Home » Blog » Budaya » Budaya Award di Kompleks Blogosphere

Budaya Award di Kompleks Blogosphere

Entah dari mana dan sejak kapan budaya pemberian award kepada sesama bloger itu dimulai. Sejak awal ngeblog sekitar setahun yang lalu, budaya semacam itu agaknya sudah muncul, meski dengan tampilan dan wujud yang berbeda. Saya pribadi menganggap pemberian award semacam ini merupakan wujud apresiasi kepada sesama bloger untuk membangun semangat persahabatan dan silaturahmi. Dari budaya semacam ini, suasana kompleks blogosphere jadi lebih dialogis dan interaktif dengan saling memberikan tautan balik, sehingga budaya saling berkunjung dan silaturahmi secara maya bisa lebih terbangun dengan baik.

kurniaBegitulah, secara tak terduga, saya mendapatkan award dari empat sahabat bloger, yakni dari Mas Kurnia, Mbak Putri, Mas Fajar, dan Mas Zoel, yang belum pernah saya temui di darat. Tentu saja, saya senang mendapatkan award semacam itu, hehehe …. Setidaknya, bisa menjadi indikator bahwa kehadiran saya di dunia maya sudah mereka kenal *halah*. Namun, sebelumnya mohon maaf kepada sahabat-sahabat bloger yang telah berkenan memberikan award itu. Postingannya bukan saya muat di blog sawali.info, melainkan di blog ini. Alasannya, selain baru saja memosting tentang Refleksi Menjelang Hari Guru 2008, saya juga pernah memosting soal tag award di sawali.info. Alasan lain, saya juga numpang promosi untuk blog ecek-ecek yang baru ini, berkat jasa baik dari deteksi.info yang telah memberikan layanan hosting gratis. Sekali lagi mohon maaf jika kurang berkenan.

putri

Seperti halnya isi postingan teman-teman yang telah memberikan award itu, saya akan sedikit memaparkan latar belakang titel blog, tagline, dan jenis tampilannya. Yap, semula, saya menamai blog ini dengan Mendaki Pelangi dengan tagline menatap matahari. Namun, setelah saya renungkan *halah* agaknya pilihan kata “mendaki” kurang begitu cocok dengan makna harfiahnya, sehingga saya ganti menjadi “Meniti Pelangi”.

Mengapa mesti Pelangi? Ya, ya, ya. Sejak kecil, saya suka pelangi. Warna-warni “Mejikuhibiniu”-nya indah. Lagu “Pelangi” sungguh menginspirasi saya hingga sekarang bahwa dunia memang penuh warna. Jika dipadukan dengan baik akan mampu menghasilkan paduan dan komposisi warna yang indah dan eksotis. Itulah sesungguhnya kenyataan sosial yang tak terbantahkan di negeri ini. Ibarat pelangi, bangsa kita memiliki kekayaan etnis yang luar biasa. Dari ujung Barat hingga ujung Timur, dari Utara hingga Selatan, setiap daerah memiliki kekayaan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal yang berbeda. Jika potensi etnik dan sosial ini bisa dipadukan dengan baik, pasti akan memberikan warna Indonesia yang lebih indah dan eksotis, bukannya menjadi pemicu konflik dan kekerasan berbasiskan sentimen kesukuan atau unsur-unsur primordial lainnya.

fatar

Mengapa pula menggunakan kata “Matahari”? Ya, bagi saya, matahari adalah simbol harapan. Dengan menatap matahari, kita akan memiliki optimisme hidup. Kita masih memiliki harapan untuk bisa hidup berdampingan secara damai di tengah perbedaan etnis dan latar belakang sosial. Nah, kelahiran blog ini, sesungguhnya terilhami dari situasi semacam itu. Isinya hanya berupa pemikiran-pemikiran naif saya soal hidup dan kehidupan yang terbagi dalam kategori: religi, sosial, budaya, refleksi, edukasi, blog, dan sastra.

Mengenai tampilan, saya memang pengagum berat desainer Brian Gardner. Produk-produk Revolution Theme-nya, menurut saya, nyaman dilihat, enteng loadingnya, dan gampang dioprek. Latar home dan post, saya cenderung menyukai warna putih terang, sehingga pembaca tak perlu repot menekan tombol ctrl+ ketika membacanya, hiks.

Nah, sekarang, kira-kira siapa yang harus menerima award ini berikutnya? Aduh! Mohon maaf, saya tidak mau membebani sahabat-sahabat bloger. Pemberian award semacam ini sesungguhnya kan merupakan sebuah bentuk apresiasi. Saya khawatir lemparan award akhirnya justru akan menjadi beban karena mesti mengerjakan PR, hehehe …. Oleh karena itu, saya ingin memberikan award ini selanjutnya kepada sahabat-sahabat bloger yang pernah berkunjung di blog ecek-ecek ini, tanpa harus mengerjakan PR. Semata-mata hanya merupakan bentuk apresiasi saya terhadap sahabat-sahabat maya yang telah berkenan meninggalkan jejak komentar di blog ini.

Berikut ini adalah nama-nama bloger yang pernah meninggalkan jejak komentar di blog ini sehingga sangat layak untuk mendapatkan lemparan award selanjutnya.

abdal malik | achmad sholeh | afwan auliyar | Anang | andif | Andy MSE | Ardy Pratama | aRuL | Benny | Bu Any | cah sholihah | ciwir | dadan | Daniel Mahendra | dikma | EEng | endar | gajah_pesing | Gelandangan | genthokelir | goenoeng | hendra | heri | ibnukus | isnuansa | konsultasi kesehatan | mantan kyai | marshmallow | marsudiyanto | Mas Koko | masarif | mascayo | masDan | maseko | Masenchipz | mikekono | nico kurnianto | omahseta | Rajawali kecil | rezki | rian | rochmaniac | Ronggo | spydeeyk | Suwahadi | suwung | Timun | Toga | utchanovsky | wahyubmw | Wongbagoes |

Mohon maaf jika ada yang lupa saya sebut. Terima kasih dan salam kreatif! ***

tentang blog iniTulisan berjudul "Budaya Award di Kompleks Blogosphere" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (17 November 2008 @ 14:39) pada kategori Blog, Budaya. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0, memberikan respon, atau melakukan trackback dari blog Anda. Terima kasih atas kunjungan, silaturahmi, saran, dan kritik Anda selama ini. Salam budaya!

Ada 32 komentar dalam “Budaya Award di Kompleks Blogosphere

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *