Home | Budaya, Opini, Refleksi, Sastra | Andrea Hirata Menjadi Presiden?

Andrea Hirata Menjadi Presiden?

Monday, 7 January 2008 (07:08) | 599 pembaca | 43 komentar | Print this Article

Saya tak habis-habisnya mengagumi sosok NA (Nyi Ayu) Muslimah Hafsari, seorang pendidik “sejati” yang mampu meniupkan roh pendidikan yang sesungguhnya ke dalam ruang kelas. Di sebuah dusun pedalaman yang jauh dari sentuhan hiruk-pikuk dan gebyar modernisasi, Bu Muslimah bisa menghidupkan ruang kelas bagaikan magnet yang mampu menyedot perhatian 10 muridnya yang lugu dan polos. Di tangan Bu Guru lulusan SKP (Sekolah Kepandaian Putri) itu, dusun sunyi di pelosok Belitung itu seperti “tersihir” menjadi sebuah pesona pusat peradaban yang mampu membangkitkan gairah anak-anak untuk selalu cinta dan haus ilmu. Luar biasa!

edensor.jpg

Salah satu di antaranya adalah Andrea Hirata, yang akhirnya menjadi seorang ekonom yang juga “ditakdirkan” menjadi seorang penulis. Bukunya Laskar Pelangi menjadi sebuah fenomena, kini telah mencapai cetak ulang 19 kali, disusul kemudian Sang Pemimpi 16 kali, dan Edensor sebanyak 8 kali. Laskar Pelangi berhasil menjadi best seller selama tiga minggu di Kompas, Sang Pemimpi selama 10 hari, dan Edensor selama seminggu. Edensor masuk ke dalam lima besar nominasi Khatulistiwa Literary Award (KLA). Sebentar lagi, bukunya Maryamah Karpov akan melengkapi tetraloginya itu.

Saya juga tak habis-habisnya mengagumi sosok muda yang bernama lengkap Andrian Hirata Seman itu. Alumni Universite de Paris, Sorbonne, Prancis, dan Sheffield Hallam University, Inggris ini, seorang ekonom, tetapi juga “keranjingan” menulis. Ia dikenal sebagai sosok muda yang rendah hati dan santun. Dia begitu menghormati gurunya, Bu Muslimah. Bahkan, buku Laskar Pelangi itu sebenarnya bukan untuk diterbitkan, melainkan sebagai hadiah khusus buat Bu Muslimah yang dinilai telah membangkitkan “adrenalin”-nya untuk mencintai ilmu. Namun, secara diam-diam, naskah bukunya itu dikirimkan oleh salah seorang sahabatnya ke sebuah penerbit hingga akhirnya menjadi sebuah fenomena dalam dunia perbukuan.

(Ahai, semoga negeri ini bermunculan Bu Muslimah-Bu Muslimah baru yang demikian intens dalam mengakarkan nilai-nilai kecintaan siswa didiknya terhadap ilmu pengetahuan).

andrea-hirata.jpg Andrea Hirata juga tak melupakan kampung halamannya. Di Belitung, ia mendirikan Learning Center. Ia kumpulkan siswa kelas 3 SMA yang berpotensi masuk perguruan tinggi. Mereka akan mendapatkan pelatihan matematika, kimia, biologi, fisika, dan bahasa Inggris selama tiga minggu. Semua biaya ditanggungnya.

Melihat track-record-nya itu, tak heran apabila Andrea terpilih bersama lima tokoh lain, yaitu Menteri Agama Maftuh Basuni, aktor dan sutradara Deddy Mizwar, penulis Habiburrahman el-Shirazy, dai muda Yusuf Mansur, dan aktivis Ratna Megawangi sebagai tokoh perubahan 2007. Menurut Republika (4 Januari 2008), melalui bukunya, Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor, Andrea telah berhasil menginspirasi banyak pembaca. Misalnya saja, seorang pencandu narkoba bertekad menjalani terapi penyembuhan dan tak ingin menyia-nyiakan lagi waktu sekolahnya setelah membaca Laskar Pelangi. Atau, seorang dokter yang memutuskan untuk membuka praktik sendiri daripada menjadi pegawai negeri.

Fenomena Andrea Hirata bisa jadi akan terus berlanjut. Sebuah millis menjadikannya sebagai topik hangat agar ekonom yang bekerja sebagai instruktur di PT Telkom Pusat, Bandung itu dicalonkan sebagai presiden RI dari kubu independen. *Walah* Saya tidak tahu, apakah ini serius, main-main, latah, atau iseng? Namun, saya menangkap perbincangan hangat lewat millis itu bernada serius. Berikut ini petikannya.

Republik ini secepatnya harus berubah untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya. Dan perubahan ini haruslah secara konstitusional. Untuk mencapainya itu kita memerlukan pemimpin bangsa yang mampu mewujudkannya. Oleh karena itu, perkenankan saya mengusulkan ide: tahun 2009 nanti harus ada calon presiden independen dan terpilih.

Dan orang itu adalah ANDREA HIRATA si ikal dari LASKAR PELANGI. Pemunculan nama curly ini bukan sekedar lelucon, atau provokatif sekedar sensasi apalagi tanpa berdasar sama sekali. Ini adalah suatu keharusan bahkan bisa dikatakan wajib, untuk presiden mendatang harus berubah agar ada setitik pencerahan bagi seluruh makhluk di bumi nusantara tercinta.

