kuyupnya persahabatan dan silaturahmi di antara sesama bloger, meskipun secara lahiriah (hampir) tak pernah bertemu secara langsung di darat. Blog bisa memperpendek jarak ruang dan waktu sehingga intensitas komunikasi bisa terjalin lebih akrab dan familiar. Bukankah ini sebuah kontribusi nyata dari para bloger dalam menciptakan nilai-nilai kerukunan di antara sesama warga bangsa? Jika atmosfer semacam itu bisa terus berlangsung, jelas akan mampu memperkuat fungsi dan peran dunia pendidikan sebagai agen kebudayaan yang akan mempertautkan dan menyatukan perbedaan etnik menjadi sebuah kebersamaan yang mengagumkan.
Keempat, bloger guru akan terus terpacu semangatnya untuk terus meningkatkan kinerjanya sehingga empat kompetensi guru, yakni pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial, sebagaimana tercantum dalam PP No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (pasal 28), dapat terwujud. Terlalu berlebihankah? Menurut hemat saya, tidak! Kebiasaan dan budaya mengekspresikan pemikiran-pemikiran kreatif ke dalam sebuah tulisan, setidaknya akan sangat memengaruhi pola dan gaya berpikir seorang guru. Ini artinya, blog bisa menjadi wahana yang tepat dan strategis untuk mengembangkan nilai-nilai kependidikan, kepribadian, profesional, dan sosial seorang guru dalam menjalankan aktivitasnya, baik di dalam mauoun di luar dunia pendidikan.
Kelima, blog bisa menjadi media interaktif untuk mewujudkan pembelajaran elektronik yang dialogis dan demokratis sehingga kompetensi siswa bisa berkembang dengan baik. Dalam memberikan tugas, baik terstruktur maupun tidak terstruktur, misalnya, seorang guru bisa memostingnya di sebuah blog, kemudian siswa diberikan kebebasan dan kemerdekaan kreatif untuk menjawab, menyampaikan pendapat, sanggahan, atau usulan melalui kolom komentar. Hal ini akan sangat berbeda susasananya jika siswa bertatap muka secara langsung dengan sang guru yang seringkali dihadapkan pada kendala-kendala psikis, seperti rasa sungkan, takut, atau malu. Dari sisi ini, blog bisa menumbuhkan keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat yang selama ini menjadi hambatan klasik dalam proses pembelajaran.
Tentu saja, masih ada nilai tambah yang lain ketika guru mampu memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran. Meskipun demikian, harus diakui, bukan persoalan yang mudah untuk menjadikan blog sebagai “magnet” yang mampu memikat para guru. Selain kendala jaringan infrastruktur internet yang belum merata di berbagai daerah, juga masih muncul adanya kesenjangan kompetensi guru. Dalam kondisi demikian, dibutuhkan komitmen dan kebijakan para pengambil keputusan untuk tak henti-hentinya mengakrabkan guru pada dunia blog secara simultan dan berkelanjutan dengan memfasilitasi para guru untuk mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam melakukan aktivitas ngeblog.
Semoga rekan-rekan sejawat guru yang telah “menahbiskan” dirinya sebagai bloger bisa tetap eksis dan “istiqamah” dalam mendinamisir kemajuan dunia pendidikan melalui sebuah blog; tidak semata-mata sekadar membangun semangat “obor blarak” yang sekali berarti, sesudah itu mati! Nah, bagaimana? ***











Ngeblog adalah kegiatan yang sangat positif bagi pendidik seperti kita ini Pak. Di samping mengasah kemampuan menulis juga bertukar fikiran dengan banyak kalangan dari berbagai daerah. Selamat menulari rekan sejawat dengan virus ngeblog Pak.
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 23rd, 2008 @ 23:52
betul sekali, pak rafky, terima kasih support dan apresiasinya, pak.
[Reply]
Selain menambah wawasan dan kreatifitas, para guru juga dapat menjadikan blog sebagai mata pencaharian sampingan.
:d:d:d
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 23rd, 2008 @ 23:53
hah? mata pencaharian sampingan? bisakah, mas budi? hehehe … ajarin dong!
[Reply]
wah salut pak, semoga segera di ikuti daerah-daerah lain.
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 00:17
amiiin, mudah2an mas epat, hehehe, makasih supportnya.
[Reply]
Betul sekali pak… :d
Semoga dengan adanya motivasi seperti ini indonesia bisa maju. Jadi kurikulum nantinya yang diajarkan tidak itu itu aja..
