Maman S. Mahayana dan Tanggung Jawab Moralnya sebagai Seorang Kritikus Sastra
Perempuan yang Menggelisahkan ASA
Mengungkap Keunikan Gumam Asa Bungkam Mata Gergaji
Bang Ali Syamsudin Arsi, Umbu Landu Paranggi, dan Puisi Gumam
Tiba waktu; “Puisi Jernihkan …”
Penyair Indonesia Asal Kalimantan Selatan dalam “Sauk Seloko”
Jalan Cerpen : “Meliuk dalam Ruang Pembelajaran”
Semangat Aruh Sastra Kalsel
IDEOLOGI SASTRA INDONESIA
IDEOLOGI SASTRA INDONESIA
Dua tulisan tentang ideologi yang dimuat Kompas (Novel Ali, “Ideologi Media Massa” 15/4 dan Komaruddin Hidayat, “Reformasi tanpa Ideologi” 24/4) menegaskan pentingnya institusi, gerakan, dan teristimewa: bangsa, melandasi arah perjuangannya ke depan dengan sebuah ideologi. “Ideologi media massa berkaitan dengan idealisme yang mestinya menjadi dasar perjuangan pers nasional,” demikian Novel Ali. Sementara hal penting yang diajukan Komaruddin Hidayat adalah penyikapan negara menghadapi fenomena global. Di situlah, perlu diciptakan: “ideologi baru yang menyatukan kepentingan semua anak bangsa dan menjadi pengikat kohesi emosi dan cita-cita bersama ….”
***
Kesusastraan Indonesia sesungguhnya dapat memainkan peranan penting dalam menawarkan ideologi sebagai usaha membangun cita-cita bersama. Mengapa sastra? Bukankah itu cuma hayalan sastrawan belaka? Bukankah membaca karya sastra berarti membaca sebuah dunia fiksional? Bagaimana mungkin membangun cita-cita dan kepentingan bersama dapat dilakukan melalui sastra?