Home | Bahasa, Opini, Refleksi, Sastra | Memburu Cinta yang Hilang di Rimba Sastra

Memburu Cinta yang Hilang di Rimba Sastra

Wednesday, 16 January 2008 (07:03) | 935 pembaca | 37 komentar | Print this Article

Mohon maaf, saya tidak sedang sok romantis, apalagi sentimentil, hehehe :lol: Judul tersebut sengaja saya pilih untuk menumpahkan kegelisahan saya yang selama ini hampir jarang menemukan cinta yang sesungguhnya di komunitas sastra. Jujur saja, saya memang seringkali menulis cerpen atau esai di blog. Namun, semua itu terasa belum cukup untuk menemukan cinta saya yang sesungguhnya di dunia sastra. Saya ingin sekali menikmati perdebatan di komunitas sastra yang sesekali memanas dan menegangkan, seperti yang pernah saya saksikan di UNDIP Semarang ketika acara “Nurdien Kembali” (1996) atau Temu Sastrawan Jawa Tengah di Purwokerto (2000) berlangsung.

Alhamdulillah, kalau tak ada aral melintang, saya mendapatkan kesempatan untuk memburu cinta saya yang hilang di rimba sastra. Tanggal 19-21 Januari 2008 di gedung DPRD Kudus, Jawa Tengah, akan berlangsung “pesta akbar”, tempat para sastrawan berkumpul, beraksi, dan memberikan sumbangsih pemikiran agar dunia sastra Indonesia tidak macet dan stagnan. Di tempat itulah para “penggila” sastra akan menggelar Kongres Komunitas Sastra Indonesia (KSI) untuk memilih pengurus KSI periode 2008-2010, sekaligus dilanjutkan dengan seminar dan pentas seni.

Seperti biasanya, acara kongres akan berlangsung seru dan memanas. Namun, hal itu tak akan sanggup mengalahkan serunya para dedengkot sastra menumpahkan gagasan-gagasan kreatif atau beraksi di atas panggung membacakan teks-teks sastra.

jero-wacik.jpg

Menurut jadwal, Seminar KSI itu akan diawali dengan orasi sastra oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik, yang sekaligus membuka acara secara resmi dengan pemukulan Terbang Papat. Yang bakal ramai adalah pentas baca puisi oleh Jero Wacik, Surya Yuga, Thomas Budi Santoso, U. Saefuddin Noer, Jumari HS, Diah hadaning, Nuzumul Laily, Bambang Supriyadi, dan Emha Ainun Najib. Mudah-mudahan mereka tidak berhalangan sehingga bisa beraksi di atas pentas baca puisi.

Esoknya (Minggu, 20 Januari 2008) akan berlangsung seminar dengan mengusung tema “Meningkatkan Peran Komunitas Sastra sebagai Basis Perkembangan Sastra Indonesia”. Ada banyak “suhu” sastra yang memberikan “wejangan”, di antaranya: Idris Pasaribu (Sumatra), Mukti Sutarman SP (Jawa), Micky Hidayat (Kalimantan), Dendy Sugono, Ahmadun Yosi Herfanda, Shiho Sawai, Budi Darma, Maman S. Mahayana, Korrie Layun Rampan, Habiburrahman El Shirazy, Eko Budihardjo, atau Arswendo Atmowiloto.

sutardji_calzoum_bachri_.jpg
Acara kongres dan seminar ditutup dengan pentas baca puisi oleh Parni Hadi, Bambang Widiatmoko, Habiburrahman El Shirazy, Fatin Hamama, Rohadi Noor, Anita Retno Lestari, Yose Rizual Manua, Sutardji Calzoum Bachri. Secara resmi, acara akan ditutup oleh Parni Hadi, Direktur Utama RRI, dilanjutkan dengan pentas sastra dan seni, serta pertunjukan wayang klithik.