Makasih
Baca juga tulisan terbaru anton berjudul Disable Klik Kanan
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 00:26
amiiin. yaps, begitulah model pembelajaran masa kini yang seharusnya diterapkan, mas anton. ndak semata-mata bergantung pada kurikulum.
[Reply]
wah hebat tuh. saya mengucapkan selamat kepada sejawat blogger. hehehe.. pantes gak pak ya blogger pake sejawat
Baca juga tulisan terbaru mantan kyai berjudul Panas Gila !!!
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 00:22
kekeke … sejawat bloger? kenapa ndak boleh, mas ardy. ndak ada yang melarang kok, hiks.
[Reply]
Setuju! Guru2 bisa menyalurkan ide kreatif mereka dengan menulis di blog.. Bisa juga share ilmu2 yg mereka miliki di dunia maya ini.
Baca juga tulisan terbaru Ongki berjudul Cacing Menggerogoti Tubuh Anda
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 00:27
betul banget, mas ongky. harapannya seperti itu.
[Reply]
Ya pak. setuju sekali. blogging sebagai media pembelajaran, bukankah itu menarik sekali ?
blogging tak akan lepas dari proses baca dan tulis, dimana dalam kedua pasangan proses itulah ilmu diikatkan dalam satuan pengetahuan manusia. **halah** :d
Baca juga tulisan terbaru dadan berjudul Jangan Malas
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 00:29
wah, sepakat banget, mas dadan. mudah2an saja guru di negeri ini jadi bloger semua, hehehe ….
[Reply]
Hanya dua kata melihat antusiasme rekan-rekan guru di Jawa Tengah dalam urusan ngeblog, “Hebat” dan “Semangat”. Ok..Pak Sawali terus tebarkan benih dan semangat menulis terutama lewat blog.
Saya rasa yang berat adalah paragraf terakhir tulisan Pak Sawali: ….
“Semoga rekan-rekan sejawat guru yang telah “menahbiskan” dirinya sebagai bloger bisa tetap eksis dan “istiqamah” dalam mendinamisir kemajuan dunia pendidikan melalui sebuah blog; tidak semata-mata sekadar membangun semangat “obor blarak” yang sekali berarti, sesudah itu mati! Nah, bagaimana?”…
Nah, yang sulit itu adalah tetap eksis alias tetap istiqamah agar terus dapat ngeblog. Apalagi kami di pedalaman Kalimantan dimana akses internet masih merupakan barang mahal. Semoga ke depannya, pemerintah dan disdik mau memberikan jalan agar kami guru-guru dapat memanfaatkan internet dengan gratis.
Baca juga tulisan terbaru Syamsuddin Ideris berjudul Gaji Guru 2009 Naik 100%
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 00:31
terima kasih supportnya, pak. hehehe … membuat blog memang mudah, pak syam. yang seringkali menjadi kendala memang sikap “istikamah” dalam meng-update blog, hehehe … btw, semoga saja para pengemabil kebijakan bisa memberikan fasilitas internet yang murah buat guru, pak syam.
[Reply]
Setujuuuuu… mosok kalah sama muridnya. Murid sdh biayaan dan klayapan ngeblog, gurunya msh jaman oemar bakrie…
Yuk ngeblog rame2.
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 00:33
hehehe … mudah2an saja makin banyak guru yang ngeblok agar ndak sampai kalah dengan murid2-nya, hehehe … yaps, kita “go-blog”!
[Reply]
Nanti kalau ditegur lagi oleh kepala sekolah karena membuka internet di lab pas bukan jamnya, saya akan perlihatkan tulisan Bapa ini dan memintanya untuk membacanya :d
Baca juga tulisan terbaru bisaku berjudul Kebrengsekan Jiwa Lelaki
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 00:37
walah, mas toni bisa saja nih, hehehe …
[Reply]
Kami ucapkan selamat datang kepada Bapak Ibu guru di dunia blog, disini tempat kita menumpahkan segala hal untuk berbagi dengan yang lain
Baca juga tulisan terbaru Achmad Sholeh berjudul Pansus Orang Hilang Antara Keadilan dan Politisasi Nasib Rakyat
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 00:38
terima kasih, pak sholeh, mudah2an rekan2 sejawat membaca ucapan selamat pak sholeh ini, hiks.
[Reply]
Saya ucapkan Ahlan wasahlan, sugeng rawuh n welcome buat pendatang baru di dunia Blogosphere. Ups, maaf kompleks blogosphere. P Sawali, sampaikan salam hangat saya buat semua..
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 00:40
terima kasih ucapan selamatnya, mas arif, mudah2an temen2 yang saat itu ngeblog kini dapat membaca ucapan selamat mas arif.
