Home » Blog » Photobucket: Layanan Pengunggah Gambar yang Praktis

Photobucket: Layanan Pengunggah Gambar yang Praktis

Blog

Oleh: Sawali Tuhusetya

Photobucket merupakan salah satu situs layanan pengunggah gambar yang cukup banyak peminatnya. Selain menyediakan fasilitas free sebesar 2,0 GB dengan bandwith sebesar 10 GB, tool-nya lumayan praktis untuk kebutuhan seorang blogger seperti saya yang tak mau repot-repot menyunting gambar. Meskipun demikian, mesti diakui, postingan tanpa gambar agaknya terkesan monoton dan kurang “ramah” kepada pengunjung. Apalagi, usai menghadiri sebuah acara, kopdar, misalnya, seringkali kita harus menampilkan foto-foto narsis bersama, hehe … agar tidak dibilang “hoax”.

Dalam situasi seperti itu, mau atau tidak, kita mesti meminta jasa layanan pengunggah gambar, banyak kok yang gratis. Pengguna mesin wordpress memang bisa saja memanfaatkan fitur “add-media” ketika hendak menyisipkan gambar ke dalam postingan. Namun, jika sampai “perpustakaan gambar” di dashboard blog kita overload, disk-space hosting yang kita sewa juga makin sempoyongan memanggul beban dan minta segera di-upgrade. Oleh karena itu, untuk menghemat kapasitas disk-space akan terasa lebih nyaman kalau menggunakan url gambar yang kita unggah dari situs eksternal.

halaman depan

Halaman depan Photobucket

Nah, salah satu situs penyedia layanan pengunggah gambar yang cukup praktis dan tidak ribet berdasarkan pengalaman saya selama ini adalah photobucket. Kalau tidak salah, saya menggunakannya sejak 2008. Sudah hampir lima tahun, dari kapasitas 2 GB baru terpakai sekitar 0.3 GB dari 2.0 GB (19.15%). Selain loading-nya lumayan ringan, photobucket juga menyediakan tool-tool editing gambar sederhana yang bisa digunakan secara online. Saya lebih suka menggunakan cara ini ketimbang mengeditnya secara offline. Selain karena memang kurang begitu akrab dengan software-software gambar, seperti photoshop atau corelDraw, saya hanya sebatas mengubah dimensi (ukuran) gambar agar lebih mendekati standar web kalau diuji melalui gtmetrix.

Seperti diketahui bahwa tag penyisipan gambar ke dalam postingan menggunakan struktur kode seperti berikut ini.

<img class="alignleft" src="http://i935.photobucket.com/albums/ad198/sawali64/halamandarifacebook_zpsa03c38e0.png" alt="halamanfacebook" width="350" height="176" />

Img= kode wajib untuk menyisipkan gambar, class= untuk meletakkan posisi gambar (kiri, tengah, atau kanan), src= untuk meletakkan url gambar yang kita ambil dari situs layanan pengunggah gambar, alt= deskripsi/keterangan gambar, width= lebar gambar, dan height= tinggi gambar.

Jika salah satu struktur dalam tag penyisipan gambar tidak terpenuhi, maka gtmetrix merekomendasikan untuk menyuntingnya. Kalau dibiarkan? Saya kira tidak masalah sepanjang Sampeyan masih bisa merasa nyaman dengan loading blog yang agak berat. Untuk menyisipkan ukuran gambar yang serasi dengan ukuran halaman post, seringkali kita menyiasatinya dengan mengubah ukuran lebar dan tinggi. Tampak rapi memang, tetapi hal itu tidak mengubah beratnya beban gambar. Bahkan, gambar berukuran besar hingga mencapai 1000px, misalnya, bisa kita perkecil hingga ukuran 100-an px. Namun, sekali lagi, hal itu tidak akan berpengaruh terhadap beratnya beban gambar. Sangat beralasan apabila blog yang menampilkan gambar-gambar mencolok dengan ukuran besar, page-speed menjadi kendala.

halaman depan

Photobucket bisa digunakan untuk mengimpor semua gambar dari facebook

halaman depan

Photobucket bisa digunakan untuk menampilkan slidsehow

halaman depan

Photobucket bisa digunakan untuk menyunting gambar dengan tool sederhana

halaman depan

Hasil uji page-speed blog melalui gtmetrix

Berdasarkan rekomendasi gtmterix, alangkah baiknya apabila ukuran yang kita gunakan dalam tag penyisipan gambar benar-benar sesuai dengan ukuran gambar yang kita unggah. Hal ini akan mengurangi beban gambar yang kita pajang dalam halaman post kita. Meski demikian, seringkali kita tidak sempat untuk menyuntingnya secara offline. Dalam situasi seperti itu, saya lebih suka me-resize gambar secara online melalui photobucket. Sangat mudah dan praktis. Jangan lupa untuk mengunci ukuran gambar dengan meng-klik ikon kunci, klik Ok, lantas ubah width dan height-nya sesuai dengan ukuran gambar yang akan kita tampilkan dalam halaman post kita.

Berkali-kali, blog ini saya uji melalui gtmetrix, selalu saja menunjukkan peringkat B. Setelah oprek sana-sini, termasuk mengurangi jumlah gambar (thumbnail di home-page), ternyata memiliki pengaruh yang cukup signifikans terhadap page-speed blog. Berdasarkan hasil uji gtmetrix home-page blog saya yang terakhir, page speed-nya berada pada grade A (99%), YSlow berada pada grade A (99%), dengan page load time: 1.00s, total page size: 27.6KB, dan total number of requests: 5. Sesekali tidak ada salahnya page-speed blog Sampeyan diuji melalui gtmetrix. Sedangkan, post-page (halaman post) berada pada grade A (90%), YSlow berada pada grade B (87%), dengan page load time: 1.87s, total page size: 368KB, dan total number of requests: 39.

Fasilitas lain yang disediakan photobucket adalah mengimpor gambar dari akun facebook, membuat story gambar, menampilkan slideshow, dan masih banyak lagi. Selain itu, juga menyediakan software gratis untuk desktop yang terhubung langsung secara online ke photobucket.com. Yang belum memiliki akun di photobucket, tidak ada salahnya juga untuk membuat akun di sana. Nah! ***

tentang blog iniTulisan berjudul "Photobucket: Layanan Pengunggah Gambar yang Praktis" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (6 Desember 2013 @ 02:54) pada kategori Blog. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0, memberikan respon, atau melakukan trackback dari blog Anda. Terima kasih atas kunjungan, silaturahmi, saran, dan kritik Anda selama ini. Salam budaya!

Ada 8 komentar dalam “Photobucket: Layanan Pengunggah Gambar yang Praktis

  1. Terima kasih gan atas informasinya, sudah beberapa hari ini saya mencari informasi ini, ini sungguh sangat membantu saya . mulai sekarang saya akan bookmark blog ini agar saya bisa kembali dan melihat informasi yang terbaru.
    mungkin agan atau pengunjung blog agan juga membutuh kan infomasi dari saya, silahkan liat artilek saya yang sangat Mohon kunjungi website kami
    http://www.168sdbet.com
    Terima kasih

  2. Aku kadang juga pakai photobucket. Tapi seringnya sih pakai blogspot. Walaupun gambar di blogspot akan dikompres jadi lebih buruk. Kalo photobucket kualitasnya tetap seperti aslinya.

    Tapi sejak aku pindha hostgator sekarang ini, aku jadi leha leha santai saja gak takut kelebihan muatan haha

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *