Labirin Sukma: Potret Kepribadian yang Terbelah
Kategori: Budaya, Kearifan Lokal, Refleksi, Sastra

Usai sudah Gelar Budaya 2008 (GB08) itu. Teater Semut (TS) menggelar event itu dengan torehan “tinta budaya” yang manis menjelang berakhirnya tahun 2008 ini. Diawali dengan lomba penulisan cerpen tingkat Kabupaten Kendal dan baca puisi tingkat Jawa Tengah, 23 November, acara berlanjut pementasan teater dengan mengangkat repertoar “Labirin Sukma” yang ditulis dan disutradari sendiri oleh Aslam Kussatyo, sang komandan TS. Bisa jadi, pentas itulah yang paling banyak menguras kreativitas para awak TS dalam GB08 ini. Maklum, TS sudah menjadi “brand image” dalam dunia panggung di kota beribadat ini, bahkan juga di level Jawa Tengah. Sangat tidak berlebihan kalau para pemain suntuk berlatih hampir sebulan lamanya untuk mementaskan lakon... (Baca lanjutannya!)
Malam Lebaran: antara Kebahagiaan dan Ketragisan Hidup
Kategori: Bahasa, Budaya, Esai, Opini, Pendidikan, Politik, Refleksi, Sastra
Entah, setiap kali menjelang lebaran, saya selalu diingatkan lirik Sitor Situmorang dalam puisinya “Malam Lebaran”. Puisinya hanya terdiri atas satu larik: “Bulan di atas kuburan”. Meski pendek, puisi ini menawarkan kandungan makna yang “liar” sekaligus juga imajinatif. Dari sisi stylistika, “Malam Lebaran” bisa dibilang sebagai “pembaharu” dalam perpuisian Indonesia di tengah maraknya puisi-puisi naratif kontemporer. Meski demikian, saya tak ingin membedahnya dari sisi stylistika. Saya justru lebih tertarik untuk menelaahnya dari aspek muatan isi yang saya anggap “liar” dan imajinatif itu. Saya juga tak menggunakan pendekatan atau teori sastra tertentu, tetapi lebih pada upaya penafsiran dan pemaknaan dari sudut pandang... (Baca lanjutannya!)