[Reply]
setojo…. para guru harusnya nge-blog, biar para guru juga isa tuangkan ide-ide pengajaran dalam penulisan gaya dan bahasa masing-masing (intinya isa belajar dan mengajar di luar kurikulum)…
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 00:41
mudah2an bisa terwujud, mas vay, matur nuwun dukunganipun!
[Reply]
salut dan inilah implementasi dan bukti karya yang tak sekedar aplikasi diatas kertas wah ikut bangga dan senang sekali karena saya juga menambah wacana dari komplek blogger disisi kerjaan saya ^:)^:)>-
Baca juga tulisan terbaru genthokelir berjudul Antara Uang dan Kredibilitas
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 00:46
bener banget, mas totok. ngeblog di sela2 pekerjaan memang mengasyikkan, hehehe ….
[Reply]
biar para guru juga belajar dari blog2 yang bisa di jadikan “guru”….
Baca juga tulisan terbaru bapakethufail berjudul Dampak Pornografi Bagi Perkembangan Anak
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 00:47
yaps, mudah2an harapan semacam itu bisa terwujud, pak.
[Reply]
Ya ya ya Pak. Semoga usaha mulia tersebut menjadi typing point bagi kemajuan pendidikan. Saya niru langkah Pak sawalai aja ah … (selalu berdoa agar usaha pian berkembangbiak. Salam).
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 00:49
amiiin, terima kasih supportnya, pak ersis, tapi jangan terbalik, pak, hehehe … justru saya yang akan mengikuti jejak pak ersis, haks.
[Reply]
saya setuju pak bayangkan kebayang kalo semua guru punya blog sesuai dengan bidang masing-masing dan siswa dapat kpan saja mempelajari dan mengulang pelajaran yang disampaikan dikelas,dan semoga membantu bagi saudara kita yang tidak beruntung hingga tidak bisa sekolah mungkin ga ya?
Baca juga tulisan terbaru ontria berjudul Tips Berbelanja
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 00:51
mudah2an saja mas ontria.
[Reply]
salut!! semoga bisa diikuti di daerah lain..
dengan ngeblog kan guru bisa lebih menambah wawasannya bukan hanya yang itu2 aja dan selain itukan para guru bisa menambah pendapatan dari bisnis online di internet
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 00:52
amiin, mudah2an, mas fajar. hiks, utk yang bisnis online saya mesti belajar sama mas fajar nih.
[Reply]
wucth..itu mas sawali yaks ??
sebenarnya guru harus bisa ngeblog, karna bisa dijadikan sebagai bahan penyampai pelajaran buat murid2nya….
Baca juga tulisan terbaru okta sihotang berjudul BUSWAY
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 00:53
yaps, betul banget, mas okta. makaih support-nya, mas.
[Reply]
wah manteb mas…, memanfaatkan fasilitas untuk pendidikan, tidak pernah terfikir oleh saya
Baca juga tulisan terbaru akangjuned berjudul Antara Dewi Persik dan Syaiful Jamil
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 00:54
terima kasih, kang juned. mudah2a pemerintah makin peduli utk menyediakan fasilitas internet murah.
[Reply]
Wah, makin banyak sahabat di dunia maya nih…
Asal tahan aja pulsa dan tenaganya untu blogwalking…
Hi hi….
Selamt buat Pak Sawali yang telah menunjukkan jalan lurus kepada bapak/ibu guru se Jawa Tengah…
Baca juga tulisan terbaru Hery Azwan berjudul Kamus Mini Bahasa Medan
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 00:56
hehehe …. bener banget, mas azwa. haks, jadi malu nih. baru beberapa rekan sejawat yang tergabung dalam MGMP RSBI se-jateng, kok. belum semuanya, hehehe … mudah2an saja program itu terus berlanjut.
[Reply]
di kotangawi ada beberapa guru yang aktip ngeblog kok.
semoga mereka terinspirasi oleh “pak guru sawali” dalam perblogingan
Selamat deh pak guru
Baca juga tulisan terbaru JAUHDIMATA berjudul Aliran Copy Paste
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 00:57
wah, ngawi ternyata hebat juga tuh, mas. btw, saya juga banyak belajar dari temen2 bloger yang lain kok, mas jauh di mata, hehehe ….
[Reply]
Semoga terus berlanjut pak, dan sukses diikuti daerah lain….
Baca juga tulisan terbaru edratna berjudul Jangan berjalan kayak “robot”, mbak
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 01:12
amiiin, makasih doanya, bu enny.
[Reply]
Ayo pak sawali,semangatin jg para guru yg laen bwt lbh banyak lg yg ngeblog. Mgkn tulisan2 di blog bs bermanfaat buat menyampaikan aspirasi para guru. Org tua saya jg guru,dan saya bharap nasib guru akan lbh baik.
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 01:13
terima kasih supportnya, mas gareng, semoga makin banyak guru yang bersemangat utk ngeblog.
[Reply]
blog saat ini bisa dibilang sedang trend juga bisa dibilang suatu fenomena gaya hidup, bayangkan bagi blogger, gak ngeblog sehari aja rasanya ada yang beda gitu, memang blog seolah membawa lingkungan sendiri untuk kita diluar lingkunya nyata yang kita hadapi
ayo ngeblog terus
Baca juga tulisan terbaru alma berjudul Wooden Bracelet BW-013 - $ 0.67
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 01:14
hehehe, terutama bagi bloger yang sudah terkena “virus” ngeblog, mbak alma, sehingga jadi gelisah jika seharian tak ngeblog.
[Reply]
ya dengan blog aku jadi bisa menyimpan file-file yang sepontanitas muncul. anak anak juga mudah melihat bahwa contoh tidak harus dari buku atau orang lain. jadi bisa jadi motivasi mereka. ya yang penting bisa silaturahim kang. selamat datang di dunia blog
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 01:16
betul banget, pak didik. ngeblog bisa membuat dunia pembelajaran dan keilmuan makin dinamis.
[Reply]
Begitu … semoga para guru dpt memanfaatkan media blog dengan baik, pada porsinya, dan tidak lupa waktu untuk ngeblog terus (harus angon wayah), eling jatahe mulang, jatahe anak-suami/istri, dan jatahe ngibadah.
Ilmu yang baik adalah ilmu yang bermanfaat bagi umat, semoga apa yang diajarkan menjadi amal jariyah, amien
Baca juga tulisan terbaru wahyubmw berjudul ASURANSI DUNIA AKHIRAT
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 01:17
setuju banget, pak wahyu, blog jangan sampai membuat tugas sbg guru keteteran, hehehe ….
[Reply]
guru masa kini memang dituntut
harus lbh dinamis dan
selalu berpikir jauh ke depan
dengan ngeblog guru akan
semakin kreatif dan bs melahirkan
inovasi inovasi baru transfer ilmu ke anak didik
saluuut mas Sawali…..! :)>-
Baca juga tulisan terbaru mikekono berjudul Merindukan Meutya Hafid sebagai Presenter
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 01:18
yaps, begitulah seharusnya, mas agus. makasih support dan apresiasinya.
[Reply]
Wah.wah.wah… Sudah 3 minggu ini saya absen ngeblog. Tapi karena ada pekerjaan yang membutuhkan banyak waktu dan pikiran. Mudah-mudahan tak mudah padam semangat saya ke depannya. Ayo Pak, Buk Guru kita ngeblog!
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 01:20
wah, pak suhadi lagi sibuk rupanya, hehehe … gpp, pak, konsen dulu ke pekerjaan. ngeblog bisa dilakukan kapan saja ketika ada waktu luang, kok.
[Reply]
setidaknya 17kali sehari kita memohon tunjukkan jalan yang lurus (ihdinashiraatalmustaqiim). dan ini ada fakta petunjuk yang lurus (dari pak WALI) “bahwa guru ngeblog dapat meningkatkan profesionalisme”. mengapa harus dipungkiri? ini adalah “virus positif” yang harus dikembangbiakkan. Bukan hanya kepada guru, tetapi juga kepada para pengambil kebijakan pendidikan seperti dinas, pemda, lpmp, pmptk sampai mendiknas, untuk memfasilitasi guru agar ngeblog.
Bahkan saya usul melalui pak WALI agar LPTK-LPMP yang menilai portofolio guru ikut mendata dan mencatat artikel-artikel guru yang dapat diberi poin penilaian sehingga guru terangsang untuk aktif menulis seperti sampean dan para blogger senior saya.
Baca juga tulisan terbaru budies berjudul PERKELAHIAN ANTARGURU
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 01:11
yaps, makasih banget dukungan dan apresiasinya, mas budi. ttg angka kredit dari blog sebenarnya juga dah sering saya posting, mas.
[Reply]
[...] http://sawali.info/2008/10/23/mengapa-guru-mesti-ngeblog/ [...]
wah wah…ini satu langkah bagus ya pak…mudah2an terus diikuti dengan semangat ngeblog yang tak putus, apalagi jika ditingkahi dengan kemudahan akses teknologi bagi para guru, terutama di daerah. Selamat datang bapak dan ibu…mari saling berbagi ilmu dan pengalaman…
Baca juga tulisan terbaru icha berjudul Terbang dan Ulang Tahun
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 01:09
terima kasih dukungan dan apresiasinya, mbak icha, semoga ucapan selamat mbak icha terbaca juga oleh temen2 guru yang lain.
