Membangun Pendidikan Berbasis Karakter melalui Sastra
Thursday, 21 January 2010 (08:10) | 335 pembaca | 126 komentar
Rabu, 20 Januari 2010, saya diundang oleh Direktorat Pembinaan TK/SD di Ruang Rapat Gedung E Lantai 18 Kompleks Kementerian Pendidikan Nasional, Senayan, Jakarta, untuk mengikuti Rapat Persiapan menjelang digelarnya Festival Sastra Tingkat SD/MI Tingkat Nasional Tahun 2010. Rapat yang berlangsung pu.... (selanjutnya?)
Epitaph: Kisah Berbingkai dalam Balutan Misteri
Sunday, 27 December 2009 (23:16) | 467 pembaca | 65 komentar
Judul Buku: Epitaph Pengarang: Daniel Mahendra Penerbit: Kakilangit Kencana, Jakarta Cetakan I: November 2009 Tebal: 358 halaman Satu lagi, sebuah buku lahir dari tangan seorang Daniel Mahendra (DM). Rencananya, Epitaph bergenre novel ini akan menjadi buku pertama dari trilogi Epitaph (Epitaph , Epi.... (selanjutnya?)
Kreativitas Penciptaan: antara Kekuatan Personal dan Atmosfer Komunitas
Tuesday, 12 May 2009 (02:53) | 508 pembaca | 109 komentar

Sesungguhnya, kreativitas penciptaan, khususnya dalam dunia kepenulisan, merupakan wilayah personal, merdeka, dan otonom. Bahkan, ada yang meyakini bahwa dunia kepenulisan merupakan “dunia panggilan” yang sangat erat kaitannya dengan bakat dan talenta. Konon, tanpa bakat dan talenta, seseorang t.... (selanjutnya?)
Final Lomba Cipta Teks Sastra dan Bangkitnya Perempuan Pengarang
Friday, 8 May 2009 (21:57) | 253 pembaca | 71 komentar

Tanggal 5 s.d. 8 Mei yang lalu, Dinas Pendidikan Prov. Jawa Tengah menggelar lomba cipta puisi dan cerpen siswa SMP sebagai rangkaian dari ajang kegiatan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tahun 2009 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Lomba tersebut dimaksudkan untuk memilih peserta te.... (selanjutnya?)
Malam Lebaran: antara Kebahagiaan dan Ketragisan Hidup
Saturday, 27 September 2008 (21:09) | 2,109 pembaca | 68 komentar
Entah, setiap kali menjelang lebaran, saya selalu diingatkan lirik Sitor Situmorang dalam puisinya “Malam Lebaran”. Puisinya hanya terdiri atas satu larik: “Bulan di atas kuburan”. Meski pendek, puisi ini menawarkan kandungan makna yang “liar” sekaligus juga imajinatif. Dari sisi stylist.... (selanjutnya?)
















