Home | Esai

Ruang Jingga: Memadukan Kreativitas melalui Jejaring Sosial

(16 August 2010, 213 pembaca, 45 respon)

Ruang Jingga: Memadukan Kreativitas melalui Jejaring SosialBeberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan kiriman sebuah antologi puisi “Ruang Jingga” dari Pak Riyadi, seorang sahabat dan rekan sejawat dari Purworejo, yang piawai merawi kata-kata seperti menjadi “mantra” yang mampu “menghipnotis” dan mengharu-biru kepekaan nurani. Namun, baru kali ini saya sempat menikmati beberapa puisi yang merupakan “bunga rampai” dari sejumlah penyair yang tergabung dalam sebuah group jejaring... 

Banjir Puisi dalam Sehari

(9 August 2010, 486 pembaca, 75 respon)

Banjir Puisi dalam SehariMinggu, 8 Agustus 2010, publik sastra Kendal cukup “dimanjakan” oleh dua agenda “Apresiasi dan Bedah Puisi”. Pertama, apresiasi dan bedah puisi “Tuhan, Ke Mana Cinta” karya Handry TM yang digelar di Gedung Wanita, Kompleks Pendapa Kab. Kendal. Kedua, apresiasi dan bedah puisi karya Farhan Satria yang berlangsung dalam sebuah tajuk “Sastra Kebun”. Jujur saja, setelah sekian lama Kendal vakum oleh agenda kesastraan,... 

Temu Sastrawan Jawa Tengah 2010 dan Balsem Gosok

(19 June 2010, 634 pembaca, 112 respon)

Temu Sastrawan Jawa Tengah 2010 dan Balsem GosokSabtu, 19 Juni 2010, Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT) menggelar sebuah perhelatan bertajuk “Temu Sastrawan Jawa Tengah 2010” di Pusat Kesenian Jawa Tengah (PKJT), Puri Maerakaca, Tawangsari, Semarang. Sesuai dengan namanya, pertemuan ini menghadirkan para sastrawan dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Dalam tulisannya di Suara Merdeka, Mas Mukti Sutarman SP (penyair dari Kudus yang sekaligus sebagai penggagas acara) mengungkapkan,... 

Kesaksian Maria Utami: antara “Pemberontakan” dan Beban Estetika

(14 May 2010, 387 pembaca, 54 respon)

Kesaksian Maria Utami: antara “Pemberontakan” dan Beban EstetikaSungguh berbahagia ketika saya didaulat untuk menulis kata pengantar antologi puisi karya Maria Utami ini. Kebahagiaan saya disebabkan dua hal. Pertama, sang penyair adalah seorang guru. Di tengah rutinitas yang menumpuk, seorang guru yang masih menyempatkan diri untuk berproses kreatif layak diberi catatan dan apresiasi tersendiri. Setidaknya, guru semacam ini sudah mampu keluar dari kungkungan rutinitas yang membelenggu. Ia juga... 

Hanna Fransisca: Dari Blog dan Facebook ke Antologi, Pergulatan Tanpa Jeda

(8 May 2010, 298 pembaca, 58 respon)

Hanna Fransisca: Dari Blog dan Facebook ke Antologi, Pergulatan Tanpa JedaSiapa bilang blog tak bisa melahirkan seorang penyair? Siapa pula yang bilang puisi blog kehilangan daya literer yang liar dan memukau? Cobalah bertanya kepada Hanna Fransisca (HF) atau berkunjunglah ke blog atap senja! Jika masih belum percaya, bertanyalah ke Om Google! Di halaman rumah mayanya yang lapang dan megah itu akan ditunjukkan sekitar 372,000 tautan yang berkaitan dengan kiprah sang penyair di ranah sastra. Rasa penasaran... 

Lerengmedini, Apsas, dan Dinamika Sastra Kendal

(30 April 2010, 226 pembaca, 56 respon)

Lerengmedini, Apsas, dan Dinamika Sastra KendalKomunitas Lerengmedini bekerjasama dengan milis Apresiasi Sastra (Apsas) kembali menggelar Parade Obrolan Sastra III di Pondok Maos Guyub, Bebengan, Boja, Kendal, Jawa Tengah. Acara yang dihelat pada 21 hingga 30 April mulai pukul 19.30 WIB ini menghadirkan beberapa narasumber dari kalangan wartawan, penyair, cerpenis, perupa, dan novelis. Diantaranya, F Rahardi (novelis), Agus Noor (cerpenis), Sigit Susanto (penulis catatan perjalanan/traveller)... 

Sastra, Korupsi, dan Keterasingan Hidup

(25 April 2010, 578 pembaca, 55 respon)

Sastra, Korupsi, dan Keterasingan HidupPanggung sosial di negeri ini agaknya sedang menampilkan lakon keterasingan hidup. Sebuah situasi yang sangat paradoksal. Di tengah dinamika peradaban yang demikian gegap-gempita menyajikan repertoar-repertoar global yang genuine dan beradab, Indonesia justru menampilkan ikon dan citra korup yang membuat wajah bangsa kian tercoreng. Terkuaknya megaskandal maklar kasus, mafia perpajakan, mafia hukum, mafia peradilan, atau mafioso-mafioso... 

Membangun Pendidikan Berbasis Karakter melalui Sastra

(21 January 2010, 1,003 pembaca, 135 respon)

Membangun Pendidikan Berbasis Karakter melalui SastraRabu, 20 Januari 2010, saya diundang oleh Direktorat Pembinaan TK/SD di Ruang Rapat Gedung E Lantai 18 Kompleks Kementerian Pendidikan Nasional, Senayan, Jakarta, untuk mengikuti Rapat Persiapan menjelang digelarnya Festival Sastra Tingkat SD/MI Tingkat Nasional Tahun 2010. Rapat yang berlangsung pukul 14.30-16.30 WIB tersebut, selain dihadiri Direktur Pembinaan TK/SD dan pejabat terkait, juga hadir Dr. Zaim Uchrowi dan Intan Savitri... 

Epitaph: Kisah Berbingkai dalam Balutan Misteri

(27 December 2009, 620 pembaca, 73 respon)

Epitaph: Kisah Berbingkai dalam Balutan MisteriJudul Buku: Epitaph Pengarang: Daniel Mahendra Penerbit: Kakilangit Kencana, Jakarta Cetakan I: November 2009 Tebal: 358 halaman Satu lagi, sebuah buku lahir dari tangan seorang Daniel Mahendra (DM). Rencananya, Epitaph bergenre novel ini akan menjadi buku pertama dari trilogi Epitaph (Epitaph , Epigraf, dan Epilog). Secara umum, Epitaph terdiri atas 10 bagian, yakni (1) Dia Datang; (2) Sebuah Manuskrip; (3) Sinematografi; (4)... 

Kreativitas Penciptaan: antara Kekuatan Personal dan Atmosfer Komunitas

(12 May 2009, 574 pembaca, 109 respon)

Kreativitas Penciptaan: antara Kekuatan Personal dan Atmosfer KomunitasSesungguhnya, kreativitas penciptaan, khususnya dalam dunia kepenulisan, merupakan wilayah personal, merdeka, dan otonom. Bahkan, ada yang meyakini bahwa dunia kepenulisan merupakan “dunia panggilan” yang sangat erat kaitannya dengan bakat dan talenta. Konon, tanpa bakat dan talenta, seseorang tak akan pernah memiliki “dunia panggilan” sebagai seorang penulis besar. Benarkan demikian? Ya, ya, ya! Kalau kita mengikuti alur... 
Catatan Sawali Tuhusetya is proudly powered by WordPress (70 queries: 0.802 seconds)
Valid CSS & XHTML | KBP