[Reply]
Barangkali yang menurut saya perlu ditekankan, setelah mereka nyaman ngeblog adalah mulai menuliskan pengetahuannya dalam bidang ajar mereka ke dalam blog. Terus terang saja, itu bisa menjadi salah satu impian saya tentang perpustakaan digital indonesia yang mudah diakses
Misalnya, guru sejarah yang berbicara tentang sejarah … kan asyik tuh kalau baca sejarah banyak sumbernya, tidak terpaku pada kurikulum 
Baca juga tulisan terbaru Donny Reza berjudul Lagi, Tentang Kuliner
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 01:08
perpustakaan digital? wah, ide yang bagus tuh, mas don, mudah2an bisa segera terwujud.
[Reply]
Pak Sawali, yang menjadi persoalan adalah ketika udah dilatih, diajar, didiklat dengan biaya besar dan mahal sembari meninggalkan anak-anak, terus ndak ada follow upnya… males, lupa dan …
Perlu pantauan pasca pelatihan itu, apakah peserta betul2 mengamalkan ilmunya atau udah..saja. :d/:)>-:((:(:o
Baca juga tulisan terbaru ISPI Banyumas berjudul PHOTO SUASANA RAPAT PENGURUS
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 01:06
sepakat banget, pak. perlu ada tindak lanjutnya agar tak hanya sekadar buat blog lantas dilupakan, hiks.
[Reply]
Jadi ingat beberapa waktu yang lalu, seorang dosen minta dibuatkan blog oleh saya … dan sekarang berguna buat para mahasiswanya.
keep blogging buat pak dan bu guru
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 01:05
wah, bagus banget, tuh, mbak rindu. sunnguh mulia dan terpuji tuh, bisa jadi amal jariyah nih, kekeke ….
[Reply]
sepertinya bagus kalo guru ngeblog
biar ilmunya yang dimiliki terdokumentasi online
wah pak sawali keren, itu bapak kan ya?
Baca juga tulisan terbaru izandi berjudul Anggapan bahwa bisnis internet melalui blog itu mudah tidak sepenuhnya benar
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 01:03
yaps, saya sepakat banget, mas iz, hehehe … btw, jadi malu nih, kira2 bener nggak tuh kalau gambar saya, haks….
[Reply]
wahhh hebat banget pak…tidak hanya satu yang bapak tulari virus negblog tapi sekampung…hehehe kanlin saya ke teman bloger guru ya pak hehehehe sekalian kampung blagu kita…
Baca juga tulisan terbaru imoe berjudul “Kabar Untuk Emak-Ananda Part II-” (to Uni Mallow)
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 01:02
hehehe … hanya kebetulan saja kok, mas imoe, kaslau masyarakat kampung blagu kebetulan malah bloger semua tuh, mas. kalau ndak percaya. silakan tanya sama mbak yulfi, hehehe ….
[Reply]
weh pak, kok kelihatannya bu gurunya seger-seger gitu :”>
wah makin rame nih dunia blog nusantara…. mari kita buktikan kalo blog bukan tren sesaat. bukannya begitu?
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 01:00
walah, yang dipelototi mas kyai slamet kok bu gurunya, hiks.
[Reply]
Semakin banyak guru yang ngeblog, semakin banyak tempat untuk menimba ilmu. Khususnya buat saya yang sudah lama gak sekolah
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 00:58
amiiin, mudah2an harapan seperti itu bisa terwujud, mbak adel.
[Reply]
Salam
Semakin banyak guru yang ngeblog semakin pandai kan, yang jelas semakin melek internet jadi tak ketinggalan juga sama anak didiknya yang mungkin sudah terlebih dahulu ng-blog, ya guru gaul gituuh :d *duh komen ga penting banget ya Pak de*
Baca juga tulisan terbaru Nenyok berjudul Langit Jam 2
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 22:06
gur gaul? haks… istilah yang menarik, mbak ney, hehehe … saya sepakat tuh, mbak, yang pasti kalau guru ngeblog, akan terus terpacu utk meng-upgrade diri sehingga ndak gaptek2 amat, haks.
[Reply]
komprehensif sekali manfaat guru ngeblog menurut pemikiran pak sawali. saya makin miris saja nih, sampai sekarang tak satu pun rekan sejawat yang terjangkit virus ngeblog melalui saya.
tapi esensinya bukan menularkan atau tidak, melainkan bisa sama-sama memetik manfaat dari aktivitas ini, siapa pun yang menularkan dan dari kalangan mana pun berasal.
semoga semakin banyak rekan-rekan (guru) yang tertarik ngeblog, dan yang sudah ada senantiasa meningkatkan kualitas blognya.
