Home | Bahasa, Opini, Refleksi | Diskusi Kelompok Terbimbing Model Tutor Sebaya

Diskusi Kelompok Terbimbing Model Tutor Sebaya

Saturday, 29 December 2007 (15:02) | 8,797 pembaca | 20 komentar | Print this Article

Rendahnya mutu pendidikan Indonesia telah banyak disadari oleh berbagai pihak, terutama oleh para pemerhati pendidikan di Indonesia. Rendahnya mutu pendidikan ini dapat dilihat, antara lain, dari rendahnya rata-rata nilai Ujian Nasional (UAN) untuk semua bidang studi yang di-UN-kan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Berdasarkan kenyataan tersebut perlu ada upaya serius untuk meningkatkan nilai UN agar anak-anak bangsa yang kini tengah gencar menimba ilmu di bangku pendidikan benar-benar dalam kondisi siap untuk menghadapi UN. Para siswa didik, khususnya kelas IX, harus diberikan bekal yang cukup memadai sehingga mampu mengerjakan soal-soal UN dengan baik.

Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya nilai UN yang dicapai oleh siswa SMP. Pertama, kurangnya motivasi siswa didik untuk meraih nilai akademis yang tinggi. Hal itu disebabkan oleh situasi dan kondisi pendidikan dalam lingkungan keluarga yang kurang mendukung.

Kedua, merebaknya sikap instan yang melanda kehidupan kaum remaja. Hal ini disebabkan oleh kuatnya sikap permisif masyarakat yang cenderung membiarkan berbagai perilaku anomali sosial berlangsung di tengah-tengah panggung kehidupan sosial. Masyarakat yang seharusnya menjadi kekuatan kontrol untuk ikut menanggulangi berbagai persoalan sosial yang kurang sehat cederung bersikap permisif dan masa bodoh. Sikap instan yang ingin meraih sukses tanpa kerja keras pun dinilai sebagai hal yang wajar terjadi.

Ketiga, guru dinilai kurang kreatif dalam melakukan inovasi pembelajaran, baik dalam pemilihan materi ajar, metode pembelajaran, maupun media pembelajaran, sehingga siswa didik cenderung pasif dan bosan dalam menghadapi atmosfer pembelajaran di kelas. Suasana kelas bagaikan “kerangkeng penjara” yang pengap dan sumpek; tanpa ada celah “kebebasan” bagi peserta didik untuk menikmati kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Yang lebih mencemaskan, siswa didik diperlakukan bagaikan “tong sampah” ilmu pengetahuan yang hanya sekadar menjadi penampung ilmu, tanpa memiliki kesempatan untuk melakukan pendalaman, refleksi, dan dialog.

Berdasarkan pengalaman empiris, kurang kreatifnya guru dalam melakukan inovasi pembelajaran memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kemampuan siswa dalam dalam menguasai kompetensi yang seharusnya dicapai. Metode drill yang dilakukan menjelang pelaksanaan UN, dinilai terlalu banyak memberikan intervensi dan tekanan psikologis kepada siswa. Akibatnya, siswa cenderung hanya mampu menjadi penghafal kelas wahid daripada menjadi seorang pembelajar yang haus ilmu pengetahuan. Mereka diperlakukan secara mekanis bagaikan robot sehingga tidak memiliki kesempatan untuk melakukan refleksi dan pendalaman materi ajar.

Dalam konteks demikian, diperlukan upaya serius dari para guru pengampu mata pelajaran yang diujikan secara nasional, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris, dan IPA untuk melakukan perubahan penggunaan metode drill. Salah satu metode yang diduga mampu membuat suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan ketika siswa mempelajari materi UN adalah metode diskusi kelompok model tutor sebaya. Melalui metode ini, siswa bisa berdialog dan berinteraksi dengan sesama siswa secara terbuka dan interaktif di bawah bimbingan guru sehingga siswa terpacu untuk menguasai bahan ajar yang disajikan sesuai Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang telah ditetapkan.

Diskusi kelompok terbimbing dengan model tutur sebaya merupakan kelompok diskusi yang beranggotakan 5-6 siswa pada setiap kelas di bawah bimbingan guru mata pelajaran dengan menggunakan tutor sebaya. Tutur sebaya adalah siswa di kelas tertentu yang memiliki kemampuan di atas rata-rata anggotanya yang memiliki tugas untuk membantu kesulitan anggota dalam memahami materi ajar. Dengan menggunakan model tutor sebaya diharapkan setiap anggota lebih mudah dan leluasa dalam menyampaikan masalah yang dihadapi sehingga siswa yang bersangkutan terpacu semangatnya untuk mempelajari materi ajar dengan baik.

tutot-sebaya.jpg

Untuk menghidupkan suasana kompetitif, setiap kelompok harus terus dipacu untuk menjadi kelompok yang terbaik. Oleh karena itu, selain aktivitas anggota kelompok, peran ketua kelompok atau tutor sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan kelompok dalam mempelajari materi ajar yang disajikan. Ketua kelompok dipilih secara demokratis oleh seluruh siswa. Misalnya, jika di suatu kelas terdapat 46 siswa, berarti ada 9 kelompok dengan catatan ada satu kelompok yang terdiri atas 6 siswa. Sebelum diskusi kelompok terbentuk, siswa perlu mengajukan calon tutor. Seorang tutor hendaknya memiliki kriteria: (1) memiliki kemampuan akademis di atas rata-rata siswa satu kelas; (2) mampu menjalin kerja sama dengan sesama siswa; (3) memiliki motivasi tinggi untuk meraih prestasi akademis yang baik; (4) memiliki sikap toleransi dan tenggang rasa dengan sesama; (5) memiliki motivasi tinggi untuk menjadikan kelompok diskusinya sebagai yang terbaik; (6) bersikap rendah hati, pemberani, dan bertanggung jawab; dan (7) suka membantu sesamanya yang mengalami kesulitan.

Tutor atau ketua kelompok memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut: (1) memberikan tutorial kepada anggota terhadap materi ajar yang sedang dipelajari; (2) mengkoordinir proses diskusi agar berlangsung kreatif dan dinamis; (3) menyampaikan permasalahan kepada guru pembimbing apabila ada materi ajar yang belum dikuasai; (4) menyusun jadwal diskusi bersama anggota kelompok, baik pada saat tatap muka di kelas maupun di luar kelas, secara rutin dan insidental untuk memecahkan masalah yang dihadapi; (4) melaporkan perkembangan akademis kelompoknya kepada guru pembimbing pada setiap materi yang dipelajari.

Peran guru dalam metode diskusi kelompok terbimbing model tutor sebaya hanyalah sebagai fasilitator dan pembimbing terbatas. Artinya, guru hanya melakukan intervensi ketika betul-betul diperlukan oleh siswa.

SKL dan ruang lingkup materi yang didiskusikan:

Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

Ruang Lingkup Materi

Siswa mampu membaca dan memahami berbagai jenis wacana, baik secara tersurat maupun tersirat, menganalisis informasi dan gagasan; memberikan komentar, menyeleksi dan mensintesiskan informasi dari berbagai sumber (tabel, diagram, tajuk, berita).

1. Menjawab pertanyaan isi tersurat wacana yang berupa tabel, diagram, tajuk, berita paragraf, ensiklopedi, buku ilmiah populer.

2. Menyimpulkan isi tersirat teks berupa tabel, diagram, tajuk, berita.

3. Menanggapi isi wacana yang dibaca.

4. Menentukan gagasan pokok dan gagasan penjelas dari teks yang berupa tabel, diagram, tajuk, berita.

Siswa mampu menulis karangan nonsastra dengan menggunakan kosakata yang bervariasi dan efektif dalam bentuk paragraf narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, surat resmi, kamus kecil, hasil wawancara, teks pidato, resensi, rangkuman, memo, laporan.

5. Menyusun kerangka isi dan mengurutkan paragraf bentuk paragraf narasi, deskripsi, eksposisi, persuasi, argumentasi, surat resmi, kamus kecil, hasil wawancara, teks pidato, resensi, rangkuman, memo, laporan, poster/imbauan.

6. Mengembangkan secara utuh paragraf bentuk paragraf narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, surat resmi, kamus kecil, hasil wawancara, teks pidato, resensi, rangkuman, memo, laporan, poster/imbauan.

Siswa mampu menyunting isi (ketepatan isi, urutan isi), menyunting bahasa dan mekanik (berbagai kata, istilah, gabungan kata, berbagai struktur kalimat, kepaduan/kelengkapan paragraf, serta penggunaan ejaan dan tanda baca) dalam berbagai jenis wacana (argumentasi, berbagai surat resmi, rancangan kerja, hasil wawancara, laporan pengamatan/ percobaan, resensi, rangkuman).