Semoga rangkaian acara tersebut bisa mengobati kerinduan saya terhadap komunitas sastra yang sudah hampir sewindu lamanya merajam jiwa dan batin saya. *halah* Berkaitan dengan hal tersebut, saya mohon maaf kepada teman-teman bloger dan sahabat-sahabat pengunjung apabila setelah postingan ini saya absen dulu di dunia maya. Saya ingin menumpahkan kerinduan saya selama beberapa hari di rimba sastra.

Salam budaya,

—————————————————–

Catatan:

Informasi tentang Kongres KSI bisa di baca di sini atau di sini.

Kategori: Bahasa, Opini, Refleksi, Sastra | Tags: , , ,

Tulisan lain yang berkaitan:

imgMenuju Kendal Mandiri: Refleksi Hari Jadi Ke-405 (Tuesday, 27 July 2010, 510 pembaca, 72 respon) Tanggal 28 Juli 2010, Kendal telah berusia 405 tahun. Penetapan Hari Jadi Kendal tidak serta-merta lahir begitu saja, tetapi melalui perdebatan yang panjang. Hari Jadi Kabupaten Kendal yang biasanya diperingati setiap 26 Agustus akhirnya diubah...
imgVirtual Host Berbasis Open Source untuk Pembelajaran Interaktif dan Mencerdaskan (Monday, 19 October 2009, 641 pembaca, 133 respon) Selama dua hari (Sabtu dan Minggu, 17-18 Oktober 2009), saya mengikuti pelatihan “Pembelajaran Internet Berbasis Open Source Tanpa Internet” di SMA Muhammadiyah Weleri, Kendal, yang menghadirkan Mas Reza Ervani dari Rumah Ilmu Indonesia sebagai...
imgProstitusi Pelajar dan Beban Sosial Bangsa (Saturday, 28 February 2009, 1,628 pembaca, 114 respon) Berita “Metropolitan” Kompas (27/2/2009, halaman 27) sungguh menyentakkan nurani kita. Sebuah jaringan prostitusi yang ”menjual” pelajar SMP dan SMA sebagai pekerja seks komersial (PSK) berhasil dibongkar aparat. Dalam berita itu dikabarkan, tiga...
imgBanjir! (Monday, 9 February 2009, 2,875 pembaca, 178 respon) Minggu hingga Senin, 8-9 Februari 2009, Kendal, Jawa Tengah, terendam banjir. Praktis bah yang terbilang cukup besar di bulan kedua Tahun Kerbau ini (nyaris) melumpuhkan aktivitas warga. Meski tak sampai masuk rumah, keberangkatan saya ke LPMP Semarang...
imgPertemuan Tak Terduga dengan Sahabat-Sahabat TPC (Wednesday, 28 January 2009, 1 pembaca, 36 respon) Sungguh, saya terharu ketika dikontak Pak Gempur, Minggu sore, 25 Januari yang lalu. Masih berada di wilayah Gunung Kelir dalam rangkaian “Ziarah Wali Bloger Timur-Tengah”, beliau menyampaikan keinginan mengajak teman-teman dari TPC Surabaya untuk...
Catatan Sawali Tuhusetya
feeds.feedburner.com
Tulisan berjudul "Memburu Cinta yang Hilang di Rimba Sastra" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (Wednesday, 16 January 2008 (07:03)) pada kategori Bahasa, Opini, Refleksi, Sastra. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Ingin berlangganan gratis? Silakan daftarkan alamat email Anda sekarang juga! Terima kasih dan salam budaya!
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
FacebookTwitterStumbleDigg itDeliciousGoogle ReaderRedditTechnoratiGoogle BuzzYahoo Buzz
DesignfloatDiigoMixxMeneamedesignbumpFurlMagnoliaBlinklistfurlblogmark

37 Responses to "Memburu Cinta yang Hilang di Rimba Sastra"

  1. WordPress 2.5.1 WordPress 2.5.1

    [...] Memburu Cinta yang Hilang di Rimba Sastra Mohon maaf, saya tidak sedang sok romantis, apalagi sentimentil, hehehe Judul tersebut senga… [...]

