Top

Pendidikan Multikultural yang Terabaikan

Friday, 12 December 2008 | 350 pembaca | 125 komentar
Kategori: Budaya, Kearifan Lokal, Kurikulum, Pendidikan, Refleksi
img

Ketika sekat-sekat primordialisme diangkat orang ke permukaan hingga meruncing menjadi konflik antarsesama secara horizontal, sejatinya kita telah kembali ke budaya masyarakat purba yang menabukan perbedaan. Realitas yang muncul bukanlah “kemauan politik” untuk melihat perbedaan sebagai sebuah kekayaan budaya, melainkan lebih pada upaya untuk membangun sentimen-sentimen etnisitas berbasis chauvinisme dan egoisme sempit. Realitas semacam itu diperparah dengan sikap fanatisme dan taklid membabi buta. Akibatnya, struktur sosial-budaya masyarakat kita yang demikian beragam menjadi sangat rentan terhadap konflik berbau SARA. Sejarah kita telah mencatat banyaknya kasus kekerasan yang dipicu oleh perbedaan. Tak hanya perbedaan yang kasat mata,... (Baca lanjutannya!)

Tersedu di Atas Hamparan Sajadah

Friday, 5 December 2008 | 236 pembaca | 127 komentar
Kategori: Pendidikan, Refleksi
img

Menjelang dini hari. Cuaca dingin berkabut. Sunyi. Saya masih tenggelam dalam penjelajahan arus dunia maya ketika tiba-tiba saja gendang telinga saya menangkap suara tangis tertahan. Tak terlalu keras, tapi cukup mengusik kepekaan nurani saya. Sejenak saya menghentikan aktivitas. Ketika melongok di kamar, istri saya tersedu di atas hamparan sajadah. Napasnya tertahan oleh desakan arus yang membadai dari dalam jiwanya. Saya jadi heran dan bertanya-tanya. Tak biasanya istri saya menangis. Namun, saya terus membiarkan istri saya tenggelam dalam pengembaraan batin dan segenap perasaannya. Sungguh tidak enak kalau saya harus bertanya dalam situasi seperti itu. Ketika dia baru saja membenahi mukena dan sajadah, saya tak sabar untuk segera mengetahui... (Baca lanjutannya!)