Menguji Validitas Blog Berdasarkan Standar Web
Tertarik oleh tulisan Pak Dani Iswara tentang Sakui Web Validator pengganti Webagogo, saya iseng-iseng mendaftarkan blog saya di Sakui Web, sekitar 3 Agustus yang lalu. Saat itu, blog saya hanya memiliki skor 49% dan berada pada peringkat 50 dari 152 web/blog yang terdaftar. Kemarin, saya kembali iseng melihat peringkat validitas blog di Sakui Web. Saya agak terkejut karena peringkatnya naik drastis ke posisi 16 dengan skor 95%. Dengan gaya narsis, tentu saja kenaikan peringkat ini layak saya syukuri setelah berjuang mengoprek blog habis-habisan,... (Selanjutnya bagaimana?)
Blog, Politik, dan Sebuah Perubahan
Tak lama lagi, bangsa kita akan menggelar pesta demokrasi; sebuah piranti negara yang amat strategis sebagai momentum untuk melakukan sebuah perubahan. KPU telah mengesahkan 34 parpol yang akan melaju dan melenggang dalam pesta demokrasi itu. Ini artinya, persaingan akan semakin ketat. Setiap parpol akan terus bersaing dan berjuang untuk meraih simpati rakyat dengan berbagai cara. Para elite partai dipastikan telah merancang berbagai strategi jitu untuk mengumpulkan suara rakyat ke dalam pundi-pundi politiknya. Rakyat pun memiliki harapan besar... (Selanjutnya bagaimana?)
Mengapa Blog Tak Bisa Diakses via Firefox
Dua malam yang lalu, usai shalat tarawih, saya bermaksud meng-upload foto dari kamera digital ke drive PC dalam keadaan internet terkoneksi. Namun, aneh, tiba-tiba saja muncul folder baru dari memori kamera yang tak jelas isinya. Karena menganggap bukan hal yang serius, proses upload dari kamera ke drive PC pun jalan terus. Tanpa saya duga, tiba-tiba saja muncul serbuan pesan YM dari teman-teman yang saat itu sedang online. Pak Sumintar, Mas Hendra, Pak Marsudiyanto, Ina, atau Dimas Jimat Kalimasadha, mempertanyakan apa maksud pesan yang muncul... (Selanjutnya bagaimana?)
Mempersoalkan Kembali Predikat Guru sebagai Peneliti
Ketika Depdiknas meluncurkan model penelitian berbasis tindakan kelas (PTK), predikat guru pun bertambah. Guru tak hanya sebatas menjadi “tukang ajar” yang ruang geraknya dibatasi empat dinding ruang kelas, tetapi diharapkan juga menjadi seorang peneliti. Melalui PTK yang dilakukan, guru diharapkan menjadi “pionir” sekaligus “inovator” pembelajaran yang mampu menciptakan atmosfer pembelajaran secara menarik dan memikat sehingga siswa didiknya merasa nyaman dan menyenangkan ketika mengikuti proses pembelajaran. PTK sangat memberikan peluang... (Selanjutnya bagaimana?)
Tulisan Terbaru
Kearifan Lokal Menghadapi Kemungkinan Krisis Global (93 pembaca)Goyang Poco-poco dan Kesetaraan Gender (183 pembaca)
Dunia Pendidikan, Realitas Sosial, dan Ujian Nasional (199 pembaca)
Mencermati Pembusukan Penggunaan Bahasa Indonesia (392 pembaca)
Makna Kekerabatan di Balik Mudik Lebaran (392 pembaca)
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H (489 pembaca)
Malam Lebaran: antara Kebahagiaan dan Ketragisan Hidup (376 pembaca)
Refleksi Menjelang Lebaran (233 pembaca)
Di manakah Allah ? (128 pembaca)
Mengantisipasi Ulah Hacker “Hitam” (266 pembaca)