Baca juga tulisan terbaru marshmallow berjudul Air mati
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 22:08
hehehe … bener banget tuh, mbak yulfi. info ttg ngeblog bisa dari siapa saja kok. hanya kebetulan saja saat itu saya ketiban sampur, hiks. terima kasih supportnya terhadap guru, mbak, semoga makin banyak bloger guru yang meramaikan kompleks blogosphere.
[Reply]
Nah-nah-nah… Setelah wira-wiri di kancah blogger, Pak Sawali sudah menunjukkan sesuatu yang kongkrit pada rekan sejawat. Jelas pengejawantahannya. Terus gelindingkan bola saljuya, Pak.
Baca juga tulisan terbaru Daniel Mahendra berjudul Sudah Sebegitu Miskinkah Negeri Ini?
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 22:09
walah, hanya kebetulan saja, kok, mas daniel, hehehe …. btw, makasih dukungan dan apresiasinya, mas.
[Reply]
Wah itu penting sekali pak Sawali…
Klo ngeblog kita akan terus apdet diri soalnya…
sayang sekali di kampung saia para “Oemar Bakri” blom serius ngeblog… [-(:)>-
Baca juga tulisan terbaru galihyonk berjudul Ganti Nomer HP
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 22:10
yaps, sepakat banget, mas galih, hehehe … mudah2an saja rekan2 sejawat di tempat mas galih suatu ketika mulai serius ngeblog.
[Reply]
Kalo guru nge-blog, boleh tentang curhatan pribadi nggak, Pak? :-
soalnya buat saya, kayaknya bakal aneh saja kalo ada blog yang bakal digunakan sebagai ajang pembelajaran, tercampur aduk dengan hal-hal yang bersifat pribadi dan subjektif (misalnya : blog saya nggak mungkin banget dijadikan sebagai blog pembelajaran :D)
Apa nantinya akan ada peraturan yang mengatur hal-hal apa saja yang boleh dituangkan dalam blog?
Baca juga tulisan terbaru darnia berjudul Life Experiences
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 22:12
walah, kenapa nggak boleh, mbak darnia? apalagi nlog pribadi. sepanjang yang saya tahu ndak ada peraturan macem2 kok. btw, guru kan juga manusia, hehehe … blog yang berisi curhat pun nggak masalah, kecuali kalau blog yang diperuntukkan bagi kepentingan pembelajaran.
[Reply]
Berbagi Ilmu untuk semua…. Makasih Pa..!!
Baca juga tulisan terbaru Daiichi berjudul Nine words women use…
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 22:13
walah, hanya kebetulan saja, kok, mas daiichi, hehehe … makasih apresiasinya.
[Reply]
Saya setuju sekali dengan bapa… setiap ilmu akan lebih bermanfaat kalo di sebarkan dan menjadi kebaikan bagi orang lain.. Semoga banyak yang akan berkesadaran untuk itu ya pa!? Terlepas dari ap makdsud dan tujuannya…
Baca juga tulisan terbaru Catatan Muslim berjudul Bacalah Hingga Habis…
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 22:15
wah, setuju banget, mas, makasih juga pencerahannya.
[Reply]
Jangan lupa, bikin komunitasnya juga Pak Sawali.
Kan keren tuh.
Semakin banyak guru yang ngeblog, semakin bertambah pengetahuan pembacanya.
Baca juga tulisan terbaru indahjuli berjudul FACEBOOK: Stop Being a Narcissist — It’s Time to Quit
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 22:16
mudah2an, mbak juli. doakan ya, mbak, mudah2an ada komunitas bloger guru, hehehe ….
[Reply]
Salam kenal Pak..
Tulari aku virus ng-blognya..
Dalam dosis yg tinggi ya, biar tetep smangat :d
Baca juga tulisan terbaru eNKa berjudul Show Your Yahoo Messenger ID on Blogs and Websites
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 22:17
salam kenal juga *mbak atau mas nih, hehe* enka. waduh, kalau dosisnya tinggi, ada zat adiktifnya tuh, kekeke ….
[Reply]
Saya gembira karena saya yakin pelatihan dua hari tersebut akan melahirkan gurblog-gurblog baru. Maaf, gurblog maksudnya guru blogger. Kalau nggak terima, sebut saja bloggur alias blogger guru. Kalau masih nggak terima, ya sudah tidak apa-apa. Yang penting, guru ngeblog akan semakin banyak. Guru itu di kelas saja mengajarkan ilmu. Insya’ Allah di blognya mereka juga akan membagi ilmu. Itu yang saya suka.
