Rabu, 30 Juli 2014

Thursday, 8 January 2009 (00:21) | 2954 pembaca | 28 komentar

Halaman Khusus bagi Peserta Kontes Review Cerpen:

Silakan baca ketentuan kontes review cerpen di sini, kemudian publikasikan hasil review Anda di kolom komentar halaman ini! Terima kasih!

update:

Mohon maaf, kontes review cerpen sudah ditutup! Terima kasih!

28 komentar pada "Kritik"

  1. [...] Kejut Negeri kita sudah kenyang pengalaman menyelenggarakan UN. Bertubi-tubi pula masukan dan kritik dari banyak kalangan dilontarkan. Namun, pengalaman, masukan, dan kritik itu seolah-olah dianggap [...]

  2. heri kurniawan says:

    KANG PANUT
    Pernah saudara mendengar orang meninggal namun lama kemudian hidup lagi? Jika belum, maka cerpen Sawali dengan judul Kang Panut akan menceritakan kepada saudara-saudara sekalian bagaimana seorang laki-laki tua yang biasa menjadi tukang masak, (atau pembuat minuman bagi warga yang berhajat) mendadak saja meninggal. Berawal dari kematian lelaki inilah, kemudian berkumpul beberapa warga. Di tengah keheningan kematian, mendadak saja pemuda desa melemparkan kata yang tak enak ketika seorang Lurah dating melayat. Pemuda tak mau melepas amarahnya, sampai kemudian keributan muncul, mengalihkan semua warga dari kematian lelaki bernama Kang Panut.

    Belumlah lama berselang, beberapa media menuliskan artikel yang mengklaim bahwa kemunculan beberapa sinetron di layar televisi belakangan ini, tak bisa lepas dari nilai sekedar membual. Sekedar menghadirkan cerita, tak lantas memberikan ruang berfikir terhadap pemirsa. Kenyataan yang terjadi dalam indutsri perfilm-an tersebut, nampaknya terjadi pula pada dunia kepengarangan kita. Membaca cerpen karya pak Sawali, saya merasa risih ketika konflik yang bapak bangun adalah konflik murahan yang boleh dibilang terlalu mudah pembaca mencemoohnya. Perlu diingat, sekalipun cerpen (sebagai karya sastra) adalah sekedar fiksi, namun PEMBACA JUGA MEMPUNYAI NALAR untuk merunut setiap kejadian di dalamnya.

    Dan saya tak mencatat kelebihan kecuali, konsistensi anda yang tak bisa lepas dari tema kematian, serta segala sesuatu yang berbau kerakyatan. Pada poin yang terakhir ini, bapak bolehlah saya jadikan simbol cerpenis yang mempunyai solidaritas terhadap kehidupan rakyat. Dan satu tahun blok anda, (selain dengan kegembiraan) rasanya perlu sekali dirayakan dengan banyak bereksplorasi.