7. Mengidentifikasi kesalahan isi (ketepatan isi, urutan isi).

8. Mengidentifikasi kesalahan bahasa dan mekanik (penggunaan berbagai kata, istilah, gabungan kata, berbagai struktur kalimat, kepaduan/ kelengkapan paragraf, serta penggunaan ejaan dan tanda baca.

9. Memperbaiki kesalahan isi dan penggunaan bahasa dalam berbagai wacana.

10. Memperbaiki kesalahan berbagai kata, istilah, gabungan kata, struktur kalimat, ungkapan, peri bahasa, majas, serta penggunaan ejaan dan tanda baca.

Siswa mampu membaca nyaring, dan membaca sekilas untuk menemukan informasi dan memahami sekilas suatu wacana.

11. Menemukan informasi secara cepat.

12. Menemukan gagasan pokok secara cepat.

Siswa mampu mengapresiasi karya sastra yang berupa puisi, prosa fiksi, dan drama untuk memahami isi serta menemukan nilai-nilai di dalamnya (moral, sosial, budaya, dll).

13. Menemukan unsur intrinsik berbagai karya sastra berupa puisi, prosa fiksi, dan drama.

14. Menemukan nilai-nilai di dalam sastra (moral, sosial, budaya, dll)

Berdasarkan data yang diperoleh berdasarkan hasil ujian nasional selama tiga tahun terakhir (2004/2005, 2005/2006, dan 2006/2007) di sekolah tempat saya bertugas, penggunaan metode diskusi kelompok terbimbing model tutor sebaya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan rata-rata nilai ujian siswa. Hal ini bisa terjadi karena pada setiap kelompok diskusi terjadi suasana kompetitif untuk menjadi yang terbaik pada setiap kelas sehingga terpacu semangat setiap kelompok untuk memahami setiap materi ajar yang didiskusikan. Selain itu, tutor setiap kelompok dipilih secara demokratis oleh para siswa sehingga mampu mewujudkan suasana yang akrab dan harmonis di antara sesama anggota kelompok dan tutor. Kondisi semacam ini sangat diperlukan ketika para siswa harus mempelajari banyak materi ujian.

Mungkin ada rekan-rekan sejawat guru yang memiliki metode dan strategi lain dalam menyiapkan siswa didik menghadapi ujian nasional? ***

Kategori: Bahasa, Opini, Refleksi | Tags: , , , , ,

Tulisan lain yang berkaitan:

imgMenuju Kendal Mandiri: Refleksi Hari Jadi Ke-405 (Tuesday, 27 July 2010, 510 pembaca, 72 respon) Tanggal 28 Juli 2010, Kendal telah berusia 405 tahun. Penetapan Hari Jadi Kendal tidak serta-merta lahir begitu saja, tetapi melalui perdebatan yang panjang. Hari Jadi Kabupaten Kendal yang biasanya diperingati setiap 26 Agustus akhirnya diubah...
imgDari Motivasi ESQ ke Temu Forum PUG Bidang Pendidikan (Saturday, 27 March 2010, 351 pembaca, 88 respon) Memburu Jati Diri? Ungkapan ini mengingatkan pada artikel saya yang pertama kali dimuat di media cetak lokal. Di rubrik “Debat Mahasiswa”, sekitar tahun 1987, nama saya yang saat itu masih berstatus mahasiswa calon guru di sebuah lembaga...
imgUjian Nasional Mengebiri Potensi Siswa Didik (Tuesday, 9 March 2010, 852 pembaca, 137 respon) Jika tak ada aral melintang, para siswa SMA/MA, SMALB, dan SMK akan menempuh Ujian Nasional (UN) utama pada 22 – 26 Maret 2010. Sedangkan, siswa SMP/MTs dan SMPLB pada 29 Maret – 1 April 2010. Berbeda dengan tahun sebelumnya, UN tahun ini ada UN...
imgDari LCC hingga Bedah SKL UN 2010 (Monday, 22 February 2010, 602 pembaca, 73 respon) Kamis, 18 Februari 2010, bertempat di SMP 3 Patebon, Kendal, saya bersama beberapa rekan sejawat didaulat untuk menjadi yuri Lomba Cerdas-Cermat (LCC) Tingkat SMP Kabupaten Kendal. LCC dimaksudkan sebagai ajang seleksi untuk memilih satu regu terbaik...
imgUjian Nasional dan Robotisasi Siswa Didik (Friday, 5 February 2010, 874 pembaca, 155 respon) Dunia pendidikan kita hanya melahirkan generasi penghafal kelas wahid? Itulah pertanyaan yang selalu mencuat ketika ranah pendidikan kita dinilai telah gagal melahirkan generasi masa depan yang cerdas, kritis, dan kreatif. Almarhum Rama Mangunwijaya...
Catatan Sawali Tuhusetya
feeds.feedburner.com
Tulisan berjudul "Diskusi Kelompok Terbimbing Model Tutor Sebaya" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (Saturday, 29 December 2007 (15:02)) pada kategori Bahasa, Opini, Refleksi. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Ingin berlangganan gratis? Silakan daftarkan alamat email Anda sekarang juga! Terima kasih dan salam budaya!
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
FacebookTwitterStumbleDigg itDeliciousGoogle ReaderRedditTechnoratiGoogle BuzzYahoo Buzz
DesignfloatDiigoMixxMeneamedesignbumpFurlMagnoliaBlinklistfurlblogmark