Saudaraku sebangsa, setanah air, dasar pertimbangan saya mengajukan ANDREA HIRATA for PRESIDENT adalah:
1. Bukan orang Jawa;
2. Intelektual, cerdas, pandai, pinter;
3. Muda, sehat, beragama;
4. Bebas dari cengkraman partai politik;
5. Pengalaman dan jaringan luar negeri;
6. Dan banyak lagi lainya.

Saudara semua komponen anak bangsa, besar harapan ide ini dapat terwujud, jika tidak dibilang mimpi. Ini bukanlah perkara yang mudah, oleh karena itu mohon bantuan do’a dan dorongan semangat untuk memperjuangkannya.

Sebagai langkah awal mari bersatu, rapatkan barisan bersama kita diskusikan langkah selanjutnya demi tercapainya masyarakat yang sejahtera adil dan makmur bukan lagi mimpi. …

Aha, benarkah negeri ini memang sudah saatnya membutuhkan seorang pemimpin dari kalangan muda yang relatif masih steril dari konflik dan kepentingan? Wah, agaknya seru juga nih! Nah, bagaimana menurut Sampeyan? ***

——————————-

Catatan:

Gambar “dicuri” dari sini dan sini.

Kategori: Budaya, Opini, Refleksi, Sastra | Tags: , , , , , , , , ,

Tulisan lain yang berkaitan:

imgKetika Dewi Kunti Harus Memilih Jodoh (Wednesday, 1 September 2010, 282 pembaca, 34 respon) Dalang: Sawali Tuhusetya Dewi Kunti tercenung di kamarnya. Perempuan cantik bertubuh sintal itu tiba-tiba merasakan jantungnya berdebar tak karuan. Semula, dia hanya iseng saja, memanfaatkan fasilitas handphone pemberian Prof. Durwasa, guru besar yang...
imgMenuju Kendal Mandiri: Refleksi Hari Jadi Ke-405 (Tuesday, 27 July 2010, 510 pembaca, 72 respon) Tanggal 28 Juli 2010, Kendal telah berusia 405 tahun. Penetapan Hari Jadi Kendal tidak serta-merta lahir begitu saja, tetapi melalui perdebatan yang panjang. Hari Jadi Kabupaten Kendal yang biasanya diperingati setiap 26 Agustus akhirnya diubah...
imgSayembara Berdarah demi Membangun Kejayaan Pancala (Monday, 26 July 2010, 522 pembaca, 65 respon) Dalang: Ki Sawali Tuhusetya Gandamana tercenung di sudut kamar. Berkali-kali, putra mahkota negeri Pancala yang rela melepaskan tahta demi berguru kepada penguasa Hastina, Pandu Dewanata, ini memukul-mukul jidatnya. Dia tak paham juga dengan kekerasan...
imgKastanisasi dan Elitisme di Balik Sekolah RSBI (Wednesday, 9 June 2010, 737 pembaca, 97 respon) Baru-baru ini, Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen), Kemendiknas, Suyanto mengungkapkan, 18 sekolah berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dicabut izinnya karena dinilai tidak memenuhi persyaratan pendirian....
imgPenafsiran Nasionalisme ala Kumbakarna (Saturday, 22 May 2010, 560 pembaca, 106 respon) Dalam sebuah rapat kabinet yang gerah, wajah Rahwana memerah seperti kepiting rebus. Sorot matanya liar memerah saga. Tiupan angin yang lembut dari moncong AC yang dingin pun gagal menaklukkan hati penguasa Alengka yang tengah murka itu. Berulang-ulang...
Catatan Sawali Tuhusetya
feeds.feedburner.com
Tulisan berjudul "Andrea Hirata Menjadi Presiden?" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (Monday, 7 January 2008 (07:08)) pada kategori Budaya, Opini, Refleksi, Sastra. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Ingin berlangganan gratis? Silakan daftarkan alamat email Anda sekarang juga! Terima kasih dan salam budaya!
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
FacebookTwitterStumbleDigg itDeliciousGoogle ReaderRedditTechnoratiGoogle BuzzYahoo Buzz
DesignfloatDiigoMixxMeneamedesignbumpFurlMagnoliaBlinklistfurlblogmark

43 Responses to "Andrea Hirata Menjadi Presiden?"

  1. yanti says:
    Menggunakan Internet Explorer 7.0 Internet Explorer 7.0 pada Windows XP Windows XP

    Andrea Hirata …., dengan memilih namanya sendiri aja keliatan kalo dia orang genius. A-N-D-R-E-A H-I-R-A-T-A sebuah nama yang melegenda, sebuah nama yang patut dikenang…. Aku nggak ngefans sama dia sih, menurutku dia cocoknya jadi Mendiknas. Setuju? Btw, andrea hirata umurnya berapa ya? Udah tua kok belum nikah?

  2. yayasan aulia amanta says:
    Menggunakan Firefox 2.0.0.4 Firefox 2.0.0.4 pada Windows XP Windows XP

    mohon maaf kami keluar dari topik,sebab kami ingin tahu alamat email andrea hirata yg mn kami pernah melihat tayangan laskar pelangi di kick andy,andrea hirata berbicara dengan kick andy akan membuka sekolah gratis di seluruh indonesia.

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
«
»
www.batuzakar.netweb hosting indonesia
Catatan Sawali Tuhusetya is proudly powered by WordPress (119 queries: 0.947 seconds)
Valid CSS & XHTML | KBP