Baca juga tulisan terbaru Moh Arif Widarto berjudul Saya Tidak Rela Indonesia Dikuasai Singapura
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 24th, 2008 @ 22:19
hehehe … mas arif kok tiba2 saja jadi suka main akronim, hiks. ada juga yang membuat akronim guru go-blog, mas, hehe …. utk akronim usulan, mas arif, saya lebih sreg kalau pakai blogur, hiks.
[Reply]
wah, mas. untuk jangka panjangnya bisa bagus tuh.
setiap guru punya blog, setiap hari mata pelajarannya di update dan di posting.
murid dan guru diskusi lewat komen2 saja, atau YM-an.
perlu di seriusi tuh.
(halo pihak terkait……)
salam hangat dari saya, mas Sawali
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 25th, 2008 @ 01:06
hehehe …. ide yang bagus juga tuh, mas goenoeng. yang pasti, blog bisa membuat proses pembelajaran menjadi lebioh menarik dan interaktif. semoga ide mas goenoeng terbaca oleh pihak yang terkait. salam hangat juga, mas. matur nuwun.
[Reply]
Ikut SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN YUK….. :d/
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 25th, 2008 @ 18:41
seminar nasional pendidikan? temanya tentang apa, pak?
[Reply]
wah, wah, teman-teman sudah pada lari IT-nya
saya masih jalan ditempat
tolonglah yang tertinggal ini
Salam persahabatan dan selalu motivasi ane pak guru:((:d
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 30th, 2008 @ 15:54
salam persahabatan juga, mas fahi. hiks, jangan merendah begitu dong, mas fahi, hehehe … siapa bialng jalan di tempat? nyatanya sudah punya blog juga.
[Reply]
:d/ senang banget liat guru2 semakin byk yg ng-blog. semakin luas
akhir2 ini ita malah jarang publish tulisan di blog /:)
skrg semangat lagi utk nulis..nulis..dan nulis..
terakhir ngomel2 ttg guru yg merokok :)>-
[Reply]
:d/ senang banget liat guru2 semakin byk yg ng-blog. semakin luas kesempatan memajukan pendidikan Indonesia :d
akhir2 ini ita malah jarang publish tulisan di blog /:)
skrg semangat lagi utk nulis..nulis..dan nulis..
terakhir ngomel2 ttg guru yg merokok :)>-
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 28th, 2008 @ 01:59
komennya kok dobel, bu ita, hehehe …. hiks, saya jadi ikut kena nih, bu ita, hehehe … tapi saat mengajar tidak ngrokok loh, bu, kekeke ….
[Reply]
Kok bisa ya, guru sekolah yang masih belum RSBI ngajari ngeblog guru RSBI. Hebat tenan sempean…
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 28th, 2008 @ 02:00
walah, pak jaitoe, bisa saja nih, jadi malau saya, haks. itu hanya kebetulan saja kok, pak.
[Reply]
waduh ditempat saya.. suruh buka web aja susah minta ampun… bahkan karena internet sering mangkrak yang satu jalur (hotspot) mau diputus… alahmdulillah gak jadi… kalo jadi saya nggak bisa komen di blog Pak Sawali :d
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 28th, 2008 @ 13:11
walah, memang susah kok, mas kalau ngeblog koneksi netnya tak mendukung. bisa-bisa waktu seharian habis utk membuat akun, hiks.
[Reply]
wah… pancen huebat pak sawali ini… hehehe ayah sama ibu saya juga guru, kapan2 tak ajak2 ngeblog juga ah.. biar kayak pak sawali.. hoho:d
Baca juga tulisan terbaru daun berjudul Menjaring Berkah “Lintas Berita”
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 30th, 2008 @ 17:18
walah, jadi malu nih. biasa aja kok, mbak daun, hiks. wew.. ternyata orang tua mnak daun guru juga, yak.
[Reply]
Salut buat semua guru yang mau bersusah-payah ngeblog, terutama buat suhunya, Pak Sawali.
Dengan ngeblog, guru terhindar dari penyakit laten yaitu menjadi konservatif, feodal, dan memandang sikap kritis siswa sebagai sikap menantang atau pembangkangan.
Baca juga tulisan terbaru Raja Huta berjudul Benarkah Orang Batak Penakut ? (1)
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 29th, 2008 @ 03:16
walah, biasa aja kok bung huta, hehehe … btw, sepakat banget dg pendapat bung huta. yang pasti kalau guru ngeblog, pikiran akan terus ter-upgrade, hehehe ….
[Reply]
iya dobel, pas mau enter malah terblok sebagian trus delete
makanya posting lagi :d
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 29th, 2008 @ 17:10
hehehe … gpp, bu, terima kasih.
[Reply]
Pak sawali memang bukan guru biasa, tapi yang saya heran bagaimana membagi waktu sambil ngeblog dengan postingan panjang-panjang kayak gini????
Baca juga tulisan terbaru albri berjudul Bahayanya minum bensin
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 30th, 2008 @ 17:20
walah, siapa pun bisa melakukannya, kok, mas albri, apalagi guru punya banyak waktu luang setelah mengajar.
[Reply]
aku pingin banget pinter ngeblog seperti panjenengan. saya kira teman sejawat yang lain juga banyak yang pingin. tapi kapan panjenengan sepat ngajari kami yang di kendal? melalui MGMP bhs. indonesia SMP kendal, aku pingin diadakan pelatihan bikin blog n segala kegiatan tentang ngeblok, pa lagi pak sawali kan ketuanya….aku banggalho punya ketua sehebat panjenengan.:)>-
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 30th, 2008 @ 17:23
terima kasih masukannya, bu dwi. sebenarnya saya sudah lama punya keinginan utk membuat blog bersama-sama dg teman, bu. tapi, lagi2 tewrbentur soal koneksi internet. butuh koneksi internet yang memadai utk bisa membuat blig ramai2. mudah2an saja ada nanti koneksi internet yang mendukung shg kita dapat membuat blog bersama-sama.
[Reply]
aku pingin banget pinter ngeblog seperti panjenengan. saya kira teman sejawat yang lain juga banyak yang pingin. tapi kapan panjenengan sempat ngajari kami yang di kendal? melalui MGMP bhs. indonesia SMP kendal, aku pingin diadakan pelatihan bikin blog n segala kegiatan tentang ngeblog, pa lagi pak sawali kan ketuanya….aku bangga lho punya ketua sehebat panjenengan.:)>-
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada October 30th, 2008 @ 17:26
loh, kok dobel komennya. wadu, biasa ajalah bu dwi, jangan terlalu berlebihan. saya juga hanya guru biasa kok, hanya kebetulan suka ngeblog, itu saja.
[Reply]
Setuju pak Li, dengan nge-blog banyak sekali manfaat yang saya rasakan. Jika rekan-rekan guru nge-blog juga, itu salah satu indikasi ada keinginan untuk maju… kayaknya. Saya kira, standar sertifikasi guru mensyaratkan itu, walaupun sulit untuk diukur. Selamat, untuk rekan-rekan guru yang mengikuti kegiatan itu. Semoga di daerah kami juga ada kegiatan serupa.
Baca juga tulisan terbaru atep t hadiwa js berjudul “SETELAH MENGUNGSI …” (dalam Perempuan Bergaun Putih, Sawali Tuhusetya), kreativitas siswa MTs As Sakinah
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada November 1st, 2008 @ 02:06
yaps, begitulah, kang atep, jateng sudah beberapa kali menggelar ajang pelatihan dan pembuatan blog sebagai bagian dari materi TIK. mudah2an saja makin banyak rekan kita yang ngeblog!
[Reply]
Kenapa guru Nge-blog? Karena e karena ngeblog tak dilaraaaaaaang :d/ begitu kira-kira Pak. Atau paling nggak Guru jangan kalah sama muridnya….Salam pak.
[Reply]
Salam kenal Pak Sawali.
Saya sepaham dengan panjenengan, memang guru harus punya kemampuan dan akses internet, dan cara yang termudah adalah melalui blog. Dengan cara ini guru dapat memulai menulis dan sharing kawruh, sehingga bisa lebih profesional melayani sebagai pendidik.
Semoga tetap sehat dan semakin baik dalam berkarya.
Matur nuwun
Baca juga tulisan terbaru Heru Pramono berjudul Download buku gratis. mau?
[Reply]
Sawali Tuhusetya menjawab pada December 27th, 2008 @ 20:45
salam kenal juga, pak heru, terima kasih kunjungan dan komentarnya,
bener banget, pak heru. pada era sekarang, idealnya rekan2 sejawat setidaknya sdh akrab dg dunia internet. lebih bagus lagi kalau mau ngeblog, sehingga bisa membangun semangat berbagi, bersilaturahmi, dan meng-upgrade diri. terima kasih juga doanya, pak. demikian juga dg pak heru, semoga sehat dan makin kreatif. salam budaya.
[Reply]