  2. titiw says:
    Menggunakan Firefox 2.0.0.11 Firefox 2.0.0.11 pada Windows XP Windows XP

    Walah.. aku begini2 suka banget baca buku2 sastra Indonesia lho pak.. Jadi iri melihatnya.. kira2 ada di JKT kapan ya? pengen liat gemana Habiburrahman el S.. dan lain2 itu.. Oh ya, kalo saya suka banget sama karya2 remy Sylado, Goenawan M, Seno Gumira, dll itu pak.. hehe..

    titiw’s last blog post..Akhir Januari, Akhir Cintaku

    oOo
    Wow, mengagumkan sekali mbak titiw. makin banyak baca buku sastra, konon, kita bisa belajar ttg makna kearifan dan kebajikan hidup, mbak. *halah sok tahu, yak* kalo saya lihat sih profil habiburrahman tuh anak muda yang santun dan religius banget. kalo di jakarta mestinya mbak titiw bisa setiap saat ketemuan sama mereka, asal janjian dulu. karya remy Sylado, Goenawan M, Seno Gumira, emang bagus mbak. seno lewat cerpen2nya yang eksotis. GM lewat puisi2 imajisnya, atau remy silado dg novel-novel historisnya.

  3. Menggunakan Internet Explorer 6.0 Internet Explorer 6.0 pada Windows XP Windows XP

    Memburu cinta … asyik nich dijadikan judul cerpen atau puisi… selamat berburu ya.

    Ersis W. Abbas’s last blog post..Buku Menulis Mari Menulis

    ———-
    emang, pak ersis mengasyikkan bagi yang sedang jatuh cinta, halah!

  4. Menggunakan Internet Explorer 6.0 Internet Explorer 6.0 pada Windows XP Windows XP

    Selamat, Mas bisa berhadir di acara itu.
    Aku lagi aral. Tiket penerbangan via Surabaya sudah di tangan. Rencana Sabtu pagi sudah pergi. Tuhan punya kuasa. Atas satu perkara penting di kampung halaman, akhirnya aku batalkan. Padahal sejak Kamis malam sudah SMS-an dan telepon-an dengan teman-teman sastrawana dari Jakarta dan sekitarnya yang berangkat naik bus dari TIM. Hpku penuh SMS info dan godaan dari mereka. Ada dari Viddi A.D., Ahmadun, Korrie, Maman S. Mahayana, Iis Wiati, dan Akidah Gauzillah. Wah bikin ngiler deh. Tambah lagi ketika buka blog Mas, aku makin ngiler karena Mas Sawali juga hadir di sana.
    Salam dari jauh aja, Mas! Salam juga buat teman-teman di sana.
    Sastra adalah jiwaku! Semoga masih ada momen lain yang bisa bikin kita bertemu!

    Selamat sekali lagi!

    Teruslah berkarya, cerdas, dan independen.

    Tabik!

    Zulfaisal Putera’s last blog post..Catatanku

    ———-
    makasih pak zul, mudah2an kita punya kesempatan lain utk menjalin slitaruhami, salam budaya

  5. Menggunakan Firefox 2.0.0.11 Firefox 2.0.0.11 pada Windows XP Windows XP

    smoga acaranya sukse

    ——–
    ok, makasih mas.

  6. Menggunakan Firefox 2.0 Firefox 2.0 pada Windows XP Windows XP

    mudah2an aja acara semacam itu masih bisa kita jumpai pada kesempatan lain, bung.

    Sawali Tuhusetya’s last blog post..Sutardji Calzoum Bachri, Maman S. Mahayana, dan Saut Situmorang

  7. Menggunakan Firefox 2.0 Firefox 2.0 pada Windows XP Windows XP

    pak menteri akhirnya batal hadir, mas hair. konon belakangan ini jakarta lag sensi semenjak mantan RI 1 sedang dalam keadaan kritis. para menteri diimbau tdk keluar jakarta.

    Sawali Tuhusetya’s last blog post..Sutardji Calzoum Bachri, Maman S. Mahayana, dan Saut Situmorang

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
«
»
www.batuzakar.netweb hosting indonesia
Catatan Sawali Tuhusetya is proudly powered by WordPress (110 queries: 0.900 seconds)
Valid CSS & XHTML | KBP