“Resolusi” Akhir Tahun yang Gagal Terwujud

resolusiAkhir 2011 yang lalu, saya sempat membuat sebuah postingan: Satu Hari Satu Postingan: “Resolusi” Akhir Tahun 2011. Walhasil, saya pun tersipu. Resolusi yang sudah saya canangkan itu ternyata tidak sepenuhnya bisa terwujud. Saya hanya mampu menulis 27 postingan dari 31 judul yang seharusnya bisa saya hasilkan. Tanggal 21, 23, 25, dan 27 Desember 2011 saya gagal mengetikkan satu karakter pun di blog ini sebagai postingan. Kecewakah? Kecewa sekali sih, tidak! Namun, ini bisa jadi bukti bahwa saya termasuk orang yang belum bisa amanah dalam mewujudkan sebuah “resolusi” yang tergolong sepele pun. Lantas, bagaimana ingin mewujudkan “resolusi” besar dan idealis?

blog guru

Arsip Tulisan Desember 2011

Secara leksikal, resolusi –sebagaimana dijelaskan dalam Kamus Bahasa Indonesia– diartikan sebagai putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yg ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tt suatu hal. Dalam perspektif personal, resolusi juga bisa dimaknai sebagai tekad dan kehendak untuk mewujudkan harapan yang telah ditetapkan.

Blog sebagai rumah personal di jagad virtual pun agaknya butuh sentuhan resolusi juga. Setidaknya, bisa dijadikan sebagai parameter konsistensi kita dalam mewujudkan harapan dan impian dalam menjalankan aktivitas ngeblog. Semula saya sekadar iseng. Maklum, selama lebih dari 4,5 tahun ngeblog, saya hampir belum pernah bisa menulis satu hari satu postingan. Memang ada arsip tulisan bulan Januari 2008 yang bejibun banyaknya. Namun, sesungguhnya tulisan tersebut merupakan hasil impor dari blog Jalur Lurus. Sekali lagi, sekadar iseng sekaligus untuk memacu “adrenalin” dalam ngeblog, lahirlah “resolusi” itu. Alhamdulillah, meski belum sepenuhnya bisa terwujud, resolusi tersebut bisa menambah “pundi-pundi” tulisan di blog ini.

Andai saja saya tidak iseng mencanangkan “resolusi” itu, mungkin saya tak akan pernah bisa menulis 27 postingan dalam sebulan. Paling-paling mentog di kisaran 7-12. Ini artinya, resolusi –dalam pandangan awam saya– sejatinya sekadar alat dan bukan tujuan. Dengan alat “resolusi” itu kita akan terpacu untuk mewujudkan harapan dan impian positif. Nah, selamat memasuki “wilayah baru” di Tahun 2012. ***

Tulisan lain yang berkaitan:

Tidak ada tulisan lain yang berkaitan!
tentang blog iniTulisan berjudul "“Resolusi” Akhir Tahun yang Gagal Terwujud" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (2 January 2012 @ 03:01) pada kategori Blog dan telah dikunjungi oleh 2,419 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini: