Mengakrabi CSS/XHTML Validator

Sawali Tuhusetya | Monday, 4 August 2008 | 318 views |

Opini, Refleksi | 45 komentar

Berkat bantuan Mas Ronggo yang menyediakan theme premium gratis, kemarin saya memutuskan untuk mengganti theme. Kali ini saya memilih theme Revolution News 1.0 karya desainer Brian Gardner. Bukannya apa-apa. Kebetulan kemarin hari Minggu, sedang tak ada kerjaan. Jadi, ada waktu luang untuk belajar “bahasa” CSS dan HTML. Iseng-iseng saya mencoba menginstal theme yang sudah saya [...]

Dirgahayu dan HUT Ke-63 RI

Sawali Tuhusetya | Friday, 1 August 2008 | 1,733 views |

Bahasa, Pendidikan, Refleksi | 57 komentar

Suasana heroik itu kembali tercium di sekeliling kita. Sosok pahlawan seperti terpampang jelas dalam layar memori kita. Betapa untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan butuh pengorbanan; air mata dan darah. Sudah tak terhitung roh para pendahulu negeri yang telah bersemayam dalam pundi-pundi sejarah keabadian. Setahun sekali, ya, seolah-olah hanya setahun sekali, roh mereka kembali kita hadirkan, [...]

Refleksi Menjelang Agustus-an

Sawali Tuhusetya | Thursday, 31 July 2008 | 433 views |

Opini, Pendidikan, Politik, Refleksi | 45 komentar

Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Lanjutkan Pembangunan Ekonomi Menuju Peningkatan Kesejahteraan Rakyat, serta Kita Perkuat Ketahanan Nasional Menghadapi Tantangan Global.
Itulah tema yang diusung panitia peringatan HUT ke-63 RI. Ada dua entry-point yang ditekankan dalam tema itu, yakni pembangunan ekonomi dan ketahanan nasional. Tentu saja, ada misi dan tujuan tertentu, mengapa dua variabel itu [...]

Pembacaan Cerpen dan Diskusi Kumcer “Di Kereta Kita Selingkuh”

Sawali Tuhusetya | Sunday, 27 July 2008 | 496 views |

Budaya, Cerpen, Esai, Refleksi, Sastra | 49 komentar

Minggu, 27 Juli 2008 (pukul 09.00-13.30 WIB), aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kendal-Jateng, menjadi saksi sebuah perhelatan sastra. Agenda bertajuk ”Diskusi Sastra: Pembacaan Cerpen-cerpen Karya Budi Maryono” yang digelar oleh Teater Semut itu menghadirkan pembacaan cerpen ”Lelaki Terakhir” secara teatrikal. Adegan kekerasan melalui kebuasan keris “kutukan” Empu Gandring yang bertubi-tubi menghabisi nyawa korbannya [...]

Sastra Kita Miskin Pemberontakan?

Sawali Tuhusetya | Sunday, 27 July 2008 | 190 views |

Budaya, Pendidikan, Refleksi, Sastra | 35 komentar

Sekitar tahun 1983, Budi Darma pernah menyatakan, jika Anda belum dikenal sebagai sastrawan, cobalah memberontak. Katakan sastra hasil karya para sastrawan kita belum berbobot. Atau, tulislah sebuah puisi yang nyentrik. Paling tidak, ada dua kandungan tafsir yang tersirat di balik pernyataan pengarang novel Olenka itu.
Pertama, sebagai ”pasemon” terhadap ”tradisi” pengarang yang suka bikin sensasi lewat [...]