Home | Archives for April, 2008
Melly Kiong dan Bukunya
(30 April 2008, 754 pembaca, 41 respon)
Pernah mendengar nama Melly Kiong? Yups, di kompleks blogosphere, namanya memang kurang nyaring terdengar. Maklum, dia tergolong perempuan yang supersibuk. Selain sebagai perempuan yang dengan amat sadar memilih karier sebagai media perwujudan ”fitrah” keperempuanannya, dia juga sangat peduli pada harmoni kehidupan rumah tangga sebagai perwujudan ”kodrat” keperempuanannya. Bisa dimaklumi kalau dia jarang blogwalking. Blognya... Pilkada Pasca-Reformasi, Quo-Vadis?
(29 April 2008, 1,112 pembaca, 34 respon)
Suasana tegang, panas, dan mencekam (hampir) selalu mewarnai proses pemilihan kepala daerah/walikota (pilkada) belakangan ini. Aksi unjuk rasa, kerusuhan, bentrok antarpendukung calon, ulah perusakan rumah tinggal penduduk yang dianggap menjadi “lawan politik”-nya, dan amuk massa terhadap fasilitas umum milik masyarakat nyaris menjadi “irama” khas yang menggema di sela-sela pesta demokrasi itu.
Meski tidak semua... Masih Adakah “Semar” dalam Lingkaran Elite Kekuasaan?
(25 April 2008, 1,445 pembaca, 50 respon)
Para penggemar pakeliran wayang purwa, pasti sudah tidak asing lagi dengan tokoh Semar. Bersama ketiga anaknya, Gareng, Petruk, dan Bagong, Semar seringkali hadir ketika dunia pakeliran mencapai tahap “gara-gara” alias klimaks yang menandai kacaunya situasi kehidupan di mayapada. Melalui karakternya yang khas dan tersamar, Semar mewakili basis kehidupan “wong cilik” yang seringkali tertindas dan menjadi korban pertarungan... Petaka di Balik Cupumanik Astagina
(23 April 2008, 936 pembaca, 25 respon)
Dalang: Ki Sawali Tuhusetya
Prof. Dr. Gotama masih sibuk dengan rutinitasnya di ruang laboratorium. Di ruang yang tak begitu luas itulah guru besar Ilmu Kimia Erriya University itu menghabiskan waktunya. Istrinya, Dewi Windradi, yang masih muda, sintal, dan bahenol pun jarang-jarang disentuhnya lagi. Kesetiaannya dalam mengabdi kepada ilmu pengetahuan telah mengalahkan segala-galanya.
Di kalangan ilmuwan, Prof. Dr. Gotama memang... Bloger Bersatu untuk Hak Asasi Manusia
(21 April 2008, 1,125 pembaca, 44 respon)
Sudah dua hari ini, bar samping blog saya terpasang dua banner mencolok warna merah. Yups, banner itu semata-mata merupakan wujud simpati saya terhadap blogcatalog yang akan beraksi menggelar agenda “Bloggers Unite For Human Rights” yang sekaligus menandai peringatan hari ulang tahun yang pertama bersatunya para bloger dari berbagai penjuru dunia melakukan aksi kepedulian terhadap Hak Asasi Manusia (HAM).
Rencananya,... Tags: aksi kemanusiaan, Artikel, blogcatalog, Edukasi, Kearifan Lokal, kekerasan, moral, Opini, Politik, Sosial
Kartini-Kartini Muda: Jangan Terjebak Seremoninya!
(20 April 2008, 1,210 pembaca, 26 respon)
R
aden Ajeng (RA) Kartini memang telah tiada. Rohnya telah bersemayam di alam keabadian; menghadap Sang Khalik, 104 tahun yang silam, 17 September 1904). Meski demikian, nama perempuan ningrat Jawa yang lahir di Jepara, 21 April 1879 itu, akan terus dikenang sebagai sosok perempuan pejuang yang tak henti-hentinya berusaha “membuka mata” kaumnya dari ketertindasan dan keterbelakangan. Nilai-nilai kesetaraan menjadi mainstraim... Tags: Artikel, Edukasi, emansipasi, imajiner, Kearifan Lokal, kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, moral, Opini, patriarki, perempuan, Politik, Sosial, upacara
Mampukah Cerita Rekaan Memperkaya Batin Pembaca?
(19 April 2008, 689 pembaca, 26 respon)
Cerita rekaan yang saya maksud adalah cerita rekaan yang ditulis berdasarkan khayalan, tetapi mengandung nilai-nilai sastra. Sedangkan, cerita rekaan yang digarap secara vulgar (kasar) tanpa mempertimbangkan bobot sastranya tidak termasuk dalam lingkup pembicaraan ini. Sebuah cerita rekaan dikatakan mengandung nilai-nilai sastra jika memenuhi tiga ciri utama, di antaranya adanya unsur rekaan, imajinasi (daya angan) sebagai basis... Kritik Model “Wayang Slengekan”
(17 April 2008, 442 pembaca, 27 respon)
Ketika saya memosting pernak-pernik seputar dunia “Wayang Slengekan” –kalau boleh saya menyebutnya demikian untuk menampilkan kesan nakal, mbeling, atau konyol– di blog ini, banyak respon menarik dari teman-teman bloger dan para pengunjung. Hal itu bisa dilihat dari beberapa komentar yang muncul. Sebagian besar mengikuti style postingannya yang kenes, mbeling, nakal, dan slengekan. Hal ini menandakan bahwa... Revitalisasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah
(15 April 2008, 6,564 pembaca, 33 respon)
Sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi (negara), usia bahasa Indonesia sudah lebih separuh abad. Jika dianalogikan dengan kehidupan manusia, dalam rentang usia tersebut mestinya sudah mampu mencapai tingkat “kematangan” dan “kesempurnaan” hidup, sebab sudah banyak merasakan liku-liku dan pahit-getirnya perjalanan sejarah.
Namun, seiring dengan bertambahnya usia, bahasa Indonesia justru dihadang banyak masalah. Pertanyaan... Perlukah Pendidikan Antikorupsi Masuk Kurikulum?
(14 April 2008, 1,483 pembaca, 25 respon)
Indonesia “Republik Korupsi”? Ya, idiom itu memang bisa menjadi sebuah stigma yang amat tidak nyaman bagi warga bangsa yang masih memiliki nurani. Namun, cobalah raba dan rasakan denyutnya! Betapa proses anomali sosial bernama korupsi itu sudah demikian deras mengalir di berbagai lini dan lapis kehidupan, mulai pusat hingga daerah. Sekat-sekat kehidupan di negeri ini (nyaris) tidak lagi menyisakan spase yang nyaman... 