20 Responses to "Diskusi Kelompok Terbimbing Model Tutor Sebaya"

  1. Menggunakan Internet Explorer 6.0 Internet Explorer 6.0 pada Windows XP Windows XP

    Menarik catatan Bapak mengenai upaya mendongkrak perolehan kualitas anak didik dalam menghadapi UN lewat model pembelajaran yang telah teraplikasikan di sekolah Bapak. Sungguh sebuah upaya yang perlu diteladani oleh banyak guru di negeri tercinta ini.Yakinlah saya bahwa melalui upaya yang sungguh-sungguh tentu membuahkan hasil yang tiada mengecewakan.
    Baca juga tulisan terbaru Sungkowoastro berjudul "PERPUSTAKAAN SEKOLAH YANG MENGONDISIKAN SISWA BERMINAT MEMBACA" My ComLuv Profile

  2. Menggunakan Firefox 3.5.5 Firefox 3.5.5 pada Windows XP Windows XP

    Gracias… :d
    Baca juga tulisan terbaru batiknovita.com berjudul "Kaftan Batik Dobi Pelangi Aks (KBDPA-01) – Rp.148.500" My ComLuv Profile

  3. Ali Mukodas says:
    Menggunakan Opera 9.64 Opera 9.64 pada Windows XP Windows XP

    Saya tertarik dengan metode diskusi dengan tutor sebaya… jika bapak/ibu berkenan memberikan hasil penelitiannya tentang itu, sy sangat senang sekali….. saya tunggu ya bapak/ibu…

  4. Rhena says:
    Menggunakan Firefox 3.0.6 Firefox 3.0.6 pada Windows XP Windows XP

    :x SEANDAINYA SEMUA GURU MENYADARI BAHWASANYA SISWA ATAU SEORANG ANAK MUDAH MENERIMA ILMU DAN PENGETAHUAN MELALUI TEMAN SEBAYA, MENERAPKAN PEMBELAJARAN DENGAN MEMANFAATKAN TUTOR SEBAYA. Saya rasa pembelajaran yang joyfull, meaningfull akan tercipta. Namun sayangnya selama ini masih banyak guru yang menajadikan dirinya sebagai SUMBER, bukan fasilitator bagi mereka. :)>-

  5. nuraeni says:
    Menggunakan Firefox 3.0.11 Firefox 3.0.11 pada Windows XP Windows XP

    blognya memberikan pencerahan..kbetulan skripsi saya membahas tutor sebaya dalam pengajaran bahasa jepang. kalau boleh saya minta rekomendasi buku atau bahan pustaka untuk didalami.terimakasih
    Baca juga tulisan terbaru nuraeni berjudul Istilah anggota My ComLuv Profile

  6. devan says:
    Menggunakan Firefox 3.0 Firefox 3.0 pada Windows XP Windows XP

    :roll: :roll: :lol: :lol: lebih lengkap lagi dunks bahasa nya….thanks

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
«
»
www.batuzakar.netweb hosting indonesia
Catatan Sawali Tuhusetya is proudly powered by WordPress (94 queries: 0.988 seconds)
Valid CSS & XHTML | KBP